My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Pengantin Baru Hilang.


__ADS_3

Setelah adegan mandi bersama Zefan langsung menggendong Iva ke ranjang sebab bukan kelelahan habis di gempur Zefan melainkan dirinya tertidur saat sedang mandi.


Antara keenakkan di belai, kelelahan atau tidak bisa menahan kantuk.


Saat di kamar mandi yang lagi berendam.


"Zi," Panggil Zefan pada Iva yang kelihatan sedang menggelengkan kepala berusaha menghalau rasa kantuk.


"Hhmm mas," Lirih Iva dengan suara kecil namun masih bisa di dengar Zefan.


"Gantian ya," Pinta Zefan agar Iva gantian supaya menggosok badan Zefan juga.


Namun belum sempat dapat jawaban Zefan sudah mendapati Iva yang bersandar pada dadanya dengan mata terpejam serta nafas teratur.


"Hah bisa bisa nya kamu tidur lagi mandi gini, dikira mas tukang pijit apa?" Menggelengkan kepala karena Iva tidur tidak melihat tempat.


Untung Zefan masuk tadi kalau tidak bisa aja Iva sudah tenggelam dalam bathum.


Dengan segera Zefan mengangkat Iva lalu mendudukkan di kloset yang sudah di tutup lalu membilas badan Iva dan dirinya.


Lalu membawa Iva ke ranjang dan memakaikan baju tidur.


Dalam hati Zefan berfikir, apa Iva tidak tau apa ini malam pertama mereka.


Bukannya tetap bangun malah tidur dalam keadaan belum selesai mandi.


Zefan ikut merebahkan badan di samping Iva lalu memeluk Iva dari depan hingga wajah Iva terbenam di dada bidangnya.


Biarlah malam ini belum terjadi apa apa seperti yang Zefan inginkan tapi setidaknya ada malam lain serta tidak ada yang melarang, kan udah sah.


Waktu terus bergulir kerlap kerlip bintang sudah berganti sama sinar mentari.


Semua orang sudah bangun dan satu persatu sudah menempati ruangan buat sarapan bersama.


"Pengantin baru mana ya? habis lembur kali ya makanya belum turun," Tante Iva celingukan mencari orang yang di maksud.


"Maklum apa tan, kayak nggak pernah muda aja," Sepupu Iva menimpali.


"Kayak kamu tau aja, nikah belum juga.


Gimana mau nikah pacar aja nggak punya, kasian," Ejek tante yang suka mengajak ponakan nya berdebat.


"Jangan buka kartu apa tan, bukan malu yang aku tangisi tapi status ngenes ini kapan pergi," Mencebikkan bibir kesal.


Masa di jomblo yang melekat pada diri nya tidak mau beranjak.

__ADS_1


Udah jomblo kena ejek terus kan nyeseknya double.


"Udah jomblo mah terima aja," tambah suami tante yang ikut bahagia mengejek.


"Iya saking sering aku terima ampe tumpah meluber kemana mana," Ih bikin kesal aja.


Dia beranjak mulai ambil sarapan dari pada meladeni tidak akan menang dan hanya sesak di dada makin kuat.


Oksigen mana?.


"Mbak, kak Iva mana?" Mama Ila juga heran kenapa anaknya belum kelihatan.


"Mama lupa atau pura pura? kan pengantin baru," Kekeh Rara melihat wajah bingung mama Ila.


"Bukan gitu mbak, kak Iva kan semalam titip pesan minta di bangunkan pagi," Ya Iva semalam berpesan minta di bangunkan sebab mau bergabung sama keluarga yang lain, kan jarang ngumpul kalau tidak ada acara seperti semalam.


"Mbak juga nggak tau ma, bentar lagi mungkin.


Mbak mau ambil sarapan, mama mau sekalian mbak ambilin," Tawar Rara kepada mama Ila.


"Boleh deh mbak," Setuju mama Ila jadi tinggal beres.


"Papa jangan lupa mbak," Papa Syakil nongol dari balik punggung mama Ila.


Sejak kapan papa Syakil ada di sana? kenapa tidak kelihatan.


Sarapan tidak di sajikan di atas meja tapi seperti prasmanan seperti hidangan saat pesta.


Bukan apa, anggota keluarga banyak jadi lebih bagus di sajikan seperti itu biar gampang.


Semua orang mulai makan sarapan dengan tenang namun ada yang aneh acara sarapan selesai tapi pengantin baru yang di tunggu belum datang juga hingga mereka lagi bersantai sebab akan pulang ke rumah masing masing pada sore hari.


"Oma mozi mana?" Zio datang menghampiri mereka yang lagi santai.


"Bentar lagi mungkin ikut kumpul, sini duduk sama oma," Mengangkat Zio ke pangkuan.


"Mozi belum makan oma, nanti mozi sakit," Perhatian sekali sama mozi nya, ya anak mana coba yang tidak kwatir sama mom sendiri.


"Bentar lagi Zio, ayo sini sama mbak kita bangunin mozi," Menggandeng Zio menuju kamar pengantin baru itu.


Zio dengan semangat ikut Rara ke kamar yang di tempati Iva dan Zefan semalam.


Sampai di sana Rara mengetuk pintu kamar itu namun tidak ada sahutan dari dalam.


"Mozi mana mbak?" Zio saja yang kecil tidak sabaran juga ya.

__ADS_1


"Mungkin masih mandi," Rara terus mengetuk pintu itu namun tetap sama tidak ada jawaban.


Hingga hampir setengah jam mereka berdua berdiri di depan kamar itu namun tetap tidak ada hasil.


"Mozi buka pintu nya, Iyo mau masuk mozi jangan becanda nggak lucu," Kini tangan mungil itu ikut mengetuk eh bukan mengetuk lagi tapi menggedor meski tidak kuat terdengar.


Hingga tanpa sengaja Zio memegang knop pintu dan terbuka.


Mereka berdua masuk ke dalam lalu mengedarkan pandangan ke segala arah.


"Mbak mozi mana? kok sepi," Zio berlari ke semua sisi kamar tetap tidak ada orang yang di cari.


"Mbak juga nggak tau Zio, kita dari pagi kan ngumpul mana tau mbak mozi kemana," Rara juga kaget melihat kamar ini kosong tidak ada penghuni.


Zio mulai menangis tidak menemui Iva di sana.


Zio takut Iva kenapa napa dan aneh nya Zefan juga tidak ada di sana.


Kamar juga sudah rapi tidak ada tanda tanda sudah terjadi sesuatu dalam kamar ini.


"Mozi mbak mozi," Tangis Zio makin kuat hingga Rara dengan cepat menggendong Zio supaya tenang.


"Zio tenang dulu sekarang kita cari mozi sama sama ya," mengusap punggung Zio yang masih bergetar karena menangis.


Zio tidak pernah kehilangan tanpa kabar gini, dulu Iva pergi pasti dia tau sebab akan di kasih tau opa atau oma kemana Iva pergi tapi kali ini beda.


"Sekarang kita ke oma dulu ya, biar bisa bantu cari mozi," Zio mengangguk dalam gendongan Rara.


Sampai di depan semua keluarga Zio masih menangis hingga semua orang heran.


Perasaan mereka tadi Zio ke sana dengan ceria dan kenapa kembali sudah nangis aja.


"Zio kenapa, di usir mozi ya?" Tidak ada akhlak sekali bertanya seperti itu.


"Makanya Zio jangan suka ganggu pengantin baru, nah di usir kan," Tidak ada yang bener mereka, bukannya ikutan bujuk Zio agar diam ini malah makin buat nangis Zio.


Tidak pengertian.


"Iyo bukan di usir mozi, tapi mozi nggak ada di kamar," Cicit Zio dengan suara kecil dengan masih menangis.


Dan mereka semua kaget, masa pengantin baru bisa hilang, ini hotel tidak seteledor itu penjagaan masa hal seperti ini bisa terjadi.


Dan juga mereka bukan orang sembarangan yang bisa di sentuh dengan mudah.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2