Paladin Antegram

Paladin Antegram
awal dari segalanya


__ADS_3

PROLOG


Jauh disana, terdapat sebuah katedral yang menghubungkan ke-empat benua yang dipimpin


oleh empat pahlawan yang berbeda.


Manusia, elf, iblis, dan demi-human. Ke-empat ras itu dipimpin oleh pahlawan mereka masing- masing.


Kareth vanielasims, pahlawan dari ras manusia, mendapat julukan sebagai pahlawan terkuat


dari ke-empat pahlawan lainnya.


Benetta, pahlawan dari ras elf, disebut juga sebagai pahlawan terlemah, tetapi dijuluki yang


terkuat dalam mendukung ketiga pahlawan lainnya. Bisa juga dipanggil sebagai otak dunia.


Balmung, pahlawan dari ras iblis, kesampingkan dirinya yang sangat menakutkan, dia dikenal sebagai pertahanan terkuat, sebuah benteng elemen yang lebih kuat dari batu dunia.


Killia laule, pahlawan dari ras demi-human, mempunyai garis keturunan sebagai kuda, pahlawan tercepat dan paling merepotkan untuk dilawan.


Dalam waktu 400 tahun dimasa lalu, perang terjadi dan melahirkan banyak pahlawan, dan kini merupakan akhir dari perang yang melibatkan keempat ras, perang diberhentikan dan menara katedral dibangun.


Pada tahun 1268 S, Seperti yang dijanjikan didalam menara katedral, perang dihentikan dan keempat pahlawan menyetujui untuk memasuki era perdamaian.


Pada tahun 1272 S, Jalur perdagangan diciptakan dikeempat benua yang memudahkan keempat ras untuk berhubungan satu sama lain.


Dan sedikit demi sedikit, para takyat mulai terbiasa dalam berkomunikasi dengan ras yang dulunya merupakan musuh mereka.


Perdamaian sejati telah lahir. Pada tahun 1278 S, ras elf memusatkan pemerintahan mereka ke republik.


Pada tahun 1285 S, pahlawan demi-human, mengundurkan dirinya dari tanggung jawab pahlawan dan memusnahkan julukan pahlawan didalam ras nya.


Lalu 2 bulan kemudian, ketiga ras lainnya mengundurkan diri mereka dari tanggung jawab


sebagai pahlawan dan memusnahkan julukan pahlawan.


Melewati berbagai peristiwa yang hanya menjadi masalah 1 ras, sekarang pada tahun 1322 S, kini kareth vanielasims berumur 78 tahun, dan berada didalam kematian, sekarang kareth sedang berbaring lesuh diranjang nya, didampingi oleh seluruh bawahan nya.


"..... tuan kareth"


Seorang pemuda, yang mungkin umur nya disekitar 21 tahun, dengan wajah yang sedih memanggil nama tuan nya.


"Ada apa, connie? Aku mengantuk sekarang, nanti saja"


Kareth berkata dengan lesu dan memejamkan mata nya


" .... !!"


Disaat connie ingin memanggil kareth sekali lagi, kali ini dia dihentikan oleh seorang pak tua, mungkin dia adalah komandan dipasukan manusia. Jenggot itu cocok untuk nya.


Pak tua itu menggelengkan kepalanya dengan mata tertutup, raut wajah yang tidak cocok untuk wajahnya yang menyeramkan.


Lalu menyadari hal itu, connie menundukkan kepalanya dan air mata jatuh dari mata connie.


"Tidur yang nyenyak, tuan kareth" berkata seperti itu, dan connie menundukkan tubuh nya untuk melanjutkan kata-katanya "terima kasih atas segalanya"


Kareth belum menghembuskan nafas terakhir nya, setidak nya sampai ia mendengar kata-kata itu keluar dari connie dan dengan perasaan tenang, kareth menyerahkan nyawanya.



[Awal dari segalanya]


SUDUT PANDANG BAYI ITU - periode bayi


Uh, silau .... apa-apaan? Hmm? Aku masih hidup? ...

__ADS_1


Tidak, seharus nya tidak mungkin.... hmm?


Mata ku melihat dengan jelas?, tidak, kenapa ini? Sejak kapan aku buta warna? Kenapa pemandangan sekelilingku bewarna abu-abu?


Apa ini karena proses kematian ku?, lagipula dari tadi aku mendengar suara orang berteriak, bersiki sekali ...


Jika aku bisa hidup semenit saja, akan kuajari mereka untuk tidak ribut disaat kematian orang lain, dasar.


Tetapi aneh nya aku tidak mengerti apa yang mereka katakan, oi oi, apa karena terlalu sedih kalian jadi melupakan bahasa kalian?, apa boleh buat, jika aku bisa menggerakkan tubuh ku akan kuelus kalian agar tidak sedih.


Hmm? Bisa bergerak ... tangan ku bisa kugerakkan, ... kenapa aku bisa menggerakkan tangan ku? Oh? Kakiku juga bisa kugerakkan.


Hmm ... sejak tadi terasa dingin disini, siapa yang membuka jendela malam-malam begini?--


Oh ... oh, oi!! Tubuh ku terangkat, tidak, aku diangkat?.


Siapa? Siapa yang berani? Eh ... Umm ... wanita?


Kenapa wajah nya dekat sekali dengan wajah ku? Ah, hentikan, jangan mencium ku, ja--- ... sial, dia berhasil menciumku.


Maaf nona, aku sadar jika aku lajang sampai berumur 74 tahun saat ini, tetapi aku tidak mengharapkan untuk dicium oleh orang yang tidak kukenal.


Jika kau ingin mencium ku, maka cium aku disaat masa kejayaan ku, bukan saat masa kakek-kakek seperti ini.


Hmm? Nona ... sepertinya kau memiliki kekuatan yang cukup kuat, sampai bisa mengangkat ku dengan mudah.


ng? Tunggu sebentar, siapa kau? aku tidak ingat untuk pernah mengijinkan kau untuk masuk ke mansion ku.


Dan lagi, tidak ada wajah yang kukenal disini, siapa kalian?


Maaf ... nona, bisakah kau segera menurunkan ku?


Hmm? Siapa bayi dicermin itu? ... Baru lahir? Selamat, hiduplah dengan bahagia nak.


gah? Apa yang kalian lakukan? Ugh ... ini air hangat, tetapi ... ah, ini begitu nyaman, ya, ya ... bagian itu, tolong dibasuh.


Ah ... itu bagaikan surga. Hmm? Kenapa bisa ada bak mandi didalam kamarku?


Baiklah, mari hentikan sandiwara aneh ini ... sejujurnya aku sudah menyadari ini tetapi menolak untuk menerima nya, sepertinya ...


aku sudah hidup kembali, bukan sebagai kareth, tetapi sebagai seorang bayi. Dan kenyataan kejam yang harus kuterima adalah .... aku hidup kembali dengan kelamin wanita.


Aku senang karena aku bisa bersikap rasional.


.


.


.


Sudah 2 hari sejak kehidupan kedua ku dimulai, catatan : menjalani kehidupan sebagai bayi sangat membosankan, tidak ada hal yang bisa kulakukan selain makan tidur dan membuang air kecil dan besar.


Sial, diumur segini aku harus buang air didalam popok, sial.


Sekarang pandangan ku sudah membaik, semuanya sudah bewarna, mungkin itu adalah efek dari perpindahan dimensi antara dunia ku dengan dunia ini.


1 bulan sejak kehidupan kedua, belum ada kemajuan besar, tetapi sekarang aku bisa tiarap, tidak pernah aku merasa sesenang ini.


4 bulan sejak kehidupan kedua, kemajuan yang besar, aku sudah bisa duduk sendiri, tetapi karena tubuh bayi ini terlalu lemah jadi aku langsung kelelahan dan aku berakhir berbaring diatas ranjang lagi.


Aku juga mulai mengerti bahasa yang mereka gunakan, disini ada banyak kerabat, tetapi tidak semuanya tinggal dirumah ini, tentu saja.


Mereka kesini jika ada pertemuan dan kadang-kadang untuk melihat diriku.


ya ampun, dikehidupan sebelumnya dan sekarang aku selalu populer.

__ADS_1


Sepertinya tempat tinggalku atau bisa kubilang jika ini adalah desa, bukan perkotaan.


Dan satu lagi, musim dingin selalu terjadi disini, jadi tidak aneh jika semua desa ini tertutup salju.


Mereka akan bepergian ke kota untuk membeli pasokan makanan, dan sebagai ganti mereka membuka tambang disuatu titik disebuah gua.


Mereka menemukan berbagai material berharga yang bisa dijual dengan harga yang layak.


Dan begitulah caranya mereka bisa bertahan di desa musim dingin ini, tentu mereka juga berburu, mereka biasa menangkap rusa dan kelinci dan sangat disayangkan aku masih belum bisa memakan itu.


Benar juga, saat ini aku sedang berkeliling desa, tentu saja aku digendong oleh ibu ku, nona ini sangat cantik, mempunyai rambut bewarnah putih dan senyum yang ramah, beberapa kata yang bisa kuberikan kepada ayah ku "kau sangat beruntung sialan"


"Selamat siang"


"Selamat siang, ayo, sheilla juga katakan 'selamat siang'"


".... dabu~"


Kenapa mereka memakai bahasa formal meskipun mereka tetangga? Yah, kesampingkan hal itu, aku harap quilea berhenti untuk memaksaku berbicara, bukankah akan menyeramkan jika aku bisa berbicara diumur segini.


Hmm? Quilea? Ah, akan kuceritakan tentang orang yang melahirkanku.


Nona ini bernama quilea, orang yang melahirkan ku, bisa dikatakan jika dia adalah ibuku, tidak mempunyai marga, karena ayahku juga tidak memiliki nya, dan namaku adalah sheilla, seorang anak yang sehat dan imut, kesayangan warga desa ini, ah .. aku bercanda.


Dan juga, rambut ku tidak putih, karna warna rambut ku mengikuti warna rambut ayahku yang hitam.


Nama ayahku adalah guirde, dia bertugas memburu hewan-hewan untuk makan malam bersama dengan warga lainnya.


dan dia selalu bermalas-malasan diruang tamu didepan api unggun disaat waktu libur nya, ya ampun guirde, tetapi karna aku adalah anak nya jadi mungkin aku akan mewarisi hal itu darinya.


Nah, akhirnya aku sudah sampai ditempat guirde berisirahat selama pemburuan, quilea selalu pergi kesini untuk memberikan makan siang ke guirde. Dan karna tidak ada yang bisa menjaga diriku, jadi aku selalu dibawa juga kesini.


"Quilea!, sheilla!"


Dengan semangat guirde pergi ke arah kami, disaat sampai dia langsung memeluk quilea dan mencium dahi nya, kuh, sungguh menyiksa jika kau lakukan itu didepan perjaka 78 tahun.


"Sheilla juga~~"


Eh, apa? Apa yang kau lakukan?! Hen... hentikan!!


"Pok"


Dengan cepat aku langsung mengangkat tangan ku kearah guirde.


"Hmm? Apa sheilla membenci papa?"


"Dabudabu!"


"Tidak mungkin~~"


Dasar, tidak boleh lengah sedikit saja, sebagai penyiksaan bagi ayah yang menyayangi putri nya, maka akan kulakukan hal ini.


"Ma-ma"


""Eh?""


"Anak ini, barusan memanggilku mama bukan?"


"I...iya, dia berbicara! Sheilla, kalau papa? Ayo, coba katakan, 'papa'"


"..... dabu"


Mendengar aku memanggilnya dengan acuh tak acuh, pasti itu akan menyakitkan, rasakan itu.


"Ti...tidak mungkin, itu seharus nya 'Papa' bukan?"

__ADS_1


"Fufu ... guirde, sheilla membencimu"


Dan begitulah, kehidupan damai ku terus berjalan.


__ADS_2