My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Tidak Sengaja.


__ADS_3

Di kantor K'SYA group Ziva masuk ke dalam ruangan khusus OB mau membuat minuman sebelum masuk ke dalam ruangan dia sendiri.


Seperti biasa Ziva membuat latte dan tidak lupa cake yang di bawa dari rumah di taruh di atas piring.


"Cemilan udah siap, sekarang kerja" Membawa nampan itu masuk ke dalam ruangan sendiri lalu menaruh di atas meja.


"Ke ruangan saya sekarang" Menelpon seseorang di seberang sana.


Tidak lama orang itu datang membawa beberapa map yang sudah bisa di pastikan apa isinya.


"Ini Buk yang harus di tanda tangani dan siang nanti selesai makan siang ada jadwal meeting dengan perusahaan Arta campany" Perempuan cantik itu memberi tau Ziva jadwal hari itu.


"Makasih ya dan sepertinya saya tidak bisa ikut karena Zio pulang cepat hari ini, tolong di handle saja ya" Ziva tidak mau ikut meeting siang itu sebab kelas Zio cepat pulang.


"Iya Buk, serahkan saja semua pada kami.


Kalau gitu saya permisi dulu Buk" Membungkukkan sedikit badan tanda hormat lalu keluar dari ruangan itu.


Ziva memeriksa dokumen yang di berikan tadi setelah merasa di benar baru di tanda tangani dan memisahkan mana yang sudah serta mana yang harus di perbaiki.


"Tinggal dikit lagi selesai deh" Ziva harus cepat menyelesaikan pekerjaannya karena tidak mau telat menjemput Zio pulang Sekolah.


Kalau di kantor Ziva tidak bisa lama lama sebab harus menjemput Zio serta setelah itu juga harus ke restaurant yang kemarin.


Menjelang siang pekerjaan Ziva selesai dan merapikan kembali mejanya.


"Selesai juga, di antar langsung aja kali ya sekalian mau keluar juga" Itulah sifat Ziva yang sangat di sukai orang orang sekitar, tidak terlalu mau merepotkan orang jika masih bisa sendiri atau punya waktu luang.


"Loh pada kemana mereka?" Masuk ke sebuah ruangan tapi pemilik ruangan tidak ada di tempat.


"Ini kan waktu istirahat sudah selesai dan sebentar lagi waktu meeting.


Sudah di ruangan meeting kali ya" Berjalan menuju ruangan meeting dan masuk ke dalam sana.


"Di sini juga ngak ada" Yang di cari yang juga tidak ada di sana.

__ADS_1


Ziva memperhatikan isi ruangan itu sambil memegang dagu seperti orang yang lagi berfikir.


"Nanti aja lah bahas sama yang lain" Ziva berbalik dan tanpa sengaja kaki Ziva tersandung hingga keseimbangannya hilang lalu tangannya menyenggol gelas jatuh ke lantai.


"Ini siapa lagi yang naruh meja di sini? ini lagi gelas udah enak duduk di atas meja ngapain lompat ke bawah jadi pecahkan" Ziva berjalan keluar mengambil sapu buat membersihkan pecahan kaca itu.


Saat lagi fokus sama beling itu Ziva tidak sadar kalau tamu dari perusahaan Arta Company lagi berdiri di depan pintu melihat kegiatan Ziva yang membelakangi pintu masuk.


"Iva lagi apa?" Sapa resepsionis yang mengatarkan Zefan dan veroyke ruangan itu.


"Ini Anya Iva lagi bereskan korban bunuh diri" Jawab Ziva tanpa menoleh ke arah sumber suara.


"Siapa yang bunuh diri Va? Merasa heran sama ucapan Ziva tentang ada yang bunuh diri tapi dia lagi sibuk membereskan beling.


" Gelas ini Anya lompat dari meja" Jawaban Ziva membuat Anya diam mematung mendengar jawaban tidak masuk akal.


Padahal tadi di fikiran Anya udah main jauh tapi dugaan Anya melenceng jauh ternyata hanya jelas yang jatuh dari atas meja.


"Selesai deh" Ziva berdiri hendak membawa beling itu keluar tapi langkah Ziva terhenti melihat bukan hanya ada Anya di ruangan itu.


Ya orang yang Zefan lihat tadi adalah Ziva yang lagi bergelut sama sapu dan serokan sampah.


Sudah bisa di tebak apa yang di fikirkan Zefan terhadap Ziva yaitu sebagai office girl di sana dan juga sebagai pelayan restaurant kemarin.


Hey babang tampan apa wajah cantik Ziva itu cocok kerja seperti itu tapi biarlah Zefan berasumsi sendiri terhadap Ziva toh mereka juga tidak saling kenal.


"Iva Iva ada saja kamu" Anya hanya menggeleng kepala melihat tingkah Ziva yang harus repot membersihkan beling gelas padahal bisa menyuruh OB yang ada.


"Dia siapa mbak?" Vero penasaran sama perempuan cantik tapi mau bekerja sebagai OB di kantor itu.


"Oh Iva tadi? dia itu" Belum selesai Anya menjawab udah di potong sama Zefan.


"Kita ke sini mau meeting bukan mau ngegosip" Zefan tidak mau membahas hal yang tidak penting.


Tujuan kesana mau meeting bukan membahas hal lain.

__ADS_1


"Silahkan duduk pak, sebentar lagi perwakilan perusahaan ini akan datang" Menyuruh tamu itu duduk di kursi yang telah di sediakan.


"Sebentar mbak, saya mau tanya pimpinan ini kemana ya? kok tidak pernah kelihatan lagi setelah di ganti empat tahun ini?" Vero juga ikut penasaran sama pimpinan perusahaan K'SYA group yang sampai sekarang belum pernah menampakkan diri pada publik.


"Maaf pak kalau mengenai itu saya juga kurang tau karena saya baru kerja dua tahun di sini" Dengan sopan Anya menjawab pertanyaan yang sama dengan isi kepala Anya.


Pertanyaan itu hampir selalu di tanyakan pada saat ada pertemuan dengan perusahaan itu.


Jangankan yang hanya sebaga seorang resepsionis petinggi perusahaan cuma orang lama yang tau siapa pimpinan perusahaan itu.


"Makasih ya mbak" Anya mengangguk kepala lalu pamit undur diri melanjutkan pekerjaan di bawah.


"Aneh ya Fan, masa pimpinan ini sampai sekarang belum pernah menampakkan diri juga" Banyak tanda tanya yang melintas di benak setiap orang mengenai pimpinan perusahaan yang misterius itu.


Orang banyak tau pimpinan itu punya anak tapi sampai sekarang mereka semua tidak tau siapa anak pimpinan itu.


Anak itu sampai sekarang masih di sembunyikan dari khalayak ramai bahkan di acara penting tidak pernah membawa anaknya.


"Semua orang punya alasan melakukan semua itu dan saya dengar anak perusahaan ini akan muncul saat sudah berumur 27 tahun" Banyak sedikit Zefan tau tentang berita itu yang akan memperkenal anak misterius pimpinan perusahaan itu.


Tapi yang aneh lagi semua orang tidak tau juga apakah anaknya laki laki atau perempuan yang dulu mereka hanya membahas bahwa penerus keluarga itu sudah lahir.


"Segitunya mereka menutupi anaknya ya, gue jadi makin penasaran deh sama sosok yang sampai sekarang belum muncul itu" Jika memang berita itu benar maka sudah bisa di pastikan semua orang akan menunggu tiga atau empat tahun lagi supaya bisa bertemu penerus perusahaan raksasa itu.


Bagaimana tidak di bilang raksasa hampir di semua negara mengetahui perusahaan itu.


"Saya juga penasaran kenapa sampai harus di sembunyikan segala.


Apa ada suatu hal yang membuat mereka melakukan itu" Zefan yang selama ini menjalin kerja sama dengan perusahaan itu cuma dua kali bertemu pimpinan lama perusahaan itu.


"Siapa yang menyembunyikan siapa? Suara seseorang di depan pintu menghentikan obrolan mereka.***


\=\=\=\=\=


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2