Paladin Antegram

Paladin Antegram
musuh yang mendominasi pertarungan


__ADS_3

Disisi lain saat ini Da vinci sedang melihat sekeliling dan mendapati pria besar dihadapan nya, tidak bernyawa atau lebih tepat tubuh bagian atas nya telah menghilang.


Kedua tangan nya jatuh ditanah dan mengeluarkan banyak darah, tetapi posisi nya saat ini sedang duduk, berbeda dengan posisi nya sebelum itu dimana dia terbaring karena sihir aea.


Mungkin diwaktu yang singkat itu, dia mencoba berdiri tetapi ketika dia menyadari, semua sudah terlambat.


Dalam hitungan, ini adalah kedua kalinya Da vinci membunuh manusia, dia merasa sakit akan hal itu, menggigit bibir nya dan menghela nafas.


Pada akhirnya ini memang dunia yang begitu, didunia manapun, aturan yang ditetapkan akan sama.


Dia tidak akan bisa bisa mengambil alih posisi keluarga nya hanya dengan keteguhan hati yang setengah-setengah seperti itu.


(Aku harus ketempat alice)


Da vinci mulai berjalan melangkahi mayat pria besar dan sesaat sebuah es yang sangat besar langsung tercipta sampai kelangit.


Membuat Da vinci berhenti untuk mewaspadai itu, menatap dengan kaget.


(Apa-apaan itu?)


Dan selanjutnya adalah ledakan tang terjadi diujung es yang besar itu, lalu bagaimana es itu retak dan hancur.


Sesuatu terjatuh kebawah sana dan itu adalah Theo, saat ini dia dengan kesadaran normal nya mulai batuk karena kesakitan.


"Sial ... jika aku tidak menggunakan sihir pelindung pasti sudah mati aku"


Theo mulai berdiri dengan payah dan sesuatu juga jatuh dihadapan nya, sesaat kemudian sebuah tendangan datang dari kiri dan Theo berhasil menahan nya atau tidak, karena perbandingan kekuatan mereka sangat berbeda.


Menyababkan Theo terhempas kekanan dimana dia menabrak sebuah es besar yang terbuat dari pecahan es raksasa tadi.


Dia jatuh ketanah dengan kesakitan dan mendapati seorang Pho sedang berjalan ke arah nya.


Disisi lain saat ini Da vinci mengitari es besar ini untuk mencari celah nya untuk masuk kedalam, ketika dia menemukan nya terdapat seorang Pho dan Theo.


Dimana Pho sedang berjalan perlahan kearah Theo.


"Senior!"


Theo merespon kaget dan melihat ke arah suara itu terdengar dan menemukan Da vinci dikejauhan, begitu juga dengan Pho yang menatap ke arah Da vinci.


Da vinci terdiam untuk mengkonfirmasi musuh.


(Senior kalah? Apa kekuatan ... ah, es gunung ini, apa itu sihir nya?)


"Bertambahnya satu orang tidak akan mengubah arah pertandingan"


Ucap Pho sambil mengarahkan tangan nya ke arah Da vinci dan lingkaran sihir ditangan nya itu langsung menghilang sebelum digunakan.


"Tch!"


Dengan kesal, Pho berhenti mengarahkan tangan nya, lebih dari itu, dia menbungkukkan tubuh nya dan membuat kuda-kuda seorang pertarung tangan kosong.


Da vinci dan Theo menatap bingung dan setelah nya Pho mengucapkan mantra.


"Teknik sihir ... sonichi"


Pho mulai meregangkan tubuh nya dan menendang tanah dengan kaki kiri dimana bumi langsung bergetar, Da vinci dan theo merasakan jika bumi bergetar dan mewaspadai nya.


Selanjutnya, banyak lingkaran sihir tercipta dikedua lengan Pho, meski mereka langsung menyusut dan menghilang tetapi mereka terus bermunculan sampai lingkaran sihir terakhir tercipta.


Disisi lain, Theo mengendap endap dan mengayunkan pedang nya ke Pho, tetapi menyadari hal itu Pho langsung mengarahkan tangan kanan nya kesamping dan disaat yang bersamaan sebuah balok tanah tercipta tetapi itu memanjang dan memukul Theo.


"Grggg"


Theo meringis karena ditahan oleh tanah yang rapi itu sampai dia melengkung dan menabrakkan Theo ketanah.


Membuatnya menghancurkan tanah dan membuat banyak debu bermunculan.

__ADS_1


"Senior!!"


Da vinci berteriak sampai akhirnya dia menyadari jika Pho sedang berlari ke arah nya, disaat dia berlari dia mengarahkan tangan kanan nya kekanan.


Menyadari hal itu, Da vinci menyadari arah kiri nya dimana tepat seperti pikiran nya, sebuah Pilar tanah berbentuk persegi panjang tercipta dan memukul Da vinci.


Untuk menangkal hal itu, Da vinci sudah membuat lingkaran sihir ditangan kiri nya dan memukul tepat ke pilar persegi panjang itu.


Sebuah petir merayap ditangan Da vinci dan menghancurkan Pilar itu.


"Arkk!!"


Da vinci meringis kesakitan dan mendapati tangan kiri nya penuh luka bakar.


(Sial, kesalahan besar, bagaimana mungkin aku bisa menggunakan sihir ditangan ku tanpa menggunakan sihir pelindung untuk menahan nya?!)


Meratapi kebodohan dan mencaci makinya, lalu disaat dia menyadari Pho sudah berada dihadapannya, mengepalkan tangan kiri nya dan memukul perut Da vinci.


Memutar telapak tangan nya kesamping dan suatu saat, sebuah lingkaran sihir muncul dan mengeluarkan sebuah tombak tanah dan menusuk perut Da vinci.


"Gargh!!"


Da vinci bersujud ditanah dan setelah itu, Pho langsung menendang wajah nya, membuat kepala nya terhempas dan terbaring ketanah.


Tetapi dia masih mempertahankan kesadaran nya, menahan rasa sakit untuk mendapatkan celah.


Kemunculan tidak terduga dan Theo langsung melompat dan berlari ke arah mereka, menyiapkan pedang, menggunakan sihir penguat lalu ia menebas Pho.


Menyadari hal itu, Pho membungkukkan badan nya membiarkan pedang lewat dan selanjutnya ia mengarahkan tangan kiri nya untuk menyentuh Theo.


Tetapi Theo mampu memutar tubuh nya dan membiarkan pedang itu menebas Pho sekali lagi, Pho menyadari arah serangan dan memutuskan untuk melompat kebelakang.


"Oy, Da vinci, apa kau baik-baik saja?!"


Theo langsung bergegas ke arah Da vinci, saat ini Da vinci perlahan mencabut tombak tanah dengan tangan kiri dan memberikan sihir penyembuh dengan tangan kanan.


Dia mengeluarkan banyak keringat dimana pastinya dia sedang merasakan sakit yang luar biasa saat mencabut tombak itu.


Ucap Da vinci, dimana dia mengambil uluran tangan Theo untuk membantunya berdiri, disini Theo memberi senyuman khawatir.


"Ya ampun, jangan memaksakan dirimu"


Da vinci hanya merespon dengan terkekeh lemah dan mengeluarkan beberapa keringat dimana dia mencoba untuk menganalisis kekuatan musuh.


(Serangan barusan sangat jelas-jelas berbeda dibanding serangan yang sebelum nya)


Bagaimana pun Da vinci tidak memiliki konsentrasi yang tinggi disaat dia terkena serangan dan melewati kesempatan untuk menganalisis kekuatan musuh.


"Ah, ini pedang mu"


"Terima kasih banyak, ini sangat membantu"


Theo melepaskan pedang dari pinggang dan menyerahkan pedang itu ke Da vinci dimana Da vinci menerima nya dengan senang hati.


Menarik pedang itu dari sarung, melempar sarung itu ketanah dan bersiap dengan kuda-kuda bertarung.


Memberikan sihir penguat dan menciptakan layar sihir dihadapan nya dengan tangan kiri.


Dikemudian, Lingkaran sihir yang ada dilayar sihir itu langsung bergerak ke tepi pedang Da vinci dan yang terbesar diantara mereka berpindah ke tangan kiri Da vinci.


Disamping nya, Theo memainkan jari dan memberi sihir penyembuh ke tubuh nya, memakai beberapa sihir untuk memperkuat otot lengan dan kaki, lalu sihir penguat ke pedang nya.


Disisi lain, Pho mulai tersenyum girang dan menghentakkan kakinya tanah dengan kasar memuat tanah berguncang lalu selanjutnya adalah tercipta sebuah pilar yang sangat besar dimana tanah dalam radius 14 meter berbentuk persegi naik ke atas langit.


Atau lebih tepat nya, Pho membuat sebuah arena bertarung dimana Da vinci dan Theo merespon panik dan mewaspadai tanah yang mereka injak.


Suatu dorongan berhenti yang mengartikan pilar raksasa ini berhenti memanjang dan selanjutnya hanya adalah pertarungan.

__ADS_1


Mereka sudah siap akan hal itu, dua lawan satu, meski tidak adil tetapi mereka terpaksa untuk melakukan hal itu.


Pho mulai tersenyum dan sedikit tertawa dimana dia langsung menatap ke arah mereka berdua.


"Boleh lah, maju lah kalian"


Ucap nya dengan mengejek dan Da vinci, mengarahkan pedang nya ke atas lalu menebas ke depan dengan cepat, dimana sebuah kilatan cahaya keluar dari tebasan itu.


Cahaya yang melengkung tajam langsung menuju cepat ke arah Pho, dan dia berhasil menghindarinya dengan berlari ke arah kanan.


Dimana dia mendapati seorang Theo sedang bergegas ke arah nya, menyiapkan pedang dan siap menebas Pho, disuatu kesempatan, Pho mulai melirik ke arah lainnya untuk mengkonfirmasi keberadaan Da vinci.


Tetapi keberadaan nya tidak ditemukan, Pho tersentak dan mulai menghindari serangan dari Theo lalu mengarahkan tangan nya ke kanan dimana sebuah pilar persegi panjang tercipta dengan melengkung dan menabrak Theo.


Membawanya ke ujung tetapi Theo bisa meloloskan diri dari itu, disuatu kesempatan sebuah lingkaran sihir tercipta ditangan kiri nya dan dia mengarahkan tangan nya ke Pho.


Sebuah bola api muncul dan langsung menembak ke arah nya, melaju dengan cepat dan disaat akan mengenai nya, sebuah dinding tanah muncul untuk menahan bola api itu.


Tetapi bola api itu cukup panas dan membuat sedikit ledakan disaat dia bersentuhan dengan dinding tanah itu dan sedikit menembus nya.


Tanah itu melelah dan kembali memperlihatkan Pho yang menatap tajam ke arah Theo yang mulai bergegas kembali.


(Dimana anak itu? Apa dia memakai sihir kamuflase? Tidak, jika begitu aku akan mendengar suara langkah nya, yang sebenar nya ... huh?!)


Pho tersentak kaget dan menyadari sesuatu diatas nya dimana bola api melaju ke arah nya dengan cepat, tidak hanya satu, tetapi beberapa jumlah dari mereka yang melaju dengan urut.


Kau bisa melihat dari atas sini dimana bola api pertama mengenai Pho dan meledak, api kedua datang dan memperbesar area kehancuran.


Api ketiga muncul dan melubangi area itu dengan sangat baik, dari atas sini, Da vinci melihat hal itu terjadi.


"..."


Sheilla pernah mengatakan untuk tidak pernah mengatakan "apa berhasil" ketika kau menantikan apakah serangan mu berhasil menyerang musuh atau tidak.


Karena itu adalah suatu flag pasti yang akan memblokir harapan mu dan menyediakan kenyataan dimana serangan mu tidak berhasil mengenai musuh.


Da vinci mengingat hal itu dan memutuskan untuk tidak berkata apa-apa.


Secara tiba-tiba seseorang memegang kepala Da vinci, merespon kaget dia spontan menatap wajah orang disamping nya, Pho, meperlihatkan senyum licik ditambah mata nya yang sengaja disipitkan.


"Kau tertangkap~"


Ucap nya dengan senang lalu dengan kuat mencengkram wajah Da vinci dan melempar nya kebawah.


"Setidak nya terima ini sebagai hadia perpisahan"


Mengarahkan tangan nya tepat mengarah ke Da vinci dan sebuah lingkaran sihir tercipta dimana muncul sebuah bola hitam yang pekat, tertembak dengan cepat ke arah Da vinci.


Dimana didalam keadaan yang mendesak itu, Da vinci tidak lupa untuk memberikan sihir perlindungan dan sebuah barier dibagian punggungnya untuk menahan dentuman.


Dia terhempas ditanah dan membuat tanah itu retak diposisi nya, dan langsung saja bola hitam yang ditembak oleh Pho, menghantam keras ke perut Da vinci.


Membuat area sekitar menjadi retak yang lebih besar lalu hancur dimana keretakan itu mencapai bagian bawah pilar raksasa ini.


"Da vinci!!"


"Selanjutnya kau"


"!!?"


Sebuah tendangan diluncurkan tepat ke wajah nya dan membiat Theo langsung terhempas kebelakang dengan cepat sampai akhirnya dia menyadari jika dia terhempas jauh melewati pilar itu sendiri.


Dia sedang melayang di atas langit dan terpaksa menyadari jika tinggi nya saat ini adalah 70 meter menuju ke bawah.


Disaat dia mulai jatuh, dia mendapati seorang Pho yang mengarahkan tangan tepat ke arah nya dengan lingkaran sihir tepat ditengah, membuat bola hitam yang sama dan menembakkan nya ke arah Theo.


Theo mulai terjatuh, dan mengikuti hal itu, bola hitam juga berbelok kebawah untuk mengenai Theo, bagaimana pun itu sepertinya bisa mengikuti target kemanapun target pergi, dan Theo dalam keadaan tidak bisa untuk menghindar karena dia tepat di atas udara.

__ADS_1


Sebuah ledakan terjadi dimana itu sangat keras dan ledakan itu juga mengenai pilar ini dan akan membuat nya runtuh dan hancur.


Saat ini, Pho tersenyum, mulai berjalan dengan tenang menggunakan sihir terbang dan mulai menjauh dan turun dari arena.


__ADS_2