Paladin Antegram

Paladin Antegram
awal dari kenakalan


__ADS_3

Perkenalan sudah berlalu, seperti yang dilihat hanya kamilah yang berkumpul disini, hanya 9 orang ini termasuk aku dan elena.


Bukan berarti didesa ini hanya terdapat 9 anak kecil, masih banyak yang lainnya, tetapi mereka yang 15 keatas haru mengurus perkejaan rumah dan mereka yang dibawah 5 tahun tidak diperbolehkan untuk pergi terlalu jauh dari rumah.


Jadi anggap saja aku sudah berteman dengan mereka sejak lama disini.


Itu mengingatkan ku, yang paling tua disini adalah ban, jadi karena itulah dia bersikap seperti pemimpin disini, disisi lain ada emma yang lebih tua 4 bulan dariku, dan yang lebih mengejutkan adalah fakta jika shelly masih berumur 9 tahun.


Darimana dia mendapatkan pesona 'kakak-kakak' seperti itu?, bukan berarti dia ada seorang adik karena sepertinya dia adalah anak bungsu dari 6 bersaudara, ayah nya semangat sekali.


Aku ingin mempertandingkan ayah nya dengan guirde, tetapi tidak memungkinkan untuk membuat pertandingan seperti itu dikarenakan tidak ada juri.


Disisi guirde sudah ada aku yang menjadi juri, aku bisa meminta shelly untuk menjadi juri, ah ... dia masih terlalu kecil untuk memahami pertandingan ini, jadi lupakan saja.


Ups, ini melenceng dari pembicaraan awal ...


Lalu seperti yang dilihat, aku adalah orang ketiga dengan umur tertinggi, lalu orang keempat adalah shelly dan natalia berada diposisi kelima dengan 7 hari lebih muda dari shelly.


Lalu sepertinya 20 hari lagi adalah hari perayaan ulang tahun shelly diumur ke-10, dan natalia di 7 hari kemudian.


Dan yang angkatan yang paling muda adalah tobi, tidak disangka jika ia lebih tua dari elena dan alio, lalu setelah itu elena yang paling tua kedua diantara mereka, terus yang paling muda disini adalah alio.


Bocah ingusan itu, beraninya dia berbicara dengan formal kepada elena, aku harus menegurnya nanti.


Dan saat ini kami sedang melakukan permainan mata-mata yang membuat kami harus memata-matai seseorang atas permintaan seorang klien.


Entah kenapa permainan ini terlihat seperti nyata disini, bocah-bocah yang berkelas.


"Dengar semuanya, kita harus bertindak tanpa diketahui oleh target"


Ban memberikan sebuah intruksi.


"Benar, kita tidak boleh bertindak secara mencurigakan!!"


Dan natalia dengan semangat menyetujui usulan ban, tapi yah, melihat 9 bocah yang bersembunyi ditempat terbuka sudah cukup mencurigakan menurutku.


Kenapa tidak, kami bersembunyi disamping sumur yang berada di alun-alun desa, tetapi sumur ini tidak terlalu besar untuk menyembungikan 9 bocah nakal, ups, seharusnya aku nembuatnya menjadi 7 bocah nakal.


Aku terlibat disini kau tau? Lalu tidak mungkin aku akan menyamakan elena dengan bocah seperti mereka.


Kesampingkan hal itu, "ngomong-ngomong siapa target nya?"


Aku bertanya dengan santai ketika mereka sedang melakukan rapat penting.


"Ah ... target nya, benar, target nya adalah kepala desa"


"Kau baru memutuskannya kan?"


Dasar, hmm? Kepalan desa? Aku mengingat kakek itu, dia kakek tua yang menggunakan sebuah tongkat sebagai alat pembantu untuk berjalan. Dan salah apa si kakek hingga harus dimata-matai oleh bocah-bocah disini?


Kaburlah kakek!!!! Selamatkan nyawamu!!


.......


"Ban ... kepala desa adalah target, lalu siapa yang akan menjadi klien nya?"


Disini emma bertanya


"Benar juga, kita harus memutuskannya"


"......"


Yah ... aku harus mengikuti bocah-bocah ini, dan menghentikan mereka sebelum si kakek menyentuh akhirat. Dasar, bocah-bocah pembuat onar, ah-, elena tidak termasuk kedalam mereka.


"Kalian yang disana, bisa meluangkan waktu kalian sebentar?"


Seseorang mulai angkat bicara, tetapi suara itu, bukan milik salah satu dari kami, suara itu!?


"Siapa?"


Yang kulihat bukanlah seseorang yang kukenal, aku juga tidak mengingat tentang dirinya, dan lagipun, rambut nya tidak putih.


"Paman, siapa?"


Tanya ban dengan santai nya.


"Pa-paman?!"


Pria itu tampak terkejut dengan kata-kata yang dilontarkan ban, sepertinya dia terkejut karena dipanggil om oleh anak-anak.


"Ah! Jangan-jangan paman ini orang mencurigakan!!'

__ADS_1


Natalia melontarkan kata-kata dengan panik.


"Hah?"


"Apa?, dia adalah penjahat?, kalau begitu kita harus kabur!!"


Disaat ban mengukuti perkataan natalia, semua orang termasuk elena berlari mengikuti ban dan natalia.


""""Kaburr!!""""


"Selamatkan nyawa kalian!!" Alio berteriak dimana dia adalah orang yang paling belakang diantara mereka.


"....." dan meskipun sedang berlari, mia tidak mengeluarkan kata-kata apapun, tetapi ekspresi nya menunjukkan jika ia sedang senang.


Dan disini aku, melihat mereka semua berlari dan menatap masam mereka.


Lalu aku kembali menatap pria itu, sungguh, aku merasa kasihan kepada pria ini.


"Umm ... boleh aku pergi?"


Aku menunjuk ke arah mereka dengan senyum masam.


"Tu-tunggu sebentar!! Aku sedang mencari rumah kenalanku"


"Eh ... kenalan?"


"Benar!!" Pria itu mencoba menenangkan diri dan melanjutkan perkataan nya "nama saya adalah maxwell von lohengram, saya pergi kedesa ini untuk bertemu dengan adik saya"


Saya? Dia mengubah gaya berbicaranya setelah mengetahui aku adalah orang yang bisa di ajak berbicara, dia menggunakan ketenangan ku untuk keuntungannya. Lagipula adik?


Tanpa dia beritahu aku langsung mengetahui jika kenalan yang dimaksud adalah guirde, apa harus dia kupanggil paman?


"Jadi ... paman ingin saya untuk memandu paman kerumah kenalan paman?"


"Pa-- .... yah, begitulah, kalau bisa saya ingin kamu memandu saya kerumah kenalan saya"


Dari gaya bicaranya, terlihat seperti pedagang, aku bisa mendapatkan keuntungan dari pembicaraan ini, tapi yah ... mari kita bertindak seperti anak kecil disini.


.


.


.


[SUDUT PANDANG NARATOR]


Ban dan natalia berlari dengan diikuti oleh emma, shelly, elena, tobi, dan alio yang berada dibelakang mereka.


Disaat berlari mengikuti yang lainnya, elena berhenti dan menyadari sesuatu, kakak nya menghilang!!


"Kakak?"


Disaat menyadari elena berhenti emma dan semuanya langsung berhenti dengan menghembusman nafas mereka denga terengah-engah.


"Sheilla tidak ada?"


Disaat melihat kebelakang, ban juga menyadari jika sheilla tidak ada.


"Mungkin sheilla ditangkap oleh penjahat tadi?"


Natalia dengan fantasi nya menyebut kan itu, membuat elena menjadi lebih khawatir.


"Tubuh kakak lemah, jadi kakak tidak bisa berlari dikondisinya saat ini~~"


Elena mengatakan itu sambil menahan air mata yang keluar dari matanya.


Tentu saja elena berpikir seperti itu, dia lebih khawatir jika sheilla akan terkena demam nantinya dan karena hal itu dia akan menyalahkan dirinya sendiri.


Elena berpikir jika itu adalah murni kesalahan nya yang berlari duluan sampai meninggalkan kakak nya dibelakang.


lalu emma pergi ke arah elena dan mengusap-usap kepalanya.


"Tidak ada pilihan lain, kita akan menyelamatkan sheilla!!"


Ban dengan semangat memerintah semua nya untuk membuat keputusan untuk menyelamatkan sheilla.


"Iya ... hanya kita yang bisa menyelamatkan sheilla!"


Ditambah oleh semangat natalia yang membuat ketetapan hati semua orang menjadi berkobar, tetapi hanya satu orang yang dewasa diantara mereka, dia adalah emma.


Pergi menyelamatkan sheilla, tentu saja mereka akan berhadapan dengan penjahat itu, itu fantasi mereka.

__ADS_1


Dan mereka memerlukan sebuah strategi agar bisa mengalahkan penjahat, karena itu sebelum mereka melakukan tindakan, mereka harus memikirkan rencana untuk mengalahkan penjahat.


Yah, setidaknya itu adalah permainan yang mereka pikirkan, dengan menggunakan si pria sebagai penjahat maka mereka bisa menjadi pahlawan yang bertugas untuk menyelamatkan sheilla.


Tidak semuanya berpikir jika si pria adalah penjahat, kecuali satu anak, dia adalah natalia, anak yang serius berpikir jika si pria adalah penjahat.


Lagipula gelombang awal terjadi dikarenakan natalia mengusulkan jika si pria adalah seorang penjahat.


Dan semuanya hanya mengikuti alur dan memutuskan untuk membuat si pria menjadi penjahat.


"Ayo kita lakukan!!"


Dengan senyuman berani, ban memulai untuk memimpin pasukan ini. Dimana semuanya sudah bersiap untuk mengalahkan si penjahat.


Disaat ini, semua anak-anak itu sedang berada di rumah tua dan sedang mempersiapkan rencana untuk mengalahkan si penjahat.


"Untuk senjata, jika bisa menggunakan bola salju"


Shelly berkata seperti itu sambil membulatkan sebuah salju ditangan nya hingga memadat dan bisa dilempar ke arah target.


Lalu diikuti oleh ban yang mengambil sebuah ketapel yang terbuat dari dahan pohon yang sempurna tanpa perlu dipahat menjadi ketapel.


"Kita bisa menggunakan ketapel ini untuk melempar bola salju yang sudah dibuat"


Mengangkat ketapel itu kedepan untuk menunjukkanya kesemua orang.


"Elena, natalia, emma, emi dan shelly yang akan bertugas sebagai pembuat bola salju, kami para lelaki yang akan menyerang"


"Benar kata ban, kami tidak bisa membuat para wanita menjadi penyerang"


Perkataan keren dari ban disetujui oleh alio dengan kata-kata keren pula, seperti yang sheilla katakan, mereka bocah yang berkelas.


"Kalian~~"


Disini shelly menatap terharu kesemua lelaki, atau tidak, mereka melupakan tobi.


Dari tadi tobi menggigil ketakutan ketika mengingat mereka akan menyerang penjahat.


Mereka semua menatap dengan heran dan mengerti akan ketakutan teman mereka. Disaat seperti ini, shelly membulatkan tekad nya dan mulai mengusulkan sesuatu.


"Ban, aku mengerti apa perkataan mu, tetapi akan sangat berat sebelah jika hanya para lelaki yang menyerang, aku, natalia dan emma akan ikut menyerang"


"Shelly~~ hm!! Tekad mu sudah tersampaikan, kita berlima akan melakukan penyerangan!!"


Menerima tekad shelly dan memutuskan sesuatu, berlima - bukan berenam, disaat barusan, ban berpikir akan menyulitkan jika membuat tobi ikut menyerang.


Jadi meski tidak dikatakan secara langsung, mereka sudah mengerti jika tobi dipindahkan kepasukan pembuat bola salju.


"Baiklah semuanya, persiapan selesai"


Disaat semuanya sudah selesai, ban mulai berdiri dan siap melakukan penyerangan.


"Aku kembali"


Dia adalah mia, yang sedari tadi ditugaskan untuk mengawasi target dari kejauhan. Ditengah pembicaraan, mia pergi keluar untuk kembali kerumah nya sebentar.


Dan sekalian saja, mia langsung ditugaskan untuk memata-matai target.


"Oh, jadi bagaimana? Penjahat nya"


Menyadari mia kembali, ban langsung menanyakan inti dari tugas mia.


"Penjahat membawa sheilla kedalam hutan"


Dengan santai mia mengatakan itu tanpa rasa khawatir satupun terlihat diwajah nya. Sebelum nya disaat mia kembali kerumah, mia melihat sheilla dan target berjalan kearah hutan.


Berpikir akan sangat merepotkan, jadi mia tidak mengikuti mereka dan hanya membuat itu menjadi jawaban singkat.


"A-apa katamu? Sial, kalian semua!! Sekarang kita akan melakukan misi penting untuk mengalahkan penjahat dan menjaga kedamaian dunia.


pria itu adalah penjahat yang harus dimusnahkan, bagaimana pun caranya kita harus mengalahkan penjahat itu!!!!"


Sebuah pidato singkat yang keluar dari mulut ban yang sedang bersemangat, entah sejak kapan masalah ini sudah menjadi masalah dunia.


Dan dia juga melupakan tugas penting yang membuat mereka bertindak seperti ini.


Sayangnya kita tidak bisa mendengar narasi aneh yang akan dikatakan sheilla disaat seperti ini, karena dia sedang bejalan-jalan dengan penjahat di sudut pandang yang berbeda.


"""Yaa!!!!"""


Semuanya menjawab dengan semangat dan mereka sudah bersiap untuk pergi, mendengar jawaban panas dari mereka semua.

__ADS_1


membuat ban tersenyum dan pergi keluar dari rumah untuk memulai misi.


Dimulai dari ban hingga semuanya ikut keluar dari rumah itu.


__ADS_2