
"Tanah yang tidak diketahui, bukankah menurut mu akan menarik ketika kau yang pertama kali menginjakkan kaki mu kesana? Nah, wahai dewa Antegram"
Ucap Torano albami menghadap ke sebuah patung yang membentuk sosok dari dewa itu sendiri, setidak nya mereka mempercayai jika yang menciptakan antegram dan memanggil pemain dari seluruh dunia adalah seorang dewa.
Tidak ada kesalahan.
Mereka gembira dan memuja tuhan itu untuk memohon pengampunan.
Tetapi setidak nya mereka telah berhasil untuk membodohi diri mereka sendiri, sang pencipta permainan antegram ini bukanlah tuhan.
Setidak nya Torano tetap dengan keyakinan nya, mengikuti perkataan orang lain dan menganggap dia sebagai tuhan.
Tetapi dia tidak akan memuja nya, karena jika dia adalah tuhan, akan terasa menarik untuk membunuh nya dengan tangan nya sendiri.
Maka setelah itu dia akan menjadi sosok yang lebih tuhan dari tuhan itu sendiri.
"Althus"
Sebuah lingkaran sihir tercipta, mengeluarkan kilatan petir yang liar dan menghancurkan apa yang mereka sentuh.
Dinding hancur dan beberapa wanita berteriak karena terkejut.
Torano duduk dan memperhatikan.
Mendapati tiga wanita yang sedang berada diposisi bertarung saat ini karena merespon kilatan petir itu.
Mereka adalah Sheilla, Chelsea dan Shopia.
"Mengintip dan menguping seseorang yang sedang berdoa, adalah ketidaksopanan, apa kalian mengerti hal itu?"
Chelsea merespon dengan sedikit menegang, dan dia mulai tersenyum masam disini.
"Benarkah? Aku tidak pernah ingat ada gereja didalan arena?"
Torano mendengus sombong dalam merespon, dimana dia mulai mengangkat sedikit tangan nya.
Mereka bertiga merespon dengan bingung, sampai akhirnya terdengar suara teriakan wanita bergema dalam nada yang jauh.
Dimana mereka terkejut akan hal itu, terlebih dengan Shopia yang melebarkan mata nya, mulai berkeringat dingin dan hampir mencoba untuk tidak bertahan dari posisi berdiri.
"Elie?"
Sheilla dan Chelsea merespon dengan sedikit bingung akan hal itu.
"Kukuku, baiklah, mari bermain sebuah permainan"
Torano berdiri dengan sedikit membanggakan diri nya, mengangkat kedua tangan nya ke atas dan bersamaan tanah bergetar, mereka merespon dengan waspada.
Dan selanjutnya, dinding hancur, keluar seekor monster harimau berbulu dengan bentuk tubuh humanoid dan ekor nya yang dibuat dengan tepi yang tajam.
Monster itu menghancurkan dinding dan akhirnya tiba dihadapan mereka, tidak hanya itu, tanah masih bergetar dan beberapa monster serupa lainnya bermunculan dengan arah yang berbeda.
"!!!"
"Nah, bunuh semua nya dalam waktu 50 menit, jika kalian gagal, maka teman kecil kalian harus melerakan semua jari di lengan kiri nya, setiap 10 menit aku akan rutin mematahkan satu jari dari mereka.
"Torano!!!!! Sialan kau!!!"
Shopia berteriak dengan kencang dengan mencaci maki Torano, merespon hal itu, Torano menggelengkan kepala nya kesamping sekaligus tersenyum lembut.
"Janji adalah janji, kau ingat?"
__ADS_1
Setelah itu, Torano mulai berjalan kebelakang dan menghilang dari hadapan mereka, ketika Torano akan pergi, Shopia merespon panik dan mulai berlari untuk mengejarnya.
"Tu-tunggu!! Bebaskan Ellie, dia tidak ada hubungan nya dengan ini!! Akan kuberikan nyawaku--"
Monster itu memukul ke arah Shopia hingga akhirnya mengenai lantai dan menghancurkan nya dengan mudah.
Terlihat jika serangan itu meleset dimana terdapat ketika menyadari hal itu, Shopia melihat ke arah samping nya dimana terdapat lengan monster itu yang tergeletak dilantai.
Dan ketika dia menyadari nya, Chelsea menyarungkan kembali pedang yang ia keluarkan sesaat.
Pedang yang ia miliki sedikit berbeda dari kebanyakan pedang, itu terfokus ke pedang satu mata, melengkung yang khusus.
Melihat hal itu, membuat Sheilla menelan ludah nya karena sedikit terkejut.
(Cepat ... aku tidak menyadarinya sampai saat dia memasukkan kembali pedang nya, ini pertama kalinya aku melihat nya, Chelsea dalam tahap bertarung)
Didalam party Charlemagne, Chelsea selalu mencoba untuk dekat denfan Sheilla, menganggap nya sebagai sahabat sendiri meski umur mereka sedikit berbeda 7 tahun.
Dan Sheilla juga memperhatikan Chelsea setiap waktu, wanita seperti Chelsea, tidak pernah terpikirkan oleh Sheilla jika Chelsea itu kuat.
Karena Chelsea sekalipun belum pernah memperlihatkan tahap bertarung nya ke Sheilla.
Lebih cepat dari angin.
Dan sekarang Sheilla menyadari, dibandingkan Da vinci atau semua yang berada di dalam party.
Dia adalah yang terlemah.
Chelsea merespon hal itu, menyadari Sheilla yang menatap nya dengan mata yang terbelalak.
"Ada apa?"
"Huh? Ti-tidak ada" (perjalanan ku masih panjang)
Chelsea membiarkan itu, berjalan kearah Shopia dan bertanya kepada nya, dengan sedikit canggung.
"Ah- ya, tidak masalah"
"Kita akan lari"
"Huh?"
Chelsea mengambil lengan Shopia dan mulai membawa nya berlari dimana Sheilla juga mengikuti mereka.
Para monster itu merespon dengan kesal, berteriak dengan gila dan mulai berlari untuk mengejar mereka.
"Huhuh, mereka mempunyai wujud singa tetapi sifat mereka adalah monyet, sungguh kombinasi yang menjijikan"
Ucap Chelsea dengan wajah pucat diwajah nya, sedikit info kecil jika Chelsea membenci monyet.
Para monster itu mengejar mereka dengan menggila, menabrak dinding dan menghancurkan nya.
Dan ketika mereka sedang berusaha untuk lari, atap bergetar dan hancur ketika salah satu dari monster acak memukul nya dan menghadang mereka bertiga.
Dengan terkejut mereka menghentikan langkah mereka.
(Jumlah mereka ... tidak salah lagi, itu bertambah dua kali lipat dari sebelum nya)
Chelsea mengerutkan alis nya, dia mencoba untuk tenang dengan menghembuskan nafas kecil, lalu mendorong punggung Sheilla dan Shopia.
"Aku akan membuka jalan, carilah rute aman setelah itu"
__ADS_1
"Huh? Tapi bagaimana dengan mu?"
Sheilla bertanya dengan terkejut, dan Chelsea tersenyum lebar disini.
"Tenang saja"
Ucap Chelsea dengan penuh keyakinan, mendengar hal itu membuat suatu tempat di hati Sheilla terasa sakit karena suatu hal.
Jika Chelsea kuat, dia akan bertarung, disisi lain karena mereka akan melarikan diri, maka mereka itu lemah.
Sheilla ingin membantah hal itu, tetapi dia mengurungkan niat nya, mengangguk untuk menyetujui usulan dari Chelsea.
Salah satu dari monster acak kehilangan kesabaran nya, berlari dan bersiap untuk memukul mereka, Sheilla dan Shopia bahkan tidak berniat untuk menghadap kebelakang ketika monster itu akan memukul mereka.
Karena dihadapan mereka, Chelsea sudah tidak ada, disisi lain, Chelsea berhenti setelah melewati mosnter itu.
Menghembuskan nafas untuk mempersiapkan diri nya setelah memotong daging dengan mudah.
Dan setelah itu, monster itu terbelah menjadi dua bagian hingga akhirnya terjatuh ketanah.
Chelsea mengangkat tangan kanan nya sedikit ke atas dimana lingkaran sihir tercipta disini.
"Erhos"
Meledak dan menghancurkan sekitar, dimana di area luar, terdapat Chelsea yang meloncat ke udara untuk menghindari ledakan yang ia buat.
Tak lama setelah itu, beberapa monster ikut meloncat dengan amarah yang menguasai pikiran mereka, dan bersiap untuk menyerang Chelsea.
Untuk menghindari hal itu, Chelsea menendang bebatuan acak yang ikut terlempar ke langit karena ledakan.
Menendang batu itu dengan kuat dimana dia mengarah ke monster itu, monster itu menyiapkan cakar mereka.
Dan Chelsea menarik pedang nya yang berada didalam sarung.
Dengan kekuatan otot tubuh kaki dan badan nya, dia memutar balik tubuh nya ke atas, dimana cakaran monster itu berhasil dihindari nya.
Dan saat ini Chelsea tepat berada di atas monster itu, mengenggam pedang nya yang melengkung itu dengan erat dan dia memutar tubuh nya untuk menebas monster itu menjadi dua bagian.
Tetapi itu masih belum berakhir dimana Chelsea harus mengatasi monster yang kedua, dia mengangkat pedang nya ke kebelakang dan melemparkan pedang itu tepat ke wajah monster itu.
Menusuk nya dengan dalam yang pasti dengan kepanjangan pedang itu tertusuk sampai ke dada nya.
Chelsea tiba di monster kedua itu, mencabut pedang nya dengan kasar lalu dia memukul mayat monster itu kesamping.
Setelah itu dia mendekati tanah dan dia mendarat dengan sedikit menundukkan tubuh nya untuk mengurangi dampak yang diterima.
Dengan sopan dan anggun, tetapi terlihat kasar, Chelsea menebaskan pedang nya kesamping untuk membuang semua darah yang menempel, dia menghembuskan nafas nya, lalu mencoba untuk memasukkan kembali pedang nya kedalam sarung.
Dan secara tiba tiba, monster acak lainnya mulai melompat dan menyiapkan cakar mereka untuk menyerang Chelsea.
Merespon hal itu, Chelsea melompat kesamping, lalu bergegas kedepan dimana dia berhenti tepat disamping monster kedua, mengepalkan tangan kiri nya dan memukul tubuh monster itu dengan kuat.
Tidak membiarkan Chelsea untuk beristirahat, monster lainnya menyerang, dan mereka berjumlah dua monster yang menyerang secara bersamaan.
Chelsea mundur kebelakang untuk menuju ke monster itu sekaligus menghindari serangan nya.
Menarik pedang nya dan menusuk perut monster itu dengan kuat, sampai dimana dia mencabut itu dengan kasar dan menendang kembali monster itu untuk menjauhkan mereka.
Mengembuskan nafas nya sekali, lalu Chelsea berlari ke arah monster lainnya, monster itu memukul, dan Chelsea menghindar sekaligus memotong lengan monster itu.
Disisi lain, Sheilla dan Shopia berada di atas bangunan yang telah hancur ini, menatap Chelsea yang sedang bertarung dengan beberapa monster lainnya.
__ADS_1
Dihati Sheilla, terdapat rasa kagum yang luar biasa, dan juga terdapat rasa kesal akan betapa lemah nya dia itu.