
K'SYA Group, dimana perusahaan ini sudah berkembang lebih cepat dari perusahaan lain bahkan sampai ke luar Negeri hanya saja sejak di ganti pimpinan baru tidak ada yang tau seperti apa sosok pimpinan baru perusahaan itu terkesan misterius padahal tanpa mereka sadari bahwa mereka pernah bertemu hanya saja tidak tau.
Dan saat acara sakral ini maka pimpinan lama akan mengumumkan serta melihat kan pimpinan baru perusahaan itu.
Itu sudah jadi kesepakatan bersama keluarga bahwa pengganti baru akan menampakkan diri kalau dia sudah punya pendamping tapi tetap dengan syarat bahwa tidak mau menerima tugas banyak sebab dia menerima ini hanya demi menyenangkan orang tua serta saudaranya tidak mau mengambil alih perusahaan yang sebenarnya pantas dia pegang.
Usai ijab qabul kini di lanjut dengan resepsi siang hari dengan tamu undangan para orang tua serta rekan bisnis.
Kenapa harus di pisah tamu mengingat jika di gabung maka aula pernikahan tidak akan muat menampung tamu dari kedua belah pihak keluarga.
Tamu bukan sedikit mengingat kedua keluarga berasal dari kalangan atas serta bukan orang sembarangan bisa masuk ke sana dengan bebas tanpa kartu undangan.
Kedua mempelai sudah duduk dengan cantik serta tampan di kursi singgasana yang menjadikan mereka berdua raja dan ratu sehari.
Bahagia yang tidak bisa di ucapkan hanya melalui kata kata atau senyum indah saja.
Bahagia sekarang sungguh terasa, mengikat janji suci di depan banyak orang serta tidak lupa mereka mengundang reporter tertentu saja yang bisa meliput acara pagi hingga sekarang.
Tapi bisa di pastikan acara yang mereka tayangkan akan menaikkan retting perusahaan mereka jika memuat berita dua perusahaan besar yang bersatu dimana awal mereka tidak begitu memperlihatkan dan sekarang waktu nya.
"Mas kangen banget," Bisik Zefan lirih tepat di telinga Iva serta tidak lupa meniupkan sedikit daun telinga Iva hingga menimbulkan sensasi merinding yang bisa mendirikan bulu kuduk Iva.
"Iva juga kangen mas," Balas Iva dengan nada rendah serta terkesan seksi hingga membangkitkan sisi lain Zefan meski hanya sekedar mendengar suara itu.
Otak Zefan dengan cepat trafelling ke adegan iya iya, ah bisa tidak acara di percepat dan mengingat nanti malam masih ada acara ingin rasanya Zefan teriak lalu meminta acara nanti dia tidak ingin hadir sama Iva.
Lah bagaimana bisa seperti itu, kan mereka berdua bintang utama kalau tidak ada buat apa semua orang datang.
"Iva selamat ya akhirnya bobok ada yang nemenin, samawa ya nggak kayak gue di gantung mulu," Lisa datang memeluk Iva di susul bang Endra berjalan dengan cool di belakang.
Bicara itu di sengaja atau tidak yang jelas bisa menyentil hati seseorang yang berdiri di belakang nya.
"Makasih ya Sa, Iva doain cepat nyusul kalau masih di gantung ya cari yang mau di ajak serius kan gampang atau iva bantu," Baru resmi jadi adik ipar, Iva sudah berani meledek abang ipar.
Biar saja perempuan butuh kepastian ya bukan sebuah hubungan semu saja.
"Selamat bro, samawa ya dan jangan lupa cepat kasih adik buat Zio jangan mau kalah," Salaman ala pria tidak lupa menepuk pelan bahu Zefan.
"Makasih bang, kalau itu udah pasti kejar target.
Tuh bang udah di sindir mau sampai kapan?" Zefan juga mendengar sindiran yang Lisa tujukan pada bang Endra dan berharap sang abag cepat nyusul.
"Ingat bang jangan kasih Zio adik dulu baru di halalin.
Itu anak orang bang bukan anak kucing," Yang bilang Lisa anak kucing siapa coba ada ada saja.
Iya juga kata Zefan takutnya bang Endra kilaf dan Zio dapat adik duluan kan tidak lucu ya.
Atau sudah di proses, ah mikir apa sih Fan jangan negatif gitu isi kepala.
"Pasti," Setelah itu mereka berdua turun lalu di tidak lama naik juga Rara sama Satyia yang mana mereka pakai baju seragam.
"Wah selamat ya kak, samawa ya dan cepat kasih Rara ponakan yang lucu," Memeluk Iva haru.
"Makasih mbak, cepat nyusul juga ya kasian tuh pak dosen nya udah nungguin.
Pak dosen cepat nikahin mbak Rara ya," Melirik Satyia yang lagi salaman sama Zefan.
"Rara belum siap kak," Jujur Satyia sebab Rara belum mau di ikat secara resmi dan dia harus sabar menunggu serta berharap mampu bertahan lama tidak melirik yang lain.
"Paksa aja Sat, kalau nggak cari yang serius aja biar dia nangis nangis kejer," Goda Iva menyenggol pelan bahu Rara dan sukses membuat Rara cemberut.
Masa tega melihat dia merana apa? tega sekali kak Iva ini.
"Ih kak Iva jahat tau nggak, ayo kak kita turun.
Kak Zefan selamat ya, awas kak Iva kadang suka jail," Menarik tangan Satyia turun dari sana sebelum di goda lebih jauh.
Lagi banyak orang saja masih sempat menggoda Rara dan berfikir jelek.
"Seperti nya di bilang kak Iva ada benar nya juga," Satyia buka buka suara.
__ADS_1
"Maksud kakak apa? menyetujui ide gila itu.
No kak Rara nggak setuju ya," Tolak Rara tidak terima Satyia cari yang lain hanya karena tidak mau menunggu sebentar lagi, keterlaluan.
"Tapi sampai kapan kakak harus nunggu yang nggak jelas ini, kamu juga nggak bilang Sampai kapan kakak nunggu.
Misal bilang satu tahun lagi kakak bisa aja tapi ini nggak jelas," Ucap serius Satyia memandang lekat wajah Rara memancarkan keseriusan setiap kata yang Satyia ucapkan.
Rara tertegun, ada yang sesak di dadanya serta sulit bernafas.
Kini mereka berada di sudut ruangan yang sedikit sepi hingga tak ada yang mendengar atau melihat.
"Jadi sedangkal itu perasaan kakak? sebatas itu rasa sayang kakak? sepicik itu fikiran kak?" Mata Rara sudah berkaca kaca siap menumpahkan air mata yang di tahan.
"Semua itu nggak benar hanya saja kakak butuh yang serius bukan untuk main main lagi.
Mungkin kakak yang salah disini memaksa perasaan sama kamu.
Seharusnya dari awal kakak berfikir pacaran sama mahasiswi sendiri harus siap menerima resiko seperti akan lama bisa di ajak serius.
Kakak tau gadis seusia kamu masih butuh waktu buat menikmati hidup bukan terikat suatu hubungan apa lagi rumah tangga kan," Dada Rara terasa sangat sesak mendengar ucapan Satyia seperti sebuah batu besar yang menghantam dada.
Oksigen terasa sedikit, isi kepala berputar putar mencari jawaban akan sebuah pertanyaan semu.
BBRRUUKK....
"Kakak jahat tau nggak, kapan kakak ngajak serius? nggak pernah kan.
Ngajak nya jangan kayak ngajak beli jajanan di warung.
Kakak kan tau Rara masih kuliah belum lulus mana mau nikah sambil kuliah setidaknya tunggu lulus dulu," Rara memeluk Satyia dengan erat serta air mata yang tumpah, Rara tidak peduli kalau air mata nya bisa membasahi baju Satyia.
Biarkan saja kan Satyia nyebelin.
"Kakak fikir enak apa menjalani hubungan sembunyi sembunyi terus, capek tau kak, kayak Rara lagi rebut kekasih orang aja," Satyia akhirnya membalas pelukan Rara tak kalah erat.
"Berarti udah deal ya selesai kuliah udah siap kakak lamar," Hanya kata itu yang Satyia harapkan keluar dari mulut Rara.
Tadi Satyia bicara juga becanda tidak serius mana sanggup Satyia harus melepas Rara sedangkan buat mendapatkan harus bohong dulu masa mau di lepas gitu saja pasti jawaban big no.
"Tadi kakak cuma becanda, sorry ya," Lanjut Satyia dan dengan cepat Rara melepas pelukan itu lalu memukul kuat bahu Satyia.
Bisa bisa nya dia becanda, kan Rara sudah takut duluan.
"Ngak lucu kak, udah ah Rara marah," Rara pergi dari sana dengan wajah kesal tidak lupa menyapu air mata dengan kasar lalu masuk ke ruangan make up buat memperbaiki dandanan yang bisa di pastikan rusak kena air mata.
"Kakak kan nggak ngelawak," Kekeh Satyia melihat Rara kian menjauh.
Kini hanya tinggal mempersiapkan segala sambil menunggu Rara lulus dan yang terpenting memberi tau namanya jika calon menantu nya sudah siap di pinang selesai kuliah.
Back to party.
Semakin sore tamu undangan makin padat dan semua kursi sudah terisi penuh.
Satu persatu tamu menyalami kedua mempelai secara bergantian.
Hingga sebuah suara mengalihkan tatapan mereka pada sosok yang berdiri di atas panggung.
Orang yang tidak muda lagi tapi masih tampan di usia senjanya.
"Selamat siang menjelang sore semua," Sapa suara itu yang tak lain adalah papa Syakil yang berdiri gagah memegang mic.
"Selamat datang di pesta pernikahan putri satu satunya saya, selamat menikmati pesta sederhana ini (lagak pesta sederhana kalau harganya bisa bikin author pingsan termasuk reader kan, nyok pingsan bareng bareng🤣✌ ) terima kasih telah meluangkan waktu buat datang.
Bagi yang belum tau pasti kaget kalau saya punya satu anak gadis yang saya sembunyikan selama ini tapi bukan di sembunyikan juga hanya saja dia malas tampil di publik,"
"Ya yang sangat cantik hari ini dia lah putri saya yang sedang duduk dengan anggun, selain pesta ini saya juga mau menyampaikan sebuah hal penting dan juga menjadi tanda tanya besar selama ini,"
"Saya mau memberi tau bahwa pimpinan baru K'SYA Group adalah Zivala Kesya Asyakila.
Kenapa baru sekarang saya memberi tau ini sesuai permintaan Iva sendiri sebab Iva ingin namanya publik saat sudah punya pasangan.
__ADS_1
Kalian semua pasti kaget kan, makanya disini saya mohon maaf tapi ke depan nya ini tetap sama Iva hanya akan datang pada pertemuan penting saja sebab dia tidak mau terlalu sibuk serta mengabaikan keluarga,"
"Kalian pasti bertanya kenapa bukan anak lelaki saya yang menggantikan ya semua orang punya impian masing masing dan impian mereka berdua bukan mau jadi seorang pengusaha dan punya cita cita sendiri.
Sekian dari saya dan selamat melanjutkan pesta nya,"
Semua orang yang hadir di sana pasti kaget juga tidak percaya, jika di masa lalu bertemu Iva maka tidak percaya dia lah pimpinan baru perusahaan besar itu.
Pucatlah wajah orang yang sering menghina Iva atau pernah mencibir kalau menjalani hubungan sama Zefan karena harta maka sekarang sudah jelas jika derajat Iva jauh di atas.
Jika yang baik sama Iva maka dia bisa bernafas lega serta mengusap dada.
Bagi mereka yang lagi menjalin kerja sama maka lagi memikirkan nasib perusahaan mereka akan jadi ke depan nya atau ini akhir mereka.
Tapi Iva tidak sekejam itu juga.
"Nggak nyangka ya dia ternyata pimpinan misterius selama ini?" Bisik si A dengan wajah cengok.
"Iya saya kira dia hanya gadis biasa yang beruntung mendapatkan pengusaha kaya dan muda tapi nyatanya dia jauh lebih kaya, tapi kok penampilan dia seperti orang biasa," Bisik si B dengan nada pelan takut ada yang mendengar.
"Tapi dia sungguh baik nggak pernah membedakan orang hanya status sosial yang tinggi," Bisik satu nya lagi, sebab beberapa kali pernah melihat Iva yang sederhana serta tidak sungkan membantu orang lain walau tidak kenal.
"Aduh bagaimana ini nasib perusahaan kalau dia ingat kalau aku pernah menghina dia, semoga dia lupa," Yang merasa bersalah pasti merasa takut.
Masih banyak lagi bisik bisik mereka serta memikirkan nasib perusahaan mereka yang di rasa di ujung tanduk.
"Mama juga baru tau pa kalau menantu kita pewaris K'SYA Group perusahaan no satu itu.
Nggak nyangka ya pa kita punya menantu hebat serta baik hati seperti Iva," Kagum mama Zefan yang sudah tau kebenaran hari ini.
Perempuan yang pernah di hina adalah orang terpandang.
Perempuan yang di tolak dengan berbagai cara ternyata sekarang bersanding bahagia sama anaknya.
"Iya ma, makanya ma apa pun pilihan anak kita jangan di tentang.
Sebab pilihan kita belum tentu membuat mereka bahagia.
Jangan pandang status mereka apa? yang penting anak kita bahagia sama dia," Mengingat kan sang istri pada sifat masa lalu yang begitu pemaksa hingga anak pertama mereka pergi dari rumah.
"Iya pa, kan sekarang udah mama restui jadi mama nggak salah lagi," Bela mama untuk semua belum terlambat.
Hingga seseorang naik ke atas panggung dengan langkah anggun tidak lupa memakai gaun seksi punggung yang terskpos serta belahan dada rendah.
Bagi siapa saja yang melihat akan jadi mupeng tapi tidak berlaku bagi Zefan.
"Selamat ya Fan," Ucap Viola, ya orang itu adalah Viola naik sendiri sebab lelaki nya sudah di rebut orang ( ck siapa lelaki lo Vio, jangan terlalu sering mimpi).
Menjulurkan tangan ke arah Zefan namun tidak mendapatkan sambutan hanya di lihat sekilas oleh Zefan.
"Makasih," Jawab Zefan singkat.
"Ah sepupu gue selamat ya," Memeluk Iva dengan senyum palsu.
"Ingat gue akan mengambil apa yang udah jadi milik gue dari awal," Bisik Vio agar tidak ada yang dengar.
"Oh ya gue tunggu waktu itu.
Tapi lo juga harus siap terima kejutan selanjutnya, gimana kejutan pagi berkesan bukan," Balas Iva, dia fikir Iva akan takut hanya mendengar ancaman sampah itu.
Oh tentu saja tidak, Iva bukan orang yang akan mudah di ancam.
"Lo," Geram Vio ternyata kejadian pagi ulah Iva.
Kapan dia bertindak? bukannya dia tidur duluan semalam? Vio juga sudah memastikan Sebelum bertindak tidak ada orang yang masih bangun.
Tapi satu yang Vio lupakan kalau itu di rumah Iva maka dengan mudah Iva bertindak.
Vio pergi dari sana dengan langkah kesal, niatnya ingin mengacau pesta Iva dengan merusak gaun Iva malah dia yang dapat malu pagi pagi.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Tbc.