Paladin Antegram

Paladin Antegram
datang untuk membantu


__ADS_3

"Sialan"


Ucap Roenji ketika panah itu menembus dada nya dengan mudah, membuat nya memuntahkan darah.


Disisi lain, Chelsea mulai bangun dari istirahat singkat nya, demi membunuh musuh, dia tidak akan ragu memilih cara apapun lagi.


Jadi dia merafalkan mantra lalu membiarkan lingkaran sihir melingkari tangan kanan nya.


Setelah itu listrik keluar dan melapisi tangan nya, dan tentu saja itu juga berdampak bagi Chelsea, tetapi dia tidak memperdulikan hal itu.


Dia menahan rasa sakit itu, berjalan perlahan ke arah Roenji.


Dan ketika Roenji menyadari nya, Chelsea sudah dihadapan nya dengan petir yang mengeliat gila ditangan kanan nya.


"Sia--


Sebelum Roenji menyelesaikan perkataan nya, Chelsea memukulkan tangan kanan yang dipenuhi oleh petir itu ke tubuh Roenji.


Petir itu meledak dan melubangi perut Roenji atau kata menghancurkan lebih tepat, petir itu semakin meledak dan menghancurkan sekitar.


Menyebarkan asap keseluruh area.


Disisi lain Sheilla dan Shopia melindungi pandangan mereka dengan tangan dari debu ini.


Setelah beberapa saat, Kabut itu mulai menghilang, dan area sekitar menjadi jelas.


Memperlihatkan Chelsea yang sedang duduk ditanah, dengan kelelahan, dan mayat Roenji dihadapan nya.


Dengan khawatir, Sheilla mulai berlari menuju ke Chelsea.


Disisi lain, Shopia melebarkan mata nya setelah melihat satu kenalan nya dalam keadaan yang buruk saat ini, tangan nya bergetar karena takut, sedih dan amarah.


Dia menelan ludah nya sendiri dan mulai berjalan ke arah teman nya itu.


Dan disuatu tempat di atas bebatuan yang hancur, terdapat Juliy yang menatap area sekitar dengan mengerutkan alis nya.


(Apa yang sebenar nya terjadi?)


Ketika melihat lebih jelas, dia mendapati Sheilla yang sedang menunduk dengan Chelsea didepan nya.


Melihat hal itu membuat Juliy tersentak kaget.


"Chelsea?"


Dia mulai melompat turun dibebatuan satu demi satu lalu mulai bergegas dengan cepat ke arah Chelsea.


Menyadari Juliy mendekat ke arah mereka, Chelsea melambaikan tangan nya, tetapi dia merasa sakit dan memuntahkan darah disini.


"Chelsea?!"


Ketika dia sampai, Juliy langsung berlutut dengan melihat kondisi Chelsea yang sangat parah.


Mengerutkan dahi nya dengan situasi ini, lalu dia dengan panik merafalkan mantra penyembuh.


"Sheilla, bantu aku menyabut pedang ini, nah, kau bisa menahan nya?"


Ucap Juliy dimana Chelsea tersenyum masam disini, mencabut pedang dari perut akan berakibat fatal, itu bisa menyebabkan kekurangan darah.


Tetapi dengan adanya sihir penyembuh yang dikerakan oleh Juliy, masalah itu bisa dikondisikan, tetapi tetap saja akan terasa sakit ketika itu dicabut.


"Dengan siapa kau bicara?"


Ucap Chelsea dengan sikap angkuh nya, Juliy tersenyum masam ketika mendengar hal itu.

__ADS_1


"Jika kau mempunyai waktu bercanda, sepertinya kau baik baik saja, kita mulai, Sheilla"


Sheilla mengangguk dan dia dengan perlahan menarik pedang itu dari perut Chelsea, karena rasa sakit yang berlebihan, pandangan Chelsea menjadi mengambang.


Lalu.pada akhirnya dia kehilangan kesadaran disini dimana itu sempat membuat Sheilla dan Juliy panik.


"Chelsea?!"


Dengan panik, Juliy memeriksa keadaan Chelsea, dan dia menghela nafas lega setelah mengetahui jika Chelsea hanya kehilangan kesadaran.


"Tenang saja, dia hanya pingsan, selain itu, mari lanjutkan secara perlahan"


Mendengar hal itu membuat Sheilla merasa lega sesaat, lalu dia mulai bersiap untuk melanjutkan.


"Baik"


Dengan aba aba dari Juliy, mereka memulai nya kembali.


Selama proses berlangsung, Juliy menatap area sekitar, menemukan mayat Torano dan Roenji dengan keadaan yang parah, lalu satu wanita dengan Shopia yang sedang memeluk nya.


(Mereka berdua ini ... musuh kan?)


Lalu Juliy melirik ke pedang khusus milik Chelsea yang telah hancur sebelum nya karena panah dari Sheilla.


(Sudah kuduga wanita di party kami tidak bisa dianggap remeh)


 


Disisi lain, tepat diposisi Ouja, berada tepat ditengah lingkaran, berteriak kesakitan dengan kedua tangan nya yang memegangi kedua kepala dengan tersiksa.


Beberapa bayangan hitam seperti menarik tubuh Ouja dengan kuat sampai mereka bisa merobek kulit Ouja dengan mudah.


"Aaaartrrggggggg!!!"


Sesaat, dalam beberaoa detik dan itu menghilang, memperlihatkan sosok seperti iblis dibelakang Ouja dengan sayap nya yang sangat besar.


Ucap Iblis itu dimana dia masuk kembali ke tubuh Ouja, dan semua bayangan yang melahap tubuh Ouja kembali kedalam lingkaran sihir.


Dengan keringat yang membasahi tubuh nya, Ouja memukul lantai.


"Siaaaal!!! Dasar bawahan yang tidak berguna!!!"


Mata kanan Ouja sekilas berubah menjadi putih sepenuh nya sampai itu kembali menjadi normal, sesaat Ouja merasakan rasa sakit yang luar biasa dimata kanan nya itu.


Menutupi nya dengan tangan dengan harapan rasa sakit itu akan segera terhenti.


 


-dbooommm!!!-


Itu meledak dengan hebat sampai menghancurkan area Sekitar,


Ditengah tengah ledakan itu, Jacob terhempas jauh dimana Larisa mengikuti nya.


Menabrak dinding sampai menghancurkan nya dengan kuat.


Secepat mungkin dia mencoba untuk bangun, tetapi Larisa sampai lebih dulu dan menyerang jacob dengan kapak nya itu.


Jacob berhasil menghindari itu dengan menundukkan kepala nya.


Kapak Larisa menghancurkan batu itu sampai menjadi debu dengan beberapa potongan kecil.


Tetapi sebelum dia menyadari nya, sesuatu memukul perut nya dari samping dengan kuat, membuat nya memuntahkan ludah nya sendiri sampai dia terhempas jauh.

__ADS_1


Terlihat jika Jacob berdiri disini, dengan kaki terangkat kedepan, lalu dia menurunkam kembali kaki nya itu.


Berbeda dengan sebelum nya, seharus nya Jacob sedang berada ditanah saat ini, tetapi dia secara mendadak berdiri disamping Lariaa dan menendang nya dengan kuat.


Disisi lain, Williard mengerutkan dahi nya ketika melihat hal itu.


(Apa yang sebenar nya terjadi? Teleportasi? Tidak, bukan, sesuatu yang lebih simpel dari itu, aku sangat yakin jika itu bukanlah teleportasi)


Disini, Jacob tersentak kaget ketika dia menyadari sesuatu.


(Lantis ... dia kalah ya? Dasar, sekarang rencana ku untuk besok telah ditentukan)


Jauh disana, Larisa mencoba untuk bangun, dengan mimisan, darah keluar dari hidung nya, menyadari hal itu, dia membersihkan nya dengan lengan baju nya.


(Lagi ... secara tiba tiba dia berpindah, sama seperti sebelum nya)


Larisa mengenggam erat tongkat kapak nya itu dengan erat, mengarahkan nya kebelakang, lalu dengan sekuat tenaga, dia melemparkan kapak nya itu ke arah Jacob.


Berputar putar dengan cepat sampai itu bisa membelah apapun yang menyentuh nya, tetapi melempar dari kejauhan adalah suatu kecerobohan.


Karena Jacob menyadari kapak ini lebih awal, dan masih memiliki waktu untuk berpikir.


Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menggerakkan sedikit badan nya dan hanya membiarkan kapak itu lewat.


Pada akhirnya Kapak itu meleset, tetapi terdapat Williard berada dibelakang nya yang sedang bersiap, mengambil kapak itu dengan tepat tanpa membuat nya terluka akibat putaran itu.


Ketika Williard berniat untuk mengayunkan kapak itu, Jacob menguatkan otot lengan dan kaki nya, lalu memutar tubuh nya dengan cepat dan menendang kapak itu dari samping dengan kuat.


Secara spontan, Williard melepaskan genggaman nya pada tongkat kapak itu, membiarkan kapak itu terhempat jauh.


Ketika kapak itu terhempas jauh, Jacob melebarkan mata nya dengan sedikit terkejut akan satu hal.


(Meski sudah kutendang dengan sekuat tenaga, kapak itu tidak hancur? Sama seperti sebelum nya)


Jacob memutar tubuh nya dan melompat kebelakang.


"Kukuku, menarik, luar biasa!! Ingin!! Aku menginginkan kapak itu!! Huh, sudah kuduga orang kuat seperti ku memerlukan senjata yang sama kuat juga"


"Maaf tapi ... alunium tidak akan kuberikan kepada mu"


Secara tiba tiba, Terdapat larisa diatas Jacob, mengepalkan tinju nya lalu memukul Jacob dari belakang.


Tetapi Jacob menghindari itu kesamping, dan menbuat Larisa mendarat ketanah dengan berguling sekali sampai akhirnya dia kembali bersiap ke posisi bertahan.


Suatu menerjang, dengan cepat dan tajam, menuju ke arah Jacob.


Menyadari hal itu, jacob membalikkan tubuh nya kebelakang, lalu mengarahkan tangan nya kedepan untuk menahan serangan itu.


Tetapi dia lengah, dimana itu adalah sebuah pedang besi, menusuk telapak tangan Jacob dengan mudah nya, meski Jacob tidak memberi reaksi yang berlebih untuk hal itu.


Tangan nya spontan terikut kebelakang dimana Jacob menahan nya sebaik mungkin agar tidak mengikuti pedang itu.


Williard dan Larisa memberi respon terkejut akan hal itu, ketika mereka melihat nya, mereka tersentak dan menghela nafas.


Disisi lain, Jacob mengerutkan alis nya sekaligus mencabut pedang yang menusuk sampai dalam ditelapak tangan nya itu.


Menatap ke arah depan dan mendapati seorang Da vinci yang berdiri di atas batu, mencoba untuk bersikap sekeren mungkin.


Meski dia terengah engah karena lelah saat ini.


"Huf huf, tepat waktu?"


Ucap Da vinci dengan kepercayaan diri nya untuk menang.

__ADS_1


Mendengar hal itu hanya ada rasa jengkel didalam hati Jacob.


Dan, ronde kedua dimulai.


__ADS_2