Paladin Antegram

Paladin Antegram
pemicu sebuah pertempuran


__ADS_3

Disisi albus yang sedang menebas seorang musuh yang melarikan diri, tetapi dia tidak terlihat sedih saat ini.


Karena musuh yang dibunuh nya bukanlah wanita.


Setelah selesai dengan itu, albus meregangkan kedua tangan nya dan seorang musuh berlari ke arah albus dengan sebuah pedang dibelakang.


Aaaaaarkkkk ... berteriak kencang dimana pria itu langsung menyerang albus, tetapi sebelum dia sempat melakukan itu sebuah pedang terlebih dahulu menebas kepala nya dan tebasan itu juga mengenai tangan nya.


Bagaikan kertas, kepala dan tangan pria itu terbelah dengan rapi, dan orang yang melakukan itu adalah rekan albus, yaitu xion.


"Kau membantuku, terima kasih, xion"


Ucap albus dengan penuh syukur dimana dia seharusnya tidak perlu mengucapkan terima kasih karena pernah terjadi kejadian serupa dimana tidak ada xion disisi nya.


Tetapi albus dengan mudah menebas musuh yang menerjang nya itu.


Disini Xion menghela nafas lelah sambil menyapu keringat nya.


"Haaa ... mereka menyatakan perang secara sepihak dan kenapa mereka malah kabur?"


Xion mengeluh dimana dia menatap ke balik hutan itu, ada lapangan yang sangat luas tetapi itu sedang digunakan untuk perang sekarang.


"Yah ... mempunyai pemimpin yang tidak kompeten ternyata lebih menakutkan dari mempunyai bawahan yang tidak kompeten"


Ucap Albus dengan penuh makna dimana itu memang seperti apa yang dikatakan nya, percuma mempunyai bawahan yang kompeten tetapi pemimpin nya tidak kompeten.


Dan dengan penuh syukur, albus berterima kasih kepada takdir karena memiliki rumia starlight sebagai pemimpin nya.


"Bersyukur karena kita mempunyai putri rumia~"


Ucap xion dengan senyum masam menatap ke mayat musuh, dan albus menjawab nya dengan anggukan kepala diiringi "benar, bebar"


"Daripada itu, xion ... bisakah kita?"


Albus mengubah alur pembicaraan atau lelucon tadi dengan mencoba untuk mengkonfirmasi sesuatu ke xion.


Dan xion hanya tersenyum dengan penuh keyakinan saat ini.


"Benar juga, aku juga malu jika dilihatin terus menerus"


Xion dan albus menatap ke arah perpohonan yang ditutupi oleh dimana mereka melihat seseorang yang mengintai mereka sedari tadi.


"Hey!~ keluarlah ... kami sudah menyadari kalian, atau kami sendiri yang menghampiri keluar?"


Ucap Albus dengan nada santai yang jelas tetapi juga terasa mengintimidasi.


10 detik berlalu tetapi tidak ada tanda pergerakan dimana albus dan xion saling menatap satu sama lain dengan bingung.


Tetapi langsung saja seorang wanita keluar dari perpohonan itu.


Seorang gadis berambut merah keluar seorang diri dengan wajah yang tidak yakin akan sesuatu.


Dia adalah Chelsea.


Albus menatap masam ke arah Chelsea dengan menghela nafas panjang.


(Ya ampun, wanita cantik lagi? Berapa banyak wanita cantik yang harus kubunuh hari ini?"


Disisi nya, ada Xion yang menyipitkan matanya untuk melihat Chelsea dengan tatapan tajam, dan setelah itu xion menatap kembali ke arah pepohonan itu.


Dan Xion terkejut akan sesuatu, dimana ada seseorang yang memegangi kedua tangan nya dan mengekang itu kepunggung nya, setelah itu dia menendang kaki xion kebelakang dan menyebabkan xion terjatuh.

__ADS_1


Sejauh itu ... hanya 2 detik yang dibutuhkan ketika memegangi tangan xion sampai menjatuhkannya ketanah.


Tidak lupa, dia tetap mengekang kedua tangan xion dipunggung nya sambil tetap menahan kepala xion agar tetap menyentuh erat ditanah.


"Hah?!"


"Uh?"


Xion panik akan hal itu dilanjutkan dengan Albus yang menatap bingung dan setelah menyadari rekan nya itu tergeletak ditanah.


Albus mulai melangkah kebelakang sambil memasang posisi bertahan.


Menatap tajam ke arah orang yang berhasil menjatuhkan Xion dalam sekejap, dia adalah Nezuon val.


(Bagaimana bisa dia mengelabuhi insting kami?)


Pikir albus dengan berkeringat tanpa mengendurkan pengawasan nya.


Memalingkan pandangan ke arah rekan nya itu, Albus menyadari ada sebuah kilatan biru disekitar perpohonan, menatap panik dan setelah itu sebuah kilatan cahaya melesat dengan cepat.


Albus menarik pedang dan bersiap untuk menangkis kilatan itu, tetapi disaat kilatan itu hampir bersentuhan dengan pedang nya.


Albus menyadari jika itu hanyalah sebuah anak panah, tetapi apa kekuatan nya seperti anak panah biasa? Dan insting Albus mengatakan jika panah itu berbahaya.


Memilih untuk mempercayai insting nya, disaat-saat bertemu dengan panah itu, albus mengerahkan seluruh otot ditangan kanan nya dan menghentikan pergerakan pedang nya.


Lebih dari itu, dia memundurkan sedikit pedang nya kebalakang dan kilatan itu hanya melewati nya, menembus tanah dengan mudah bahkan panah itu tetap menembus nya meski sudah masuk lebih dalam.


(Tajam!!)


Apa yang terjadi jika pedang ku bersentuhan dengan panah itu, pikir albus dengan panik tetapi bukan waktu nya untuk memikirkan masalah itu.


"A-albus!!"


Xion berteriak dan Albus kehilangan kepanikannya saat ini, menatap Xion dengan terheran.


Xion melebarkan senyuman nya dengan raut wajah percaya diri.


"Serahkan disini padaku, jangan khawatir"


Albus terkejut akan hal itu dan saat ini albus memasang senyuman percaya diri untuk membalas perkataan Xion.


"Ya! Jangan mati"


Albus menendang tanah dan mulai berlari kearah samping nya untuk berhadapan dengan sosok pemanah itu.


Atau lebih dikenal sebagai sheilla.


Saat ini sheilla sedang berada di atas pohon sambil menggenggam erat busur yang bewarnah biru terang itu, menatap Albus yang sedang berlari mengitari sekeliling pohon untuk mencari sheilla.


(Yap ... sejak kemarin genre kehidupan ku sudah berubah, aku merindukan genre yang tenang dan santai itu)


Pikir sheilla dengan ekspresi sedih terlukis diwajah nya.


Disisi lain, saat ini Nezuon dengan mengekang kedua tangan xion dipunggung dan membiarkannya untuk berdiri, dan disamping itu, Chelsea berjalan dengan menatap bingung ke arah Xion.


Saat sedang asik dengan situasi ini, Nezuon menyadari sesuatu di pundak pria itu, yaitu ada sebuah lambang sebuah lambang atau apapun itu dengan memakai 5 pedang yang saling menyilangi.


"Hmm? Ini ... bukankah dari party rouge?"


Nezuon menatap bingung sambil memegangi lambang dibaju nya Xion, dan merasa terhina akan hal itu Xion mulai bergerak dengan liar.

__ADS_1


"Oi! Jangan menyentuh nya!!"


Tegas Xion dimana membuat Nezuon tersenyum masam dan melepaskan kekangan ditangan nya, merasa bebas akan sesuatu, Xion terkejut akan hal itu.


Dimana dia langsung melompat kebelakang dengan posisi bertahan.t


Nezuon menatap nya dengan masam dimana Chelsea menatap pucat ke arah xion dan setelah itu dia mendang-nendang kaki Nezuon.


"Apa yang kau lakukan?! Kau membebaskan musuh?!"


Dan Nezuon hanya memasang ekspresi masam sambil menerima beberapa tendangan kecil dari Chelsea sambil bergumam kecil, "yaah"


Disisi lain, Xion menatap bingung ke arah Nezuon tetapi juga tidak menurunkan kewaspadaan nya.


"Kenapa kau melepaskan ku?"


Xion bertanya dengan heran, dan Nezuon menyadari hal itu dimana dia memasang wajah masam.


"Yah ... untuk suatu alasan, aku mengenal ketua mu, kami akrab"


Nezuon menjawab dengan santai dan Xion terkejut akan hal itu, bukan hanya dia, Chelsea menatap kosong ke arah Nezuon.


(Putri rumia adalah kenalan orang ini? Apa ini bisa dipercaya? Sial, aku tidak tahu apakah ini bukanlah bohongan atau tidak)


Kesampingkan hal ini, disuatu hutan tidak jauh dari medan perang party rouge.


Seorang pria berjalan santai sambil mengunyah sebuah buah yang baru saja dia petik diperpohonan.


Memegangi sebuah tongkat ditangan kiri dan sebuah pedang tersarung dipinggang kiri nya.


Berhasil menelan gigitan terakhir dari buah itu, dia melempar sesuatu yang dikenal sebagai inti atau biji buah itu ketanah berharap untuk menumbuhkan pohon yang sama.


"Ah ... bisa hidup itu luar biasa"


Gumam nya dengan malas, dia adalah da vinci yang baru saja berhasil kabur dari area pertempuran antara aldies dengan herf.


Sebelum nya dia merasa terhalangi oleh seragam dewan sihir yang dia gunakan, jadi dengan melewati berbagai pertimbangan, akhirnya dia memutuskan untuk melepas nya dan membuang nya.


Saat ini dia hanya memakai kaos hitam dengan lengan panjang dan sebuah celana yang satu paket dengan seragam dewan sihir itu.


Setidak nya dia tetap membutuhkan celana karena dia tidak memakai apa-apa lagi selain pakaian dalam di balik celana itu.


Karena itu dia memutuskan untuk tidak melepas nya.


(Aku penasaran bagaimana keadaan didungeon itagma setelah kami terlempar ke sini, aku harap mereka baik-baik saja)


Berharap tidak ada sesuatu yang terjadi dengan para murid karena mereka terlempar disini, meski disitu adalah dungeon yang tidak aktif, tetapi tetap saja masih banyak bahaya.


Minotaur salah satu nya, para murid langsung kelelahan hanya melawan satu ekor, apalagi mereka masih belum berpengalaman nyata.


Jangan memasukkan sheilla ke kategori karena dia bahkan akan mati jika tidak dibantu oleh administrator B.


Begitu juga dengan administrator B, dia ingin sheilla bertanggung jawab akan seluruh bencana yang akan datang dimasa depan.


Karena itulah dia memasukkan sheilla kedalam antegram, agar bisa menjadi lebih kuat.


Setidaknya masuk nya Da vinci ke dalam Antegram adalah sesuatu yang tidak terhitung sebelum nya, diluar dari rencana.


Kesampingkan hal itu, saat ini sedang terjadi sesuatu yang menarik.


Pertarungan sheilla melawan albus, Dan Da vinci hampir selangkah mendekati mereka.

__ADS_1


__ADS_2