Paladin Antegram

Paladin Antegram
bukti bangsawan


__ADS_3

-setelah sarapan-


"Sheilla"


"Hmm?"


Maxwell mengajak ku berbicara, tumben sekali, apa besok akan turun salju ya?


"Aku ingin kau ikut bepergian denganku"


"Eh?"


Dan begitulah, aku mulai bepergian dengan maxwell, eh-- apa-apaan dengan alur ini?


Disini aku dan maxwell sedang menaiki sebuah kereta pribadi, bahkan dari desain kereta ini dan hiasan yang diberikan ke kuda ini terlihat jelas jika ini adalah kereta milik bangsawan.


Singkat kata, kereta ini mencolok dijalan raya seperti ini.


Dan aku juga tidak kalah mencolok dimana aku terpaksa untuk memakai sebuah gaun biru dengan beberapa hiasan yang akan membuat orang berpikir "ah, dia bangsawan"


Heh ... untung saja aku sudah membuang harga diriku sebagai lelaki sejak lama.


"Umm ... kita sedang menuju kemana?"


".... ke istana, karena kau sudah diterima sebagai anakku dimasyarakat, jadi aku perlu membawamu menemui raja dan ratu untuk menkomfirmasi jika kau memanglah anakku"


"Heee ... "


Sepertinya merepotkan, dan mungkin cuman perasaanku jika maxwell tidak ingin pergi ke istana, mungkin karena putri karen.


Tidak, apa harus kupanggil ratu karen sekarang?


Itu mengingatkan ku, ratu karen mempunyai seorang putra yang seumuran dengan elena.


Sepertinya ia tersiksa karena harus mengandung anak dari lelaki yang tidak dicintainya.


Menjadi bangsawan sangat merepotkan, terlalu banyak peraturan.


Aku merindukan kebebasan yang ada di desa musim salju.


Melewati 1 jam perjalanan dan kami sampai diistana, itu mengingatkanku, apakaj maxwell mempunyai tunangan.


"Pa- ayah~ apa ayah mempunyai tunangan?"


Maxwell melirikku hingga akhirnya ia terfokus kedepan lagi.


"Punya" Seriusan? Ada? Gawat, ini beneran gawat. "Jangan dipikirkan, dia wanita yang rasional, tidak seperti bangsawan lainnya"


"....."


Ng, sampai dipuji oleh maxwell, sepertinya ia adalah wanita yang luar biasa? Aku harus menghormatinya!!


"Selamat datang, tuan maxwell"


Ada seorang pelayan yang memberikan sebuah pisau ke maxwell, maxwell mengambil nya dan langsung pergi begitu saja.


"Perhatikan cara berjalan mu"


"Ba-baik!"


Cepat, kenapa ia berjalan cepat?


Dan aku disini disiksa dengan etika cara berjalan nya wanita.

__ADS_1


Membutuhkan waktu 15 menit dan kami akhirnya sampai di depan sebuah pintu raksasa.


Sudah kuduga disetiap bangsawan manapun selalu mempunyai pintu raksasa. Hmm? Apa keluarga kerajaan bisa disebut bangsawan?


Tidak, seharus nya sih tidak.


Kedua prajurit dengan pakaian armor lengkap membuka pintu dan maxwell menunggu pintu itu terbuka hingga akhirnya ia langsung masuk kedalam.


Aku mengikutinya dan yang ada didalam ruangan itu adalah, singgasana raja.


Dimana jalan kami berdua dilapisi karpet merah yang langsung tertuju kehadapan raja.


Dan banyak orang yang berbaris disamping karpet itu seperti membentuk sebuah dinding, aku mengerti, pasti mereka adalah bangsawan yang sangat penting.


"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda, baginda raja"


Maxwell menundukkan kepala dengan membuat tangan kanannya menyentuh dada dan spontan aku juga ikut menunduk sedikit kepalaku dengan membuat tanganku mengangkat rok kanan dan kiri ku.


"Ya ... bertegaklah"


"Baik"


Mendengar perintah raja, maxwell dan aku langsung berdiri tegak.


Dan aku hanya melihati raja ini, dipenuhi dengan celah dan bahkan tidak memiliki pengawal disisi kiri dan kanan.


Jika aku adalah pembunuh dengan kemampuanku saat ini, seharusnya itu bisa membuatku membunuh raja dan berakhir ditangkap.


"Jadi itu, anak tikus yang kau pungut dari distrik biadab?"


".... segala kehormatan baginda raja, sheilla adalah anakku, dia mempunyai darah keluarga lohengram didalam nya, dan menyebut itu sebagai tikus menurut saya sedikit tidak tepat"


Tegas maxwell, eh ... apa tidak apa-apa dia menentang raja seperti ini?


Disaat aku melihat raja, aku juga melihat adanya seorang wanita yang duduk disebuah kursi yang tepat disamping raja.


Tapi aku tidak melihat adanya pangeran disini, apa dia tidak menghadiri hal ini.


"Hmph, untuk seorang lohengram, kau mempunyai mulut yang bebas juga, sudahlah ... aku memanggilmu hari ini bukan untuk membuat basa-basi disini, aku memanggilmu untuk bisa memperkenalkan putri mu disini"


"Baik, terima kasih atas kemurahan hatinya"


Oooh!! Dia berhasil selamat.


Kupikir akan terjadi sesuatu tadi, tapi untunglah maxwell tidak dihukum.


Itu mengingatkan ku, nama raja ini adalah colceus de alford, pria beruntung yang telah menjadi raja karena menikahi karen alexandra.


Tapi apa dia tidak terlalu sombong? Maksudku aku tau raja harus bersikap seperti itu agar tidak diremehkan oleh bangsawan lainnya.


Tetapi menyebutku tikus itu sedikit keterlaluan!!


Maju sini kau sialan!!!


Yah, lawan adalah raja, tidak ada gunanya untuk marah disini.


Disini aku mendengar beberapa bangsawan yang berbisik-bisik, sepertinya mereka sedang membuat keputusan.


Sang ratu turun dari kursi dan dan berjalan menuruni tangga yang membuat singgasana itu jadi tinggi, berhenti dihadapan kami berdua.


Maxwell, menurunkan kaki nya dan menarik pisau yang ia dapat dari pelayan tadi.


Ia mempersembahkan pedang itu ke sang ratu, sang ratu mengambil pisau itu.

__ADS_1


Disaat yang sama, datang seorang pria yang berkerudung putih dengan dihiasi desain keemasan.


Ia membawa sebuah bantal dan di atas bantal itu ada sebuah batu yang sudah hancur.


Berjalan diantara ratu dan kami sambil bersujud dan mengangkat ke atas bantal yang diduduki oleh batu itu.


Ratu melukai jarinya dengan pisau itu dan ia meneteskan darah nya itu ke batu, batu itu menyerap darah sang ratu dengan cepat.


Setelah selesai, ratu memberikan pisau itu ke maxwell, dan ada seorang pelayan yang menghampiri sang ratu dan memberikan sebuah sapu tangan.


Sang ratu mengambil sapu tangan itu dan mengelapi jari yang dilukainya.


Disaat kupikir jika maxwell juga akan melukai jarinya, ternyata tidak.


Maxwell memberikan pisau itu kepadaku dan aku hanya mengambil nya, tanpa maxwell kayakan sekalipun aku sudah mengetahui apa yang harus kulakukan.


Aku melukai jari jempol ku dan meneteskan darah nya ke batu itu, disaat yang sama juga, batu itu bereaksi berlebihan sehingga ia merubah warnanya menjadi merah.


Aku meratapi batu itu hingga sipelayan memberiku satu sapu tangan.


"Terima kasih"


Aku tersenyum berterima kasih dan pelayan itu membalas dengan senyuman hingga ia menundukkan kepalanya dan pergi dari sini.


"Dengan ini terbukti jika anak itu mewarisi darah membara milik lohengram, saat ini kedudukan nya adalah bangsawan, ia adalah penerus utama keluarga lohengram saat ini, apa ada yang keberatan?"


Tegas sang raja dan semua bangsawan yang ada disini secara bersamaan membalas perkataan sang raja.


"""Tidak ada yang keberatan"""


.


.


.


Waktu berlalu dan kini kami berada dikereta yang sedang menuju kekediaman kami, singkat kata kami sedang dalam perjalanan pulang saat ini.


Meskipun hari sudah sore karena tadi ada pesta, sekarang aku mengetahui jika lohengram adalah bangsawan terpandang dan tertinggi dari seluruh bangsawan.


"Jadi batu tadi itu apa?"


"Batu tadi? Ah, itu .... hmm-- singkat penjelasan jika para bangsawan saat ini adalah seorang yang berkontrak darah dengan keluarga kerajaan, meskipun kontrak itu sudah tidak berlaku sejak 100 tahun yang lalu, dan sekarang sisa kontrak darah itu bisa digunakan untuk pembaptisan seperti tadi, kau liat, darah sang ratu dan darah seorang bangsawan menyatu dan hal itu membuat batu itu berubah warna sesuai warna yang ditetapkan kepada bangsawan"


"Aku mengerti"


Jadi begitu, pada akhirnya batu itu hanyalah pondasi untuk penyatuan darah keluarga kerajaan dengan darah keluarga bangsawan.


Karena itulah sang ratu yang memimpin pembaptisan, bukan sang raja, karena raja tidak memiki darah keluarga kerajaan didalam nya.


Dan warna yang ditetapkan untuk lohengram adalah merah, dan karena batu itu berubah warna menjadi merah, jadinya itu menjadi bukti nyata jika aku memanglah keturunan lohengram.


Waktu banyak berlalu sejak saat itu, karena aku sudah dibuktikan jika memanglah keturunan lohengram, banyak undangan untuk pesta teh berdatangan dan aku harus mengunjungi satau atau 2 pesta teh bersama gadis bangsawan lainnya hanya untuk formalitas.


Uhh~~ waktu membacaku.


Tetapi aku senang karena tidak ada diskriminasi disini karena dibiodata mengatakan jika sampai beberapa saat yang lalu aku hanyalah anak haram.


Tidak, mereka tidak bisa mengelabuhiku, kemungkinan yang menyuruh putri mereka untuk mengundangku untuk pesta teh adalah orang tua mereka.


Karena keluarga lohengram itu sangat terpandanh, jadi mendekati keluarga lohengram adalah prioritas utama bangsawan lainnya.


Dan mereka menggunakan anak mereka dan aku untuk mempererat hubungan.

__ADS_1


Niat mereka sudah terlihat sejak awal.


Dan begitulah banyak hal yang terjadi, sekarang adalah hari sekolah.


__ADS_2