
SUDUT PANDANG SHEILLA
Kesadaran terakhir ku menghilang dan ... ah, aku sudah mati--
tetapi pikiran ku masih tetap ada, ini seperti sebuah tubuh astral yang melayang disebuah ruangan hitam tanpa ujung.
atau singkat nya "akhirat"
ah ... 12 tahun ya? umur yang terlalu pendek untuk kehidupan kedua.
"Aku akan sangat kerepotan jika individu sepertimu mati disaat seperti ini"
"!!??"
Dengan panik aku berbalik, tidak ada, menatap kekanan, juga tidak ada.
Tidak ada satupun seseorang disekitar sini, lalu siapa yang berbicara tadi.
"Hiduplah, teruslah hidup, jangan membuat seperti aku yang menghancurkan dunia, jangan membuat aku jengkel, karena itulah kau ada, karena itulah takdir kedua ada, kau adalah pengecualian, maka jangan mati, dalam waktu dekat kedua dunia kedua akan kedatangan tamu yang menjengkelkan, kedatangan mereka mustahil untuk dihentikan, maka terbiasalah dengan perubahan itu, kau tidak bisa melakukan itu semua sendirian, kau tidak bisa kabur ataupun memalingkan pandangan, disini aku memberi peringatan, bukan saran, aku memerintahkan maka kau hanya perlu mematuhinya, pujalah aku dan sembah aku, karena itulah aku ada, kali ini adalah pengecualian, kau tidak akan mati, tetapi ... tidak ada lain kali"
.
.
.
"Shei--- sheila!! ---- SHEILLA!!!"
Teriak seseorang, tidak ... dia adalah guirde.
Kenapa dia panik seperti itu? Ah aku tau, karena aku melawan minotaur itu dan berakhir hampir mati seperti ini.
Apa aku seriusan hampir mati? Bukannya mati? Ah ... aku malas untuk memikirkannya.
Dengan begitu, kesadaran ku menghilang.
.
.
.
"Huh?"
Aku membuka mata.
"Atap-atap yang tidak kukenal"
Itu adalah kalimat no 32 yang paling ingin kukatakan, tetapi bukan waktunya untuk merayakan itu sekarang.
Aku mencoba bangun, tetapi tertahankan oleh rasa sakit yang ada diseluruh tubuh ku.
"Sakit-- "
Dengan begitu aku menyerah dan kembali berbaring.
Itu membuatku sadar, ada jendela disamping ini dan aku bisa melihat pemandangan yang luar biasa dari sini, bunga-bunga bermekaran dengan diiringi oleh angin yang menyejukkan.
Hmm? Apa ini musim gugur?
Tidak, sejak kapan desa musim salju mempunyai lebih dari 1 musim?
Jika dilihat dengan jelas ruangan ini tidak terbuat dari kayu, mereka terbuat dari batu bata.
Oi oi oi, siapa pemilik rumah ini didesa salju?, meskipun aku baru saja keluar selama 1 tahun tetapi itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku mengenali sela-beluk desa.
Dan aku tidak mengingat apapun tentang rumah ini ada didesa musim salju.
__ADS_1
Apa ini bukan didesa salju, ya, pikirkan saja begitu.
Aku lelah untuk berpikir sekarang.
Daripada itu, untuk pertama kalinya sejak kehidupan kedua aku bisa melihat musim seperti ini, mungkin ini musim gugur dan terasa angin yang menyejukkan.
Tetapi dibanding dengan suhu didesa musim salju, angin ini hanya terasa seperti angin sepoi-sepoi.
"Pemandangan yang indah~"
Gawat, aku tidak berhenti untuk membanggakan tentang diriku, sejak kapan aku menjadi narsisme?
Daripada itu, pakaian yang kupakai sekarang, meskipun bewarna hijau muda, pakaian ini sangat minim kain, sangat tidak cocok untuk dipakai ketika berada didesa.
"Pagi~"
Ada seseorang yang memanggil, itu nenek!! Tidak, bukan nenek ku.
"Pa-pagi~"
Aku hanya membalas dengan wajah masam, kenapa dia ada diruangan yang sama denganku?
"Oiya~ ada apa?"
Si nenek tiba-tiba bertanya kepada ku dan aku sedang gelisah untuk memikirkan jawaban yang tepat untuk menjawab itu.
Ah... selain itu.
"Nenek, ini dimana?"
"Hohoho, ini rumah sakit kau tau?"
"Begitu ya, rumah sakit ya, hahaha!"
Sudah kuduga ini adalah bukan desa musim salju.
lalu disaat aku sadar, ada seseorang yang membuka pintu ruangan ini, disaat aku berpikir jika itu adalah keluargaku, ternyata bukan.
itu orang yang tidak kukenal, seorang gadis yang membawa sebuah keranjang yang berisi apel didalam nya.
"Ah ... shopia~ nenek baik-baik saja, kau tidak harus kemari setiap hari kau tau?"
"Tidak masalah, shopia juga tidak mempunyai pekerjaan lain, kesampingkan itu, siapa gadis itu?"
Gadis itu bertanya kepada ku sambil melihat ku, entah kenapa ini membuatku gugup.
"Ah, dia baru saja pindah kekamar ini kemarin malam"
"Begitu~~"
Gadis itu hanya menatap ku dan beberapa detik kemudian dia langsung tersenyum.
"Ha-halo~"
Aku hanya bisa menyapa gadis yang bernama shopia ini, yah, penampilannya terlihat seperti lebih tua dariku.
mungkin sekitar 15 tahun? terlebih seperti itulah
"Aku membawakan apel, akan kukupotong sekarang, kamu, apa kamu juga ingin?"
"Eh?"
"Apel, mau?"
Dia menawarkan dan aku diberi pilihan ya atau tidak.
Yah, kesampingkan itu, quilea selalu berkata untuk tidak menolak pemberian orang lain, jadi yah.
__ADS_1
"Ya, aku mau"
Waktu berlalu aku menghabiskannya berbicara dengan shopia dan nenek vigrid, meskipun ketika beberapa orang yang terlihat seperti dokter datang keruangan, mereka terlihat begitu panik dan langsung memeriksa ku.
Mereka mengatakan sesuatu seperti "ini keajaiban!"
Dan aku tidak mengerti apa yang mereka katakan.
yah, kesampingkan hal itu ... karena dia mudah bergaul atau aku yang mudah terbawa arus, kami sudah langsung berteman sekarang.
Dia menanyakan nama dan dimana tempatku tinggal.
Dan ketika menjawab "desa musim salju" dia hanya merespon dengan wajah bingung "desa musim salju? Dimana itu?"
Kh ... maaf saja jika desa kami tidak terlalu terpandang!!
Dan sekarang sore tiba, karena shopia sudah berada disini sejak jam 9 pagi, maka dia baru saja menghabiskan seluruh waktu bebas nya disini, ditempat ini.
Yah, aku tidak berhak berkata seperti ini karena aku juga selalu menghabiskan waktuku dirumah.
Tetapi dia harus lebih menghargai waktunya daripada menghabiskan waktu disini.
"Kalau begitu, aku pulang dulu~ sampai nanti, nenek, dan sheilla~"
"I-iya"
Gawat, entah kenapa ini membuat ku senang.
Tetapi yah, sudah 5 jam lebih ketika dokter menyadari jika aku telah bangun tetapi tidak ada yang menjenguk ku.
Sungguh ironis.
"Nak sheilla"
"Um, ya?"
"Mulai dari sekarang, tolong berteman baik lah dengan shopia ya~"
Mendengar perkataan nenek vigrid membuatku sedikit tertegum, shopia, betapa baik nya nenek mu ini!!
Tetapi ... aku bahagia ketika dipercayai oleh seseorang.
"Baik, aku akan berteman dengannya~"
Mendengar perkataan ku, nenek vigrid hanya tersenyum dan berkata "terima kasih" setelah itu ia mulai tidur karena sudah masuk jam tidur.
.
.
.
Pagi telah tiba dan aku telah bangun dari tidur, dan setelah itu aku mengetahui jika nenek vigrid telah meninggal dunia.
Aku menyadarinya tadi sekali, ketika aku ingin menyapa nenek vigrid dia masih berbaring ditempat tidur nya.
Aku mengurungkan niat ku dan menunggu sebentar karena aku tidak ingin menganggu tidur nya.
1 jam berlalu dan seorang dokter datang dengan panik.
Ketika dokter itu memeriksa nenek vigrid, terlihat wajah sedih dari dokter itu.
Aku bertanya "apa yang terjadi pada nenek vigrid?" Meskipun aku sudah mengira-ngira apa yang terjadi, tetapi aku menolak untuk menerima dan tetap bertanya kepada dokter itu.
Lalu dokter itu menjawab "nenek vigrid sudah meninggal" hanya mendengar ini sudah membuat hati ku tersentak dan dokter itu melanjutkan "pasti beliau sangat bahagia karena mendapat teman baru dan bisa bertemu dengan cucunya untuk terakhir kali"
Aku hanya terdiam, mungkin inilah pertama kalinya aku merasa sedih akan kematian seseorang.
__ADS_1