Paladin Antegram

Paladin Antegram
menjadi dewasa dalam artian tertentu


__ADS_3

" waaaa!!"


Aku terbangun dan berteriak seperti orang gila, apa apaan mimpi itu tadi? Kenapa ada aku? Tidak, maksud ku kenapa ada si kakek?


"Hmm?"


Aku menyadari sesuatu dan menghilangkan semua pertanyaan itu dari pikiran ku, kenapa? Karena ini lebih penting.


Tentu saja, aku hidup kembali sebagai seorang gadis, dan sekarang aku berumur 12 tahun, sudah dari dulu aku menyadari akan tiba hari ini.


Tetapi aku menolak untuk menerima kenyataan itu dan lengah akan tiba nya hari ini, hingga akhirnya hari ini seriusan datang kepada ku.


Aku terkena fenomena yang dinamakan "datang bulan"


"Kh ... aku malu pada jiwa lelakiku"


Sedikit darah yang terlihat membasahi celana ku, kh ... meski begitu kenapa ini sakit sekali?


bahkan perut ku sangat sakit disini.


Disaat aku meratapi nasib ku, ada quilea yang membuka pintu untuk membangunkan ku, dia selalu membangunkan ku ketika aku melewati batas jam bangun.


"Oh ... shei sudah bangun, ada apa?~"


"Mama~"


Aku hanya bisa menanggapi keberadaan sheilla dengan tangisan rasa malu. Hingga akhirnya quilea menyadari jika ada darah di celana ku, lebih tepat nya didekat daerah kelamin ku.


Dan quilea mengubah ekspresi nya dan menjadi bahagia.


"Kyaaaa!! ... akhirnya sheilla tumbuh dewasa"


"....."


Aku mengerti, jadi ini yang dinamakan dengan "bahagia diatas penderitaan orang lain"


Dan disaat yang bersamaan, guirde dan elena bergegas menuju kamar ku.


"Ada apa?!"


Tanya guirde dengan panik, lalu elena yang melihat pergi ke arah ku dengan wajah yang khawatir.

__ADS_1


"Ada apa, kakak? Apa kakak sakit lagi?"


Setelah menanyakan hal itu, elena menyadari jika celana ku ada sedikit darah darah.


"Da-rah--"


Tatap elena dengan ekspresi yang kosong dan kehilangan kemampuan untuk berpikir, disaat yang sama, quilea sudah menjelaskan apa yang terjadi kepada guirde dan langsung menuju ke arah elena.


Memeluk nya, dan karena sentuhan itu membuat elena menjadi sadar dan kembali menjadi lebih khawatir.


"Ma-mama!! Ba-bagaimana ini?! Ka-kak, kakak, kakak akan mati!!"


Ucap elena dengan tersedu-sedu, dan disini aku menatap keluar jendela, dan berpikir "aku ingin ketenangan dipagi hariku"


"Tenang saja, elena, itu bukan luka, itu adalah tanda jika kakak mu sudah tumbuh dewasa"


Umur 12 tahun sudah dianggap dewasa? Sekarang aku mulai mengingat bagaimana pertama kalinya aku mimpi basah dulu, waktu itu diumur 12 dimana aku bangun untuk latihan pagi.


Itu tidak membuat ku khawatir, dan semua orang malah merayakan hal itu. Kesampingkan hal itu.


"Beneran?~"


Tanya elena.


Mendengar perkataan quilea, elena langsung kehilangan kekhawatirannya.


"Maaf untuk mengganggu drama keluarga hari ini, tetapi aku ingin segera mandi"


Aku dari tadi menahan dirin untuk mengatakan ini, tetapi aku tidak ingin darah nya menjadi kering dan itu akan susah untuk dihilangkan.


"Oh ... benar juga, akan mama siapkan air hangat nya~"


Mohon secepat nya, maman.


Waktu berlalu, malam telah tiba, kabar mengenai datang bulan pertamanya diriku sudah hampir tersebar keseluruh desa, tetangga sangat menyeramkan.


Dan kini aku sedang mandi, aku mandi 2 hari sekali setelah bangun dipagi hari terus setelah selesai makan malam.


"Hmm?"


Aku menyadari sesuatu, dan hal ini juga berada dikelaminku, aku mencabut dan mengangkatnya tepat dihadapan wajah ku untuk melihat dengan jelas.

__ADS_1


"Sudah mulai tumbuh"


Rambut bagian bawah, itu tanda jika kau sudah dewasa, tetapi, yah ... aku akan bohong jika aku mengatakan tidak merasakan apa-apa ketika melinat kelaminku.


Begini juga aku adalah seorang pria, dan aku sudah berada diumur dimana tubuhku akan mulai tumbuh.


Aku tidak yakin jika aku bisa menahan hasrat ini untuk kedepan nya. Bahkan dada ku sudah sedikit menonjol.


hnm~~ hanya dengan melihat tubuh ku kenapa aku langsung terangsang?


kh ... ini tidak baik, sama sekali tidak baik.


cukup mengingatkan jika tipe ku adalah wanita dewasa, jadi aku benar-benar sama sekali tidak tertarik dengan tubuh anak kecil.


tetapi bagaimana ketika aku sudah tumbuh dewasa .... hmm~~ mungkin bisa dipertimbangkan untuk melakukan itu.


melakukan apa? ah~ tentu saja kegiatan rutinitas, selama ini aku selalu menahan nya karena tubuh ini masih kecil.


tetapi jika sudah besar tidak apa-apa kan? toh ini juga tubuh ku.


kebebasan ku untuk melakukan sesuatu terhadap ini, tapi yah ... berendam dibak mandi yang hangat cukup berbahaya juga.


akan jadi masalah jika aku berakhir tertidur disini.


"Hm ... ngantuk"


Aku menguap sambil menutup mulut ku, memejamkan mataku beberapa kali untuk memahan rasa kantuk ini meski sebentar.


Hingga akhirnya aku beranjak dari bak mandi dan mengambil kain untuk menutupi diriku, mengeringkan diriku dan memakai baju.


Aku berjalan menuju kekamar ku, bagaimanapun juga, aku sudah berumur 12 tahun.


"Mungkin sudah saat nya untuk melatih itu kembali"


Bergumam pada diriku sendiri.


melatih kekuatan ilahi, aku tidak pernah melatihnya sejak kejadian 2 tahun lalu, jadi mungkin akan kucoba lagi sekarang.


aku juga tidak ingin terlalu membuang-buang waktu.


yah, meski aku tidak ingin merasakan sakit tetapi apa boleh buat.

__ADS_1


aku setidaknya harus bisa menggunakan kekuatan itu, hanya untuk kepuasan diri, tidak lebih.


__ADS_2