Paladin Antegram

Paladin Antegram
dungeon tenzolg


__ADS_3

20 november 713, kalender antegram.


Beberapa jam telah berlalu sejak kemunculan boneka dewa, dan hari berganti, pagi tiba dan sekarang adalah waktu keberangkatan.


Meski mereka berdua hampir tidak bisa tidur dengan nyenyak karena hal itu, tetapi mereka harus berangkat, karena tidak ada waktu bersantai karena pelaksanaan acara akan dilakukan besok hari.


Dan membutuhkan seharian penuh untuk mencapai dungeon tenzolg, setidak nya mereka harus berangkat dipagi hari.


"Kalian sungguh ingin pergi?"


Gus bertanya dengan sedikit khawatir, itu terlalu mendadak, ditambah dengan pengumuman itu, meski mereka hanya penduduk tetapi mereka tetap pemain antegram sesuai aturan yang ada.


Tidak ada aturan khusus untuk mewajibkan seluruh pemain untuk mengikuti acara ini, jadi karena mereka bukanlan pejuang yang terlatih, jadi mereka memutuskan untuk tidak mengikuti acara.


"Ya, waktu kami tidak banyak"


Da vinci menjawab dengan senyuman pasrah, dan dua anak lainnya bersembunyi dibalik Lily, entah itu kesedihan atau ketakutan.


"Bukankah kalian bisa tinggal disini sementara waktu selama acara berlangsung? Sudah jelas itu adalah acara yang berbahaya dari biasa nya, nyawa kalian---


"Lily"


Sebelum Lily menyelesaikan perkataan nya, nenek itu menyela nya dengan tegas, membuat Lily tersentak kaget.


"Mereka berdua adalah pejuang yang berjuang demi bisa kembali kerumah mereka, disini bukanlah rumah mereka, kita tidak memiliki hak untuk menghentikan mereka"


Nenek itu melanjutkan dimana Da vinci dan Sheilla tertegun karena hal itu.


"Semoga kalian diberkahi oleh keselamatan"


Da vinci tersenyum dan sedikit terkekeh.


"Saya akan datang lagi"


"Baik"


Bertukar senyum dengan ramah, dan mereka memulai perjalanan mereka, berhenti dan menatap kebelakang, mendapati keluarga itu sedang melambaikan tangan mereka.


"Lain kali datang lah kemari untuk bermain"


Mereka berdua mengangguk dan mulai melakukan perjalanan, disini keluarga itu berhenti melambaikan tangan mereka, suasana nya berubah menjadi sedikit canggung setelah kepergian Da vinci dan Sheilla.


"Apa mereka akan baik baik saja?"


"Siapa tau, firasat buruk dan baik bercambur aduk menjadi satu, itu membuat ku sedikit menggigil"


"Ibu, ayo masuk kedalam, ibu akan masuk angin jika terus berada diluar"


Ucap August sambil menahan punggung nenek itu, dan nenek itu berjalan kembali untuk masuk kedalam rumah.


(Pastikan kalian berdua kembali hidup hidup, para pejuang yang bodoh)


***


14 jam telah berlalu sejak mereka berangkat, dan saat ini malam telah tiba, mereka membuat api unggun untuk beristirahat sebentar.


Setelah itu mereka akan melanjutkan kembali perjalanan ketika beristirahat sekitar 3 jam, berkat burung milik Williard yang menyampaikan untuk langsung pergi ke dungeon tenzolg.


Mengikuti hal itu, mereka memutuskan untuk pergi ke dungeon tenzolg daripada kembali ke mansion charles terlebih dahulu.


Saat ini mereka duduk ditanah tepat didepan api unggun, menghiraukan rasa malu mereka, mereka duduk berdampingan dimana Sheilla membaringkan kepala nya di pundak Da vinci.


Suatu tingkatan yang tidak akan bisa mereka capai sebelum nya, tetapi mereka sudah tidak mempermasalahkan hal itu sekarang.

__ADS_1


Entah karena takut, seperti jika salah satu dari mereka mati, maka itu sudah terlambat, meski mereka meyakinkan diri mereka untuk bertahan hidup satu sama lain.


Tetapi disatu sisi mereka masih takut akan satu hal, jika itu benar terjadi, maka semua nya akan terlambat.


Maka dari itu mereka tidak memperdulikan hal itu sekarang, meski mereka tidak akan melewati batas dari skinship itu.


Duduk dengan melamun, dimana Da vinci memainkan cangkir nya yang berisi kopi hangat, dan Sheilla hanya melamun menatap api unggun itu.


"Rasa nya canggung ya?"


"Fufu, benar juga, aku tidak tau apa yang ingin dibicarakan disini"


"Aku juga"


"Ah, benar juga, sebelum nya aku terlalu sibuk untuk memikirkan nya, tentang malam itu, disaat kita berdansa, apa kau tidak ingin mengatakan kelanjutan nya?"


Ucap Sheilla dengan nakal dimana Da vinci tersentak kaget akan hal itu, wajah nya memerah ketika dia menatap Sheilla yang tersenyum nakal disini.


"Itu ... tanpa kulanjutkan kau sudah tau kan?"


"Hmm? Apa? Begini begini aku juga ingin mendengar itu langsung dari mu"


Sheilla tersenyum lembut, mengatakan sesuatu yang seharus nya tidak pernah dia katakan, seperti perkataan itu bukanlah suatu yang cocok untuk sifat nya.


Tetapi ... Da vinci tidak membenci hal itu, dia tertegun diam ketika mendengar hal itu, membuka mulut nya, tetapi dia menutup nya kembali dan tersenyum.


"Janji, setelah semua ini berakhir, aku akan melanjutkan kalimat itu, aku berjanji"


Sheilla tertegun diam, melihat Da vinci yang tersenyum penuh keyakinan diwajah nya, dia ingin tersipu malu saat ini tetapi dia menahan nya dan tersenyum masam.


"Da vinci, kau tau ... itu adalah kalimat orang yang akan mati terlebih dahulu di awal pertempuran"


"Eh?! Serius?!'


Dia menyesali hal itu dengan sangat dalam.


"Hahaha, tapi yah, mmmm~~ aku harus menunggu lebih lama lagi ya?"


"Rasanya ... maaf untuk itu"


"Tidak, sudah terlambat untuk kecewa dengan sisi pengecut mu itu, tetapi apa boleh buat, aku akan menunggu sebentar saja, dengar? Hanya sebentar"


Ucap Sheilla dengan wajah yang sedikit cemberut di akhir, tetapi di akhiri dengan senyuman, menangkan Da vinci untuk suatu alasan.


"Ya, aku berjanji"


Dengan menggunakan langit malam dan bintang bintang sebagai bukti bisu janji itu, setidak nya sampai janji itu terpenuhi, maka janji yang baru akan dibuat.


****


Disuatu menara yang besar, dimana itu dikatakan sebagai menara sang dewa, dewa yang menciptakan antegram ini.


Seseorang duduk di atas takhta nya, dengan armor hitam yang dipasang ditubuh nya, dan suatu penutup mata yang terbuat dari besi.


Menyembunyikan mata nya untuk suatu alasan, dia, adalah inti dari antegram, sosok yang menghancurkan dan menciptakan antegram kembali menjadi tanah manusia.


[Killia laule] [mantan satu dari empat pahlawan dunia A] [identitas asli : ???????]


Sebagai sosok yang menyandang nama dari salah satu empat pahlawan, dia memenuhi kewajiban nya dengan sebaik mungkin.


"Ah ... akhirnya waktu yang ditentukan akan segera tiba, waktu yang menjadi awal dari kehancuran kedua dunia"


"Benar, sebagai dua boneka dewa, kita harus menuntaskan tugas kita"

__ADS_1


Ucap seorang wanita yang berdiri disamping sosok yang disebut sebagai killia itu, meski dia memiliki penampilan yang jauh berbeda dari killia.


Wanita itu mulai membungkuk dan memeluk nya, dengan senyuman sinis, dia mulai menyipitkan mata nya.


"Ayo kita bunuh semua pejuang ada di antegram"


"......"


Killia mulai menggenggam pedang nya itu, berdiri dari singgasana nya, dan berjalan perlahan menuju ke lantai luar, dimana kau bisa melihat pemandangan dari atas langit disini.


Dan dibawah sana adalah tempat pertempuran akan berlangsung ... tempat dimana pertempuran terbesar dalam sejarah antegram akan dimulai.


***


21 november 713, kalender antegram - hari pelaksanaan acara


Setelah melakukan perjalanan yang panjang, akhirnya mereka tiba di dungeon tenzolg, pemandangan yang luar biasa ketika mereka melihat nya dari atas bukit.


Membuat mata mereka berkaca kaca meski mereka tau jika itu adalah tempat dimana musuh berada.


Disana juga terlihat beberapa burung dengan ukuran yang besar sedang terbang, mengepakkan sayap mereka dengan kuat sampai mereka melaju dengan cepat.


"Umm, coba kuliat, dimana kapten dan yang lainnya?"


Da vinci memutar mutar pandangan nya kebeberapa arah untuk mencari yang lainnya, meski terlihat orang orang, tetapi mereka hanya pejuang acak yang mencoba untuk mengikuti acara ini.


Hingga akhirnya dia menemukan mereka, tetapi itu bukanlah kondisi yang bagus, dimana mereka didekati oleh pria acak berkulit hitam dengan wajah nya yang besar.


Mengobrol dengan wajah sombong dan hanya Tamara yang meladeni dia dimana bahkan kebanuakan anggota lainnya tidak memperdulikan hal itu.


"Nah kau tau, bukankah aku hebat? Tidak ada yang bisa mengalahkan ular hitam raksasa itu selain aku"


"Wah, itu hebat"


Tamara membalas dengan senyuman bahagia nya, dia terlihat sangat tertarik dengan itu, meski dia hanya tertarik dengan bualan yang diucapkan oleh pria itu.


Dia mengetahui jika semua itu hanya bohongan, tetapi bukanlah hal yang buruk untuk mendengarkan.


"Karena itulah, menikahlah dengan ku jika aku mengalahkan musuh keparat itu"


Ucap pria itu, Tamara sangat cantik disini, sampai kau akan terheran kenapa orang secantik dia lebih memilih untuk menjadi pejuang, pekerjaan nya tidak cocok dengan wajah yang dia miliki.


Dia tersenyum ketika mendengar hal itu, mundur kebelakang dan menarik Theo dimana Theo sedang asik dengan buku nya.


"Maaf paman, aku sudah punya kekasih"


"...."


"Paman!!? Keparat! Kau merngejek ku?!!"


"Tidak tidak, aku tidak mengejek paman kok"


Tamara membalas dengan senyuman canggung nya, mendengar hal itu membuat pria itu lebih emosi dari sebelum nya.


Dia mengangkat pedang milik nya, dan mengarahkan itu ke arah Theo, dan Theo hanya merespon hal itu sengan alis yang mengerut.


Dan kebanyakan anggota party (tanpa nama) menjadi sedikit tertarik akan hal itu, melirik dengan pandangan yang sedikit berharap akan sesuatu terjadi.


"Bertandinglah satu lawan satu dengan ku, akan kubuktikan jika aku yang terkuat"


Ucap pria itu dimana Theo hanya menatap masam, melirik kesamping dan mendapati Tamara yang mengacungkan jempol nya ke arah nya dengab tersenyum lebar.


"Berjuanglah, sayangku"

__ADS_1


"Haha ... serius nih?"


__ADS_2