Paladin Antegram

Paladin Antegram
pengumuman terbesar


__ADS_3

Diwaktu yang sama di posisi mansion Charles saat ini, seperti biasa, kebanyakan anggota menghabiskan waktu mereka dengan santai.


"Nah, kemampuan pedang mu sudah lebih baik, Shopia"


Ucap Chelsea dengan senyum lembut, memuji Shopia dimana Shopia tersenyum girang karena hal itu, selama 3 tahun ini.


Shopia meminta Chelsea untuk mengajari nya teknik berpedang yang Chelsea gunakan, untuk menjadi kuat, untuk tidak menjadi beban lagi, dia memutuskan untuk menjadi kuat dibawah pelatihan Chelsea.


"Terima kasih banyak!~"


"Tetapi ... Sheilla dan Da vinci akan kembali besok ya?"


Theo bertanya dimana dia sedang berbaring di atas kursi sambil membaca buku keluaran terbaru dari series "dua belas paladin"


"Benar benar, gegara kecerobohan Da vinci, membuat dirinya sekarat dan terpaksa untuk menginap selama beberapa hari disitu"


"Sihir tanpa lingkaran sihir ya? Juliy, bagaimana pendapat mu tentang hal itu?"


Williard kembali bertanya dimana Juliy mengerutkan alis nya dan menatap ke atas langit untuk berpikir.


"Da vinci telah memberi tau ku dasar dasar dari itu, tetapi aku masih belum mengerti cara kerja nya, meski aku bisa sedikit mengeluarkan api tanpa rafalan dan itu juga tidak membakar kulit, tetapi energi sihir yang terpakai itu tidaklah sedikit, sejujurnya aku berpikir sihir yang biasa nya lebih baik meski harus melewati prosedur seperti membuat lingkaran sihir dan merafalkan mantra"


Ucap Juliy diakhiri dengan menghela nafas lelah, temuan baru yang dipikirkan oleh Da vinci, menciptakan suatu elemen tanpa bantuan sihir.


"Hmm, hebat jugaa"


"Benar, bahkan sampai sekarang aku bingung kenapa tidak ada yang menyadari nya, teori yang begitu sederhana, tetapi sulit untuk dipikirkan dengan pikiran yang tertutup"


"Maksud mu?"


"Nah, kau tau, dalam teori sihir, itu diharuskan untuk memakai lingkaran sihir, sekarang aku bertanya, darimana munculnya lingkaran sihir atau layar sihir diudara?"


"Energi sihir?"


Williard menjawab dengan kebingungan, pada akhirnya sihir bukanlah keahlian nya, jadi dia hanya bisa menanggapi.


"Tepat, energi sihir ditubuh manusia, kau menggunakan itu untuk memunculkan lingkaran sihir, nyata nya lingkaran sihir memiliki ratusan rumus didalam nya, dilukis dengan begitu teliti sampai bisa mengeluarkan sihir yang ditetapkan, dan secara tidak sadar, manusia mengeluarkan sedikit energi sihir mereka untuk menciptakan lingkaran sihir diudara, yah, nyata nya itu tidak harus dalam bentuk energi sihir, jika kau menggabar lingkaran sihir yang serupa dikertas atau apapun yang bisa dilukis, maka kau bisa mengeluarkan sihir didalam nya, begitu menarik kan?"


Williard merespon dengan senyuman masam, begitu sulit sampai dia tidak begitu mengerti tentang hal itu, lalu dia membuka mulut nya dan berkata "dasar otak sihir"


"Selamat malam!~"


Ucap seorang gadis, masuk kedalam mansion dengan membuka pintu dimana perhatian seluruh anggota tertuju ke gadis itu.


Mendapati gadis yang terlihat seperti 10 tahun, menyeret sebuah karung ditanah, seperti dia kesulitan untuk mengangkat karung itu, jadi dia memutuskan untuk menyeret nya.


"Ah!~ leina~ ada apa? Malam malam begini?"


Tamara maju dan berjalan ke arah gadis itu dengan senyuman yang sehangat matahari.


"Dengar, para warga memanen beberapa apel hari ini, karena ini begitu banyak jadi kami memutuskan untuk membagikan nya dengan kalian, kalian sudah membantu kami begitu banyak, jadi ini bisa dikatakan sebagai imbalan"


"Padahal tidak perlu repot repot seperti ini"


Ucap Chelsea dengan canggung dimana gadis itu menggelengkan kepala nya.


"Tolong terimalah"


Semua nya tertegun dan tersenyum setelah itu, Theo mengangkat tangan nya untuk mengatakan suatu hal.


"Terima kasih leina, kami akan menikmati apel ini"


"Baik!~"


Setelah itu Leina membungkukkan kepala nya dan pergi dari mansion Charles, dimana Larisa mengangkat karung itu dan membawa nya ke meja.


"Membantu seorang terkadang bukanlah hal yang buruk"

__ADS_1


"Nah, mungkin sarapan besok adalah pai apel"


"Pai apel dipagi hari, kau masih waras?"


"Kyaaaaaaaaa!!!!!!!"


Terdengar suara teriakan gadis kecil, dimana itu adalah teriakan dari Leina, membuat semua anggota tersentak kaget dan berkeringat dingin.


Bergegas pergi keluar dengan membuka pintu.


"Ada apa, Leina?!"


Ketika mereka keluar, mereka mendapati Leina yang berada ditanah, terjatuh sambil menatap sesuatu didepan mereka.


Sosok besar dengan armor putih milik nya, membawa tombak yang besar dan melihat hal itu membuat Leina begitu trauma.


****


Diwaktu yang sama di markas rahasia partu Rouge.


Saat ini, Rumia sedang duduk diruangan pribadi milik nya, mengurus berkas berkas penting dimana dia juga berperan sebagai pemilik tanah disini.


Sebagai pemimpin dari party terbesar dan terkuat, nama nya begitu dikenal, bahkan sampai memiliki daerah nya sendiri.


"Ini, nona rumia, teh anda"


Seorang pria menaruh secangkir teh dengan aroma yang menarik Rumia, tersenyum hangat ke pria itu.


"Terima kasih, Claude"


[Claude oscar monet] [wakil kapten party rouge]


Memiliki penampilan muda dengan rambut nya yang bewarna biru, dan memakai pakaian seorang pelayan pria, semua itu hanya demi melayani Rumia sebagai pemimpin nya.


Claude membungkukkan kepala nya dan berjalan mundur disamping Rumia.


Menaruh seluruh dokumen yang dia urus, dia mengambil cangkir teh itu dan membawa itu ke mulut nya, meneguk nya dengan perlahan.


Mengangguk ke arah Claude dan Claude membungkukkan kepala nya.


"Masuk lah"


Ucap Claude dengan tegas, dan pintu itu terbuka dimana seorang pria masuk kedalam dan berlutut dihadapan Rumia.


"Katakan keperluan mu"


Menggantikan Rumia, Claude bertanya dimana Rumia hanya mendengarkan disini.


"Sosok dengan armor putih muncul secara mendadak di tengah tengah markas"


Ucap pria itu dengan canggung dimana Claude mengerutkan alis nya karena mendengar alasan itu dari nya.


"Urus saja itu sendi----


Sebelum dia menyelesaikan perkataan nya, Rumia mengangkat tangan nya ke arah Claude dimana Claude tersentak dan langsung membungkukkan kepala nya.


"Tapi, nona rumia---"


"Diamlah Claude, itu tamu yang hebat ... sampai aku ingin tertawa hanya dengan mendengar nya"


Ucap Rumia dengan senyuman sinis nya, dan Claude hanya mendengarkan dengan heran, sampai akhirnya Rumia bangun dari kursi nya, mengambil mantel milik nya dan berjalan keluar.


Dimana Claude berjalan mengikuti Rumia dari belakang nya.


Sampai ketika akhirnya mereka sampai ditangah tengah mansion, menatap kebawah dan mendapati kebanyakan anggota mereka yang menodongkan senjata mereka ke arah Armor itu.


Sampai akhirnya, seorang pria menyadari kedatangan Rumia dan langsung membungkuk ke arah Rumia.

__ADS_1


[Michaelangelo Buonarroti] [komandan utama pasukan party Rouge]


"Segala hormat untuk yang mulia, nona Rumia"


Sampai akhirnya semua anggota menyadari kedatangan Rumia, dan berjalan mundur untuk memberi jalan bagi Rumia.


Rumia melewati michael dan michael langsung berdiri dan berjalan dibelakang Rumia, atau lebih tepat nya disamping Claude.


"Kepada boneka sang dewa, selamat datang di istana ku"


Ucap Rumia sambil sedikit membungkukkan tubih nya dengan tangan kiri ke atas dan tangan kanan memegangi jubah nya dan mengangkat itu sedikit ke atas.


Sampai akhirnya, Armor itu membawa pedang nya dan menusukkan itu kelantai, lalu di mulai berlutut dihadapan Rumia.


"Nah ... ceritakan tentang keperluan mu kemari"


Diposisi kembali di mansion Charles.


Secara mendadak, Chelsea menarik pedang nya dan saat ini berada didepan Armor itu, menyerang dengan cepat dan itu berhasil dihindari oleh Armor itu dengan gesit.


Tetapi itu bukan tujuan Chelsea, setelah itu dia berbalik, menggendong Leina dan melompat untuk kabur.


Ketika dia sudah menjauh dari jangkauan Armor itu, puluhan lingkaran sihir tercipta dimana seluruh nya mengarah ke Armor itu.


Itu adalah milik Juliy, tanpa ampun, Juliy mengaktifkan semua nya hingga membuat ledakan yang besar, menghancurkan area sekitar sampai itu menumbangkan pepohonan dengan begitu banyak.


Disini Tamara menyiapkan suatu Barier agar mereka tidak terkena oleh dampak dari ledakan itu.


Setelah itu, mereka mendapati Armor itu dalam keadaan hancur, dan sebagian diri nya yang meleleh.


Tetapi itu tidak berakhir disana, suatu portal tercipta tepat dibawah Armor itu, dan beberapa bayangan hitam keluar disaat semua bayangan itu menarik armor itu masuk kedalam portal.


Melihat hal itu membuat semua nya tersentak kaget dengan mata yang melebar, itu mengingatkan mereka dengan portal yang membawa mereka menuju ke Antegram.


"Portal itu!! Tidak mungkin?!"


"Oi oi, ini itu sama sekali tidak lucu"


Dan setelah beberapa saat setelah Armor itu masuk kedalam portal, Armor yang lainnya keluar dari dalam portal, dengan sebuah pedang besar disamping nya.


Melihat hal itu membuat semua nya tersentak kaget. Sampai ketika armor itu mengambil pedang itu dan menancapkan nya ketanah.


"Tidak mungkin, hidup kembali?!!"


".... tidak, ini sepertinya armor yang berbeda dari sebelum nya"


"Apa yang terjadi?!"


Setelah itu Nezuon keluar dengan panik, dan langsung bingung dengan hal itu, melihat semua anggota nya menatap Armor itu dengan serius.


Sampai ketika Chelsea mulai ingin maju kedepan, tetapi Nezuon langsung menghentikan hal itu dengan menarik lengan nya.


Menbuat nya tersentak kaget akan hal itu dan bingung dengan tindakan dari Nezuon.


"Val??"


"Uh ... akan merepotkan untuk menjelaskan ini, tetapi yah, dia bukan musuh, orang orang tertentu memanggil nya dengan sebutan boneka dewa, dia bertugas untuk memberi informasi terkait dengan antegram"


"Jadi maksud kapten, karena dia berada disini ...?"


"Ya, acara selanjutnya sudah ditentukan"


-diposisi Da vinci dan Sheilla-


Armor itu menarik pedang nya, membuat Da vinci dan Sheilla merespon waspada, sampai akhirnya armor itu menusukkan pedang nya ke tanah, dan berlutut ke arah mereka.


Membuat mereka berdua terdiam heran karena hal itu.

__ADS_1


"Saya datang ketanah ini untuk menyampai kan sesuatu keseluruh pemain antegram ... acara selanjutnya dan yang terakhir akan segera dilaksanakan"


Menyampaikan sesuatu yang tidak masuk akal, tentang acara terakhir, membuat mereka terdiam ... karena kenyataan yang datang secara mendadak.


__ADS_2