
Satu persatu orang pada berdatangan baik calon kedua mempelai, kedua belah pihak keluarga serta tamu undangan.
Kursi yang tersusun rapi sudah mulai di isi tamu undangan sesuai dengan tempat yang telah di tentukan.
Kedua calon mempelai belum menunjukkan diri masih berada di ruangan yang telah di sediakan.
"Mozi," Zio datang dengan wajah cemberut menghampiri Iva yang lagi duduk di rapikan riasannya.
"Ah tampannya mozi, sini sayang," Pinta Iva supaya Zio mendekati dirinya.
Dengan langkah terlihat kesal Zio mendekat, Iva tidak bisa menghampiri Zio sebab lagi duduk dan orang itu belum selesai sama Iva.
"Mozi jahat," Memalingkan wajah dari Iva tidak mau melihatkan wajah cemberut itu.
Menandakan dia lagi melakukan aksi protes sama Iva.
"Sorry Zio, janji abis ini mozi akan lebih perhatian lagi sama Zio," Iva tau kenapa Zio mengatakan dirinya jahat.
Selama persiapan pernikahan Iva banyak mengabaikan Zio jauh dari biasanya.
Bahkan Zio juga lebih sering bersama bang Endra dan Lisa selaku orang tua kandungnya.
Wajar bocah tampan itu protes, selama ini semua perhatian Iva tercurah sama dia dan sekarang mulai terbagi jadi Zio tidak terima.
Bagi Zio mozi nya hanya milik dia tidak mau terbagi kadang sama daddy nya saja Zio harus berfikir lagi.
Over memang tapi tidak apa, mengingat Iva selalu ada buat dia dan sekarang beda maka seperti terabaikan.
Padahal kenyataan tidak, malah Zio mendapat lebih kasih sayang dari semua orang terutama keluarga Zefan yang menerima Zio sebagai cucu pertama mereka yang sebelumnya tidak mereka ketahui.
Meski Iva sudah tau siapa ayah kandung Zio serta keluarga besar dari ayah Zio namun Iva merasa tidak pantas memberi tau kecuali kedua orang tua kandung Zio yang menyampaikan.
Walau kasih sayang Iva kurang selama satu bulan ini tapi dari sumber lain Zio dapat lebih kalau ibarat kata sampai tumpah tumpah kali ya.
"Ngak mau, abis ini pasti mozi lebih sayang daddy dari pada Iyo," Merajuk nya belum kelar juga ya.
Ih makin gumesh deh pingin cubit tapi takut malah makin jadi lagi.
"Ngak dong Zio, daddy mah ngak ada apa apa nya dari Zio, Zio segalanya bagi mozi.
Sini peluk dulu ngak kangen mozi apa padahal mozi kangen banget sama Zio," Merentangkan tangan dan seketika Zio memeluk Iva dengan erat, hanya pinggang Iva yang Zio peluk sebab dia lagi duduk.
__ADS_1
"Iyo sayang mozi," Racau Zio dalam pelukan Iva dan Iva mengelus pelan kepala serta punggung Zio.
"Mozi lebih sayang Zio," Mengurai pelukan dan berniat mencium wajah Zio.
"No mozi jangan, Iyo ngak mau ke tampanan ini hilang karna cap bibir mozi," Tolak Zio menutup wajah nya dengan kedua telapak tanagannya.
"Sorry mozi lupa," Untung belum jadi kalau tidak kerja dua kali perias itu dan Zio berakhir kesal dapat cap bibir.
Orang orang yang berada di dalam ruangan itu hanya tersenyum melihat interaksi kedua nya.
Bagaimana tidak aksi rajukan Zio terlihat lucu di mata mereka.
Sekuat tenaga mereka menahan tawa supaya tidak pecah kalau tidak mau Zio ngamuk akibat malu plus marah.
"Kesini tadi di antar siapa?" Tidak peduli sama gaun yang sudah di pasang Iva mengangkat Zio ke atas pahanya.
Tidak ada yang bisa melarang sebab di sana dia ratunya.
Yang di angkat juga nurut saja seakan tidak ada masalah mendudukkan gaun mahal itu.
"Di antar papa mozi, Iyo ajak daddy ngak mau," Ingat tadi bang Endra yang antar dan Zefan menolak ikut.
Mau apa dia batal nikah hanya karna ikut mengantar Zio.
Tahan sebentar lagi tak masalah.
"Ngak apa, Zio udah makan?" Tanya Iva lembut dan Zio memainkan tangan Iva yang sudah di hias.
"Udah tadi sama papa," Jawab Zio fokus sama tangan Iva.
"Zio ngak kangen mbak Rara apa?" Rara buka suara di saat merasa di abaikan Zio.
Mau merajuk seperti Zio mbak Rara tapi tidak cocok ingat umur mbak.
"Ngak, siapa ya?" Sinis Zio melihat Rara sekilas lalu fokus lagi sama tangan Iva.
"Ih Zio ngak asik," Racau Rara mendengar jawaban Zio.
Masa tidak kangen sama dirinya yang jelas jelas kangen sama Zio.
Apa Rara tidak termasuk salah satu yang di kangenin Zio apa.
__ADS_1
Ingin merajuk tapi takut tidak ada yang mau bujuk kan malu.
Pak dosen mana pak dosen Rara butuh sekarang š.
"Iya juga, mbak juga ngak kangen sama Zio," Dari pada malu banyak mending cari alasan buat aman.
"Zio," Panggil kak isti yang mulai lelah melihat drama di depannya.
"Ah mami," Turun dari pangkuan Iva lalu berlari ke arah kak Isti yang lagi duduk sedikit menjauh dari Iva.
"Zio kangen mami," Memeluk kak Isti erat sama seperti memeluk Iva tadi.
"Kok kayak anak tiri gini sih, dibedakan lagi," Gumam Rara yang di acuhkan Zio yang jelas jelas dia ada di sana masa tidak dapat pelukan juga.
Miris amat.
"Mami juga kangen Zio, kapan kapan main tempat mami ya," Zio sudah lama tidak berkunjung kerumah kak Isti sebab waktu itu Iva datang sendiri.
"Iya mi nanti Iyo datang sama mozi, mama, daddy and papa.
Tungguin Iyo ya dan masak banyak mi," setiap kali Zio datang berkunjung maka kak Isti masak banyak serta mengikuti semua keinginan Zio mulai dari hal kecil.
"Pasti dong buat tampannya mami," Menjawil hidung Zio dengan gemas.
Mereka terus bicara dengan sesekali menjahili Zio atau Rara juga jadi sasaran ke usilan mereka hingga suara mereka terhenti dengan pintu terbuka oleh seseorang dari luar dan memberi tau kalau acara sebentar lagi akan di mulai.
Dengan segera mereka merapikan penampilan sebelum keluar kamar.
Zio memegang tangan Iva selama di antar ke tempat akad di langsungkan nanti.
Terdengar langkah kaki mendekat dan sontak semua pasang mata tertuju pada seseorang yang menggunakan gaun indah berwarna baby pink yang cukup paniang.
Sengaja langsung memakai baju itu sebab acara akan langsung di lanjut setelah akad nikah dan juga agar mempersingkat waktu.
Sama halnya dengan Zefan yang lebih dulu berada di sana, mata nya tidak lepas memandang Iva yang sangat terlihat cantik di matanya setelah lima hari tidak berjumpa bahkan mendengar suara saja tidak.
Dan kini puncak kerinduan itu bisa terobati, orang yang di rindukan kini berjalan ke arahnya dengan langkah pelan nan anggun.
Jika tidak ingat ini hari bersejarahnya mungkin Zefan sudah langsung mengejar Iva lalu memeluknya.
Bayangkan saja lima hari tiada kabar, lalu rindu bagaimana? sudah pasti sudah luber luber tumpah tumpah ah lebay.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Tbc.