Paladin Antegram

Paladin Antegram
keseharian seorang pelajar


__ADS_3

"Aku pulang!"


Aku mendorong pintu dengan heboh dan sambil mengucapkan hal itu.


Dan didalam ruangan terdapat seseorang yang sedang baring di tempat tidur nya, dia adalah teman sekamar ku.


"Da vinci, apa kau perlu melakukan sesuatu seperti membuka pintu dengan heboh? Kau menganggu tetangga"


Dia adalah teman sekamar ku meski kita belum menjadi teman.


Namanya, polua kryle, sepertinya dia berada di tingkat ke-6 dimana umur nya 16 tahun.


Dia memakai kacamata karena ada masalah pada penglihatan, itu membuat nya mendapat kesan pertama dari orang lain seperti "murid teladan" atau "kutu buku"


Penampilan nya akan sempurna jika rambut nya dirapikan.


Dengan begitu tidak salah lagi jika ia akan mendapat panggilan "kutu buku" di akademi ini.


Atau mungkin "kak kutu buku" ?


Heh ... cukup mengejek nya, mengejek bukanlah hobiku.


"Tidak masalahkan~ toh tidak ada yang datang kemari untuk protes, heh"


"Dasar anak-anak"


"...."


Aku tau aku masih berumur 12 tahun tetapi apa itu anak-anak?


Malam telah tiba, dan aku juga sudah makan malam barusan.


"... apa yang kau lakukan?"


Tanya polua sambil mengangkat satu kertas dan melihat kertas itu.


"Hmm? Merangkai lingkaran sihir"


jawab aku tanpa mengalihkan pandangan ku ke arah lingkaran sihir yang sedang kubaca.


"Merangkai lingkaran sihir?!, hah, murid yang direkrut langsung oleh kepala sekolah memang sesuatu, jadi sihir apa yang ingin kau buat?"


"Teleportasi"


"Teleportasi?! Apa bocah ini waras?"


Dengan kaget polua kembali melihat kertas yang dipegang nya, yah ... meskipun itu bukanlah rangkaian lingkaran sihir teleportasi yang sedang kuteliti, heh~


"Aku mendengar mu, yah ... sampai saat ini, teori perpindahan ruang masih diperdebatkan, tetapi aku yakin perpindahan ruang bukanlah sekedar khayalan"


"Hou~~ jadi jenius itu enak, kau bisa melakukan apapun"


Ucap polua dengan nada mengejek dan polua langsung beranjak ke arah tempat tidur nya.


"...."


Yah, meskipun aku selalu mengatakan jika diriku ini adalah jenius dalam sihir.


Aku tidak pernah sekalipun beranggapan bahwa aku adalah jenius.


Sekarang aku ingin berbalik dan berkata "jadi orang santai itu enak, tidak pernah mencoba untuk menjadi yang terbaik"


Tetapi kuurungkan niat ku, membuat musuh sangat tidak diuntungkan disini, yah ... bukan berarti polua mengejek ku barusan.


Meskipun aku baru bertemu dengan nya, aku mengetahui sifat nya seperti apa.


Dia hanya ....


"Pembenci kekalahan"


"Hmm? Apa kau mengatakan sesuatu?"

__ADS_1


Ucap polua sambil menatapku dengan ekspresi bingung.


"Tidak, bukan apa-apa"


Dan dengan jawaban barusan, polua mulai bingung dan memutuskan untuk menganggap itu bukan apa-apa.


Oh ... aku baru ingat jika polua adalah anggota osis.


Jika aku terlibat kemasalah bocah bangsawan disini mungkin aku akan meminta bantuan polua sebagai pengacaraku.


Heh ... punya hubungan dalam adalah yang terbaik.


Pagi hari - waktu sekolah


"Pagi, calon ketua osis"


Polua baru saja bangun dari tidur nya dan aku ... belum tidur dari tadi malam---


Haaah~~ kenapa malam begitu cepat berlalu?


"Ya, pagi, huh? 'Calon ketua osis'?"


Polua mengusap mata nya dan kaget dengan panggilan ku barusan, apa dia tidak suka?


Hmm ... apa harus kupanggil "anggota osis" atau "osis sampingan" ?


"Kak polua ingin jadi ketua osis kan? Tidak! Kau harus jadi ketua osis jika tidak kehidupan sekolah ku akan kacau"


Polua mendengarkan perkataanku sambil memakai kacamata nya.


Kacamata itu ia taruh di atas meja yang berada disamping temapt tidur nya.


"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan dipagi hari, tapi ... aku menantikan dukungan mu"


Ucap polua sambil bergaya membetulkan kacamata nya.


Itu hanya gaya yang bisa dilakukan oleh mata empat.


Kau sangat keren saat ini, senior.


Dan aku hanya membalas nya dengan acungan jempol.


Polua berangkat kesekolah duluan karena tempat mandi hanya bisa dipakai satu orang dan jangan mencoba untuk menyarankan mandi bersama.


Aku terlalu sibuk dengan penelitian ku sampai tidak menyadari dengan cahaya matahari yang menembus jendela dan gorden.


Yah, sekalian saja mari buat ini menjadi debut "tidur dikelas"


Debut "membolos" juga tidak boleh dihiraukan, akan kucoba nanti.


Kelas hari ini apa ya?


Disini aku baru saja selesai memakai seragam dan segera berjalan ke tempat dimana aku menaruh jadwal kelas.


Aku menaruh kertas jadwal itu di atas meja, aku mengambil nya.


Hmmm ... coba kulihat.


"Hmm? Hah?! Uji coba sihir katamu?!!"


Sial!! Itu satu satunya kelas yang tidak boleh kulewati dengan tidur selama pelajaran, lagipula uji coba akan dilakukan ditempat nya, bukan dikelas.


Sangat mustahil untuk tidur selama pelajaran ini, ini tidak ada bedanya dengan pelajaran olahraga.


Haaah~~ betapa malang nya diriku, hiks~


Aku berhenti depresi dan mulai berangkat kekelas.


"Nona sheilla, biar saya bawakan buku anda~"


Ucap seorang gadis dengan jelas bahkan aku mendengarnya meski suara itu berada di kejauhan.

__ADS_1


Aku tidak asing dengan suara itu, dan dia barusan menyebut nama sheilla


Aku mengarahkan pandanganku ke arah suara itu muncul dan yang kulihat adalah sheilla yang berjalan dan diikuti oleh seorang gadis dibelakang nya.


Tunggu ... bukankah dia gadis yang ditindas kemarin?


"Tidak perlu"


Ucap sheilla tanpa menghentikan langkah nya dan ia membuat ekspresi senyum ... apaan itu, entah kenapa aku tidak ingin terlalu melihat senyuman itu.


"Ayolah~ nona sheilla, apa nona sheilla tidak letih berjalan begitu, apa perlu saya gendong?!"


Ucap gadis itu tanpa mencoba untuk menyerah, tunggu ... apa dia gadis yang sama seperti kemarin?


Sheilla berhenti berjalan dan membalikkan badan nya dengan tanggap


"Ku-bi-lang .... TIDAK PERLU!!"


Teriak sheilla dengan lantang dan penuh emosi.


"Nona sheilla .... apa perlu kubawakan bukunya?"


"Aaagg ... merepotkan!"


Sheilla mulai berlari dengan kencang dan meninggalkan gadis itu..


"Ah ... tunggu aku, nona sheilla!!"


Gadis itu dengan panik ikut berlari untuk mengejar sheilla.


Seriusan ...


"Apa yang telah terjadi kemarin?"


Bahkan para murid yang ikut melihat pertunjukkan barusan juga kebingungan.


SUDUT PANDANG SHEILLA


"Huuf, huuf-"


Aku berlari kemanapun aku bisa ... benar, selama aku bisa menghindarinya.


Seriusan ... aku tidak mengerti kenapa ia bisa menjadi seperti itu.


"Shei? Apa yang kau lakukan?"


"Aaaaah!!"


Aku terkejut hingga melompat kebelakang, tetapi aku menyadari jika itu tidak perlu.


Yang memanggilku adalah seorang pria, dan suaranya tidak asing...


"Da vinci? Apa yang kau lakukan disini?"


Aku berlari sampai kehabisan tenaga bahkan di kampung halaman aku tidak pernah berlari selama ini.


Ini membuatku lelah.


Kesampingkan hal itu, aku bertemu da vinci, kenapa aku bertemu dengannya? Apa ini kebetulan?


"Apa itu ... ini kelas yang kuikuti"


Ucap da vinci sambil mengacungkan jempolnya ke arah atas.


Lebih tepat nya di arah papan yang tertempel didinding itu.


Tertulis "ruang pelatihan" dan aku menyadari ada pintu yang tepat berada disampingku.


Bahkan ada orang yang keluar dan masuk kedalam, aku terlalu fokus dengan shellee sampai tidak memperhatikan sekitar ku.


"Ah! ... be-begitu"

__ADS_1


Tanpa kusadari aku berlari tanpa melihat arah dan secara kebetulan langsung sampai kekelas ku.


Lonceng berbunyi dan semua murid termasuk dengan aku dan da vinci masuk kedalam ruangan.


__ADS_2