
"Ah! Bukankah ini Da vinci!!"
Ucap seseorang dengan suara yang keras, memperlihatkan sosok nya, mempunyai kulit hitam dan rambut keriting tetapi itu terikat rapi.
"Relugus?"
Da vinci tersentak kaget melihat kenalan yang ia dapatkan ketika pertama kali masuk kedalam antegram, Relugus mulai menghampiri dengan ceria dan menepuk pundak Da vinci beberapa kali.
"Oalah, ternyata kau masih hidup~ hebat juga kau bisa bertahan hidup dari gelombang kekacauan seperti itu~"
"Yah ... berkat anda"
Da vinci membalas dengan masam dan menahan meja agar dirinya tidak terjatuh, bagaimana pun tepukan Relugus lumayan berat dimana Da vinci bisa tersedak kapan saja.
"Relugus-- jangan membully anggota ku"
"Hmm? Ah! Theo rupanya! Hah? Anggota mu? Apa maksud nya itu?"
Relugus menatap Da vinci, menatap Theo dan mengulangi hal itu selama ia masih bingung.
"Tepat seperti perkataan ku, dia masuk ke party kami 2 bulan yang lalu"
Theo memberi senyuman yang seperti mengatakan "aku menang" meski dia tidak terlalu memikirkannya, tetapi dia hanya bergaya seperti itu.
Relugus terdiam hingga akhirnya dia menepuk lembut bahu Da vinci.
"Da vinci, jangan menyia nyiakan bakatmu ditempat seperti itu- itu baru 2 bulan, masih belum terlambat untuk keluar"
"Apa yang kau katakan pada anggota ku?"
Theo memasang ekspresi masam dan Relugus terkekeh, Da vinci hanya tersenyum masam dimana dia masih canggung dengan keadaan ini.
Dan pada akhirnya, Da vinci teringat sesuatu dimana menghadap ke arah Relugus.
"Jika Relugus disini, apakah Alice juga?"
"Ya ... dia ada dibelakang"
Ucap Relugus sambil mengacungkan jempol nya kebelakang dan Da vinci menatap ke arah itu, dan dia menemukan seorang yang dia kenal melambai dengan tersenyum cerah ke arah nya.
Dia adalah alice, dan Da vinci melambai dengan tersenyum masam ke arah nya.
Disisi lain, Theo meneguk minuman dan tersenyum lebar ke arah Relugus.
"Jika kalian kesini, apa itu berarti kalian juga menerima tugas khusus?"
"Kukuku ... kami yang akan menyelesaikan tugas khusus ini"
Relugus menjawab dengan mendengus sombong dan Theo hanya menatap prihatin ke arah nya.
"Relugus, wahai temanku ... apa kau membaca peraturan nya?"
"Hmm? Ya, kubaca, tentu saja, memang nya kenapa?"
Relugus bertanya dengan bingung dan Theo mengarahkan telapak tangan nya ke arah Relugus dimana itu tidak memiliki maksud apa-apa.
"Apa ada aturan yang melarang peserta untuk bekerja sama?"
Ucap Theo dengan menyeringai dan Relugus tersentak dimana dia menutup mulut dengan tangan dan mengerutkan alis nya.
"Benar juga, tidak ada aturan yang seperti itu"
"Benar benar~, maka berarti ini bukanlah sebuah tugas kompetisi, demi menjaga keselamatan bukankah lebih baik kita bekerja sama untuk tugas khusus ini?"
__ADS_1
[Aturan ada untuk dimainkan] semua pemain menyadari hal itu dan memanfaatkan aturan yang ada sebaik mungkin, bukan untuk kerugian, tetapi menggunakan aturan untuk keuntungan bersaama.
Disisi lain Da vinci memperlihatkan ekspresi terkejut nya (aku tidak menyadarinya) Da vinci sebelum nya terlalu fokus untuk tidak membuat Sheilla lebih marah dan sebelum nya dia harus termakan emosi karena beberapa waktu yang lalu.
Dia tidak memiliki waktu untuk berpikir jernih sejak kemarin dan dia menyesali hal itu.
Relugus terdiam hingga akhirnya dia tersenyum dan tertawa keras.
"Benar juga"
Mendengarkan persetujuan dari Relugus, Theo tersenyum dan mulai berdiri.
"Yah ... mari pergi ketempat yang lebih bagus, tinggalkan anak-anak disini"
"Benar, anak-anak tidak bisa masuk ketempat khusus untuk dewasa"
Berkata seperti itu, mereka terbawa oleh arus lalu pergi meninggalkan Da vinci dan Alice sendiran, dimana Da vinci merespon dengan ekspresi masam dan Alice hanya tersenyum masam.
Alice mulai berjalan dan duduk dikursi yang sampai sebelum nya diduduki oleh Theo.
"Lama tidak berjumpa ya, Da vinci, syukurlah kau selamat"
"Ya ... kau juga"
Alice tersenyum cerah dan Da vinci merespon dengan canggung, dimana sebelum nya Alice menawari Da vinci untuk masuk ke party nya, tetapi Da vinci menolak karena masih harus mencari Sheilla.
Dan melupakan hal itu, Da vinci malah masuk ke party noname atau Charlemagne dimana bahkan nama party nya masih belum jelas.
Dia merasa tidak enak akan hal itu, disisi lain, Alice mengangkat tangan kanan nya untuk memanggil pelayan dan pelayan wanita yang berbeda dari sebelum nya datang, disini Alice memesan sesuatu dan pelayan langsung pergi.
Disaat yang sama datang juga pesanan yang dipesan oleh Da vinci dan Theo sebelum nya dan sepertinya pelayan itu bingung karena Theo berubah menjadi wanita, atau bukan.
Meletakkan masing-masing porsi dihadapan mereka berdua.
"Yah, senior juga pergi jadi sebaiknya kau yang memakan itu"
Alice menerima dengan malu-malu dan mulai memegangi sendok untuk memakan sup itu atau kata meminum lebih cocok.
Dan menu ini juga ada tambahan roti dimana pelanggan bisa menambah roti hanya dengan harga murah, cara memakan nya adalah mencelupkan roti itu ke sup dan kau akan merasakan kombinasi yang hebat.
Roti nya terkesan tawar tetapi sup ini terasa sangat asin dimana itu bisa menutupi kekurangan roti.
Dan mereka berdua memakan makanan itu dengan lahap.
###
"Jadi ... ada berapa orang yang menjaga distrik ini?"
Relugus bertanya disaat mereka masih berjalan tanpa arah, dan Theo merespon hal itu, mendongakkan matanya ke atas untuk berpikir.
"Hmmm .... mungkin 25 orang"
"... kapan kita akan memulai nya?"
"Hmm, itu masih tidak jelas, game master juga memberi kita waktu 12 hari untuk tugas khusus, singkatnya selama kita masih belum bertemu dengan pemimpin mereka, pho, kita tidak akan bisa memulai nya"
".... Apa dia kuat?"
Relugus bertanya dan Theo hanya tersenyum masam.
"Sangat kuat"
[12 hari sebelum tenggat waktu]
__ADS_1
Dari 10 party yang diberi tugas khusus, hanya 3 dari 10 party itu yang menerima.
Party noname : Thierry theo dan Leonardo da vinci
Party valuen : relugus rockster dan alice stater
Party zegion : alman dan sieg satarus
Mereka menjalani dengan cara mereka masing-masing, dimana party zegion memilih untuk mengintai dimarkas mereka secara langsung.
Mereka memiliki informan yang bisa dipercaya dimana informasi yang diberikan selalu akurat.
Diposisi Da vinci.
"Terima kasih untuk makanan nya, aku akan kembali kepenginapan dulu"
Aice membungkukkan kepala nya dan Da vinci merespon canggung akan hal itu.
"Tidak masalah, aku tidak bisa memakan 2 porsi sekaligus dan akan sangat disayang jika dibuang, jadi kau membantuku"
"Fufu ... menyelesaikan masalah yang diperbuat, semacam seperti itu, ya?"
Da vinci membalas dengan senyuman dan mereka terbawa ke arus kecil itu, mereka berpisah dan Da vinci harus mencari Theo.
Disisi lain saat ini Relugus sedang berjalan sendirian dimana seharusnya berjalan bersama dengan Theo, dia bersiul untuk mendalami suasana, melewati beberapa tokoh yang berbeda tetapi menyediakan layanan yang sama.
Tetapi dia tidak tertarik untuk itu, dia tidak akan pernah tertarik ke wanita lain selama ia masih melayani tuan nya, yaitu alice.
Waktu berlalu dan sudah menjelang malam hari.
Disuatu sebuah gang kecil dimana itu adalah gang yang sepi dimana disisi nya terdapat sebuah rumah atau suatu bangunan yang terbuat dari kayu.
Disini kau bisa melihat seorang wanita dipukul oleh beberapa pria, memukul perut nya, menendang pinggang dan memukul tepat kewajah.
"Tch ... dasar pelacur yang merepotkan"
Ucap salah satu pria dan langsung pergi meninggalkan tempat dimana 2 orang lain meludahi wanita itu dan langsung ikut pergi.
Wanita itu berusaha untuk tetap nafas demi bertahan hidup meski dia hanya akan tersika jika terus melanjutkan hidup.
Mengeluarkan air mata dengan ekspresi sedih dan mulai bangun untuk duduk ditanah, merapikan pakaian nya dan mulai terdengar suara langkah kaki yang tenang.
Wanita itu menatap dengan takut dan menemukan seorang pria dihadapan nya, mengeluarkan senyuman secerah matahari dimana dia memiliki rambut bewarna kuning.
Meski mereka sebelum nya hanya bertemu sebentar, tetapi wanita itu langsung mengingat nya, dia adalah Theo.
Menunduk dan berkongkok dihadapan wanita itu.
"Hei, kamu ... mau bekerja sama denganku?"
Theo bertanya dan wanita itu menatap dengan waspada.
"Bekerja sama?"
"Benar, aku ingin kau bertemu secara langsung dengan pendiri distrik ini, kau tau kan?"
Wanita itu menatap bingung dan lebih waspada dimana dia merasa takut akan sesuatu, menggenggam erat lengan nya untuk menahan ketakutannya..
"Mendekatinya? Hah- apa kau berpikir bertemu dengan orang itu adalah hal yang mudah? Lagipula--" wanita itu menahan suaranya, menelan ludah dan mulai melanjutkan "apa kau ingin aku menyerahkan tubuhku lagi untuk pria-pria yang tidak kukenal dan dengan itu aku merayap sampai ke orang itu?"
Wanita itu tersenyum masam dengan raut wajah sedih dimana dia menahan memar diwajah nya, disisi lain Theo berhenti tersenyum dan memasang wajah serius.
"Aku tau permintaan ku egois, dan juga ini adalah permintaan yang tidak sopan, tetapi kami tidak akan bisa bergerak selama kami tidak mengetahui posisi orang itu"
__ADS_1
Wanita itu tersentak dan mulai berpikir lemas, lalu wanita itu membuat sebuah keputusan.
[6 hari sebelum tenggat waktu]