
Da vinci mencoba untuk berdiri dengan perlahan, membuat lingkaran sihir penyembuh dan mengarahkan nya ketusukan itu, dengan perlahan ia mencabut pisau itu dan melemparnya ke lantai dengan kasar.
Menatap dengan waspada terhadap Pho, wajah nya dipenuhi oleh keringat.
(Seriusan betapa tidak beruntung nya aku hari ini)
Pho menatap Da vinci dengan tajam hingga akhirnya dia berjalan ke arah Da vinci, waspada akan hal itu, Da vinci mundur selangkah kebalakang.
Sebuah lingkaran sihir tercipta ditangan kanan Pho, dan dengan cepat dia bergegas ke arah Da vinci, Da vinci merespon kaget dengan membelalakan mata nya.
Tetapi dia tidak bisa menghindar dari sini.
(Aku ... akan mati?)
Pho meninju Da vinci dan itu membuat sebuah ledakan, membuat dinding dan lantai retak, Pho merasakan sensasi aneh dimana dia menyadari serangan nya ditahan oleh seseorang.
Menatap nya dan menemukan Abel disini, menahan serangan Pho dengan satu tangan, disisi lain Da vinci menatap dengan heran.
"Apa maksud nya ini?"
Pho menatap tajam dan Abel hanya tersenyum santai saat ini.
"Maaf ya kapten, tetapi ini adalah mangsa ku"
Abel melepaskan tangan Pho dimana Pho langsung berdiri tegak dan menatap Abel yang lebih tinggi darinya.
"Apa kau ingin mati?"
"Gahaha!~, tidak sama sekali~"
Pho menatap dingin hingga akhir nya ia tersenyum, sebuah lingkaran sihir terciota dan secara bersamaan Abel langsung jatuh dilantai.
Membuat lantai menjadi retak, lalu lantai itu hancur dan membuat Abel jatuh ke lantai satu, tetapi dia masih tidak bangun, itu karena Pho memakai sihir grafitasi yang sangat kuat untuk menahan Abel dilantai.
Da vinci menatap itu dengan ketakutan yang mendalam.
(Kekuatan sihir seperti ini ... aku tidak sebanding dengan nya)
Frustasi akan kenyataan karena menyadari Pho itu kuat, bukan hanya itu, mungkin suatu saat Da vinci bisa lebih kuat dari nya, tetapi itu tidak ada gunanya jika dia mati saat ini.
Insting nya merasakan ketakutan dan Da vinci sedikit memundurkan langkah nya.
Lalu sihir itu berhenti dan Abel mulai bangun dengan terengah-engah, Pho menatap dengan dingin dimana dia melangkahkan kakinya kelubang lantai itu dan membiarkan dirinya jatuh kebawah
Mendarat dan langsung menginjak kepala Abel, menekankan itu kelantai dengan kuat.
Hingga akhirnya Pho mendengus jengkel dan menarik kembali kaki nya, mulai berjalan, membuka pintu dan langsung pergi dari tempat, sebelum dia pergi, dia mengatakan satu hal.
"Jangan mengecewakan aku"
Abel menghela nafas lega dan setelah itu dia terkekeh.
"Gwahah-- dasar orang yang tidak bisa diajak bercanda"
Disisi lain, Da vinci masih belum bergerak diposisi nya .
(Huh? Apa yang terjadi barusan? Pertempuran sesama anggota? Tetapi seperti nya itu sudah selesai, gah! Aku tidak mengerti apa yang terjadi, apa dia menyelamatkan ku? Apakah begitu?)
Da vinci berjalan ke lubang itu dan menatap Abel yang sedang terduduk dibawah.
"Apa aku perlu berterima kasih untuk yang barusan?"
Da vinci bertanya dengan nada yang lumayan keras, merespon hal itu, Abel berdiri dan tersenyum lebar.
"Tidak ... itu tidak perlu~"
Sebuah lingkaran sihir tercipta tepat dibelakang Da vinci, menyadari hal itu, dia hanya tersenyum masam.
"Haha ... sudah kuduga---
__ADS_1
Sebuah batu tercipta dan tertembak ke arah Da vinci, sebelum batu itu mengenai nya, Da vinci melangkahi lubang dan membiarkan dirinya terjatuh kebawah.
Mendarat dengan hati-hati dimana dia berjongkok untuk menahan dampak dari benturan ditanah, tetapi Abel berada tepat disamping nya, mengangkat kaki nya keatas, dimana dia langsung menendang Da vinci dari atas.
Menahan hal itu, Da vinci mengarahkan kedua tangan nya keleher dan menerima tendangan dari Abel, tetapi tendangan itu terlalu berat untuk ditahan sampai pada akhirnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat Da vinci terhempas kelantai.
Bersiap untuk serangan selanjutnya, Da vinci langsung mengarahkan tangan nya kesamping dimana langsung tercipta layar sihir dihadapan nya.
(Relugus pernah mengatakan jika sihir yang digunakan oleh orang ini adalah sihir dengan tipe senjata, itu memiliki bentuk awal seperti bola hitam yang kecil, tetapi mamput untuk berubah bentuk)
Menatap Abel dengan waspada didepan nya, Abel meregangkan beberapa lengan nya hingga akhirnya dia menggigit jari nya sendiri.
Da vinci menatap dengan terkejut, dimana Abel mengarahkan jarinya yang terluka ke lengan kiri nya, menulis atau lebih tepatnya melukis sesuatu ditelapak tangan lalu membuat garis disekujur lengan nya.
Lalu setelah itu Abel menepuk kedua telapak tangan nya menjadi satu dan mengucapkan mantra.
"Kitab alkimia bab 12, rangan kegelapan, kedengkian yang meniru segalanya, wahai dosa iri yang mengutuk segalanya, nama ku adalah Abel, kakia"
Setelah mengucapkan mantra, tercipta sebuah lingkaran sihir yang terbuat dari cairan hitan dihadapan nya, lingkaran sihir nya sedikit aneh, tidak bebentuk lingkaran dengan sempurnah tetapi itu lebih ke bentuk kristal yang tipis.
(Bukan sihir?!)
Abel tersenyum dengan girang dan menggenggam lingkaran sihie itu sampai lingkaran sihir itu mencair dan melapisi lengan kiri Abel.
"Jangan mati, bocah"
Abel mengangkat tangan nya ke atas dan sebuah tombak hitam tercipta, tanpa menunggu lama, Abel langsung melempar tombak itu ke arah Da vinci.
Dengan tangkas, Da vinci memutar tubuh nya dan menundurkan kepala nya dimana tombak itu tertembak ke arah kepala Da vinci.
Disaat itu, Da vinci menatap tajam ke arah tombak yang melewati nya itu, hingga akhirnya sebuah perubahan terjadi pada tombak.
Menyadari hal itu, Da vinci merespon panik dan memutar tubuh nya dengan berlebihan, disaat yang sama, sebuah duri hitam keluar dari tombak itu, bukan hanya satu, tetapi banyak duri hitam yang menusuk ke arah Da vinci.
Da vinci memainkan langkah kaki nya untuk menghindari duri hitam itu, sampai akhirnya Da vinci menjatuhkan tubuh nya kebelakang, menahan lantai dengan tangan, mengankat tubuh nya ke atas dan mendorong nya kebelakang untuk menjauh dari tombak itu.
Da vinci menatap Abel dengan waspada dan hanya menemukan Abel diam ditempat sambil mengarahkan tangan nya kedepan, disaat yang sama, tombak itu bergerak dan langsung terbang ke tangan Abel.
"?!!" (Sial, bisa begitu juga? Betapa merepotkan nya, dan lagi perut ku sangan sakit!! Aku ingin berteriak dan menangis karena rasa sakit ini!!)
"Kuku, kau boleh juga, lalu bagai mana dengan ini!!?"
Tombak itu meleleh dan membentuk sebuah tali, Abel memutar tali itu dan langsung melempar nya dimana itu langsung mengikat kaki kiri Da vinci.
"Huh? Kh, arggh!!""
Kaki kiri Da vinci tertusuk banyak jari dimana Da vinci termundur kebelakang dan setelah itu, Abel menarik tari nya dan menebas itu kesamping.
Kekuatan yang luar biasa dimana itu sampai membuat Da vinci terikut dan membuat nya menabrak jendela.
Disisi lain saat ini Da vinci sedang berbaring ditanah, mencoba untuk bangun dengan kesakitan, menarik pedang nya dari sarung lalu ia menebas tali hitam itu.
Tetapi itu membuat pedang nya memantul seperti sedang menebas sebuah besi.
"Sial, bagaimana aku bisa melepaskan diri dari ini?"
Tali itu meregang dan kaki Da vinci sedikit tertarik, Da vinci merespon dengan tersenyum masam.
"Seriusan?"
Selanjutnya tali itu ditarik dengan kekuatan yang kuat sampai membuat Da vinci ikut tertarik dan menabrak dinding, tetapi langsung ditarik kembali dan memasuki mansion itu lagi lewat jendela dimana Da vinci melewati jendela dengan kasar dan itu membuat tubuh nya tergores beberapa kaca yang tajam.
Sedang melayang diudara dimana Da vinci dengan lelah menatap ke arah Abel, menemukan Abel dengan layar sihir dihadapan nya.
"!!!!"
Da vinci mendapat kesadaran nya kembali dan dengan tangkas membuat lingkaran sihir ditangan nya.
Menciptakan beberapa bola api yang bulat dimana Da vinci pernah memakai ini untuk melawan Pho tetapi berhasil digagalkan.
__ADS_1
Itu adalah sihir kolasi, menciptakan beberapa bola api dimana bola api itu bisa melelehkan besi hanya dengan bersentuhan, dan ketika mengenai objek, bola api itu akan meledak dimana area ledakan nya bisa sangat luas dan itu bisa melelehkan area sekitar.
Sebuah cahaya tercipta dan itu langsung tertembak ke arah Da vinci, karena dia berada di atas udara jadi tidak bisa menghindar, tetapi itu bisa dilakukan ketika memakai sihir terbang.
Sinar itu tertembak dan menembus atap-atap dan cahaya itu bahkan sampai dilangit, Abel mendengus tetapi langsung terkejut ketika melihat Da vinci masih berada diatas.
"Meleset?!"
Da vinci memukul lengan nya ketengah dimana secara bersamaan seluruh bola api yang diciptakan nya tertembak ke arah Pho.
Merespon panik, Pho langsung menciptakan layar sihir dihadapan nya, secara bersamaan dia juga menciptakan lingkaran sihir dikedua lengan nya.
Bola api pertama mengenai layar sihir Abel, dan meledak dimana itu langsung melelehkan lantai.
Tentu ruangan luas ini juga akan terkena dimana Da vinci juga akan terkena, jadi jauh sebelum nya, Da vinci juga akan terkena, ini tidak lebih dari serangan bunuh diri.
Tetapi dia tidak berniat mati saat ini, karena itu dia menciptakan sebuah barier yang sangat kuat disekeliling nya.
Bola api kedua datang dan akan mengenai Abel, tetapi sebelum bola api itu mengenai nya, Abel meninju bola api itu dengan tangan kiri dimana itu membuat bola api terhempas kesamping, mengenai sekitar dan meledak dimana itu membuat dinding meleleh.
Tetapi lingkaran sihir ditangan kiri nya langsung pecah dimana itu sedikit membuat lengan nya hangus terbakar.
Bola api ketiga datang tetapi juga berhasil ditangkis dengan cara yang sama oleh Abel.
(Oi oi oi, seriusan? Sihir tingkat tinggi yang kupelajari ini juga tidak berhasil? Seriusan, aku lelah!! Ayolah, setidaknya kalahkan satu musuh dengan sihir ini, jika tidak aku akan tidak percaya diri lagi sebagai ahli sihir, hiks ... hmm?)
Disaat Da vinci merengek, dia menyadari jika kaki nya sudah tidak terdapat tali hitam lagi, dan tentu kaki kiri nya dipenuhi luka tusuk dimana banyak darah yang keluar.
(Tali hitam nya hilang? Hmm? Jika diingat-ingat sepertinya tali hitam itu cukup kuat untuk menahan tebasan pedang ku, itu seperti besi? Lalu kenapa musuh tidak menggunakan alkimia ini untuk melindungi diri? Seharus nya itu bisa-- huh?)
Atap-atap retak dan Da vinci menyadari hal itu, akibat dari sihir skala besar yang diluncurkan oleh Da vinci diruangan ini, tentu saja akan membuat ruangan ini, tidak, tetapi mansion ini hancur
Menatap dengan masam, Da vinci diam-diam pergi meninggalkan ruangan ini dengan melewati lubang di atap-atap akibat sinar yang dibuat Abel barusan.
(Yah ... sihir terbang sungguh berguna, tidak sia-sia jika kau mempelajarinya)
Da vinci menatap mansion yang dibawah nya dengan senyum masam, mansion itu hancur akibat bola api yang melelehkan segala nya.
(Hmm ... apa aku bisa menganggap ini sebagai kemenangan ku?)
Disaat berpikir seperti itu, ledakan terjadi dan menghapus area sekitar dimana ada Abel dipusat itu, sihir angin, tornado, sihir angin tingkat menengah.
"......"
Da vinci hanya menatap dengan masam, ketika kemenangan nya itu tidaklah nyata.
Disisi lain, ditempat Alice saat ini. Mengiring anak-anak untuk keluar dari mansion dengan lewat jendela, dan pergi memasuki hutan.
Disini Alice menatap mansion dari kejauhan, menatap dengan prihatin, karena dia menyadari mansion ini telah diserang, hanya beberapa orang yang bisa dipikirkan oleh Alice ketika saat ini.
(Relugus, Theo, Da vinci ... kembalilah dengan selamat)
"Sedang apa kalian disini?"
Ucap seseorang, dan Alice merespon dengan panik, membalikkan badan nya dan menemukan seseorang berdiri dihadapan mereka.
Seorang yang tenang yang pastinya tidak akan asing bagi pemain lama.
"Alman?"
Alice menanggapi dan Alman hanya menatap nya, lalu dia kembali menatap ke arah mansion dan menghela nafas.
"Ikuti aku"
Berkata seperti itu, Alman membalikkan tubuh nya dan langsung berjalan menjauh, semuanya hanya menatap dengan tidak yakin, tetapi Alice mengenal Alman dan mengapa dia berada disini.
"Tenang saja, aku mengenal nya, ayo kita ikuti"
Ucap Alice untuk membuat yang lain nya kembali tenang, Semuanya menatap satu sama lain dan pada akhirnya mengangguk setuju.
__ADS_1