My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Lebih Sekedar Terkejut.


__ADS_3

Semua orang yang berada di sana kaget setelah melihat siapa yang ada di balik penutup kain hitam itu.


Bukan Zio tapi anak kecil yang seumuran sama Zio dengan postur tubuh yang sama serta tinggi hampir sama.


Vani yang melihat anak kecil itu jatuh pingsan langsung menoleh apa yang terjadi hingga kaget setengah mati sama apa yang dia lihat.


Anak kecil yang dia cari sejak pagi buta tadi kini jatuh tak berdaya di lantai tidak sadarkan diri.


"Ngak, ngak ini ngak mungkin," Vani terduduk memangku anak itu ke dalam dekapan dia.


Apa yang dia cemaskan tadi mungkin tidak lama lagi akan terjadi.


Vani sudah pasrah apa yang akan dia terima nanti pada orang itu lebih tepatnya ayah dari anak itu.


"Hey mana Zio? kenapa anaknya beda?" Teriak Lisa juga terkejut sama pemandangan di depan.


"Sayang tenang dulu ini pasti ada kejanggalan," Memeluk Lisa agar tidak nekat berlari ke arah Vani dan melakukan hal nekat seperti memukul misalnya.


"Gimana aku bisa tenang kalau yang dia bawa bukan Zio tapi orang lain," Lirih Lisa mulai menangis lagi.


"Tapi kita bisa liat kan kalau dia juga tak kalah kaget, seperti udah ada orang yang menukar anak ini," Selidik bang Endra juga tak kalah kaget tapi dia menangkap ada kejanggalan dari ini semua.


Tidak mungkin orang suruhan dia yang menukar atau Zio kabur dengan mudah.


Semua tidak bisa di cerna dengan mudah, bagaimana kalau Zio di bawa orang asing atau mau memanfaatkan keadaan yang lagi tidak stabil seperti sekarang.


"Bangun hey bangun Vin jangan buat mommy kwatir," Vani masih mencoba membangunkan anak yang masih belum sadarkan diri itu.


Namanya Vino anak Vani hanya saja tidak ada yang tau kecuali pengasuh yang menjaga Vino selama ini dan lelaki dari ayah Vino yang lagi tugas di luar Negeri dan Vino tinggal di rumah yang sudah di sediakan buat Vino dan Vani.


Vino anak hasil hubungan Vani sama seorang lelaki yang tidak Vani cintai kecuali lelaki itu sangat mencintai Vani secara sepihak tapi bagi dia tak masalah hingga buat mengikat Vani dia membuat Vani mengandung anaknya tapi Vani tak kunjung membalas cintanya.


Kelakuan Vani yang seperti ini bukan dia tidak tau hanya saja membiarkan sampai seberapa jauh Vani bertindak.


Walau Vani tidak mencintai ayah dari anaknya tapi dia sangat menyayangi Vino sebagai anaknya.

__ADS_1


"Vino bangun jangan buat mommy sedih," Menggendong Vino berlari menuju mobil yang selalu stanbay kapan saja dan melajukan meninggalkan mereka di sana tanpa peduli lagi sama Zefan yang jadi tujuan utamanya.


"Bang sekarang Zio gimana," Tanya Lisa setelah kepergian Vani dari sana.


"Abang juga ngak tau sayang, sekarang tanya Iva aja kayaknya dia tau sesuatu masalah nya dari tadi dia santai aja padahal udah tau Zio ngak ada,"


"Va sekarang gimana, Zio ngak ada?" melihat wajah santai Iva membuat mereka bertiga heran.


Ini mommy siapa punya? masa anak belum jelas dimana dia malah santai aja.


Ingin melontarkan pertanyaan seperti itu tapi urung percuma juga bertanya belum tentu akan di jawab.


"Ntar lagi datang," Untung di jawab.


Tapi apa maksudnya bentar lagi datang? apa Iva sudah tau akan hal ini terjadi.


Apa cuma mereka yang tidak tau rencana Iva, tapi memang iya Iva sejak kemarin tidak menjelaskan tentang rencana yang akan di jalankan sekarang hanya menjawab santai tanpa beban.


Bang Endra jadi berfikir sekuat apa koneksi yang Iva punya, hingga saat anaknya hilang dia hanya cemas sebentar lalu setelah mendapat kabar dari orang entah dimana dia kembali seperti semula seolah tidak pernah terjadi apa apa.


Seperti nya otak Iva ada yang konslet saat dijalan tadi.


"Kita kesini menyelamatkan Zio Zizi sayang bukan mau bertamu," Mengikuti langkah Iva buat duduk di tepi taman yang terdapat di sebelah rumah itu, hanya duduk beralaskan rumput hijau.


"Yang bilang kita kesini mau nginap siapa mas, lagian tuh calon istri mas aneh cari lawan ngak seimbang," Keluh Iva yang merasa mendapat lawan tidak seru alias tidak seimbang.


"Terserah kamu Zi, mas lagi kangen sama Zio," Tambah tidak nyambung pembahasan mereka.


"Iva juga kangen mas, tapi lebih kangen ini," Iva menyentuh sekilas bibir Zefan lalu memilih cuek sebelum jadi bumerang buat dia sendiri.


"Nanti mas kasih," Mereka lalu larut dalam fikiran masing-masing entah apa yang mereka fikirkan author juga tidak tau sebab belum sempat nanya juga he he.


Tidak lama kemudian ada seseorang yang menaiki punggung Zefan dari belakang dan memeluk erat.


"Daddy jahat," Ternyata Zio yang menunggangi punggung Zefan lalu tangan mungil itu memukul baju Zefan.

__ADS_1


Seketika Zefan membalikkan badan lalu memeluk Zio tidak lupa menciumi wajah menggemaskan itu dengan penuh kasih sayang.


Tapi ada yang iri sama kedekatan Zefan sama Zio yaitu orang tua kandung Zio yang melihat dari jarak tidak terlalu jauh.


"Sabar sayang, perlahan kita mendekati Zio lalu meyakinkan bahwa kita orang tua kandung nya," Bisik bang Endra ke telinga Lisa, dia mengerti apa yang Lisa rasakan sebab dia juga merasakan.


Rasa sesak saat anaknya muncul bukan dia yang dipeluk tapi orang lain meski itu adik bang Endra sendiri tapi masih menyisakan rasa cemburu.


Dia yang sebagai daddy kandung belum pernah mendapat pelukan sayang dari anak sendiri.


Semakin dalam rasa penyesalan dalam diri bang Endra meninggalkan Lisa dulu.


"Cuma kangen daddy, mozi ngak di kangenin?" Jutek iva pada Zio yang lebih memilih memeluk Zefan duluan ke timbang dirinya.


"Kangen mozi juga," Beralih memeluk Iva tak ketinggalan mencium kedua pipi Iva melakukan hal yang sama apa yang Zefan lakukan tadi pada dirinya.


"Gimana takut ngak semalam?" Tanya Iva memangku Zio duduk di atas pahanya.


"Ngak mozi kan semalam ada uncle," Balas Zio memeluk leher Iva erat.


"Sekarang uncle nya mana?" Iva melihat sekitar tidak ada tanda tanda orang yang di maksud Zio.


"Kata uncle dia lagi ada kerja," Balas Zio yang tidak lepas memeluk leher iva seolah mengatakan kalau dia tidak mau jauh dari iva lagi.


"Sekarang kita pulang dulu ya," Ajak iva yang mulai menyadari akan ada awan gelap sekitar mereka yang siap mengeluarkan hujan lokal siapa lagi kalau bukan Lisa yang merasa di abaikan sama ketiga orang itu.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil dengan Zio duduk di antara bang Endra dan Lisa.


Bukan tanpa alasan iva melakukan itu hanya saja itu salah satu cara iva mulai sekarang mendekatkan mereka bertiga secara perlahan.


Sebab cepat atau lambat itu harus dilakukan dan juga iva tidak bisa mengelak itu.


Bisa saja saat mereka bertiga sudah dekat satu sama lain dan bisa menerima satu sama lain suatu kemungkinan yang tidak bisa iva tolak adalah bang Endra bisa kapan saja membawa Zio dari sisinya tanpa bisa dia cerah.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2