
SUDUT PANDANG NARATOR
hutan raksasa - diperbatasan antara kerajaan paron dan kerajaan luminas
Ada beberapa kereta yang berjumlah hampir 12 kereta melewati jalan ini.
Dan kereta itu mempunyai lambang sekolah xirius dipintu mereka.
Dimana ke-12 kereta ini mengangkut beberapa murid yang mengikuti ujian untuk naik ketingkat 3 dimana 1 kereta cukup untuk dinaiki 6 murid.
Dan dikereta ketiga, ada 2 individu yang tidak asing.
Mereka berdua adalah elena dan testia von ludistian, dimana mereka berdua bersama-sama mengikuti ujian untuk naik ketingkat 3.
Seharus nya testia sudah lebih dulu untuk mengikuti ujian, tetapi untuk ujian kali ini harus dilakukan secara kelompok dimana ujian untuk naik ketingkat 3 hanya diadakan 3 bulan sekali.
Karena itu elena dan testia bisa mengikuti ujian ini bersama-sama dan saling membantu.
Ini karena ujian ini mungkin cukup berat untuk anak-anak berumur 10 tahun dimana mereka harus tinggal dihutan raksasa ini selama seminggu penuh.
Dan tentu mereka juga diberi pasokan makanan yang cukup untuk seorang dimana ujian kali ini adalah kesabaran.
Dimana ujian kali ini akan sulit dilalui oleh anak bangsawan yang sombong dan manja.
Disisi lain testia meskipun seorang bangsawan, dia bisa melewati ujian ini tanpa masalah yang besar, dan elena juga tidak terlalu menganggap ujian ini menyulitkan.
Selama mereka memakan pasokan makanan mereka secara bijak, mereka sudah dipastikan untuk bisa melewati ujian selama seminggu penuh.
Saat ini seluruh kereta berhenti karena keadaan tertentu.
Seharus nya seluruh murid akan tertidur didalam kereta karena kelelahan, tetapi hanya testia yang masih terjaga.
Bingung dengan berhenti tiba-tibanya kereta ini.
(Apa ada bandit? Atau ini adalah ujian tersembunyi?)
Testia menutup buku nya dan menggoyang-goyang tubuh seorang yang tertidur di pundak nya, dia adalah elena.
Sebelum nya elena terlalu mengantuk dan berakhir tertidur dipundak testia.
Dan hubungan mereka cukup akrab dimana testia tidak mempermasalahkan hal itu.
"Ng? Ada apa?"
Elena akhirnya bangun dan menguap sambil mengusap matanya.
"Tidak ... hanya saja aku penasaran kenapa kereta ini berhenti, bisa kau temani aku untuk melihat?"
"Ng"
Elena terlalu mengantuk dimana dia ingin semua ini cepat berakhir dan kembali tidur.
Testia dan elena keluar dari kereta mereka dan terkejut karena banyak orang yang berkumpul didepan.
"Ada apa? Huh?!"
Testia terkejut dengan apa yang dilihat nya, itu adalah kereta, kereta yang sudah hancur parah.
"Oh, kalian peserta ujian ... bukan apa-apa, hanya saja ada kereta tak dikenal didepan kami. Tetapi kereta ini sudah hancur parah, bahkan ini sudah terlalu parah"
Pria itu menjawab, masuk akal.
Jika pemilik kereta didepan itu diserang oleh bandit lalu kenapa barang-barang didalam tidak terlihat ada barang yang hilang. Bahkan tidak ada satupun darah berada ditanah.
Seperti kereta itu ditinggal cuman sesaat tetapi waktu sekarang sudah malam untuk kereta ditinggal sendiri.
"Apa diserang oleh binatang iblis?"
Testia mengerutkan alis nya.
"Mungkin saja, Kami sudah memeriksa apakah ini adalah jebakan, tetapi tidak menemukan beberapa hal yang mencurigakan, tidak adanya bercak darah adalah keanehan ini, jika pemilik kereta diserang oleh binatang iblis, maka akan terjadi pertempuran dan dilihat dari kondisi nya, seperti mereka mengalami kekalahan, tetapi tidak ada korban jiwa, beberapa kesatria sedang menyelidiki didalam hutan apakah ada tubuh pemilik kereta ini, kita juga harus menemukan kemungkinan jika pemilik kereta ini masuk kedalam hutan sebentar tetapi mati karena alasan tertentu"
Pria itu menjelaskan tetapi penjelasan itu terlihat seperti misteri nya makin menjadi rumit.
"Begitu ya, ng ... apa kami bisa melihat barang-barang dikereta?"
Testia bertanya dengan sedikit senyuman, untuk suatu alasan testia tertarik dengan hal seperti ini.
"Kami sudah memeriksa nya, jadi tidak masalah, tetapi jangan membuat barang nya berantakan"
"Kami mengerti, terima kasih banyak, ayo elena~"
Testia dengan girang menarik lengan elena dan elena yang masih mengantuk hanya bisa mengikutinya.
Dan pria itu hanya bisa tersenyum melihat kedekatan testia dan elena.
__ADS_1
Mengingat akan sulit melihat kedekatan seperti itu diantara seragam hitam dan seragam putih.
Testia melihat lebih teliti ke kereta itu karena kereta ini hanyalah kereta yang digunakan oleh pedagang pada umum nya jadi tidak memiliki pintu, ini lebih mirip seperti gerobak.
Kereta ini berguna untuk membawa barang karena itulah menjadi favorit para pedagang.
Testia membantu elena yang kesulitan untuk melewati bongkahan kayu kereta ini, bagaimana pun dia terlalu mengantuk untuk itu.
"Terima kasih"
Dan setelah itu testia bersemangat untuk melihat-lihat sekitar.
"Hoho, ada pedang! Wah! Ini uang dan itu ...!!"
Elena hanya heran melihat testia yang bersemangat seperti itu.
(Apa dia ingin menjadi pedagang, hmm?)
Elena terfokus kesuatu kotak, dimana di atas kotak itu ada sebuah tas bewarna coklat.
Elena menyingkirkan bongkahan kayu yang menimpa tas itu dan mengambil tas itu lalu duduk untuk melihat isi dalam nya.
Elena memasukkan tangan nya kedalam tas untuk mengambil sesuatu dan tangan nya menyentuh sesuatu yang keras.
Menarik nya ke atas dan yang didapat kannya adalah sebuah belati, karena belati ini tertutup sarung jadi tidak menimbulkan luka ditangan elena.
(Sarung?)
Elena menaruh belati itu dilantai.
"Ooh~ ini belatih!"
"Iya iya, itu belatih, dan kau perlu ingat jika ini masih malam"
"...."
Testia terdiam karena mendengar perkataan elena barusan, itu membuat nya sadar jika dia terlalu bersemangat barusan.
(Bersemangat sedikit tidak masalah kan? Hmph!)
"Oh!"
Elena merasakan sensasi baru ditangan nya dan disaat dia menarik benda itu, dia menemukan sebuah material yang halus dan tipis.
"Surat? Dan bahkan surat ini tidak mempunyai stempel lilin"
Elena membalik surat itu dan melihat sebuah tulisan.
"Hmm? Shopia adreline? !!? 'sheilla' ?"
"Tertulis nama penerima adalah 'Sheilla', sheilla itu nama kakak yang pernah kau ceritakan sebelum nya kan?"
"...."
"mungkin itu kebetulan, tidak aneh jika bertemu dengan orang yang nama nya sama dengan kita, coba kau lihat isi nya, mungkin kita bisa mengetahui sesuatu dari itu"
(Yah, mungkin testia benar ataupun ini adalah kenalan kakak saat dirumah sakit)
Elena mendengarkan perkataan testia dan mulai untuk melihat isi nya.
Perkataan testia ada benar nya dimana ada seorang dengan nama yang sama dengan kita disuatu tempat.
Seperti hal nya sheilla yang menyadari jika nama "flora" itu sudah sangat pasaran.
(Maafkan aku, pemilik surat--)
Meminta maaf didalam hati karena sudah membaca tanpa ijin, setidak nya hanya itu yang bisa dilakukan elena.
"Hei shei, ini kakak mu~ canda deh~ bagaimana kabar mu? Kupikir kau---
---sudah kembali ke rumah mu sekarang?, jika begitu aku turut senang untuk mu ... sekarang aku sudah berada di kerajaan luminas-- canda deh, sebenar nya masih ditengah perjalanan, kami memutar balik ke kerajaan paron karena alasab tertentu dan saat kuperiksa kau sudah tidak ada di rumah sakit, untuk mencapai benua elrole aku harus melewati kerajaan luminas, apa kau tau? Kerajaan luminas? Yah sudahlah ... untuk surat selanjut nya tunggu sampai aku sudah sampai menemukan tempat pos surat, oh benar juga, aku sebelum nya sudah mencari tau tentang desa tempat mu tinggal, desa musim salju kan? Kudengar disitu sangat dingin, bagaimana kau bisa hidup didesa itu---
--- "
"Surat nya belum selesai ditulis"
Ucap testia sambil mengerutkan alis nya.
"Sudah kuduga, surat ini untuk kakak"
"Kakak mu sudah diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit kan?"
"Ng ... disurat yang dikirim ibu sebelum nya tertulis seperti itu"
Testia hanya menanggapi sampai ia mengambil surat itu dari tangan elena.
__ADS_1
"Permisi, apa surat dan tas ini boleh kami bawa?"
Testia berdiri untuk memperlihatkan tas coklat itu keseorang petugas pria diluar.
"Hmm? Itu akan susah, karena saat kembali kami akan menyelidiki kembali tas ini, tetapi kau boleh memiliki nya setelah penyelidikan selesai"
"Saya mengerti, terima kasih banyak"
Melihat tindakan testia membuat elena tersenyum malu dan berguman sebuah suara yang tidak akan terdengar oleh testia "terima kasih"
Pagi tiba dan para kesatria yang memeriksa keadaan sekitar mulai kembali dan memberi laporan jika tidak ada keanehan.
Tidak ada mayat atau jejak kaki, bahkan tidak ada jejak darah yang tertinggal jika mereka diserang mahluk buas.
Pemilik kereta itu dikonfirmasi.
Daniel lowler : 17 tahun
Kelamin : Pria
Pekerjaan : petualang
Stella qunia : 19 tahun
Kelamin : wanita
Pekerjaan : petualang
Zano : 16 tahun
Kelamin : pria
Pekerjaan : petualang
Shopia adreline : 15 tahun
Kelamin : wanita
Pekerjaan : petualang
Mereka adalah empat korban yang dikonfirmasi sedang dalam perjalanan menuju ke benua elrole.
Dan ditengah perjalanan, mereka berempat hilang tanpa jejak dan hanya menyisakan kereta mereka yang hancur, tetapi masih penuh dengan barang bawaan mereka.
Tidak dikonfirmasi sebagai pembunuhan, penculikan, atau pun perampokan.
Tidak ada yang jelas, kasus ini ditutup dengan akhir yang mengatakan jika mereka berempat kabur karena takut untuk pergi ke benua elrole.
Dimana mereka harus membuat semua percaya jika itu adalah kenyataan dan kenapa kereta bisa hancur bisa dibilang karena ada binatang buas disekitar dan merusak kereta itu.
Dimana benua elrole adalah tempat yang tepat untuk menjadi kaya bagi petualang dan juga tempat yang menjadi kuburan dari jutaan petualang yang pergi untuk mencari uang.
Benua dengan tingkat kesulitan yang melebihi benua lainnya.
Benua parah binatang iblis.
Sekaligus merupakan satu-satu nya jalan untuk menuju ke benua elf.
Para kesatria dikirim untuk memeriksa apakah ada binatang buas disekitar hutan raksasa.
Kasus ditutup, dan penyelidikan kereta telah selesai sepenuh nya.
Sekarang, semua para murid yang melakukan ujian telah kembali kesekolah mereka, akademi xirius XI.
"Kakak"
__ADS_1
Dan ... pertemuan akan segera terjadi.