
Sudah 4 hari sejak aku pingsan, tetapi aku hanya bisa berbaring ditempat tidur ... mungkin ini demam terparah yang pernah terjadi sejak kehidupan kedua.
Di hari kedua adalah yang terparah, bagaimana tidak ... disitu aku dimarahi habis-habisan oleh guirde dan quilea, lalu diikuti oleh elena... kh, itu bagaikan neraka.
Dan kadang-kadang emma datang untuk berkunjung bersama bibi flora, bertanya tentang keadaan ku, aku juga belum berterima kasih dengan benar kepada emma.
Kemarin aku sudah berterima kasih kepadanya, tetapi menurutku aku perlu mengatakannya sekali lagi.
Jika dia datang lagi hari ini, maka aku akan langsung berterima kasih kepadanya. Aku bisa saja mati saat itu mengingat kalau dimalam hari turun badai salju.
Secara singkat nya, dia adalah penyelamat hidup ku, ya ampun ... sekarang situasi ku sudah berubah dari yang menyelamatkan menjadi yang diselamatkan.
Aku juga masih belum berpengalaman didunia ini.
Tetapi bagaimana ini? Aku ingin melatih kekuatan ilahi dan jika aku lakukan, aku mungkin akan kembali pingsan.
Aku berada dijalan buntu, huuu~~
"Kakak, ini sup nya"
Elena masuk kekamar ku untuk memberikan sup hangat, aku selalu diberi sup hangat jika sedang demam.
"Ah ... terima kasih, elen"
"Bagaimana, keadaan kakak"
Quilea langsung ikut bergabung kedalam pembicaraan, berdiri didepan pintu. Dan langsung menuju ke arah ku.
"Sudah lebih baik"
Setelah aku menjawab, quilea sampai ke arah ku dan langsung menyentuh dahi ku untuk memastikan demam ku.
"Hmm ... kau perlu istirahat hari ini, besok kau sudah boleh beraktifitas"
"Iya"
Setelah itu, quilea meninggalkan ruangan, dan elen menetap dikamar ku sambil membaca buku.
Sepertinya dia mengkhawatirkan ku. Selemah apa diriku sampai harus dikhawatirkan oleh anak kecil?
Aku meminum sup ku dan memakan sayuran yang didalam nya.
"Jika kau menetap disini, mungkin demamku akan menular kepadamu"
"Tidak apa-apa"
"....."
Menjawab seperti biasa tanpa mengalihkan pandangannya dari buku itu. Mungkin dia sedang membaca dibagian paling seru, jadi tidak akan kuganggu sekarang.
Aku menghabiskan sup dengan lahap dan menyimpannya di atas meja, kemudian aku berdiri untuk mengambil beberapa buku.
Tetapi langsung dihentikan oleh elena dengan berkata seperti.
"Kakak tiduran saja"
Terus dia mengambilkan buku yang ingin kubaca dan membawaku kembali ketempat tidur, setelah itu dia mengemaskan mangkuk bekas sup yang kumakan dan langsung membawanya keluar.
"Hahaha, ya ampun, aku penasaran siapa yang kakak disini"
__ADS_1
Berkata seperti itu sambil menatap keluar jendela, lebih tepat nya menatap langit yang biru sambil mengasihani diriku sendiri.
Padahal perasaan ku baru kemarin dia masih manja dan mengikutiku kemanapun sambil terus berkata "kakak" waktu berlalu begitu cepat ... tidak, bukankah beneran baru kemarin dia begitu? Apa apaan perbedaan sikap yang tiba-tiba barusan? Bahkan tadi malam dia menyelinap kekamar ku untuk tidur bersama.
Bahkan dia tidak membiarkan aku untuk pergi kekamar mandi sendirian, ya ampun, aku tidak pernah mengajarkannya untuk terlalu overprotektif.
Waktu berlalu dan malam tiba, aku tidak perlu harus pergi keruang makan untuk makan malam, karena makan malam yang pergi ketempat ku.
Saat aku demam, aku hanya tidur, membaca buku, makan dan tidur. Tidak ada kegiatan lain untuk dilakukan.
Semua buku dirumah ini telah kubaca berulang kali, mungkin aku harus meminta ke guirde untuk dibelikan buku yang baru. Ya, akan kulakukan.
Pada akhirnya emma tidak datang kerumah ku dan hari berganti.
"Kesembuhan total!"
"""Selamat sembuh, sheilla/kakak"""
Quilea, guirde dan elena dengan serempak berkata seperti itu, ya ampun ... padahal ini masih pagi hari.
Sekarang kami sedang sarapan diruang makan. Kali ini bukan sup, melainkan daging panggang dengan roti.
Kupikir sarapan pagi ini adalah sup lagi, untunglah tebakan ku salah.
Bukan berarti aku membenci sup, tetapi pasti kau juga akan tidak menyukainya jika terus memakan itu selama 4 hari.
Daripada menggunakan kekuatan ilahi untuk membentuk sesuatu, mungkin aku harus menampung kekuatan ditubuh ku, agar tubuhku terbiasa dan menerima kekuatan ilahi.
Ya ... itu lebih baik, aku juga tidak ingin pingsan lagi dan merepotkan semua orang.
.
.
.
"Hm ... hati-hati dijalan"
Mengantar si guirde didepan pintu ... lalu apa? Aku tidak dibolehkan keluar saat ini, jadi aku terpaksa untuk terus menetap didalam rumah, aku berpikir ini tidak ada bedanya dengan beberapa hari yang lalu, tapi yah, sudahlah.
Quilea juga sedang pergi kegudang makanan.
Aku kembali keruang tamu dan duduk dilantai sambil menatap ke arah perapian, karena ini masih belum malam jadi tidak dihidupkan, tentu saja.
"Bosan~~"
Aku juga tidak tau kapan guirde akan pergi kekota, sampai saat itu tidak ada buku baru ... huuu~~
Kemudian aku memperhatikan elena yang sedang duduk sampingku, membaca buku dengan fokus sampai tidak menyadari sekeliling nya.
Yah ... jika aku laki-laki maka aku akan terpesona oleh perawakannya yang indah, dengan percaya diri aku mengatakan jika itu adalah mahakarya dewa.
Tetapi saat ini aku wanita, dan bahkan aku percaya diri dengan wajah ku, aku percaya diri mengatakan jika aku lebih cantik darinya. Dan karena memiliki wajah seperti ini, jadi aku tidak terpesona saat melihat wajah adikku.
"Kau tidak pergi keluar?"
"Tidak"
Jika diingat-ingat lagi, sejak kapan aku mulai memanggilnya dengan sebutan "kau" bukannya "elen" seperti biasanya.
__ADS_1
Apa-apaan perasaan ini, aku merasa seperti jarak antara kami mulai membesar, aku tidak ingin ini.
"Hmmm ... kalau begitu, kakak pergi kekamar dulu" aku langsung menuju kekamar dan menutup pintu, tetapi aku teringat sesuatu dan membukanya kembali "jangan masuk kedalam"
Setelah mengatakan itu aku langsung menutup pintu ... fyuuh ... saat nya latihan, aku akan melatih tubuh ini, cara nya dengan menyalurkan kekuatan ilahi keseluruh tubuh.
Dengan begitu, mungkin saja tubuhku akan menerima kekuatan ilahi ini dan aku tidak akan berakhir pingsan lagi.
Aku mengingat hal itu, saat aku menggunakan kekuatan ilahi dihari itu, aku langsung mulai dengan membentuk sebuah pisau dapur milik quilea.
Aku berpikir jika kekuatan ilahi hanya bisa digunakan jika mempunyai wadah, dan wadah yang kugunakan dulu adalah pedang, makanya kali ini aku berpikir untuk membuat tubuhku sendiri yang menjadi wadah nya.
Dan itu berhasil dan bisa membentuk sebuah pisau, tetapi ternyata pemikiran ku sangat naif saat itu.
Mungkin itu adalah penyebab aku pingsan, dimana aku terlalu banyak memakai kekuatan ilahi dan itu membuat tubuhku tidak mampu menahan dampak dari kekuatan ilahi.
Sampai-sampai membuatku pingsan dan berujung kedemam selama 4 hari, demi tidak mengulangi kesalahan yang sama, aku harus membiasakan tubuh ini dengan kekuatan ilahi.
Karena hanya ini yang kubisa, tubuh ini terlalu lemah untuk kuperkuat, jadi kubuat terbiasa saja dengan kekuatan ilahi.
Jadi mesikipun tubuh ku lemah, tetapi jika ada kekuatan ilahi, apapun bisa kukalahkan.
Baiklah ... menyalurkan kekuatan ilahi, rasakan perasaan disaat kekuatan ilahi mengalir dari kepala menuju ke ujung tubuh, yaitu jari-jari tangan dan kaki.
Tetap seperti ini, fokus dan jangan sampai aliran ini terpecah.
2 menit kemudian.
"Argrrgg! ... "
Aku berteriak kesakitan karena seluruh tubuhku merasakan perasaan aneh seperti ditusuh oleh seribu jarum secara bersamaan dan bukan hanya sekali tusukan.
"Huuf--huuf, Gawat .. itu hampir saja. Jika tidak kuhentikan, itu mungkin saja akan menjadi 10 tusukan"
Setelah itu aku memuntahkan sarapan yang kumakan tadi pagi ditempat tidur ku.
Apa-apaan ini? Kenapa berakhir seperti ini? Ini baru 2 menit kau tau? Apa cuman sampai segini saja?
"Sial...."
"Kakak! Ada apa?!"
Elena dengan panik mendobrak pintu, terlihat dia mengeluarkan keringat dingin, ya ampun ... aku membuat elena khawatir lagi. Aku memang kakak yang payah.
"Bukankah sudah kukatakan untuk tidak masuk kekamar ku?"
"Itu tidak penting lagi, apa yang terjadi?! Apa penyakit kakak kambuh lagi?"
"...."
Baru pertama kali aku melihat elena panik seperti itu, dasar diriku.
"Haha ... tidak perlu khawatir, ini hanya mual biasa, pasti sebentar lagi akan sembuh"
Meski aku berkata seperti itu, aku tau kalau penampilan ku saat ini sudah sangat parah, aku yakin wajah ku terlihat sangat buruk sekarang.
"Begitu ... kalau begitu ikut denganku diruang tamu, aku akan menghidupkan perapian dan dengan begitu kakak akan tetap hangat"
"Maaf telah merepotkan"
__ADS_1
Elena langsung memundakiku, disaat aku mulai berdiri, itu membuat ku pusing dan kehilangan keseimbangan, untung saja ada elena yang segera menahan ku agar tidak terjatuh.
Dan yang bisa kulakukan hanya tertawa masam.