
2 hari telah berlalu dan aku sudah sepenuh nya sehat, seharus nya aku sudah diizinkan untuk pergi keluar tetapi aku lebih memilih untuk tinggal dirumah.
Ada alasan dimana aku tidak ingin kekuar dari rumah.
Benar, karena kejadian tempo hari ... aku memberi perasaan lebih kepada perapian.
Perasaan ini tidak bisa kuhentikan, aku ingin menghidupkannya!!
"Apa yang ingin kau lakukan?"
Gawat!! Suara itu!! Suara yang tidak asing itu!!
"Mama~~"
"Kau ingin menghidupkan perapian? Disiang hari?"
"Y-ya ... kupikir perapian akan sedih jika hanya digunakan pada malam hari~"
"Tidak boleh"
Menyeramkan, apa apaan wajah itu, menyeramkan. Tapi aku tidak boleh mundur saat ini!!
"Cobalah untuk mempertimbangkan hal itu~"
"Tidak boleh--"
Ah-
"Ba-baik~"
Kh ... quilea sangat menyeramkan, aku jadi kasihan kepada guirde.
Quilea sudah berasa dilevel yang berbeda dengan guirde, berbeda dengan guirde yang masih bisa aku kendalikan, tetapi quilea berbeda.
Lagipula alasan aku bisa mengendalikan guirde adalah karena sosok quilea, jika tidak ada quilea akan sulit untuk mengancam guirde.
Sudah menjadi sifat dasar quilea untuk tidak bisa diajak negoisasi disituasi seperti ini, dasar, kau sangat keras kepala, maman.
"Kakak~"
Disaat aku mencoba untuk berpikir cara menghidupkan perapian, ada elena yang mengampiri ku.
"Hmm?"
"Ayo pergi bermain!"
"Bermain?"
Itu artinya pergi keluar? Keluar dari rumah? Hmmm, diluar sangat dingin dan aku juga tidak ingin berpisah dengan perapian.
"Mu-mungkin lain kali~"
"Tidak boleh!, kakak harus ikut"
Berkata seperti itu, elena langsung menarik tangan ku dan aku dengan lemas mengikutinya sambil merengek.
"heeeee~~~~ lakukan itu besok, kakak ada kencan penting dengan perapian~"
"Lakukan itu saat malam, dan mama juga tidak mengizinkan jadi menyerah saja"
Kh ... siapa yang mengajarkan kalimat-kalimat itu kepada elena?!! Bukan aku kan? Tentu bukan.
Atau mungkin tidak ... huuf~~ apa yang kau lakukan, diriku dimasa lalu--
Dipikir juga, elena sudah hampir berumur 9 tahun, kh, mungkin ini adalah perasaan seorang ibu ketika melihat anak nya tumbuh dewasa.
Disaat elena menarik tangan ku, ada suara ketukan pintu didepan dan dilajut dengan perkataan "permisi~~"
Suara itu, emma?
Aku membuka pintu dan melihat emma yang berada dibalik pintu, sudah kuduga jika itu emma.
"Emma?"
__ADS_1
"Oh ... sheilla, selamat atas kesembuhan mu"
"Ah ... ya, terima kasih"
"Selamat datang, kak emma"
Dengan semangat elena menyambut emma.
"Oh ... elena~~, kalau begitu, kita pergi sekarang!"
"Eh?"
"Ayo!!" Elena menjawab dengan semangat
"Eh?"
Eeeeehh?
Sejak kepan mereka merencanakan hal ini? Tanpa sepengetahuan ku ... elena sudah mulai merahasiakan sesuatu, elenaku, merahasiakan sesuatu dariku---
Ini lebih membuat ku tertekan daripada ketika aku harus menerima kenyataan jika aku masih perjaka dan tidak mempunyai satupun kekasih diumur 60 tahun.
Kupikir sudah terlambat untuk mencari kekasih diumur 60 tahun, dan pada akhirnya sampai akhir kehidupan ku aku terus menjadi perjaka.
...... sial, aku jadi teringat sejarah kelam ku.
Aku harus menghapus ingatan ini.
Disaat berpikir seperti itu, aku terus berjalan dibelakang elena dan emma. Tetapi elena tidak melepaskan tanganku dari pertama keluar rumah.
Sepertinya adik manis ku terlalu khawatir, aku tidak akan kabur jika sudah dibawa seperti ini.
"Kenapa dengan sheilla?"
"Hmm? Tidak tau, biarkan saja ... kakak dirumah selalu bertingkah aneh"
"He-heee~ kakak yang unik, ya"
.
.
.
"Ah, mereka sudah sampai"
Disini, adalah tempat bermain anak-anak desa, ini di alun-alun desa, lebih tepat nya hanya tempat
pertemuan karena mereka bermain ditempat yang tidak pasti, Banyak sekali anak-anak disini, hihi ... apa ada anak yang nakal disini?~~
Anak yang nakal akan kumakan!!
"Jadi itu sheilla yang dirumorkan?"
Hmm... rumor?
"Putri penyendiri desa kita"
Hoi hoi, siapa yang membuat rumor seperti itu?
"Kudengar dia mengalahkan beruang kemarin"
Seriusan siapa yang melebih-lebih kan rumor ini? Memang aku berhadapan dengan beruang di perburuan pertama ku, tetapi aku tidak mengalahkannya kau tau?
"Benarkah?!"
Jangan percaya!! Ya ampun, ada apa dengan anak-anak desa ini?
"Sudah hentikan berbicaranya, kita kedatangan teman baru, sambutlah dia .. nah, perkenalkan dirimu"
Berkata seperti itu, emma langsung mendorong pundak ku dan membuat ku maju beberapa langkah kedepan.
"....."
__ADS_1
Aku melihat, hmm ... semua tatapan mereka tertuju kepada ku, kenapa kau menjadi gugup? Perjaka 78 tahun, mereka anak-anak, ingatlah kau pernah berpidato dihadapan ribuan manusia sebelum nya.
Seharus nya anak-anak ingusan ini bukanlah apa-apa.
Ambil nafas dalam-dalam dan hembuskan. Lalu aku membuka mulut ku.
"Sheilla ... salam kenal"
Tidak mengatakan apa-apa selain menyebutkan nama, yah ... apa itu cukup?
Mereka semua terdiam ... yah, tentu saja jika tidak ada respon.
"Ya!, salam kenal, namaku ban!"
Anak yang semangat, dialah bocah yang mengatakan jika aku mengalahkan beruang tadi, akan kuingat namanya.
Yah, sepertinya bocah inilah pemimpin kelompok ini, karena dia terlihat seperti orang yang memimpin semua orang.
Bocah ini mempunyai perawakan seperti itu, tetapi tidak menjamin jika ia akan menjasi pemimpin dimasa depan.
"Namaku, shelly, panggil aku eli salam kenal, shei"
"Y-ya"
Gadis ini berkata dengan sopan, ekspresi nya juga terlihat sangat lembut, jika emma adalah kakak tomboy maka shelly adalah kakak yang penyayang.
" ...... emi, salam kenal"
"Ya"
Anak yang pendiam, hampir tidak berekspresi ... tidak ada deskripsi lain untuk menggambarkan anak ini.
"Aku, aku!! Namaku natalia, panggil aku lia! Salam kenal"
"Ya, salam kenal"
Muncul lagi anak yang semangat, tetapi dia wanita, dan anak inilah yang dengan mudah percaya perkataan ban jika aku telah mengalahkan beruang.
Tetapi aku suka dia, kenapa? Karena rambut nya dikuncir kebelakang, perlu kau tau jika tipe ku adalah wanita dengan kuncir belakang.
Kesampingkan hal itu.
"Namaku alio, panggil aku alio, kakak!"
Hoho ... jadi ini bocah ingusan yang berani menyentuh elena ku, kuakui tekad mu, tetapi jika kau melangkah lebih jauh, kau harus menghadapi aku dan guirde.
Lewati mayat aku dan guirde dan dengan begitu kau boleh melamar elena, tetapi tidak menjamin jika elena akan menerima, jadi ratapi saja nasib mu saat itu.
"Jangan panggil aku 'kakak'"
"Baik, kakak!"
Bocah sialan.
"Umm ... nama ku tobi, salam kenal"
"Oh ... hm, salam kenal"
Bocah ini, sepertinya dia pemalu, sangat imut, hmm .... tunggu dulu.
"Kau ... wanita?"
Setelah aku mengatakan itu, dia berhenti bergetar terus setelah kuperhatikan kearah matanya, dia menangis.
"Yah ... apa yang kaulakukan? Tobi ini adalah laki-laki asli, jangan membuat nya menangis dengan mengiranya sebagai perempuan"
Ban angkat berbicara, dan disaat ini tobi sudah menangis dengan keras dan ditenangkan oleh shelly.
"Ah .. maaf, aku tidak menyadarinya, jadi seriusan, maaf"
Aku bersusah payah dalam memilih kata yang tepat, dan tobi juga lebih meringankan tangisan nya, sepertinya permintaan maaf ku telah diterima.
Tapi, yah ... seperti apa dia dibesarkan sampai menjadi secengeng ini?
__ADS_1