
Saat ini, seluruh armor atau disebut sebagai boneka dewa telah turun ke tanah antegram, menjumpai seluruh pemain di antegram untuk menyampaikan sesuatu.
Party rouge : rumia starlight
Party hornelia : kei
Party Zegion : alides proyenti
Party dotem : herf la dgrasil
"Lalu untuk keseluruh party dan pemain di antegram, saya menyampaikan pernyataan terbesar dalam sejarah antegram ... acara selanjutnya dan yang terakhir akan segera dilaksanakan"
Mendengar hal itu membuat Da vinci dan Sheilla tersentak kaget.
Seperti berada didalam mimpi yang menjadi kenyataan secara mendadak, tanpa peringatan terlebih dahulu.
"Acara terakhir? Apa maksud nya itu?"
"Ya, tepat seperti yang dikatakan, waktu yang ditentukan telah dekat dan inilah saat nya untuk mengakhiri antegram"
"Mengakhiri antegram? Kenapa ini tidak dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu"
Da vinci bertanya dengan sedikit kesal dan Sheilla hanya terdiam ketika Da vinci bertukar kata dengan boneka dewa itu.
"Itu karena waktu yang ditentukan belum tiba"
"Waktu yang ditentukan itu, apa?"
"Pertanyaan tidak bisa dijawab"
Da vinci tersentak kesal dimana dia mendecahkan lidah nya, karena suatu alasan, dia menjadi kesal, meski jalan untuk keluar dari antegram sudah didepan mata.
Tetapi dia tidak puas akan suatu hal, tentang bagaimana antegram ini berakhir, hingga akhirnya Da vinci mengembuskan nafas untuk menenangkan diri nya.
"Lanjutkan"
"Baik, acara akan dimulai 2 hari dari sekarang, batas waktu nya 4 agustus tahun 714, tanpa terkecuali seluruh pemain yang ada di antegram akan dicap sebagai peserta acara"
"Tanpa terkecuali?"
"Ya, tanpa terkecuali, aturan nya sederhana, bunuh sang raja dan ratu, maka antegram akan terselesaikan dan kalian para pejuang akan kembali ke dunia kalian"
Mendengar hal itu membuat Da vinci menelan ludah nya.
(Sungguh aturan yang sederhana, tetapi raja dan ratu? Aturan nya hanya itu?)
"Medan acara akan diselenggarakan di dungeon tenzolg"
Lalu boneka dewa itu mulai berdiri dan menggapai gagang pedang besar milik nya itu, menbuat Da vinci dan Sheilla meningkatkan tingkat kewaspadaan mereka.
Sampai akhirnya lingkaran sihir muncul tepat dibawah boneka dewa itu.
"Da vinci, itu ... ?"
"Ya, lingkaran sihir di itagma yang membawa kita ke antegram"
Lalu Armor itu masuk kedalam lingkaran sihir itu sampai seluruh tubuh nya lenyap dari hadapan mereka, dan lingkaran sihir itu langsung menghilang.
-markas party rouge-
Ketika boneka dewa itu pergi dengan lingkaran sihir, seluruh anggota menjadi gaduh dan suara kekhawatiran mereka terdengar jelas.
"Akhirnya ... kah"
"Benar ... tidak pernah aku merasa sehidup ini"
Ucap michael dengan senyuman sinis nya, dan ketika mereka menyadari nya, pemimpin mereka terkekeh.
Tersenyum sinis dengan alis yang mengerut.
"Benar benar malam yang indah"
-markas party zegion-
Di lantai yang berada di atas mansion, dimana tidak ada atap unguk ruangan ini, khusus untuk menikmati pemandangan.
Dan yang berdiri di atas lantai itu adalah Aldies, berdiri termenung sambil menatapi bintang bintang yang berada di langit dengan memegang secangkir wine ditangan nya.
Lalu yang berdiri dibelakang nya, adalah Alman, pelayan Zegion yang paling setia.
__ADS_1
"Alman"
"Baik, ada apa?"
"Raja dan ratu, menurut mu apa arti dari hal itu?"
"Tentang boneka dewa sebelum nya? Coba kulihat ... pencipta antegram?"
Alman menjawab dengan kurang yakin dimana Aldies terkekeh mendengar hal itu.
"Benar, hal yang telah lama dinantikan, akhirnya diwujudkan di era ini, saat saat dimana kita akan memenggal kepala mereka dan menyatakan kemenangan kita kepada dunia"
Ucap Aldies ketika dia mengangkat cangkir nya ke atas, menutupi cahaya rembulan dan dia meneguk nya, lalu setelah itu dia melemparkan cangkir itu kelantai sampai itu pecah.
Lalu dia membalikkan tubuh nya dan menatap Alman yang berada dihadapan nya.
"Aku tidak akan kembali ke dunia itu?"
"Huh? Maksud tuan?"
"Setelah semua ini berakhir, penduduk antegram hanya mempunyai tempat disini, mereka tidak akan bisa ikut bersama kita untuk pergi ke sisi lain dari dunia, maka dari itu, aku yang akan tinggal disini, menjadi pemimpin para penduduk antegram, yang berarti menjadi seorang raja, alman, wahai pengikut ku yang paling setia, maukah kau tetap mengikuti nya"
Mendengar hal itu membuat Alman tertegun, lalu dia berwajah serius, membawa tangan nya kedada dan mulai berlutut kehadapan Aldies.
"Saya, akan terus mengikuti anda, saya persembahkan nyawa ini untuk itu"
Mendengar hal itu membuat Aldies tersenyum, mulai berjalan dan melewati Alman, sampai akhirnya Alman berdiri dan berjalan mengikuti Aldies.
"Memenggal kepala raja dan ratu adalah awal dari semua nya, pastikan kau tetap hidup sampai akhirnya"
"Anda bisa mengandalkan saya"
-markas party hornelia-
Berada disuatu tempat seperti itu adalah suatu arena dari pertempuran antara manusia, terdapat tumpukan boneka dewa yang telah dikalahkan.
Ialu ada seorang yang berdiri di atas tumpukan besi kosong itu, tidak memperdulikan datang nya lingkaran sihir seperti dia akan tau jika lingkaran sihir tidak akan datang lagi.
Itu terjadi ketika dia mengalahkan boneka dewa untuk ke dua puluh kali nya, dan setelah itu, tidak pedulia berada banyak boneka dewa yang dia bunuh, lingkaran sihir itu tidak muncul muncul kembali.
Sampai akhirnya boneka dewa itu juga berhenti muncul dan dia mulai menduduki seluruh tumpukan armor kosong itu.
[Kei] [kapten party hornelia]
Seorang pria dengan rambut hitam pendek nya, tersenyum sinis untuk mengejek langit langit malam.
-mansion charles-
Setelah itu, Larisa mengantarkan Leina kembali ke desa, dan lalu mereka berkumpul didapur, atau lebih tepat nya dimeja makan untuk berdiskusi.
"Acara terakhir ya? Entah kenapa itu tidak terasa nyata bagi ku"
Ucap Juliy sambil membiarkan kepala nya berada dimeja, dan yang lainnya hanya menanggapi dengan diam.
"Semua nya, acara terakhir ini akan menjadi akhir dari semua nya, sangat disayangkan karena Da vinci dan Sheilla harus berada diluar markas karena misi, tetapi aku yakin jika mereka telah menerima informasi tentang itu, lalu ... acara ini tidak akan mudah, tingkatan nya sangat berbeda dengan acara acara yang pernah ada, jadi .... "
Nezuon menghentikan perkataan nya, dengan sedikit khawatir akan sesuatu, dia menelan ludah nya tetapi itu tidak membantu nya untuk melanjutkan perkataan nya itu.
Menyadari hal itu, semua nya saling menatap dan tersenyum.
"Tenang saja kapten, kami tidak selemah itu sampai perlu kau khawatirkan"
"Benar benar, kita akan melewati semua nya seperti sebelum nya"
Ucap Theo dan Tamara dimana itu membuat Nezuon sedikit tertegun, sampai akhirnya Chelsea nenggenggam tangan Nezuon dan dia menyadari hal itu.
"Kami tidak akan mati"
Ucap Chelsea dengan lembut, sampai akhirnya Nezuon menghela nafas dengan sedikit terkekeh disini.
"Semua nya ... ayo kita selesaikan acara ini tanpa satupun dari kita yang gugur, perintah kapten, aku tidak mengizinkan siapapun mati disini"
"Kukuku, kau mengatakan nya juga, Kapten"
Williard terkekeh karena hal itu dan Nezuon hanya tertawa lebar.
"Nah, ambil semua wine yang ada! Kita akan memulai perayaan dengan acara terakhir!"
Ucap Nezuon dengan tegas dimana semua anggota langsung mengangkat tangan mereka dengan bersemangat.
__ADS_1
Dan Chelsea hanya merespon dengan senyuman masam karena hal itu.
-posisi Da vinci dan Sheilla-
Setelah mendengar pemberitahuan dari boneka dewa, itu sedikit mengguncang Da vinci, membuat nya depresi sesaat.
Itu sedikit menggangu pikiran nya, karena antegram tidak memiliki syarat tertentu agar bisa diselesaikan, melainkan antegram akan selesai dengan sendiri nya ketika waktu nya tiba.
(Maka demi apa semua orang berjuang?)
Diketahui jika antegram telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, dan banyak pejuang yang kehilangan nyawa mereka karena berusaha untuk menyelesaikan antegram.
Tetapi bukankah itu sia sia? Karena seberapa besar mereka berusaha, antegram tidak akan terselesaikan jika itu belum waktu nya.
Dan demi menenangkan Da vinci yang sedang depresi, Sheilla memikirkan suatu hal yang licik, dia memanggil Da vinci, menyuruhnya untuk duduk ditanah tepat disamping nya.
Lalu dia menarik kepala Da vinci dan membawa nya ke paha nya.
Itu tidak lain adalah pangkuan paha!!!
"Umm, Shei?"
"Ng? Ada apa?"
"Yah, kau tau, ini membuat ku sedikit tidak tenang"
"Apa? Apa kau memikirkan suatu hal yang mesum disini?"
"Tidak! Jangan salah paham"
Da vinci membalas dengan wajah memerah, mencoba untuk berdiri dan Sheilla dengan cepat menahan kepala Da vinci agar tetap berada di atas paha nya.
"Aku hanya menenangkan seorang anak kecil yang kehilangan semangat nya"
"... kau curang"
Wajah nya memerah, membiarkan diri nya dengan tenang dipaha Sheilla. Membiarkan Sheilla memainkan rambut Da vinci dengan menyenangkan.
(Ini mengingatkan ku tentang rambut elena, dia sedang apa ya sekarang, aku harap dia baik baik saja .. nah, aku tidak pernah memikirkan ini, apa yang akan terjadi jika mereka menganggap kami sudah mati dan menyiapkan makam untuk kami?)
"Nah, Shei"
Disaat dia sedang berpikir keras, Da vinci memanggil nya. Dan dia langsubg merespon hal itu.
"Nah, mari kita berpikir tentang masa depan, setelah keluar dari antegram, apa yang ingin kau lakukan?"
"Hmm ... mengunjungi orang tua ku yang berada di desa?"
Sheilla menjawab dengan senyuman lembut nya, 3 setengah tahun sejak mereka masuk ke antegram, dan pasti nya kabar itu akan terdengar oleh Quinella dan Guirde.
Mereka pasti khawatir tentang hal itu, terutama Quinella, mengetahui jika putri nya dikabarkan tewas mungkin membuat nya tertekan.
Itu adalah tujuan utama yang ingin dicapai oleh Sheilla, pergi ketempat mereka dan mengatakan jika dia baik baik saja.
(Hanya itu)
"Nah, Da vinci"
"Ng?"
"Kau ... tidak akan mati kan?"
Di pertempuran di acara terakhir, mereka tau jika itu bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan, itu akan menjadi pertempuran terbesar didalam sejara antegram.
Tidak ada jaminan jika mereka bisa bertahan hidup.
"....."
"Kau, tidak berencana untuk mati kan? Berjanjilah pada ku"
"Berjanji?"
"Benar, agar tetap bertahan hidup sampai ini semua berakhir, ketika ada bahaya maka larilah, pentingkan nyawa mu, bisakah kau berjanji?"
Sheilla bertanya dengan mata yang berkaca kaca, menata hal itu membuat Da vinci memalingkan pandangan nya.
"Aku .... berjanji"
Apapun yang dijawab oleh Da vinci, itu tidak akan menjadi bukti kuat karena tidak ada yg tau apa yang akan terjadi selama pertempuran berlangsung.
__ADS_1