
SUDUT PANDANG SHEILLA
Pada akhirnya aku memandu orang ini, tanpa konpensasi ... yah, yang lebih penting tentang kenalan pria ini, maxwell.
Sepertinya dia memang kakak nya guirde, kau bisa juga menyebut mereka sebagai partner dalam berdagang.
Dan maksud dari kedatangan nya kemari adalah untuk bertemu dengan guirde, aku tidak tau apapun tujuan nya, dan aku juga tidak memberitau dia jika aku adalah anak dari guirde.
Karena dia memintaku untuk memandu nya kerumah adik nya, yaitu guirde, jadi aku tidak bisa membawanya kerumah, karena guirde sedang berada dihutan.
Alasan paling penting yang membuat ku untuk tidak membawanya kerumah adalah aku tidak bisa memastikan apa pria ini baik atau jahat.
Akan bermasalah jika dia adalah penjahat dan aku membawanya kerumah, dirumah hanya ada quilea, kemungkinan terburuk yang akan terjadi adalah pria ini akan menyerang quilea.
Aku tidak cukup kuat untuk mengalahkan orang dewasa, dan karena itulah aku membawanya ketempat guirde terlebih dahulu.
"Umm ... apa rumah nya guirde berada dihutan"
Dengan heran, pria ini bertanya kepada ku, tentu saja ia akan menanyakan tentang itu, jadi akan kujawab sejujur mungkin.
"Tidak ... tetapi kenalan paman ada didalam hutan"
"Hee ... begitu ya"
Setelah dia berkata seperti itu, suasana kembali menjadi sunyi.
Kh ... tenagaku sudah hampir habis, apa kuminta pria ini menggendong ku saja? Hmmmm.
Disaat aku berpikir seperti itu, terdengar suara teriakan, suara itu tidak asing ditelinga ku dan aku mengenal pemilik suara ini.
"Kakak!! Kaburlah!!"
Itu elena, eh kabur?
Dan dalam sekejap, sebuah bola salju terbang melesat kearah maxwell dan ketika ia menyadari ada bola salju yang melesat ke arah nya, ia hanya terkejut tetapi terlambat untuk menghindar.
Pada akhirnya maxwell terjatuh dan disaat aku ingin memahami situasi yang membingungkan ini, ada ban yang berlari keluar dari semak-semak.
Disaat berlari ada alio, emma, dan shelly ikut keluar dari semak-semak, terutama emma yang langsung menuju ke arah ku, langsung menggapai tangan ku dan menarik nya.
Membuat ku harus mengikuti emma berlari kearah semak-semak. Bersamaan dengan itu, shelly juga mengikuti kami dari belakang.
"Haaah?"
Masuk kedalam semak-semak dan dibalik semak-semak ada elena, emi dan tobi yang sedang ketakutan.
Menyadari itu adalah aku, elena langsung memeluk ku dengan tangisan nya.
"Waaaa!!! Maaf kak, elen lari meninggalkan kakak~~"
"Hah? Tu-tunggu sebentar, apa yang terjadi saat ini?"
Dengan wajah masam aku bertanya ke arah emma dan yang lainnya, tetapi semuanya menatap bingun hingga akhirnya emma angkat bicara.
"Kami sedang menyelamatkan mu"
Dengan wajah bangga yang terlukis diwajah nya, emma mengacungkan jempol nya.
"Tidak tidak tidak, menyelamatkan ku? Dari siapa?"
"Apa yang kau bicarakan? Tentu saja dari penjahat"
Penjahat ... siapa penjahat nya, memikirkan siapa penjahat, hanya satu orang yang terpikirkan oleh ku, benar ... maxwell.
"Jadi permainan ini masih berlanjut?"
"tentu saja!! Dunia tidak akan damai selagi ada penjahat"
"Hah?"
Emi mengangguk untuk menyetujui perkataan emma, anak-anak ini tidak ada harapan, tanpa peringatan mereka langsung melempari maxwell dengan bola salju.
Membayangkan jika si kepala desa yang menjadi target mereka, sudah membuat ku merinding, aku tidak enak kepada maxwell, tetapi berkatnya kepala desa tidak jadi menyentuh akhirat.
Aku berhutang budi padamu~~
Tetapi ini adalah permasalahan yang berbeda, aku harus menghentikan mereka ....
... atau mungkin tidak.
__ADS_1
"Kh ... apa yang kau lakukan, lepaskan aku!!"
Teriak dari ban yang mencoba untuk mengintimidasi maxwell, tetapi sebenar nya ia harus menyadari jika dirinya tidak berada diposisi untuk mengintimidasi.
Kedua kaki ban terikat oleh tali dan kedua tangan nya dikekang oleh maxwell dari belakang.
"Kau pemimpin nya kan? Perintahkan pengikut mu untuk mundur"
Maxwell mengikuti alur dan mencoba untuk mengendalikan suasana.
"Kh ... tidak akan!!"
"Lepaskan komandan!!"
Natalia dengan amarah memerintahkan maxwell melepaskan ban, ya ampun, apa yang dipikirkan anak itu?
"Hmph ... tidak akan"
Gawat, sepertinya maxwell sedang dalam puncak amarah nya, aku harus menghentikannya.
Tetapi yah, aku merasa jika aku menghentikan maxwell menghukum mereka, itu akan berdampak buruk pada mereka.
Bocah-bocah ini harus dimarahi agar berhenti melakukan hal konyol.
Maka, aku memutuskan untuk tidak menghentikan maxwell menghukum mereka, aku menantikan hukuman macam apa yang akan diberikan maxwell kepada mereka. Hihi.
"Hmph ... anak yang nakal harus dihukum"
"Ha? Apa yang ingin kau lakukan?"
Bernyata dengan panik tetapi ban hanya bisa menggeliat agar bisa terlepas dari kekangan maxwell, tapi apa yang bisa dilakukan anak-anak untuk mengalahkan kekuatan orang dewasa?
Ban putus asa untuk bisa kabur dari kekangan maxwell tetapi ia tidak bisa dan hanya bisa menunggu hukuman dari maxwell.
Maxwell mengangkat tangan nya dan menujukan tepat ke arah dahi ban, seperti menuliskan sesuatu ada cahaya yang melekat pada udara tepat didepan dahi ban.
Setelah selesai menulis diudara, maxwell menyentuh tulisan cahaya itu dengan sekali jentikkan dan cahaya itu bergerak masuk kedalam kepala ban.
Apa yang akan terjadi?
"Kuuuuh ... dingiiiin!!"
Ban menerima efek dari apa yang dilakukan oleh maxwell barusan, apa itu sihir?
Berteriak "dingin!!" Apa itu sihir es?
Natalia dan alio hanya bisa menatap heran sampai natalia menbuka mulut.
"Betapa mengerikannya~~"
ucap natalia dengan wajah nya yang memucat.
"Hehe ... ini adalah sihir yang membuat otak kalian menjadi dingin dalam 1 menit"
Jadi begitu, sihir seperti kau kebanyakan mengkomsumsi es dalam waktu yang bersamaan itu akan membuat otak mu kedingingan dan tentu itu akan membuat mu merasa pusing.
Memang benar, itu sihir yang mengerikan .... uh, aku tidak ingin merasakannya~~
Kesampingkan hal itu, ban sudah dihukum dan maxwell mulai melirik kearah natalia dan alio.
Dan natalia dan alio merespon panik dan disaat mereka ingin kabur, maxwell langsung menarik tangan kanan natalia dan tangan kiri alio.
Dengan begitu mereka langsung berhenti, dan mereka langsung menatap kearah maxwell dengan ketakutan.
Dan maxwell hanya menatap mereka dengan senyuman licik diwajah nya, kenapa dia menikmati ini?
Lalu setelah itu, maxwell sudah selesai menghukum mereka bertiga, benar ... hanya bertiga, kami yang bersembunyi dibalik semak-semak tidak dihukum.
Sedari tadi kami hanya menonton apa yang dilakukan maxwell kepada mereka, dan kondisi tobi, lupakan ... ia sudah pingsan sedari tadi.
Langsung saja, ban, natalia dan alio langsung bersujud kehadapan maxwell.
"""Maafkan kami!!"""
Dengan suara yang lantang mereka bertiga meminta maaf kepada maxwell, dan maxwell hanya menatap diam mereka.
Disaat ini, kami memutuskan untuk keluar dari semak-semak dengan beberapa isyarat anggukan kepala.
Pertama yang keluar adalah aku, setelah itu diikuti oleh emma, emi, shelly dan elena.
__ADS_1
Elena dan yang lain menatap maxwell dengan ekspresi khawatir yang menunjukkan jika mereka takut akan terkena sihir yang sama seperti ban, natalia dan alio.
Apa boleh buat, kali ini aku yang akan angkat bicara...
"Maaf, paman maxwell, teman-teman ku sedikit nakal"
Tenang saja, akan kumakan mereka nanti.
"Ah ... mereka teman mu?"
"Yah, tentu saja"
Lagipula kenapa dia masih bertanya? Bukankah waktu pertama bertemu, terlihat dengan jelas jika aku sedang bersama mereka?
"Jadi, karena mereka teman mu, kamu ingin saya melepaskan mereka?"
"Tepat sekali, senang kita bisa memahami"
Aku sudah putus asa, pria ini, maxwell, mencoba untuk mengintimidasiku ... dan entah kenapa aku merasa sedikit tekanan darinya.
"Begitu ya, tapi saya akan menolak"
"Hah?"
Orang ini, apa yang dia bicarakan?
"Awal nya, kalian yang menyerang saya, jadi saya juga harus memberikan balasan yang setimpal"
Orang ini serius, waah .... kekanak kanakan, disaat yang sama, semua orang memikirkan hal yang sama, "ah, aku tidak ingin menjadi orang dewasa sepertinya"
Maxwell, kesan mereka terhadap kau semakin menurun, tapi aku tidak bisa menghentikan ini, tetapi yah ... setidak nya aku bisa menyelamatkan diriku dan elena.
Tentu, aku harus menjual teman-teman ku, yah ... lagipula aku baru saja berteman dengan mereka hari ini, jadi seharus nya aku tidak terlalu mengkhawatirkan mereka.
Maaf ya, temenan nya besok saja~~
"Setidak nya biarkan elena bebas"
Disaat yang sama, mereka semua melihat ku.
Sepertinya mereka merasakan sebuah drama ku seperti aku rela berkorban demi elena.
"Elena? Siapa elena?"
"Adikku"
"Adikmu?"
Maxwell langsung melihat gadis yang tepat berada disampingku, memegang erat tangan ku, dia adalah elena.
Sekejap wajah maxwell berubah seperti memikirkan sesuatu yang membuat nya seperti mengerti suatu hal.
"Begitu ... tetapi aku tidak berencana untuk membebaskan mereka, tetapi karena kau sepertinya tidak terlibat dengan mereka jadi aku tidak berencana untuk menghukum mu"
"Heee ... meskipun kami keponakkan paman?"
"Meski begitu aku tidak peduli, hmm? Keponakan katamu?"
Disaat yang sama, semua pandangan mereka berubah menjadi kebingungan, tentu saja ... aku juga sedang bertaruh kau tau?
"Ya ... kalau tidak salah, nama adik paman bernama guirde, kan? Dan kami berdua adalah anak guirde,"
Maxwell langsung memasang wajah kaget, dan begitu juga dengan semuanya termasuk elena, mereka menatap ku dengan rasa ingin tahu.
Tetapi aku menghiraukan pandangan mereka, itu menggangguku.
"Kau anaknya guirde? ..... , oh, jadi karena itu hanya rambut mu yang bewarna hitam, begitu ya-- berani juga kau, guirde"
Sekejap, maxwell memasang wajah masam, eh ... apa aku telah mengatakan sesuatu yang buruk? Apa begitu?
Lalu maxwell bergerak kearah kami, tepat nya kearah ku, dan dia menunduk kearah ku dan menunjukkan senyum nya.
"Bawa aku ketempat guirde, se~ka~rang ju~ga~~"
"Ke-kekerasan dilarang~~"
Meski tersenyum, entah kenapa itu sangat menakut kan, dan itu sangat mirip ketika quilea marah, meskipun maxwell adalah pria.
Langsung saja aku dan elena pergi ketempat guirde, ini sudah sore, jadi seharus nya guirde sudah mau pulang kerumah sekarang.
__ADS_1
Untuk yang lainnya, kusuruh pulang, karena sepertinya ini akan menjadi konflik keluarga. Aku tidak ingin melibatkan mereka.
Lagipula aku sangat merasa bersalah kepasa guirde saat ini, maaf papa--