Paladin Antegram

Paladin Antegram
berlanjutnya pertarungan


__ADS_3

Meski dia bisa mengintrol tubuh nya dengan pikiran, tetapi itu tidak akan berguna jika penglihatannya tidak berfungsi.


Karena itulah, Sheilla menutupi kedua mata Izaghi dengan lengan nya dan berjalan perlahan ke arah Shopia.


Para penonton bersorak kagum dimana Shopia hanya menatap Sheilla dengan perasaan tenang nya.


(Tidak pernah terpikirkan oleh ku ... jika aku dilindungi oleh Sheilla, haaah- aku sudah gagal sebagai kakak)


Sheilla tersenyum dan akhirnya berada tepat dihadapan Shopia dimana Shopia membalas dengan senyuman juga.


"Lihat ... sudah kubilang kan? Suatu kekuatan pasti akan memiliki kelemahan, dan kelemahan terbesar dari kekuatan regenerasi orang ini adalah dia terlalu lengah dengan segala bahaya, dengan pikiran dia tidak akan mati karena hal itu, itulah kelemahan nya yang paling fatal"


"Um ... aku tau"


Shopia memberi respon aneh disaat Sheilla dengan girang mengangkat kepala Izaghi tepat dihadapan nya, Sheilla yang dia kenal, melakukan hal seperti itu.


(Ini bukanlah suatu yang boleh dilakukan oleh seorang wania)


"Gadis ... nama ku adalah Izaghi, nama mu siapa?"


Ucap Izaghi dengan tenang dimana pandangan Sheilla dan Shopia terfokus ke Izaghi yang berada ditangan Sheilla.


Merespon hal itu, Sheilla tersenyum kecut mengingat perkataan Izaghi sebelum nya.


"Bukankah kau tidak ingin menyebutkan nama mu?"


"Aku berubah pikiran"


Izaghi mendengus dimana Sheilla, membuka mulut nya untuk menjawab, tetapi ... sebuah teriakan terdengar ditelinga nya.


"Namaku adalah .... guh"


Sesuatu mendorong bahu kiri nya dimana dia menatap tajam ke arah itu, mendapati sebuah tangan yang mencengkram kuat bahu kiri nya.


Mendorong Sheilla dimana itu membuat nya kehilangan keseimbangan dalam pijakan, tetapi dia berhasil mempertahankan keseimbangan pijakan nya.


"Sheilla!"


Shopia berteriak dimana itu membuat Sheilla tersentak dan menatap ke arah samping nya, mendapati tubuh Izaghi yang berlari dengan cepat ke arah nya.


Tanpa lengan kiri dimana Sheilla merespon kaget akan hal itu, mengingat jika dibahu kiri nya terdapat tangan kiri dari Izaghi, tangan itu mencengkram lebih kuat dari sebelum nya dan membuat Sheilla tertunduk dilantai.


"Kh!" (Sial ... dia memotong sendiri lengan nya dan melempar nya ke arah ku, aku terlalu naif dengan pikiran jika dia tidak bisa menyerang lagi)


Saat ini, Izaghi hanya memperlihatkan senyuman licik diwajah nya, setelah mendekati Sheilla, dia mengangkat kaki nya ke atas dan menendang Sheilla.


Merespon hal itu, Sheilla mengangkat tangan kiri nya untuk menahan serangan itu, tetapi itu percuma dengan kekuatan tendangan yang diberikan Izaghi.


Menendang lengan Sheilla dimana tidak bisa menahan hal itu, tendangan Izaghi terus menendang perut nya.


Membuat Sheilla terhempas kesamping dan karena kesakitan, dia spontan melepaskan genggaman dari rambut Izaghi.


Melepaskan kepala Izaghi dimana Selanjutnya bagian tubuh mengambil kepala nya dan menyatuhkannya kembali.


Saat ini Sheilla terhempas ketanah dimana itu membuat nya berguling beberapa kali sampai akhirnya dia mempertahankan posisi dan berakhir berlutut dilantai.


Mengatur nafas dan menyadari jika dihadapan nya terdapat Izaghi, membuat Sheilla tersenyum masam, dimana Izaghi menatap remeh ke arah Sheilla.


Disisi lain dibangku penonton, Da vinci, Chelsea dan Juliy menonton dengan ekspresi berat diwajah mereka, Da vinci berniat untuk membantu Sheilla saat ini tetapi dia memutuskan untuk melihat lebih jauh.


Saat ini, Sebuah bola api tercipta dan itu tertembak dengan cepat ke arah Izaghi, merespon hal itu, Izaghi mengarahkan tangan nya ke arah bola api itu dimana bola api itu membuat tangan nya hangus.


Tetapi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkannya, lalu Izaghi mendapati seorang Shopia dengan layar sihir dihadapan nya.

__ADS_1


Sampai sebelum nya Shopia terlalu takut untuk melawan Izaghi, dalam segi kemampuan seharusnya Shopia bisa mengimbangi Izaghi, tetapi dia tidak percaya diri akan hal itu.


Sheilla menatap dengan tertegun, lalu tersenyum kecut hingga akhirnya dia mulai bangun dan berdiri tegak, menciptakan sebuah belati dimana dia menusuk lengan Izaghi yang mencengkram bahu nya.


Memotong beberapa otot langan kiri nya dimana itu membuat cengkraman nya menjadi lebih lemah dan memanfaatkan kesempatan itu, Sheilla menarik lengan itu dan melemparkannya ke tanah dengan kasar.


Melepas pakaian yang ia gunakan dimana dia hanya memakai sebuah kaos hitam yang ketat saat ini, kaos hitam tanpa lengan dimana itu memperjelas ukuran dada Sheilla.


Disisi lain Da vinci menatap dengan wajah memerah dimana.


"Nah, Izaghi, mulai bagian kedua nya" (dengan kekuatan ku saat ini hanya sekali bisa menciptakan paradeos, sangat disayangkan tetapi aku harus memakai pedang biasa saat ini)


Pikir Sheilla dengan ekspresi masam, mengarahkan tangan nya kedepan dan menciptakan sebuah pedang biasa tetapi dengan bentuk pedang paradeos.


Merespon hal itu, Izaghi mengenggam erat gagang pedang nya, mereka bersiap dalam posisi, disisi lain Shopia memperhatikan dengan diam, sampai beberapa saat berlalu.


Mereka bersiap dan langsung bergegas ke arah musuh mereka, Izaghi mengangkat pedang nya ke atas dan bersiap untuk menebas Sheilla.


Merespon hal itu, Sheilla mengarahkan pedang nya menyamping untuk menahan tebasan Izaghi, membuat gesekan yang berat dimana itu membuat Sheilla kesusahan, tetapi dia mencoba untuk terus menahan nya.


Bentrokan pertama selesai dan Sheilla bergegas ke arah samping, mengarahkan pedang nya kebelakang dan bersiap untuk menebas Izaghi.


Menebas tubuh Izaghi dan setelah itu, Sheilla memutar tubuh nya lalu menebas kembali tubuh Izaghi untuk kedua kali nya.


Tetapi dia mengerti jika itu percuma, merespon hal itu, Izaghi membalikkan badan nya dengan cepat dan langsung menebas tubuh Sheilla dengan kuat.


Sebelum nya, memprediksi hal itu, Sheilla melompat ke atas dan membuat pedang Izaghi melewati nya, berguling sekali ditanah, mengarahkan lengan kiri nya kebelakang dimana tercipta sebuah pedang yang besar.


Pedang yang digunakan oleh minotaur yang dilawan Sheilla saat di kampung halaman nya, tanpa menunggu waktu yang lama, Sheilla menebaskan pedang besar itu ke arah Izaghi.


Tetapi tebasan Sheilla berhasil ditahan oleh Izaghi, dimana sebelum nya Izaghi mengatur perputaran pedang nya dan mengarahkan pedang nya itu untuk menahan tebasan Sheilla.


Langsung saja, Izaghi menghempaskan pedang Sheilla dimana dalam adu kekuatan, Izaghi akan menang telak melawan Sheilla.


Para penonton merasa tegang saat ini dengan pertarungan sengit sebelum nya, tidak ada sorakan dimana mereka menonton dengan seksama.


"Jadi begitu ... kau ternyata bisa mengatur material yang akan kau gunakan untuk menciptakan sesuatu, yah, itu sangat menarik"


Sheilla tersentak kaget dan dia langsung tersenyum masam, ketika mendengar musuh berhasil mengetahui pengaturan dari kekuatan ilahi milik nya.


(Sial ... aku menggunakan nya terlalu heboh)


"Dan, seperti nya setiap material yang kau gunakan itu mempunyai proporsi sihir yang berbeda, seperti ... material dari pedang yang kau gunakan di awal, ada apa? Kenapa kau tidak menggunakan material yang sama?"


Sheilla mendecahkan lidah nya selagi Izaghi menatap dengan senyuman mengejek, dan langsung saja pedang besar yang ia ciptakan langsung menghilang dilengan nya.


Sheilla hanya merespon dengan senyuman masam dimana Izaghi sebalil nya merespon dengan menyipitkan mata nya.


"Dan senjata yang kau ciptakan juga memiliki batasan tersendiri dalam terbentuk, hmm, 45 detik ya? Seperti nya hanya segitu waktu yang kau punya untuk terus mempertahankan bentuk senjata mu, selebih nya kau bisa menghilangkan senjata mu sesuka hati mu dengan selama itu masih dibawah 45 detik, bagaimana? Tepat bukan?"


Sheilla mengerutkan alis nya dimana dia juga menyipitkan mata nya saat ini, lalu dia menutup mata nya dan menghela nafas yang panjang.


"Analisis secara real time selama pertempuran berlangsung, bukankah kau sama sama merepotkan nya dengan ku?"


(Gawat gawat gawat gawat, dia mengungkap rahasia kekuatan ku dengan mudah nya, aku terlalu meremehkannya, gawat!)


Sheilla menelan ludah nya sendiri, meski belum bergerak tetapi wajah nya dipenuhi keringat saat ini, disaat ini, dia berada di dalam situasi dimana apa yang dia lakukan hanya akan membeberkan rahasia nya kepada musuh.


(Tidak! ... jangan termakan jebakan musuh, ingatlah!! Jika kekuatan mu masih belum sepenuh nya terungkap!! Setidak nya! Manfaatkan situasi ini! Gunakan otak mu untuk berpikir! Dan ... kalahkan musuh)


Dia menarik nafas yang panjang, menghembuskannya lalu mengarahkan kedua tangan nya ke arah yang berbeda dimana tercipta sebuah belati dikedua tangan nya saat ini.


Izaghi menyipitkan mata nya merespon hal itu, dia langsung mengarahkan pedang nya kebelalang dan mengatur posisi bertahan milik nya.

__ADS_1


Sesekali Sheilla menghembuskan nafas nya untuk mengatur emosi nya, dia sedang bimbang dimana emosi nya tidak stabil.


Suatu keinginan untuk menyelesaikan pertarungan dengan cepat, tanpa membeberkan rahasia kekuatan pada musuh, selama ini dia terlalu naif dengan berpikir jika rahasia dari kekuatan nya tidak akan terungkap.


Tetapi kali ini tidak, dia menyesali kenaifan nya, dan untuk menembus kesalahan nya, dia harus membunuh musuh yang mengetahui rahasia kekuatan nya.


Disisi lain di bangku penonton, Da vinci menatap dengan ekspresi masam, setidak nya suara Izaghi tidak terlalu keras dimana penonton tidak akan mendengar nya, berbeda dengan Sheilla barusan yang mengungkap rahasia Izaghi dengan suara yang lantang.


(Sheilla memakai belatih untuk bertarung? Ini pertama kali nya aku melihat itu)


"Nah, Da vinci, kau tidak akan pergi untuk membantu nya?"


Chelsea bertanya dimana merespon hal itu, Da vinci mengarahkan pandangan nya ke Chelsea dan menjawab.


"Yah ... jika kondisi menjadi buruk tentu aku akan membantu nya"


Chelsea tersenyum dan menghadap kembali ke arena, disisi arena, suasana menjadi sunyi, mereka belum bergerak satu sama lain.


Shopia melihat dengan tatapan khawatir, dimana dia merasa dia lemah disini, tidak berguna dan sebagai nya.


Menetap kan keteguhan nya, Sheilla pada akhirnya bergerak duluan dimana dia langsung berlari ke arah Izaghi, merespon hal itu, Izaghi mengarahkan pedang nya kebelakang dan bersiap untuk menebas Sheilla.


Tetapi serangan itu berhasil ditangkis oleh Sheilla dimana dia membungkukkan tubuh nya untuk menghindari arah tebasan Izaghi, menendang tanah dan bersiap untuk menyerang kepala Izaghi, lebih tepat nya ke arah mata nya itu.


Mencoba untuk menghalangi penglihatan Izaghi, meski hanya beberapa saat, itu akan sangat membantu nya.


Tetapi, menggunakan lengan kiri nya yang masih belum utuh, Izaghi memukul perut Sheilla dimana Sheilla sepenuh nya terfokus ke kepala Izaghi dan tidak memperhatikan hal itu.


Terpukul mundur dimana Sheilla mencoba untuk mendarat ke tanah dengan sebaik mungkin, disaat dia mendarat ditanah, dia langsung memakai posisi bertahan untuk menahan serangan Izaghi selanjut nya.


Tetapi Izaghi tidak bergerak dan hanya memperhatikan, menghiraukan hal itu, dia mulai berjalan ke arah dimana ujung lengan kiri nya berada.


Mengambil lengan kiri nya itu dan menyatuhkan nya, selanjut nya Izaghi yang mulai bergerak duluan dan berlari ke arah Sheilla.


Merespon dengan waspada, Sheilla tetap diam ditempat, disaat Izaghi sampai dihadapan nya, mereka melalukan beberapa bentrokan.


Izaghi menebas Sheilla, dan dia menangkis tebasan Izaghi, setelah itu, Izaghi memutar tubuh nya dan langsung menebas Sheilla kembali.


Sheilla menghindari hal itu dengan berseluncur dilantai, membiar pedang Izaghi melewati atasan nya, setelah itu, Sheilla mulai berdiri lagi dan langsung menebas ke lengan Izaghi.


Memutar tubuh nya dimana dia langsung meloncan dan menusuk kepala Izaghi, menendang tubuh Izaghi dimana itu membuat nya menjauh dari Izaghi.


Mendarat ketanah dengan mengatur pijakan dan setelah itu dia menciptakan belatih lagi dilengan kiri nya, karena belati nya itu masih tersangkut dikepala Izaghi.


"Sheilla!"


Disaat dia mencoba untuk menghadapi Izaghi kembali, ada shopia yang menghampiri nya dengan memasuki arena, itu membuat Sheilla panik dan langsung menghampiri Shopia.


"Apa yang kau lakukan? Disini berbahaya--


"Aku ingin membantu!"


"Eh?"


Mencoba untuk mengkhawatirkan tetapi pernyataan yang tidak terduga dari Shopia.


(Ja-jangan jangan ini adalah fase pemberontakan?! Tidak tidak tidak, aku bukan orang tua nya)


Pikir Sheilla dengan ekspresi masam dimana Shopia menyemtuh lengan Sheilla meskipun Sheilla sedangan mengenggam belatih saat ini.


"Aku tidak akan menghambat mu, jadi biarkan aku membantu mu"


Perkataan itu membuat Sheilla tertegun, membiarkan Shopia untuk membantu nya, Shopia cukip kuat jadi dia tidak akan menghambat Sheilla, apalagi Sheilla berada disituasi yang tidak menguntungkan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2