Paladin Antegram

Paladin Antegram
menginap untuk sehari


__ADS_3

"Kami dari party rouge, mengucapkan permintaan maaf atas apa yang telah terjadi"


Rumia menundukkan kepala nya ketika Nezuon dan lainnya sampai, dan Rumia langsung menundukkan kepala nya.


Meminta maaf dengan tulus dan Nezuon hanya menatap dengan masam.


"Yah ... kau tidak salah disini, jadi berhentilah menundukkan kepala mu"


Nezuon menyela untuk berusaha membuat Rumia berhenti menundukkan kepala nya, disisi lain Sheilla hanya memasang wajah masam.


(Apa cuman perasaan ku jika setiap kali aku bertarung, maka semua akan berakhir sia-sia?)


Seperti bertarung dengan edward dan itu berakhir dengan buruk, lalu kali ini bertarung dengan Albus dan itu semua menjadi sia-sia.


Tetapi tidak semuanya, pertarungan Sheilla melawan minotaur itu mungkin juga berakhir dengan buruk dimana mereka harus terlibat kedalam masalah keluarga.


Tetapi berkat itu dia bisa melindungi Elena jadi seharusnya itu tidak terlalu buruk.


"Umm ... Sheilla perlu beristirahat, bisakah kami mendapatkan tempat tidur untuk nya?"


Da vinci menyela dan Rumia sedikit terkejut akan hal itu, segera berdiri tegak dan membuka mulut nya.


"Ya ... tentu, akan segera kami siapkan"


Memberi senyuman lembut yang akan meluluhkan semua lelaki, tetapi untuk suatu alasan Nezuon tidak pernah menganggap Rumia sebagai wanita dewasa dan dia tidak tertarik dengan anak kecil.


Disisi lain, Da vinci juga tidak terlalu berpengaruh akan senyuman lembut itu.


Sebaliknya Da vinci memberi senyuman ramah dan sedikit menundukkan tubuh nya.


"Terima kasih banyak"


"O-oh oy- jangan tiba-tiba menunduk"


"Ah ... maaf"


Sheilla terkejut karena Da vinci tiba-tiba menundukkan sedikit tubuh nya dan sesaat dia berpikir apakah dia akan jatuh, tetapi untung lah Da vinci selalu memegang erat Sheilla, jadi dia tidak akan mudah jatuh.


Lebih dari itu, Sheilla memeluk Da vinci lebih erat dari sebelum nya dan itu bagaikan serangan pencabut nyawa bagi Da vinci.


Sheilla melirik ke arah Da vinci dengan wajah memerah, dan Da vinci hanya tetap menatap kedepan dengan ekspresi canggung.


Mulai berjalan mengikuti Rumia yang sedang mencoba untuk mengantar mereka ketempat istirahat mereka.


###


Beberapa jam telah berlalu, banyak yang telah terjadi selama beberapa jam itu dan malam telah tiba.


"Karena aku tidur seharian jadi aku sama sekali tidak mengantuk"


Ucap Sheilla dengan ekspresi masam dan Da vinci hanya menanggapi dengan ekspresi canggung.


"Yah ... kau dengar perkataan Nezuon kan? Besok pagi kita akan berangkat"


Da vinci mulai menanggapi sambil menyulurkan tangan nya, dimaba tangan nya itu memegang sebuah sendok yang berisi white stew, dan Sheilla membuka mulut nya dan memakan White stew itu dengan wajah yang sedikit memerah.


Singkat nya, kedua tangan Sheilla patah dan Da vinci harus menyuapinya untuk makan, dan lebih dari itu, tatapan nakal yang dikeluarkan dari Chelsea sangat membuat Da vinci tertekan.


Mengunyah white stew itu dengan semangat dan Sheilla mulai berbicara dengan kesal.


"Sebaiknya kau temani aku malam ini sampai aku tertidur, lalu kau juga berhutang untuk bersujud 3 jam kepada ku"


"Aye ... dimengerti"


Da vinci mengambil white stew diwadah piring kayu itu dan mulai mengarahkan sendok itu ke mulut Sheilla.


Memasukkan nya kemulut dan memakan itu dengan lahap.


(Kenapa sifat nya berubah menjadi manja akhir-akhir ini?)


Da vinci mulai memikirkan hal-hal yang aneh dengan ekspresi canggung dan mulai mengulangi pergerakan yang sama sampai makanan itu habis.


Setelah itu, dia mulai berdiri dan mulai berjalan keluar dari tenda.


"Aku akan mengantar piring ini dulu"


"Umu ... pastikan kau cepat kembali"

__ADS_1


"Aye"


Da vinci menggeser tirai yang menutup tenda ini dan mulai pergi keluar dari tenda.


"Yuyu~ mesra sekali~"


Ucap seseorang dengan nada genit dan membuat Da vinci terkejut dan mundur kebelakang, dia adalah Chelsea.


"Se-senior?"


"Yah ... masa muda itu enak ya"


"Hubungan kami tidak seperti bayangan anda"


Da vinci memalingkan pandangan nya dengan wajah memerah, dan mendengar hal itu membuat Chelsea semakin melebarkan senyuman nakal nya.


"Tidak ada yang tau dengan masa depan lho~"


"Ugh....."


Masih banyak kemungkinan yang akan terjadi dimasa depan, dan mungkin salah satunya adalah masa depan dimana Sheilla dan Da vinci menjalin sebuah hubungan seperti ditakdir pertama.


Tetapi tidak ada yang tau tentang takdir kedua.


Menanggapi perkataan Chelsea, Da vinci hanya memasang wajah masam.


Hingga akhirnya dia mendekatkan badan nya dengan girang ke Da vinci.


"Yah ... aku tau jika Sheilla itu kuat, tetapi bukankah kau menyadarinya juga? Kau yang selalu disisi nya setiap saat, pasti kau sudah menyadarinya, mau sekuat apapun sheilla saat ini, dia hanyalah seorang gadis berumur 13, lalu terlibat ke permainan kematian dimana tidak ada jalan kembali nya ini, pasti dia juga akan merasakan ketakutan akan kesendirian, tidak ada orang yang dikenal, hanya kau, orang yang bisa dipercaya"


Mendengar hal itu membuat Da vinci memasang ekspresi prihatin, karena dia tidak pernah memikirkan apakah Sheilla akan merasa takut atau tidak.


Karena selama ini Sheilla tidak pernah memperlihatkan ketakutannya kesemua orang, dia hanya menyimpan semuanya sendiri tanpa mempunyai niat untuk memberitahu orang lain.


Seperti yang dikatakan oleh Chelsea, meski Sheilla memiliki ingatan utuh dari seorang Kareth, pada akhirnya dia hanyalah gadis yang masih berumur 13 tahun.


Dan Da vinci menyadari hal itu.


Setelah itu, Chelsea menepuk punggung Da vinci dengan sangat kuat sampai Da vinci terdorong kedepan dan hampir menjatuhkan piring yang ia pegang.


"Pastikan kau melindunginya~!"


"Haaah~ tanpa senior beritahu pun" (aku akan melindunginya ..... hmm? Tidak bisa kembali?)


Da vinci terdiam, jika diingat kembali, Da vinci masih belum terlalu mengetahui tentang antegram.


Dengan panik Da vinci masuk kedalam tenda.


"Shei! Apa maksudnya dengan tidak bisa pulang?!"


"Waa!! Kau membuatku kaget!!"


###


SUDUT PANDANG SHEILLA


Dan begitulah .... aku memberitahu semuanya kepada Da vinci, dia begitu cerewet.


Yah ... meskipun sudah kuberitahu semua yang kutahu, tampak nya dia masih belum puas, yah ... bukan berarti aku juga puas dengan informasi yang kudapatkan.


Masih banyak yang tidak kuketahui, tetapi yang pastinya ini adalah dimensi yang berbeda dari dunia kedua.


Yang berarti ini bukanlah dunia lain ... coba kuingat, sejak datang ke dimensi yang bernama antegram ini banyak hal yang telah terjadi dan semuanya itu adalah pertarungan.


Dan itu bahkan masih belum sehari sejak kedatangan kami ke antegram, ini masih 12 jam sejak saat ini!!


Tetapi untung saja aku bisa beristirahat dengan tenang disini, sudah kuduga berbaring adalah yang terbaik, tetapi juga sakit karena cedera yang kualami.


Apa ada perlindungan anak didimensi ini?


"Singkatnya ... selama permainan belum berakhir, seluruh pemain yang ada di antegram tidak bisa kembali? Lalu, 400 tahun sejak antegram didirikan tetapi masih belum terungkap cara mengakhirinya?"


Da vinci duduk di kursi tepat disamping kasur ini dan menutup kedua mulut nya dengan serius.


"Da-


"Maaf ... aku masih bingung, bisakah kau memberiku waktu?"

__ADS_1


Suara ku berhenti keluar, entah kenapa ... aku tidak bisa mengeluarkan suaraku, menutup mulutku dengan fustrasi menggenggam erat selimut yang menyelimuti kaki ku.


"Hei ... kau ingat, tentang adik yang kuceritakan sebelum nya?"


Mendengar kata-kata itu, membuatku sedikit senang, itu karena Da vinci memulai pembicaraan.


"Um ... aku masih mengingatnya"


Da vinci tersenyum tipis hingga akhirnya dia membuka mulut lagi.


"Aku sebenar nya adalah bangsawan di kerajaan shuura, Da vinci, itu nama keluarga kami, reputasi keluarga kami cukup bagus sampai terbilang cukup dekat dengan raja, dan aku bangga dengan keluarga ku, tapi suatu hari, orang tua ku meninggal dalam kecelakaan, kereta mereka bertemu dengan wyvern, tentu itu membuatku sedih, tetapi tidak hanya itu, perebutan kekuasaan terjadi, dimana kebanyakan bangsawan ingin mengambil alih keluarga Da vinci, mereka melakukan itu dengan cara menikahkan anak mereka ke diriku, itulah yang kuduga, yang mereka incar adalah adikku, agar bisa mengambil alih Da vinci sepenuh nya, mereka harus menikah kan anak lelaki mereka dengan adikku, yah ... itu karena adikku adalah perempuan, jadi seluruh hak akan menjadi sang suami, dan kami berada didalam posisi yang membuat kami tidak bisa menolak dan hingga akhirnya adikku bertunangan dengan salah satu dari mereka, dia masih 6 tahun kau tau? Dia masih terlalu kecil dan aku tidak mempunyai cukup kekuatan untuk itu, karena itulah aku pergi ke akademi Xirius, itu semua agar aku bisa mendapat kekuasaan dan kekuatan yang membuatku melindunginya, tapi ... tapi ... jika aku tidak bisa kembali---


Da vinci tersentak dan menghentikan perkataan nya, mengeluarkan air mata dan menutupinya dengan tangan kiri sambil menahan siku dikaki nya.


Aku tersentak juga, seperti perasaan sedih da vinci dikirim kediriku, tanpa kusadari, tubuh ku bergerak sendiri dan memeluk Da vinci dengan erat.


Meski ini membuat tubuh ku menjadi sakit, tetapi ... aku tidak bisa menghentikannya.


"Pulang ... kita akan pulang, pasti, meski tidak ada caranya, maka kita hanya harus mencarinya, jika tidak ada jalan maka kita akan membuat nya, sedikit demi sedikit, ya? ... melalui ini dengan perlahan, pasti ...." aku berhenti memeluk Da vinci dan menatap nya sambil tersenyum "kita akan kembali, kerumah kita masing-masing"


Mendengar perkataan ku, Da vinci terdiam dan hanya menatap wajahku dengan mengangkat sedikit mulut nya, sesaat kupikir dia akan melakukan sesuatu, tetapi tidak, dia menutup nya kembali dan tersenyum tipis.


"Tidak kusangkah aku akan disemangati oleh seorang Sheilla~"


"Hah? Tidak sopan sekali!!"


Apa maksud nya dengan "seorang Sheilla itu" ?! Padahal aku sudah memilih perkataan yang bagus dan mengungkapkannya.


Tetapi tidak kusangkah akan direspon seperti itu ... sudah kuduga seharusnya kubunuh saja dia saat itu.


Da vinci mulai tertawa terbahak-bahak dan membuatku lebih kesal dari sebelum nya, mengalihkan pandanganku kesamping dengan cemberut tetapi kedua pipiku disentuh oleh dua tangan yang berbeda.


Memaksaku untuk kembali menatap kehadapan nya, dan dia memberikan senyuman lembut saat ini.


jantung ku berdetak kencang dan entah kenapa aku terasa sangat panas disini.


Ah ... apa-apaan perasaan ini? Menakutkan!!


"Aku sudah kembali tenang, terima kasih~"


Ucap Da vinci sambil menyeringai dan membuatku sedikit tertegun.


"O-oh ... bukan masalah besar"


Mataku berkeliaran kemana-mana dan sesekali menatap Da vinci meski itu cuman sesaat, mungkin cuman perasaan ku atau wajahku sangat memerah saat ini.


Ya ampun, apa ini demam? Ya, demam adalah penyakit langganan ku, jadi tidak aneh jika ku terkena demam.


Mari anggap ini demam, dan pergi memeriksanya nanti ....


hah-, apa ada fasilitas kesehatan disini?


[2 juni 710, kalender suci]


Waktu berlalu, kita harus melewati bagian dimana Da vinci seriusan bersujud selama 3 jam dan sekarang sudah pagi hari.


Aku terbangun dari tidurku, membuka mata dan menatap atap-atap.


Ingin rasanya mengatakan "atap-atap yang tidak kukenal" tetapi mari relakan kalimat itu dan ayo katakan kalimat ini.


"Atap-atap yang kukenal"


Meski aku baru mengenal nya kemarin tetapi tetap saja kenal ... ngomong-ngomong itu adalah kalimat no 20 yang paling ingin kukatakan.


Selama ini aku tidak pernah mengatakan nya karena penulis selalu fokus ke sudut pandang narator dimana adegan aku mengungkap kalimat itu .... tidak pernah ada!!


Untuk ku sangat memohon agar bisa memperbanyak cerita ke sudut pandang diriku. Bahkan terasa sangat lama sejak aku melontarkan lelucon.


Yah ... kesampingkan hal itu, aku menyadari seorang disamping ku, melipat tangan nya, dan menggunakan itu sebagai bantal untuk tidur.


Duduk dikursi dan setengah berbaring ditempat tidur ini, dia adalah Da vinci, tertidur dengan pulas dan semakin membuatku ingin untuk membangunkannya.


Hmm, tidak, kata membangunkan tidak cocok, mungkin mengejutkanlah yang paling cocok.


Tetapi untuk kali ini kuurungkan niat ku, aku memiliki hati disini, jadi aku akan menggunakannya sekali-sekali untuk kebaikan.


Da vinci menyelamatkan ku ketika jatuh dari jurang, menggendongku, menyuapiku makan dan bahkan tidur disamping ku meski aku tidak meminta yang ini.

__ADS_1


Yah ... bagaimanapun ini adalah hari bepergian untuk kembali ke markas party ini yang belum pernah kutemui bahkan nama party ini aku tidak tau.


Aku harap ini party yang bagus


__ADS_2