
Semuanya tersenyum dan mulai diposisi masing-masing untuk memperkenalkan diri mereka.
"Benar juga, namaku adalah juliy aghata"
Dia adalah pria dengan rambut merah barusan, dia memiliki kulit yang putih pucat, dimana saat ini dia hanya memakai baju kaos santai nya dan celana yang lumayan tebal dan berisi beberapa belatih.
Lalu pria dengan rambut kuning buram mengangkat tangan nya dengan ceriah.
"Aku!~ aku~ Nama ku adalah thierry theo, jika ada yang tidak kau ketahui, sebaiknya bertanya kepada ku!~"
Theo, seorang pria yang selalu ceria, memiliki rambut pirang yang lumayan pendek, sepertinya dia cukup dekat dengan juliy.
"Selanjut nya giliran ku ya? Hmm~ namaku adalah cynthia laurel, senang bertemu dengan kalian berdua"
Seorang wanita yang memiliki rambut bewarna hitam, seorang yang mengusulkan tentang "paladin antegram" barusan.
Dia terlihat sangat santai, dimana itu terlihat pemberani, seperti itulah kesan yang dipancarkannya.
"Salam kenal, namaku adalah salazar mayer"
Dia adalah seorang pria dengan tubuh yang lumayan berotot, dimana dia terlihat seperti berumur 32 tahun, dan rambutnya itu bewarna putih dan itu diatur kebelakang, dia juga memiliki brewok diwajah nya.
Dimana kesan yang akan diberikan adalah ayah dari party ini, dan tidak heran jika ada yang berpikir kenapa bukan dia yang menjadi pemimpin kapten dari ini.
"Nama ku adalah williard, hanya williard, senang bertemu dengan kalian"
Seorang pria dengan kulit yang lumayan coklat tetapi itu tidak terlalu coklat.
"Namaku adalah tamara naoe, senang bertemu dengan mu, ngomong-ngomong berapa umur kalian?~"
Seorang wanita dengan rambut bewarna merah, dimana dia adalah orang yang baru saja bangun sebelum nya.
"Sekarang diliranku~ namaku adalah larisa sicienti, tidak perlu sungkan dengan ku ya~"
Seorang wanita yang menuruni tangga bersama dengan tamara tadi, memiliki sifat yang sama dengan theo, tetapi dia adalah versi wanita nya.
Dia memiliki rambut hitam yang lurus kebawah
"Aku yang terakhir ya? Hmm ... namaku adalah abi moore, salam kenal"
Seorang wanita yang terlihat tomboi, memiliki warna rambut keunguan dimana rambut nya itu sangat mengkilau.
Rahasianya adalah jenis obat rambut yang ia gunakan.
Semua orang sudah memperkenalkan dirinya, dimana Da vinci dan Sheilla hanya tersenyum untuk itu.
Tidak habis disitu, abi moore dan Larisa berjalan kesuatu dinding dimana itu terdapat seperti layar sihir tetapi itu memiliki putih polos dimana tidak terdapat satupun lingkafan sihir disitu.
"Dan yang satu ini adalah Charles, inti dari rumah ini"
Ucap abi sambil mengacungkan jempol nya ke arah Layar sihir itu, dan seketika layar sihir yang serba putih itu memunculkan dua titik dan sebuah lingkaran dibawah nya, itu terlihat seperti wajah yang sedang tersenyum.
"Umm ... apa itu?"
"Charles, inti dari rumah ini"
Theo menjawab dengan ceriah, dan Juliy menanggapi dengan ekspesi masam.
"Tidak, bukan itu yang dia tanya"
"Menurut catatan dari pemilik rumah ini sebelum nya, dia adalah inti dari rumah ini, bukan hanya itu, didalam nya terdapat satu jiwa seorang manusia, dikatakan jika Charles adalah pemain pertama yang datang ke antegram, yah ... itu hanya kabar burung, jangan dipikirkan"
Ucap nezuon sambil mengambil sebuah botol wine dibawah, dimana Da vinci dan Sheilla hanya menanggapi dengan kagum meski mereka tidak tau yang mana hebat dari hal itu.
"Disaat ada anggota baru ..."
"Ayo pesta!!"
Theo memulai percakapan dan Juliy menambahkan dengan meriah, dimana semua orang selain mereka berempat mengangkat tangan dan bersorak "ya!!~"
(Seriusan ... ini party yang hidup)
"Sebelum itu bersihkan ruangan ini"
__ADS_1
Nezuon menyela sambil meneguk sebotol wine anggur dengan tenang, dan beberapa dari mereka merespon dengan malas.
"Eeeeh-- bukankah sebagian kekacauan ini disebabkan oleh kapten"
Ucap juliy dengan kecewa dan larisa mengangguk dengan mantap untuk memberi respon setuju nya dan bersorak untuk kecewa.
"Benar benar, ini tidak adil jika hanya kita yang membersihkannya!"
Merespon hal itu, Nezuon meneguk botol wine itu dengan tenang dan setelah selesai dia menatap tajam.
"Jangan sampai aku mengulangi perkataan ku"
"Kuh ... dasar orang dewasa yang licik"
Larisa termundur dengan ekspresi jengkel dimana dia bisa saja meludahi Nezuon saat ini.
"Orang dewasa memang licik, diam dan kembalilah bekerja"
"Hmm ... aku benci kapten, hmph!!"
Larisa membalikkan badan nya dengan jengkel dan menuju ketempat dimana yang lainnya sedang membereskan kekacauan yang terjadi.
Dikejauhan, Larisa tetap mengomel dimana dia mengatakan "awas saja, untuk sarapan kapten besok akan kuberi lebih banyak sayuran" dan Nezuon hanya menanggapi hal itu dengan diam.
Nezuon memiliki pendengaran yang cukup tajam dimana dia bisa mendengar gumaman kecil dari larisa.
"Umm ... bisakah kami mendapat ruangan?"
"Ah! Aku melupakan jika Sheilla sedang terluka, maaf karena melupakan hal itu"
Nezuon terkejut dan meminta maaf dengan menepuk kedua tangan nya.
"Apa? Seseorang terluka?! Itu gawat!! Biar kulihat"
Salazar mayer, seorang pria tua dengan umur muda sebelum nya, mendekati Da vinci dan Sheilla dengan panik dan langsung menatap tajam ke arah Sheilla.
Dan da vinci sedikit tidak menyukai hal itu dimana dia mengerutkan alis nya.
"Hmm ... tulang nya retak"
Da vinci menatap dengan masam dimana dia kaget sekaligus kagum karena Salazar bisa menyadari hanya dengan menatapnya.
"Salazar adalah obat berjalan nya kami, dia adalah pria baik? Jika kalian terluka jangan sungkan untuk mengabarinya"
Ucap Nezuon dengan ceriah tetapi belum memperlihatkan tanda-tanda dimana dia akan mabuk, meski dia sudah meneguk 2 botol penuh dan saat ini dia sedang meneguk botol ke 3.
"Hmm ... ini hampir sepenuh nya sembuh, jika kau beristirahat dan diberi sihir penyembuh dengan rutin setiap hari, maka kau akan sembuh dalam 2 minggu, untuk saat ini hanga ini yang kuberikan"
Salazar mengarahkan tangan nya kesamping dan sebuah layar sihir tercipta dimana itu bewarna hijau muda yang cerah.
(Lingkaran sihir ini .... )
Da vinci memberi respon kagum dan Sheilla dengan patuh hanya melihat saat ini.
Lebih dari itu, Salazar menekan sebuah lingkaran sihir yang berada dilayar itu dan mengarahkannya ketitik yang ditentukan.
Setelah mengarahkan beberapa lingkaran sihir, dia mulai mengucapkan sebuah rafalan sihir, sebuah rafalan yang singkat dan tidak rumit.
"Tolong sembuhkan dia"
Setelah mengucapkan hal itu, seluruh lingkaran sihir yang berada dilayar itu bergerak keluar dimana mereka menempel kebeberapa bagian tubuh Sheilla.
"Aah~ ... ini, sa--nga---t en--
Sebelum Sheilla bisa mengungkapkan betapa nikmatnya itu, dia langsung tertidur pulas, dan Da vinci hanya merespon heran melihat hal itu.
"Ini adalah efek samping nya, beberapa sel nya akan menyembuhkan diri dalam waktu yang dipercepat dan lebih dari itu dia akan mendapatkan rasa kantuk, untuk saat ini biarkan saja dia tertidur, larisa~ antar mereka berdua keruangan mereka"
Laria merespon hal itu, mengubah raut wajah jengkel nya menjadi gembira.
"Yaa!!~ ini lebih baik daripada bersih-bersih, kalian berdua, ikuti aku~!"
Ucap Larisa sambil berjalan menaiki tangga, dan Nezuon hanya menatap masam akan hal itu.
__ADS_1
Da vinci menundukkan kepala nya ke Salazar dan setelah itu dia berjalan mengikuti Larisa berjalan.
Setelah melewati beberapa pintu dan koridor, mereka sampai diruangan yang kosong tetapi selalu dibersihkan.
Larisa membuka pintu itu dan bagian dalam nya terlihat.
"Hehe~ kami selalu bergiliran membersihkannya untuk berjaga-jaga kapten membawa anggota baru, mulai sekarang ini adalah ruangan nya, umm, sheilla? Dan Da vinci berada tepat disitu"
Ucap Larisa sambil menunjuk ke arah pintu dimana sepertinya itu akan menjadi ruangan nya Da vinci.
"Terima kasih banyak"
Da vinci mengucapkan terima kasih nya dengan sopan dan Larisa merespon dengan tersenyum lebar saat ini.
"Tidak masalah~"
Larisa mulai berjalan untuk kembali turun kebawa sambil bergumam "sebaik nya aku berkalan pelan saja" dimana dia bertujuan untuk kembali ketika semua sudah selesai bersih-bersih.
Da vinci memasuki ruangan dan sesaat, lentera diruangan ini menjadi hidup dan menerangi seluruh ruangan.
Da vinci menatap ke arah Dinding tepat disamping pintu dimana terdapat lentera dan sebuah lingkaran sihir di depan nya.
(Praktis juga)
Da vinci mulai berjalan kembali dan membaringkan Sheilla ditempat tidur, menyelimutinta dengan selimut yang lembut dan hangat.
Da vinci meletakkan kedua lututnya dilantai untuk duduk sambil melihat wajah tidur Sheilla, tempat tidur ini tidak terlalu tinggi dimana Da vinci bisa menggapai nya hanya dengan duduk dilantai.
Dia mengulurkan tangan nya dikepala Sheilla, merapikan poni nya dimana dahi Sheilla lebih terlihat daripada sebelum nya.
Setelah itu, dia menatap bibir Sheilla, sesaat dia mendapat godaan untuk mencium nya, tetapi dia menyingkirkan pikiran itu dan menggelengkan kepala nya dengan kuat.
Dia mengarahkan kepala nya ke tempat tidur dan menyilangkan tangan yang berguna untuk menjadi guling bagi kepala nya.
-tok tok-
Beberapa detik kemudian, terdengar suara ketukan pintu, dan Da vinci merespon kaget akan hal itu.
Da vinci belum menutupi pintunya dimana seharusnya seseorang tidak perlu mengetuk, tetapi dia melakukan hal itu, dia adalah Nezuon.
Setelah Da vinci menatap nya, Nezuon mengangkat jempol nya dan menggerakkan nya kesamping dimana dia mengisyaratkan untuk mengikutinya.
Da vinci mengangguk dan langsung berdiri, mengikuti Nezuon yang berjalan didepan, tentu Da vinci tidak lupa untuk menutup pintu ruangan ini.
Menuruni tangga, tetapi mereka tidak mengarah ketempat dimana seluruh anggota berkumpil, setelah menuruni tangga, mereka mulai berjalan kesamping dimana itu terdapat koridor yang lumayan besar.
Da vinci hanya mengikuti dengan heran, mereka melewati beberapa koridor dan hingga akhirnya mereka sampai disuatu ruangan.
Nezuon membuka pintu ruangan itu dan terlihat seperti sebuah perpustakaan disini, Da vinci melebarkan matanya, memasuki ruangan itu dan melihat sekeliling dengan kagum.
"Semua ini adalah buku tentang sihir yang mungkin belum ada didimensi sana, jika kau ingin bertahan dipermainan ini, sebaik nya kau memperlajari nya"
"Ba-baik! Terima kasih banyak!"
Mendengar hal itu, Nezuon tersenyum tipis dan mulai berjalan keluar.
"Tetapi sekarang adalah waktu nya makan malam dan setelah itu kau perlu beristirahat, sebaiknya kau lakukan besok saja .... hmm?"
Nezuon berhenti berjalan dan menghadap kebelakang, menemukan Da vinci yang sedang duduk dilantai tepat disamping rak buku itu, membaca buku dengan serius dan Nezuon hanya tersenyum untuk menanggapi hal itu.
(Sepertinya dia sudah tidak mendengarkan ku)
Nezuon mengambil keputusan dewasa dan pergi meninggalkan Da vinci yang sedang bersemangat disini.
Waktu terus berlalu dan 2 bulan berlalu sejak bergabungnya Da vinci dan Sheilla ke party Charlemagne.
.
.
.
Note author : cerita membuka tirai untuk arc baru!!
__ADS_1
arc ini sepenuh nya akan terfokus ke Da vinci dimana Sheilla hanya muncul di awal dan tidak akan muncul kembali sampai arc ini berakhir.
[special taks arc]