
"Hei, senior, apa tidak masalah jika kita belum bergerak?"
Ucap Da vinci sambil mengelus kalung nya yang bewarna ungu pekat itu, tetapi juga terlihat indah dimana dia seperti mengeluarkan cahaya terang yang terus bergerak didalam nya.
Theo menoleh dan mendapati Da vinci duduk disebuah kursi, meskipun saat ini dia masih berbaring di atas tempat tidur yang berada dilantai.
"Ah, ya ... malam ini kita akan bergerak"
"Hah?! Malam ini?"
"Yap ... tepat setelah semua orang tertidur"
"Aku belum mengetahui soal ini kau tau?"
Da vinci merespon dengan ekspresi masam dan Theo hanya terkekeh.
"Karena aku belum memberitahumu"
Mendengar jawaban singkat dari Theo, Da vinci terdiam hingga akhirnya dia menghela nafas.
"Bukankah tenggat nya masih tersisa 6 hari lagi?"
"Yah ... sesuatu yang tidak terduga telah terjadi, atau apa? Hmm? Apa kau tipe orang yang akan melakukan sesuatu di hari terakhir?"
Banyak orang yang sering melakukannya hanya dengan satu kata bijak dari tuan tentakel, itu kata bijak yang membuat orang pintar menjadi malas dan orang malas akan tambah parah.
Kesampingkan hal itu, Da vinci mulai berdiri dan pergi keluar.
"Aku tidak akan bergadang semalaman jika aku penganut detik penghabisan"
###
Mereka saat ini sedang menginap disebuah penginapan dan tentu saja mereka menyediakan sebuah pelayanan khusus untuk itu.
Tetapi Da vinci tidak tertarik karena lubang yang ia incar hanya satu, karena hal itu dia menolak dengan tegas dan Theo merespon kecewa.
Meskipun mereka berdua hampir tidak bisa tidur saat malam hari karena suara desahan disekitar, atau lebih tepat nya diruangan sebelah.
Mereka terlalu bersemangat untuk melakukan itu sampai Da vinci mendoakan kesehatan para pekerja.
Mereka tidak melakukan itu disiang hari karena aturan yang tertulis, mereka hanya bisa mematuhi hal itu untuk bersemangat dimalam hari.
Disaat Da vinci keluar dari penginapan ini dan menemukan banyak orang sedang berjalan dihadapan nya, bagaimana pun ini adalah distrik yang terkenal.
(Tentu akan banyak mendatangkan pengunjung yang nakal)
"Hmm ... Da vinci?"
Seseorang memanggil namanya dan dia spontan menghadap ke arah suara itu, menundukkan pandangan nya kebawah dan menemukan alice yang sedang duduk dikursi tepat didepan penginapan ini.
Pakaian nya lumayan terbuka dimana dia hanya memakai beberapa kain yang disediakan oleh penginapan untuk menutupi tubuh.
Dan Da vinci sedikit memerah ketika melihat pakaian yang dikenakan oleh nya, Da vinci mengakui, jika Alice itu cantik dan menawan.
Tetapi jangan coba mendekatinya karena dia mempunyai penjaga yang selalu menjaga nya meski dia sedang tidak ada disini.
"O-oh ... hanya mengubah suasana"
"Fufu ... begitu, kalau begitu duduklah disamping"
Alice tersenyum lembut dimana Da vinci tertegun oleh hal itu, dia mulai berjalan dan duduk disamping Alice.
Alice menyeringai senang dengan wajah imut nya.
Mereka hanya diam dengan tenang sambil melihat orang-orang berjalan, bagaimana pun juga ini adalah distrik yang hidup, setiap hari sudah seperti festival disini.
Lalu sebuah melodi terdengar, dimana Da vinci melirik orang disamping nya, mendapati Alice sedang bersiul dengan suaranya yang sangat indah dan menenangkan.
Mendengar dengan tenang sampai waktu terasa berjalan lambat.
Dan Da vinci menyadari sesuatu, menatap kesamping nya dimana sebuah tendangan mengarah ke arah nya.
Menendang dengan kuat tetapi sampai didetik terakhir nya Da vinci masih bisa mengangkat tangan kanan nya ke atas wajah untuk menahan serangan.
Tetapi tendangan itu terlalu kuat sampai Da vinci terhempas jauh dan mengenai sebuah rumah dimana dinding rumah itu langsung hancur.
"Da vinci!!"
__ADS_1
Alice berteriak dan tangan kanan nya dipegang oleh seseorang, orang itu menarik lengan nya dan membuat Alice mengikuti alur lalu melempar Alice ke sebuah lingakaran sihir.
Menabrak lingakaran sihir itu, lalu alice terjatuh ketanah, tetapi sebelum dia benar-benar terjatuh, sebuah rantai besi keluar dari lingkaran sihir dan mengikat kedua lengan dan kaki nya.
"Hah?"
Rantai besi itu menarik kedalam lingkaran sihir sampai membuat Alice kembali berdiri dan tubuh nya langsung tertempel dilingkaran itu, dengan bentuk yang tidak asing dimana itu terlihat seperti di rosario.
"Hmm~ lebih dari yang kuduga, kau cantik juga"
Ucap pria itu, memperlihatkan senyuman puas nya, dia adalah Pho, pemimpin dari party juugo dan pendiri distrik ini.
Dengan kejadian tadi banyak orang yang berteriak, menonton kejadian ini, dan bahkan dari mereka berlari ke arah Da vinci untuk melihat kondisi nya.
"Huh!?" (Kenapa Pho ada disini? Sial, ini melenceng dari rencananya!!)
Theo berlari mengambil pedang nya dan pedang satu tangan milik Da vinci, Da vinci tidak akan bisa bertarung tanpa memakai pedang nya untuk pertahanan tubuh nya.
Disisi lain, dimana Da vinci merasakan sakit yang menyakitkan ditubuh nya, tendangan itu sangat kuat sampai bisa membuat Da vinci menghancurkan sebuah dinding yang terbuat dari bata, dan dia tidak sempat untuk menciptakan sebuah sihir pelindung dimana itu terasa menyakitkan baginya.
"aduh aduh"
Da vinci memegangi kepala nya dan mulai berdiri dengan susah.
(Sial ... apa-apaan? Tidak kusangka aku akan ditendang oleh orang asing)
Da vinci mulai keluar melewati lubang didinding yang hancur itu, tetapi setelah itu dia menyadari seorang pria dengan tubuh yang besar tepat berada disamping nya, meluncurkan sebuah tinjuan dan Da vinci tersentak kaget.
"Sial, lagi?"
Tinjuan itu mengenai Da vinci, tetapi dia berhasil menahan nya meskipun dia sedang kesusahan dimana dia hampir dipaksa untuk berlutut di tanah, dan dia berusaha keras untuk menahan serangan itu.
Terlihat jelas jika kalung milik Da vinci mengeluarkan cahaya terang, dan tangan nya terdapat sebuah lingkaran sihir untuk menahan tinjuan dari pria besar ini.
Tetapi meski dia bisa menahan serangan, dia belum tentu bisa menang dalam adu kekuatan dimana perbedaan otot mereka bagaikan semut dan kucing, jadi dia mendorong tanah dan dia sedikit mengangkat tangan musuh yang besar itu.
(Apa yang dia makan sampai menjadi sebesar ini? Huh?)
Da vinci hanya terfokus ke tangan yang menimpa nya, sampai dia terlambat menyadari jika pria besar ini melancarkan serangan lagi dengan tangan kanan nya.
"Sial ... " (jika aku tidak ingin mengganti rugi rumah-rumah yang hancur disini)
Da vinci menghela nafas lelah dan mengubah ekspresi nya menjadi serius, kalung nya kembali menjadi terang dan tubuh nya mulai terangkat dimana dia perlahan melayang diudara saat ini.
(Fyuuh ... untung aku menyelesaikan sihir ini tepat waktu)
Sihir terbang, sebelum nya masih didalam tahap percobaan dan sekarang sudah mendekati kata sempurna, jika Da vinci bisa menang maka dia akan menganggap sihir ini tidak ada masalah dan mempublikasikannya.
Tetapi sayang nya sihir terbang sudah terdapat di dalam antegram dimana dia sedikit frustasi untuk itu.
Dia perlahan mulai bergerak kedepan, memegangi genteng dan semua orang hanya menatap dengan heran.
Da vinci mendapati seorang pria besar dihadapan nya, melancarkan sebuah tinjuan dan Da vinci menyadari hal itu tepat 1 detik sebelum serangan itu mengenai wajah nya.
Memukul kuat wajah nya dan dia langsung terhempas jauh.
Disisi lain, Theo keluar dari penginapan itu dan langsung menebas Pho ketika menyadari keberadaan Alice yang tertempel dilingkaran sihir itu.
"Hmm? Siapa kamu?"
Ucap Pho dengan jengkel, dan Theo menyadari jika serangan nya ditahan oleh suatu barier dimana Theo menekan pedang dan terjadi suatu gesekan antara pedang dengan barier itu.
Alice menatap kaget dan mencoba untuk berteriak memanggil Theo, tetapi disaat dia berpikir untuk melakukan itu, lingkaran sihir itu bergerak kesamping dengan kecepatan penuh.
"Kyaaaaa!!"
"Alice!!"
"Tidak sopan untuk mengalihkan pandangan ketika sedang bertarung dengan musuh"
Sebuah pedang bergerak dan menyerang ke arah Theo, tetapi dia menyadari hal itu dan menghindari di detik terakhir.
Theo melompat kebelakang dan mendapai sebuah pedang sedang melayang di sisi Pho.
Hingga akhir nya Pho mengambil pedang magis itu dan mengayunkan nya..
"Hmm-- sudah kuduga aku tidak cocok memakai pedang"
__ADS_1
Pho melepas genggaman nya dan membiarkan pedang itu tetap melayang.
Disisi lain, Tempat alice berada dimana dia masih panik ketika lingkaran ini bergerak dengan sendirinya.
Tetapi lingkaran itu langsung berhenti ketika sudah menjauh dari tempat Theo dan Pho berada.
(Apa lingkaran sihir ini mencoba untuk menjauhkan ku dari Theo dan Da vinci?)
Alice dengan frustasi memperhatikan sekitar dimana dia sedang menjadi bahan tontonan seluruh orang disekitar, tetapi dia mencoba untuk menahan malu nya.
"Hah? Bayar katamu?!! Sekarang katakan apa kau masih ingin meminta bayaran atau kau mati disini!!"
Ucap seseorang dengan kasar sambil mengarahkan belati nya ke pedagang setempat, demi keselamatan nyawanya, pedagang itu menganggukkan kepala nya dan membiarkan pria itu mendapatkan makanan gratis.
Tidak ada yang berani menegur nya, dengan tubuh besar nya dan wajah nya yang menyeramkan itu, dia berhasil membungkam orang lain, dia adalah abel, wakil pemimpin party juugo.
Memakan tusukan daging itu dengan lahap dan mendapati seorang alice dihadapan nya, tetap terus mengunyah daging dan memasukkan porsi yang lebih kedalam mulut.
Mendekati Alice sambil menjatuhkan tusukan daging itu ketanah.
Menekan dagu alice ke atas dengan kasar dan Abel hanya menatap, dimana saat ini Alice memberi tatapan kesusahan dimana dia bahkan tidak bisa bergerak saat ini.
"MENJAUHLAH ... DARI NONA ALICE!!!!"
Teriak seseorang sambil melompat dari atap ke atap lain nya dan langsung menerjang tepat ke arah Abel, menebas Abel tetapi itu bisa dihindari dengan mudah oleh nya.
Abel tersenyum licik dan langsung melancarkan sebuah tendangan ketika dia menghindari serangan Relugus.
"Relugus!!"
Relugus terjatuh ditanah dan Abel perlahan berjalan ke arah nya, tetapi tidak butuh waktu yang lama untuk Relugus mendapat kesadaran nya kembali dan langsung berdiri.
Melirik kearah Alice untuk memeriksa keadaan nya lalu dia kembali menatap tajam ke arah musuh nya itu.
Memasang kuda-kuda bertahan dan bersiap untuk bentrokan dengan musuh nya, disisi lain, Abel menarik sebuah pedang satu tangan dipinggang nya.
"Jangan buang waktuku"
Ucap Abel dengan menyeringai meski itu diungkapkan dengan dialog kekesalan tetapi suasana hatinya saat ini tidak konstan dengan hal itu.
Relugus mengeluarkan keringat untuk mewaspadai Abel lebih jauh.
Sekarang ... saat ini, sedang terjadi pertempuran final untuk tugas khusus?!
###
Disisi lain, Da vinci mulai tersadar dan menatap langit-langit yang cerah.
(Berapa lama aku pingsan?)
Da vinci mendongakkan matanya kebawah dan melihat tubuh nya, lalu melirik ke area sekitar dimana penuh dengan kayu yang patah dan batu bata yang hancur.
Dia mulai berdiri dengan kesusahan dan mendapati insting nya mengatakan bahwa bahaya mendekat, seperti namanya, pria besar itu berlari dengan cepat menabrak area sekitar tanpa berpikir dua kali bahkan dinding rumah bata sekalipun langsung hancur.
"Sial"
Disaat ini, Da vinci mulai mengingat semuanya dan langsung mengarahkan tangan ketengah dan menggerakkan ke samping dimana itu membentuk sebuah layar sihir.
Dalam 2 bulan ini, Da vinci sudah hampir memperlajari tentang sihir di antegram, lalu suatu hari, dia membongkar tongkat sihir nya dan mengambil kristal sihir yang terpusat diujung nya itu.
Kristal sihir digunakan untuk memperkuat sihir yang digunakan, dan memasukkannya kedalam tongkat adalah hal yang konyol atau umum bagi ahli sihir.
Karena itulah dia mengambil kristal sihir itu dan membuatnya menjadi kalung, setidaknya selama dia masih berada di area kristal sihir itu, dia bisa menggunakan sihir dengan jauh lebih kuat.
Tidak hanya itu, teori tentang layar sihir adalah hal yang luar biasa, dengan adanya itu, berbagai jenis sihir yang mustahil diciptakan akan menjadi mungkin
Bagi penggila sihir seperti Da vinci, Antegram adalah surganya pengetahuan akan sihir..
Bahkan, Da vinci menyadari jika masuk kedalam antegram merupakan keberuntungan tersendiri baginya dan karena dengan itu, dia merasa semakin dekat dengan sihir teleportasi.
Tetapi, dia harus menerima kenyataan bahwa sihir teleportasi adalah sihir yang sulit untuk digunakan, resep lingkaran sihir yang harus dimasukkan kedalam layar sihir itu sangat banyak yang membuat nya rumit.
Setidaknya dia menyadari jika menciptakan sihir teleportasi adalah hal yang mustahil hanya dengan waktu 2 bulan, dia memerlukan waktu yang lebih.
"Teknik sihir ... aea!"
Da vinci berteriak dan layar sihir itu bergejolak yang membuat area sekitar hancur dan itu mengarah ke arah pria besar itu.
__ADS_1