My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Tunangan Beneran.


__ADS_3

Usai drama yang di buat Zio akhirnya mereka semua berangkat menggunakan tiga mobil sebab kedua lelaki tampan itu hanya mau pergi sendiri Sendiri padahal tujuan sama buat apa bawa banyak mobil menuhin halaman rumah orang saja.


Itu kan kata kita kata mereka mah beda lagi.


Zio ikut kakek nenek yang di karenakan Zio tidak mau mereka lepaskan.


Dengan terpaksa Zio ikut saja, tadi nya mau sama Zefan ketimbang memilih bang Endra.


Sampai tujuan semuanya turun dan berjalan menuju pintu besar itu dan sebelum memasuki gerbang tadi mobil papa sempat di berhentikan sebab tidak tau siapa mereka sehingga Zefan keluar buat memberi tau baru bisa lewat.


Ya masuk rumah mereka sama seperti rumah Iva harus ada aturan yang di patuhi seperti menanyakan ada keperluan apa datang ke sana dan mau bertemu siapa.


"Assalamu'alaikum," Salam semuanya orang yang berdiri di balik pintu sambil menunggu di buka kan.


"Iyo kayak tamu aja nunggu pintu di buka, ayo daddy masuk aja pintu ngak di kunci juga," Ngasal Zio ngomongnya, mau daddy nya jelek apa asal masuk rumah orang tanpa izin.


"Tunggu sebentar tampan, ngak boleh gitu," Kita hanya boleh langsung masuk rumah kalau itu rumah sendiri kalau bertamu harus ada aturan juga, kalau nyelonong masuk bisa bisa tidak jadi di terima jadi calon mantu di sana, kan brabe.


*Wa alaikum salam, silahkan masuk,*Bibi yang bekerja di sana membukakan pintu dan menyuruh masuk.


"Oh tamu nya sudah datang, ayo silahkan duduk," Mereka semua duduk setelah di sambut ramah di sana.


Duduk dengan posisi saling berhadapan cuma Iva yang belum kelihatan di sana bersama Lisa.


Sedangkan mbal Rara juga turut hadir di sana membantu bantu serta beberapa anggota keluarga lain.


"Silahkan diminum dan nikmati," Mbak Rara datang bersama dengan bibi membawa minimum serta cemilan buat teman ngobrol.


Setelah cukup lama basa basi mereka bicara dan sampai pada maksud tujuan mereka datang kesana dan di sambut baik serta membicarakan kapan akan di adakan acara pernikahan dua keluarga itu.


"Bagaimana satu bulan lagi, agar persiapan matang dan pekerjaan mereka masing masing selesai juga," Usul mama Ila pada mereka semua.


"Baik, kami rasa satu bulan cukup waktunya menyiapkan semua.


Bagaimana apa kalian berdua juga setuju?" Kini pandangan semua orang mengarah pada dua orang yang akan jadi pasangan halal itu.


"Iyo setuju nek," Menyela ucapan semua orang yang ada di sana.


Gelak tawa terdengar dalam ruangan itu mendengar ucapan Zio.


"Zio mau nikah sama siapa bilang setuju segala," Tidak habis fikir sama bocah kecil tampan itu.


"Ngak ada nek, cuma bilang setuju aja," Udah lupakan dulu masalah Zio.

__ADS_1


"Kita serahkan pada suara terbanyak aja," Ok di karenakan sudah pada setuju maka mereka bisa bernafas lega dan mulai persiapkan semuanya.


"Opa!" Panggil Zio, sebab sejak Zio datang tadi opa nya tumben tidak merecoki dirinya.


"Apa sayang?" Balas opa Syakil santai melihat Zio.


"Opa ngak kangen sama Iyo apa?" Tanya Zio serius.


"Ngak, opa ngak kangen tuh," Balas opa Syakil.


"Sama Iyo juga ngak kangen sama opa tapi kangen mozi sama mama aja dan mbak Rara," Buat apa nanya kalau buat nyakitin saja Zio.


"Oma ngak Zio tanya?" Kini oma Ila yang bertanya pada Zio.


"Ngak oma, kalau opa ngak kangen berarti oma juga ngak kangen Iyo," Dari mana Zio tau, mana ada juga seperti itu.


Orang kembar saja belum tentu sehati, nah Zio bisa menyimpulkan semua sendiri.


"Tapi oma kangen jahilin Zio gimana dong," Itu bukan suka oma tapi hobi oma yang bikin Zio hidup tidak tenang selama berada di sana.


Obrolan mereka sekarang hanya basa basi sambil menunggu waktu makan malam.


"Mozi abis ini kita pulang ya?" Ajak Zio pada Iva supaya pulang malam ini tidak usah menginap.


"Mozi nginap tampan, kan udah lama mozi ngak tidur disini," Ujar Iva yang senang melihat wajah tampan itu kian cemberut.


"Udah ngak apa, Iyo pulang sama papa dan daddy aja," Tuh kan memanfaatkan semua orang yang menyayangi nya buat bisa cari pelarian.


"Ngak sayang sama mozi lagi, masa ngak mau bobok sama mozi lagi," Pura pura sedih supaya Zio tidak tega.


"Masa mozi mau Zio pulang dari sini jadi kurus!" Mana ada konsep nya seperti itu.


Siapa juga yang mau membuat cucu mereka tersakiti coba.


"Iya nanti kita pulang ok, jangan sedih ok," Iva juga belum tentu menginap di sana kecuali tidak ada yang penting.


Lebih nyaman di rumah sendiri.


"Sama daddy mozi," Senang Zio kalau di ajak pulang.


"Tanya daddy dulu," Suruh Iva pada Zio.


"Daddy kan yang antar Iyo pulang sama mozi?" Tanya Zio dan di angguki oleh Zefan.

__ADS_1


"Yey sayang daddy," Memeluk Zefan erat tanda senang.


"Tapi mozi tadi kakek jahat sama Iyo," Akan ada aura aura yang tidak enak kayaknya bakal keluar.


Dan yang di maksud di sebut namanya sudah mulai waspada .


"Memang kakek gimana? kakek larang Zio ke rumah dia?" Lah mak apa ini sama seperti Zio, orang belum bicara sudah bisa menyimpulkan sesuatu.


"Ih bukan mozi, masa kakek bilang Iyo nikah sama nenek," Adu Zio pada Iva.


"Kok bisa, kan nenek Zio," Heran Iva mendengar ucapan Zio.


"Kakek yang bilang mozi, tapi mozi kalau Zio sama nenek terus kakek sama siapa?.


Masa cari nenek baru, emang masih ada yang mau sama kakek?" Celetuk Zio membuat mereka tertawa, jadi maksud Zio kalau kakek sudah tua tidak ada yang mau lagi.


"Hey kapan kakek bilang gitu Zio, sini kakek kasih tau," Panggil kakek Arta yang merasa di fitnah sama Zio.


Tadi di rumah daddy sama papa jadi korban dan sekarang kakek lagi, Zio senang sekali ya buat orang berantem.


"Kakek yang bilang tadi, masa kakek lupa kayak udah tua aja," Ayo kakek usap dada dan istiqfar dalam hati.


Anggap anak kecil yang bicara.


Anggap yang Zio bilang hanya angin lalu saja atau sekedar candaan.


"Kalau udah jadi kakek berarti udah tua Zio" Suara kakek menahan kesal.


Siapa yang punya anak ini?.


"Yang bilang kakek belum tua siapa?" Sudah tidak perlu di tanggapi kali.


Papa Syakil mengajak semua makan dari pada mendengar perdebatan yang tidak ada manfaatnya itu.


Makan malam dua keluarga yang sebentar lagi bersatu.


Makan malam hangat sebab semua orang yang ada di sana sudah saling menerima termasuk mama Zefan yang sudah menerima Iva sebagai calon menantu dan juga Lisa mengingat Lisa sudah melahirkan Zio cucu pertama mereka.


Selesai makan dan berbincang sebentar keluarga Zefan pamit pulang dengan Zefan mengantar Iva dan Zio pulang dulu.


\=\=\=\=\=


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2