Paladin Antegram

Paladin Antegram
bentrokan dengan rekan


__ADS_3

12 jam setelah pertempuran antara Larisa dan lainnnya melawan Killia, para pejuang telah terbiasa dengan situasi dan membentuk kelompok.


Beberapa dari mereka telah menjadi pertempuran antar rekan tetapi itu tidak terlalu berefek pada jalan pertempuran yang lainnya.


Dan disini, terdapat kelompok yang dikenal sebagai terkuat di Antegram itu sendiri, party Rouge.


Meski itu belum seluruh anggota, tetapi setidak nya itu sudah terkumpul sampai 70 anggota dengan Rumia dan alman yang memimpin.


Sebelum nya, mereka berdua merebutkan posisi untuk memimpin, dengan berbagai cara sampai mereka memutus


Dalam segi kekuatan, Rumia lebih unggul ... tetapi dari segi kepemimpinan, Alman yang unggul, pertarungan sengit tanpa hasil yang jelas.


Mengarahkan mereka ke satu kesimpulan [kami berdua yang menjadi pemimpin] dan begitulah, bagaimana mereka memimpin anggota yang terdiri dari 70 orang itu.


Tujuan mereka saat ini hanyalah mencari rekan yang lain, tidak lebih, sebisa mungkin mereka akan menjauh dari musuh.


Melakukan pertempuran yang tidak perlu hanya akan membuat mereka mengalami kerugian disini.


"Jadi ... Rumia, bisa aku bertanya sesuatu?"


"Apa?"


"Kenapa kau membentuk party ini hanya untuk membunuh saudara mu sendiri?"


Disaat Alman menanyakan itu, Rumia sedikit tersentak kaget dan menatap heran ke arah Alman.


"Kau ... darimana kau mengetahui itu?"


Sebelum nya, Rumia ikut dalam perjalanan singkat bersama Nezuon dimana Nezuon mengajarkan beberapa hal tentang Antegram kepada Rumia.


Itu membuat Rumia menumbuhkan perasaan romantis terhadap Nezuon, sekaligus mengagumi nya.


Atau mungkin dia hanya keliru antara mencintai dan mengagumi, tetapi dia tetap memilih untuk memilih perasaan romantis itu.


Setidak nya ... sampai dia mengetahui jika saudara nya, Adimas nonlight, juga ikut terseret kedalam Antegram ini.


Bukankah itu kesempatan bagus? Seperti ... dia bisa membunuh saudara nya itu disini.


Tetapi, dia memanjangkan waktu itu, jika mereka bertarung sekarang maka sudah dipastikan Rumia akan menang.


Bagaimanapun Adimas hanyalah anak manja dari keluarga utama, sedangkan Rumia sudah dituntut untuk menjadi kuat dari kecil.


Tetapi ... tidak cukup, untuk membunuh saudara nya itu, kekuatan saja tidak cukup.


Lebih, dia ingin menghancurkan seluruh eksistensi yang bernama Adimas nonlight itu.


Karena itulah, dia menolak ajakan Nezuon, dan lebih memilih untuk membuat party nya sendiri.


Lagipula dia tidak bisa melibatkan Nezuon kedalam balas dendam nya yang konyol itu.


Jadi, dia menciptakan pasukan terkuat, sampai akhirnya acara itu dimulai ... dan ... dia membunuh saudara nya sendiri.


Dengan penuh kepuasan.


Dan ... kenapa pria ini, Alman mengetahui hal itu? Tidak, seberapa banyak yang dia tau?


"Rahasia perusahaan"


"Itu sikap mu ketika ingin membongkar rahasia seseorang?"


"Maaf, aku tidak bisa memberi tau yang itu"


"..."


Untuk saat ini, Rumia nemutuskan untuk hanya berhati hati ketika bertukar kata dengan Alman.


Seberapa banyak yang alman tau itu tidak penting sekarang, bahkan akan jauh lebih merepotkan jika dia mengetahui lebih banyak.


Alman hanya diam, dan dia melirik Rumia ketika dia mendapati Rumia sedang waspada disana.


Membuat nya menghembuskan nafas lelah.


"Ayolah, kau tidak perlu sewaspada itu, bukan berarti aku ingin mengancam mu atau sesuatu seperti itu dengan informasi yang kumiliki"


"Kata kata mu itu tidak berdasar"

__ADS_1


"... yah, lupakan, dibandingkan dengan itu, apa kau mengetahui tentang paladin?"


"H-huh? Paladin? Apa itu?"


"... tidak, lupakan"


"...."


Kenapa dengan nya? Mengajukan pertanyaan yang aneh tentang paladin dan Rumia cukup bingung tentang itu.


Dia bahkan menolak untuk menjawab.


Rumia berada didunia nya sendiri, setidak nya sampai dia menyadari ada sesuatu didepan mereka, jauh disana, ada sesuatu.


Manusia? Monster? Atau ... kemungkinan terburuk yang pernah dipikirkan oleh Rumia.


Dengan waspada, dia menggenggam gagang pedang milik nya dipinggang lalu berjalan berhati hati kedepan, dimana Alman hanya menatap nya.


Melihat rumia yang sedang berjalan disana, membuat Alman menyadari sesuatu dan tersentak kaget.


"Rumia! Menyingkirlah!"


Mendengar hal itu membuat Rumia tersentak dan memahami maksud dari Alman, sesuatu tentang dia sedang diserang saat ini.


Hanya itu, tetapi dipikiran nya yang terdalam, dia tidak mengetahui letak dimana serangan itu akan diluncurkan.


Depan, kiri, kanan ... atas ... atau ... bawah.


Dan Rumia menyadari dimaja tepat dibawah kaki nya, terdapat lingkaran sihir kompleks yang bercaya terang aktir menunjukkan jika sihir sedang diaktifkan.


Spontan, Rumia menendang tanah dan melompat kebelakang, tetapi tidak sampai ketika rantai keluar dari lingkaran sihir dan menjerat kaki kanan Rumia.


Membuat Rumia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ketanah, tidak sampai dimana beberapa lingkaran sihir serupa muncul dan menjerat tangan dan kaki Rumia disaat yang bersamaan.


"Sial"


Jauh disana, Alman merafalkan lingkaran sihir ditangan nya dan menembakkan cahaya kuning kw arah rantai itu untuk membantu Rumia.


Tetapi itu kesalahan ketika sebuah portal muncul, dan sinar itu masuk kedalam portal membuat Alman tersentak kaget.


"Sihir teleportasi?!"


Dan memperhatikan itu, Alman memprediksi jika pada akhirnya serangan nya itu akan berbalik ke arah nya.


Jika dia tidak menghindar, maka dia akan terluka oleh sihir milik nya sendiri.


(Teleportasi .... tidak, itu bukan teleportasi!)


Dengan panik Alman menghindar didetik terakhir, lalu memutar tubuh nya dan berlari kedepan.


"Kalian!! Berbentuklah menjadi kelompok dan bentuk barier dari segala arah!!"


Alman memberikan perintah dan seluruh pejuang bawahan nya dibelakang mengangguk dan mulai mengikuti intruksi dari Alman.


Didalam kondisi dimana mereka tidak mengetahui dimana musuh akan menyerang, sekarang hanya itu yang bisa Alman perintahkan kepada bawahan nya.


Disisi lain, Rumia masih dalam kondisi terikat disana, dan dia sudah cukup lelah dengan itu.


(Ini cara yang tidak sopan untuk menangkap seorang gadis)


Dengan pedang ditangan kanan nya, dia memainkan gagang nya ditelapak tangan dan membuat pedang nya berputar sampai itu menebas rantai sihir dengan mudah.


Lalu Rumia dengan cepat mengambil pedang nya yang masih berputar diudara, mulai menebas rantai ditangan kiri dan lalu memenebas rantai dikedua kaki nya.


Dia menendang tanah dan dengan cepat bergegas dari sana.


(Kemungkinan besar musuh mengetahui posisi kami, maka berarti dia akan berada diposisi yang memudahkannya melihat kami sepenuh nya, di atas!)


Rumia menatap tajam ke atas ketika terlihat bayangan yang perlahan pergi.


Dan, sebuah lingkaran sihir tercipta tepat disamping rumia, membuat Rumia tersentak kaget dan dengan cepat menebas bola cahaya yang keluar dari sana.


"Alman!"


"Ya!"

__ADS_1


Mereka bersama sama mulai berlari ketika ratusan lingkaran sihir mulai tercipta dihadapan mereka, membuat Alman sedikit melebarkan mata nya.


Tetapi tidak ada alasan untuk ragu, mereka harus terus maju.


Dan semua itu menembakkan bola cahaya dengan beragam warna disana, langsung saja, Alman menarik pedang nya dan menebas satu.


Lalu berganti ke Rumia dimana dia mulai menebas satu, membuat bola cahaya itu terlempar ke arah acak.


Dan mereka memulai kombinasi pertahanan diri yang luar biasa, dimana mereka berputar putar, sambil menebas kebanyakan bola cahaya yang mendekat dan saling melindungi.


Bola cahaya yang mereka tangkis selalu terlempar ke arah acak dimana itu mengenai tanah dan dinding sampai membuat mereka hancur.


"He-hebat"


Melihat aksi Rumia dan Alman membuat kebanyakan anggota dibelakang terkagum kagum.


Disana, Alman merafalkan sebuah lingkaran sihir ditangan kanan nya, lalu dia menebaskan tangan nya katas dan itu membuat tanah bergetar ketika sebuah jembatan muncul.


Itu adalah sihir tanah ketika Alman mencoba membuat jalan untuk bisa sampai ke atas sana, dan bersama sama, mereka mulai menaiki jalan itu.


Tetapi sebuah perisai keunguan yang megah muncul tepat di depan mereka, mereka melebarkan mata mereka dan hampir nyaris untuk bereaksi.


Ketika perisai itu maju dengan cepat ke arah mereka, bagi Alman, menghindari sesuatu dengan cepat hampir mustahil, tetapi Rumia dengan mudah menghindari itu.


Dan perisai itu hanya menabrak Alman dan membuat nya terhempas jauh.


"A-alman?!"


(Perisai itu, aku seperti pernah melihat nya disuatu tempat)


Lalu, sebuah lingkaran sihir serupa seperti sebelum nya muncul, dan Rumia memiliki firasaf buruk tentang itu.


Dimana sebuah rantai keluar dan mengekang lengan kiri Rumia.


"Huh? Lagi?"


Dia berniat untuk menebas rantai itu dengan pedang nya, tetapi tidak ada trik yang akan berhasil dikali kedua nya.


Ketika sebuah lingkaran sihir lainnya muncul dan mengambil pedang milik Rumia.


"T-tung---"


Dan, lingkaran sihir lainnya muncul dimana tanah mengekang kedua kaki Rumia dan tangan kanan Rumia ditarik oleh rantai lainnya.


Disisi lain, Alman menatap langit langit ketika dia membuka mata nya, sebelum nya, dia dihempaskan oleh perisai yang secara mendadak muncul dihadapan nya.


Dia mulai bangun dan duduk ditanah ketika dia mendapati Rumia diposisi yang sama seperti sebelum nya di atas sana.


"Serius? Bukankah kau adalah pemimpin dari party terkuat di antegram?"


"...."


Mendengar hal itu, membuat Rumia hanya terdiam, pada nyata nya, Rumia hampir tidak memiliki bakat dalam sihir.


Dia hanya ahli menggunakan pedang ditambah dengan kecepatan milik nya, kecepatan adalah hal yang menakutkan.


Dengan itulah dia menjadi kuat, meski alasan kenapa party nya dijuluki yang terkuat adalah karena bawahan yang dia milikki.


Rumia memfokuskan diri untuk mencari anggota yang kuat disaat pertama kali membentuk party, dan setelah anggota kuat itu bergabung.


Rumia meminta mereka untuk mencari anggota baru dari koneksi yang mereka milikki, membuat party Rouge mendapat banyak anggota nya.


Itu hanya dihitung dari kekekuatan party, karena kebanyakan party hampir tidak bersungguh sungguh seperti party tanpa nama.


Mereka adalah party dengan anggota yang hanya hidup untuk menikmati hari esok nya lagi.


Karena itulah mereka tidak memiliki ambisi khusus seperti ingin menjadi puncak dari antegram.


Berbeda dengan party Rumia yang bersungguh sungguh dalam mencapai puncak sampai akhirnya dikatakan sebagai party terkuat.


Lalu, disana, seorang keluar sambil menggaruk kepala nya.


"Akhirnya selesai"


Ketika mata Rumia dan pria itu bertemu, mereka hanya terdiam dengan mata yang melebar.

__ADS_1


"Huh? Rumia?"


"Tidak kupikirkan ... Juliy?"


__ADS_2