Paladin Antegram

Paladin Antegram
munculnya suatu perasaan hangat


__ADS_3

"Hmhn~"


Sheilla mengeluarkan suara yang lucu hingga akhirnya dia membuka mata, dan menemukan wajah Da vinci tepat dihadapan nya.


Sedikit gerakan kedepan, pasti mereka akan berakhir berciuman, tetapi untuk suatu alasan pikiran Sheilla sangat rasional saat ini.


Memundurkan wajah nya, menyingkirkan tangan Da vinci yang memeluk tubuh nya lalu bangun untuk dan mulai berdiri.


Mengangkat poni nya ke atas dan menatap langit-langit pagi yang cerah.


"Baiklah ... kali ini seriusan akan kubunuh pria ini"


Sheilla bergumam dengan nada yang datar sambil menatap tajam ke arah da vinci, menciptakan sebuah belatih dan ...


"Urggg ... tulangku patah"


Karena dia menciptakan Belatih, dan itu berdampak besar pada tubuh nya, apalagi dibagian pinggang nya, dia sangat yakin jika tulangnya banyak yang patah saat ini.


Dia meletakkan kaki nya ditanah dan membungkuk ke arah Da vinci.


"Oy~, bangunlah putri tidur"


Menghilangkan belati yang ia ciptakan, kali ini Sheilla menggoyangkan tubuh Da vinci dengan lembut, dalam kondisi biasa, Sheilla akan membangungkan Da vinci dengan kasar.


Tetapi Tubuh nya sedang cedera kali ini jadi dia mengurungkan niat nya untuk melakukan hal itu, dan lebih memilih untuk bergerak lembut.


Begitu juga dengan barusan, meski dia ingin membunuh Da vinci tetapi dia tidak akan sunggugan untuk membunuh nya.


Jika kejadian berlanjut, maka dia akan berhenti ketika belati nya itu menyentuh leher Da vinci dan mulai menarik nya kembali.


Mendapatkan suatu kesimpulan yaitu mengikat Da vinci dan membuang nya kesungai sebagai hukuman, yah seharus nya dia tidak akan mati jika hanya dilempar kesungai.


"Ngnn"


Da vinci mengerang dan membuka mata nya, dia mulai bangun dengan keadaan setengah tertidur dan berhenti untuk bangun ketika menyadari ada Sheilla dihadapan nya.


Meski masih setengah tertidur, tetapi Da vinci sangat berhati-hati dalam bertindak dan bersyukur jika dia berhenti untuk terus bangun.


Jika tidak wajah mereka akan saling bersentuhan dan akan melakukan sentuhan antara bibir ke bibir.


Sheilla tertegun dan memilih untuk bersikap rasional.


"Selamat pagi, kau nyenyak tidur?"


"O-oh ... selamat pagi" (.....dia tidak marah kan?)


Dia menatap canggung, lalu mulai bangun dari posisi duduk nya dan tentu wajah mereka tidak saling bersentuhan, itu karena Dia bangun ke arah yang berbeda dan Sheilla juga memundurkan wajah nya dan mulai berhenti membungkuk dan duduk ditanah itu.


Da vinci menatap pedang nya yang tersimpan disamping, dan sesekali dia melirik ke arah Sheilla untuk memastikan Sheilla tidak sedang marah.


"Ba-bagaimana keadaan mu?"


"Hmm ... banyak tulang yang patah, dan sepertinya ini cukup gawat"


Sheilla menjawab sambil memeriksa tubuh nya sendiri terutama dibagian pinggang, karena dimasa tua nya, Kareth selalu bermasalah dengan pinggang nya dan itu membuat Sheilla sedikit trauma.


".... kau masih harus beristirahat"


Da vinci bergerak kesamping, memasang kembali pedang nya dipinggang, memegangi tongkat sihir nya itu ditangan kanan dan menginjakkan kaki kanan nya ditanah dalam posisi duduk nya itu.


Memundurkan kedua tangan nya kebelakang dan melirik ke arah Sheilla.


"Naiklah"


Ucap Da vinci dengan datar, meski begitu dia sedang mempersiapkan dirinya saat ini, dan tentu dia juga melawan sebaik mungkin agar serigala tidak bangun.


"O-oh, terima kasih"


Sheilla sedikit gugup akan hal itu dan perlahan mulai berjalan sambil menahan rasa sakit yang dirasakan nya, mendekatkan tubuh nya dipunggung Da vinci.


Merespon hal itu, Da vinci langsung menangkap kaki sheilla dengan baik dan langsung mengarahkan kedua tangan nya paha atas Sheilla untuk mengangkat Sheilla.


Itu sedikit susah mengingat Da vinci sedang memegangi tongkat sihir nya ditangan kanan nya, tetapi dia hanya bisa berusaha saat ini.

__ADS_1


Sheilla sedikit memerah akan hal itu, dan Da vinci mulai menginjakkan kaki kiri nya ketanah dan mendorong tubuh nya agar bisa berdiri.


(Tubuh nya kecil dan sangat ringan ... atau otot ku yang kuat?)


Sheilla mengarahkan tangan nya kedepan dan menyilangi leher Da vinci, lalu mulai mendekapkan wajah nya kebahu Da vinci.


Dan mulai merasakan perasaan yang sangat nyaman.


(Kenapa disini hangat sekali .... ?)


.


.


.


Selama digendong oleh Da vinci, Sheilla menjadi pendiam dan sedikit menurut, itu karena dia sedikit bosan akan hal itu.


(Aku kekurangan elenapower)


Sesekali mereka berhenti dan Da vinci akan memetik sebuah Buah untuk dimakan, melanjutkan perjalanan dan 4 jam berlalu.


Sheilla hanya berdiam diri, sambil mengunyah Buah yang dia pegang, dan Da vinci menyadari ada seseorang dihadapan nya.


Memilih untuk waspada dan merafalkan sihir pelindung diam-diam.


Dilihat dari jumlah nya mereka berjumlah 5 orang, lalu seperti yang kau duga, mereka adalah Nezuon dan Chelsea bersama dengan 3 orang penyihir yang dipinjamkan oleh Rumia.


Nezuon melirik ke arah mereka dan sedikit mewaspadai hal itu.


Tetapi mereka, Da vinci dan Nezuon memilih untuk tidak menatap satu sama lain agar tidak menimbulkan masalah.


Dan karena Sheilla menyandarkan wajah nya dibahu Da vinci, tentu saja dari depan sini Mereka berdua tidak akan bisa mengenali Sheilla.


Mereka saling melewati dijalan ini, tanpa memperdulikan satu sama lain, dan saat salinh melewati, Sheilla yang sedang mengunyah dengan bosan, mengenali 2 diantara mereka.


Melebarkan mata nya dan mengangkat wajah nya.


"O-oh ... kenapa kalian berdua ada disini?"


Begitu juga dengan Nezuon dan Chelsea dan terdiam kaget, hingga akhirnya mereka menghadap kebelakang dan menemukan Seseorang yang mereka kenali.


Chelsea melebarkan mata nya, menatap panik dan berlari ke arah Sheilla.


"S-sheilla?! Apa kau baik-baik saja?!"


"Huh? Siapa kalian ini?"


Da vinci membelokkan tubuh nya dan mundur kebelakang sambil menatap tajam, dan Chelsea berhenti berlari ke arah Sheilla berkat itu.


Disini Nezuon hanya menatap heran.


(Hmm? Pria ini ... dimana aku pernah mengingat nya?)


Nezuon merasakan perasaan yang tidak asing akan Da vinci dan hanya memilih untuk tetap mengingat hal itu, disisi lain 3 orang lainnya hanya menatap dengan heran.


"Yah ... sebenar nya---


"Kau ... apa kita pernah bertemu?"


Chelsea bertanya sambil mengerutkan alis nya dan mencoba untuk mengingat dimana dia pernah bertemu dengan orang ini?


"Huh? Seharus nya itu per--


"Yah ... sedikit meriah disini, tetapi sayang sekali harus kuhentikan disini"


Sheilla menyelah dengan ceriah, "kau diamlah sebentar" dan membisikkan hal itu ditelinga Da vinci.


"Ini temanku, bukankah pernah kukatakan sebelum nya jika aku datang ke antegram bersama dengan temanku?"


Nezuon dan Chelsea memberi respon seperti telah mengingat sesuatu dan mengeluarkan satu kata karena teringat hal itu, "ah".


Memiliki rambut putih : tepat

__ADS_1


Memakai sebuah tongkat : sedikit dipaksakan tetapi juga tepat


Terlihat sangat lemah : ini adalah suatu kesalahan


"Bukankah yang terakhir itu sama sekali tidak tepat?!"


"Yah ... masing-masing orang memiliki penilaian mereka tersendiri~"


"Hmm? Aku tidak melihat arah pembicaraan ini sama sekali"


"Lebih baik kau tidak tau"


"...."


Pada akhirnya Nezuon menyuruh 3 orang penyihir itu untuk memeriksa keadaan Sheilla, dan memberikan sihir penyembuh sebagai pertolongan pertama.


Dan Sheilla dengan patuh membiarkan dirinya disembuhkan ketiga penyihir itu, meskipun Da vinci telah memberikan sihir penyembuh sebelum nya.


Itu masih belum cukup untuk menyembuhkan Luka sheilla, itu hanya menutipinya dan persoalan tentang tulang nya yang retak itu, harus disembuhkan dengan waktu.


Dan Sheilla harus beristirahat sampai dia benar-benar sembuh.


"Umm ... kalian yang telah menjaga Sheilla sampai saat ini kan?"


Da vinci berbicara ke Nezuon, dan ia hanya menanggapi dengan diam, dengan senyum lembut, Da vinci melanjutkan perkataan nya.


"Sheilla itu kuat, tetapi juga ceroboh" Da vinci menyeringai, dan menghadap serius ke arah Nezuon, membungkukkan badan nya ke arah Nezuon dan itu membuat nya tertegun "terima kasih karena telah menyelamatkan Sheilla sebelum nya"


Nezuon tertegun, dan mengalihkan matanya kesamping sambil menggaruk kepala nya.


Dia baru saja merendah diri, dipuji oleh seseorang membuatnya merasa tidak enak, tetapi dia juha tidak bisa menolak rasa terima kasih tulus dari seseorang.


"Fyuuh~~ kau pasti akan menjadi suami yang baik"


Disaat waktu yang bagus itu, ada Chelsea yang menghampiri mereka dan memberi tatapan nakal ke arah Da vinci.


Mendengar hal itu membuat Da vinci memerah, mata nya yang lari kemana-mana sambil menggaruk kepala.


"A-apa ya yang kau maksud?"


"Fufu ... jangan berpura-pura begitu~"


Chelsea menyiku Da vinci dengan lembut, dan Da vinci ingin membantah perkataan Chelsea, tetapi suatu tempat dihatinya merasa senang dan mulai menolak untuk membantah.


Disisi lain, Sheilla hanya menatap bingung ke arah mereka, menggelengkan kepalan nya kesamping untuk memperlihatkan kebingungan nya.


Lalu Sheilla selesai disembuhkan, seperti biasa, Sheilla digendong oleh Da vinci saat ini, membaringkan wajah nya dibahu Da vinci dengan santai.


Dan Chelsea menyeringai dengan senyuman nakal saat melihat mereka berdua.


"Setelah ini kita mau kemana?"


Da vinci bertanya dan Nezuon melirik ke arah nya.


"Yah ... ketempat rekan kami, ini sudah melewati batas waktu pertemuan, tapi yah, pasti baik-baik saja"


Nezuon membalas dengan santai sambil mendongak keatas dengan tambahan kata, toh aku juga kapten nya.


"Hei, apa ini berarti leonardo juga akan masuk ke party kita?"


Chelsea menyerah sambil menatap ke arah Da vinci, lalu dia memberi senyum tipis dan membuka mulut nya.


"Yah, selama kalian mengizinkan, aku tidak masalah"


Sheilla juga masuk ke party ini, jadi aku ingin memasukinya juga, mengakhiri perkataan nya seperti itu sambil melirik ke arah Sheilla.


Dan mata mereka saling bertemu, dan setelah beberapa detik memandangi, mereka berdua serempak memalingkan pandangan mereka dengan ekspresi canggung.


Disisi lain, Nezuon menatap mereka dengan ekspresi senang akan sesuatu.


"Masa muda itu enak ya~"


"Val ... memang nya berapa umur mu?"

__ADS_1


Dan mereka terus berjalan, kembali ketempat Rumia untuk melakukan beberapa hal.


__ADS_2