Paladin Antegram

Paladin Antegram
suatu godaan


__ADS_3

Disaat yang sama di posisi Da vinci saat ini.


"Mhmm~~"


Karena dia juga sedang lelah dan tidak mempunyai tenaga, dia memutuskan untuk tinggal Dibawah pohon sebentar untuk membuat Sheilla lebih nyaman.


Sudah 20 menit sejak Sheilla mulai tertidur dan Da vinci merasa dia tidak bisa menahan godaan itu lagi.


Menatap tajam ke wajah tidur nya Sheilla dengan wajah memerah.


Mengarahkan jari telunjuk tangan kiri nya ke pipi Sheilla, menyentuh nya sekali untuk memahami reaksi yang akan diberikan Sheilla.


Tetapi tidak ada reaksi apapun, Dia tetap tertidur pulas.


(Gawat, cepatlah bangun Sheilla!! Jika tidak aku akan menjadi binatang buas)


Da vinci menelan ludah nya dan bersiap untuk gelombang kedua, kali ini dia menusuk beberapa kali jari telunjuk nya diwajah Sheilla.


"Mn mnn"


Suara lucu keluar dari Sheilla, dia sedang mengugau dan itu membuat Da vinci spontan menarik tangan nya lagi dengan debaran jantung yang luar biasa.


(Gawat ... kukira dia akan bangun)


Menghembuskan nafas beberapa kali dengan cepat dan kali ini Da vinci menatap sekali lagi ke arah Sheilla.


Menarik nafas panjang dan menghembuskannya, mengarahkan jari telunjuk nya sekali lagi ke pipi Sheilla.


Menusuk nya perlahan dan mulai menambah kecepatan, dan tidak ada reaksi, dengan begitu, Da vinci mulai ketahap terakhir.


Yaitu mencubit Pipi sheilla dengan lembut, Hampir lewat setahun sejak dia mengenal Sheilla, dan dia belum pernah merasakan kekenyalan pipi Sheilla secara langsung.


(Ini menyenangkan)


Da vinci menekan pipi Sheilla dengan lembut untuk mencubitnya.


"Mn mhnm"


Sekali lagi Sheilla mengerang lucu dan membalikkan badan nya, menemukan tangan Da vinci dan menganggap itu sebagai guling nya.


Memeluk erat tangan Da vinci dengan sangat nyaman dan disisi lain, Da vinci hampir saja terkena serangan jantung saat ini.


(Ga-gadis ini)


Da vinci mencari sudut yang tepat untuk menarik tangan nya, meski pelukan Sheilla tidak kuat, tetapi Da vinci tidak bisa begitu saja menarik nya.


Itu bisa membuat Sheilla seketika akan bangun.


(Ini susah)


Da vinci menghela nafas lelah dan mulai mundur dan mengambil sudut yang pas untuk berbaring di posisi nya saat ini.


Suatu godaan muncul yang ingin membuat nya memeluk Tubuh kecil Sheilla itu, tetapi dia mengurungkan atau mungkin tidak.


Da vinci kalah dari godaan itu dan mengarahkan tangan kanan nya ditubuh Sheilla.


Dan semakin dekat jarak antara dia dengan tubuh Sheilla, bau milik Sheilla mulai tercium dan itu membuat Da vinci semakin memerah dari sebelum nya.


(Kenapa kau sangat menyedihkan, diriku?)


Da vinci menghela nafas kecewa untuk mencaci dirinya sendiri.


Tetapi ... meski matahari sudah mulai muncul, itu tidak mengharuskan jika Da vinci untuk tidak tidur.


Terbawa suasana akan hal itu, kenyamanan dari udara sejuk dari hutan membuat Da vinci semakin mengantuk.


Pada akhirnya dia memejamkan matanya dan tertidur sambil memeluk erat tubuh sheilla.


Atau bisa dibilang [menggunakan Sheilla sebagai guling]


Guling terbaik yang pernah ada.

__ADS_1


.


.


.


Diposisi Nezuon dan lainnya.


Saat ini Rumia menundukkan kepala nya untuk memberi salam hormat ke Nezuon dan dua yang lain hanya menatap heran.


"Lama tidak berjumpa"


Ucap Rumia dengan nada lembut dan sopan, dan Nezuon hanya memberikan senyuman lembut sampai saat dia teringat akan sesuatu.


"Huh? Dimana shei?"


Dan Chelsea memasang wajah kaget, begitu juga dengan Xion yang memasang wajah bingung, sambil melihat ke dalam hutan.


Rumia mengangkat kepala nya dan melihat ke arah yang sama didalam hutan, menggelengkan kepala nya kesamping dengan ekspresi bingung.


"Apa yang kalian bicarakan?"


"Yah ... sebenar nya sampai saat sebelum nya, kami bertarung dengan bawahan mu dan rekan kami yang satunya bertarung dengan bawahanmu yang kedua dan mereka berdua masuk kedalam hutan"


Rumia membuat mata nya sedikit melebar, terdiam hingga akhirnya dia menatap tajam ke arah Xion.


"Hah?!"


Dan Xion hanya memasang wajah pucat dan cepat mengarahkan pandangan nya kebawah, sebisa mungkin mencoba untuk tidak menatap Rumia.


.


.


.


"Uwaah--- semuanya hancur"


Rumia menatap dengan wajah serius.


(Yang menjadi lawan nya, Albus ya?)


"Umm ... rekan kalian itu pemain baru kan?"


"Ya ... kami menemukannya pingsan ditepi sungai"


Nezuon mendongakkan mata nya ke atas untuk mengingat sesuatu, itu sudah seperti kebiasaan umur bagi setiap orang.


Dan Rumia kembali memasang wajah serius dimana dia kembali menatap kedepan, dimana dinding es itu berjalan.


(Pemain baru, dan lagi sampai bisa membuat Albus mengeluarkan ionia, aku meragukan jika rekan nya guru nezuon bisa selamat dari itu, dan bukan berarti aku bisa menyalahkan mereka atas ini, tch ... ini merepotkan)


Rumia memberi perintah dimana Albus dan Xion hanya melaksanakannnya, mereka tidak salah, semua itu adalah tanggung jawab Rumia sebagai atasan mereka.


Mereka mulai berjalan ke arah dimana Dinding es itu berakhir.


Butuh waktu yang lama, dimana hampir memakan waktu 11 menit untuk sampai di ujung es itu, dan mereka menemukan sebuah Pilar yang memanjang diarah yang aneh.


Pilar itu sudah berhenti untuk mamanjang, dimana pasti ada sesuatu yang bisa menghentikannya diujung sana.


Mereka tidak bisa memutar, karena itulah mereka menaiki pilar itu, disaat semua naik, hanya Chelsea yang belum, dan Nezuon mengulurkan tangan nya untuk membantu Chelsea.


Chelsea menggenggam erat tangan Nezuon dan menarik tubuh nya untuk naik ke atas.


"Terima kasih~"


Chelsea tersenyum lembut dan Nezuon membalas nya dengan senyum hangat.


"Ini ..."


Gumam kecil Rumia sambil menyadari jika itu sudah diujung dinding es, tidak ada tanda kehancuran didepan nya.

__ADS_1


(Apa pertarungan nya sudah berakhir?)


"Huh?"


Rumia menyadari sesuatu di atas dinding es itu, Rumia terus berjalan tanpa memperdulikan bahwa dia akan jatuh jika melangkah lebih jauh.


Tetapi dia tidak akan jatuh, karena dia menciptakan sebuah lingkaran sihir tepat dibawah kaki kanan nya untuk menjadi pijakan, lalu menciptakan lingkaran sihir kedua untuk menjadi pijakan kaki kiri.


Mengulangi hal yang sama sampai dia berhasil sampai di atas dinding es, dan menemukan seseorang yang tergeletak pingsan di atas nya.


"Albus?"


"Huh? Apa ada Albus disitu?"


Xion tersentak kaget, dimana dia ikut menginjak lingkaran sihir yang dibuat oleh Rumia dan naik ke atas.


Menemukan Rumia yang menundukkan kaki nya ketanah dan menyentuh leher Albus.


"Dia masih hidup"


Mendengar hal itu membuat Xion menghela nafas lega.


"Maka begitu apa bisa dikatakan jika pemenang nya adalah rekan kami?"


"... tetapi kemana perginya Sheilla?"


Nezuon mengerutkan alis nya, dan disisi lain Rumia menggigit jari nya dengan berpikir keras.


(Albus kalah? Meski dia sudah memakai ionia? Kesampingkan hal itu, kemana pergi nya ....)


"Huh?"


Rumia terkejut akan sesuatu dan membalikkan badan nya dengan cepat dan menatap tajam ke arah pilar dimana tempat Nezuon dan Chelsea berdiri.


"Jangan-jangan?"


.


.


.


"Sihir ionia kah?"


"Iya ... sihir yang anda ajarkan sebelum nya, dan saya mengajari albus, bawahan saya cara menggunakannya"


"Sihir ionia adalah sihir es yang akan memakan semua yang bersentuhan dengan nya, dan akan sangat susah untuk menghancurkan es nya, lalu bawahan mu kalah dari Sheilla sebelum nya, dan disaat terakhir nya, dia menggunakan Sihir ionia untuk membuat pilar dan inilah pilar itu?"


Mereka menatap ke arah pilar itu.


"Ini sangat merepotkan"


"Benar ..."


Ucap Nezuon dengan lesuh sambil menggaruk kepala nya, berpikir apakah Sheilla bisa selamat dari itu?


Nezuon sama sekali tidak khawatir, karena dia yakin jika Sheilla bisa meloloskan diri dari es itu, itu karena ada 2 dinding es disini.


Yang berarti dinding es pertama adalah serangan yang diluncurkan ke Sheilla dan seharusnya Sheilla terkena sihir itu, tetapi dia bisa meloloskan diri dan berhenti dititik itu.


Dan untuk mengejar Sheilla, Albus menggunakan dinding yang sama.


Jadi dia sangat yakin jika Sheilla masih hidup disuatu tempat, meski itu tidak 100%.


Karena tidak ada yang tau apa yang akan terjadi didalam kehidupan, bahkan untuk seorang Nezuon pun.


Pada akhirnya mereka memilih untuk Pergi mencari Sheilla, meskipun Rumia harus tinggal untuk mengatur pasukan nya.


Dan berjaga-jaga untuk situasi terburuk, Rumia mengirim 3 penyihir yang ahli dalam sihir penyembuh, dan untuk Xion.


Dia mendapat hukuman khusus dari Rumia, meski itu tidak mematikan dan tidak terlalu kejam, tetapi itu cukup menyiksa, dimana siapapun yang melihat hal itu akan tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Tetapi itu untuk cerita yang berbeda.


__ADS_2