Paladin Antegram

Paladin Antegram
orang yang ditinggal


__ADS_3

"Nenek ... sudah meninggal?"


Ucap shopia dengan nada mati ... wajahnya terlihat putus asa.


Yah, aku yang baru mengenal nenek vigrid saja bisa merasa sedih seperti itu tetapi shopia tidak menangis.


Bukan karena tidak bisa tetapi shopia menahannnya.


"Maaf ... aku ke toilet dulu--"


Berkata seperti itu, shopia langsung berlari keluar dari ruangan, aku ingin mengejarnya tetapi aku tau aku tidak bisa dan bahkan aku tidak diperbolehkan oleh diriku sendiri.


Sebuah kesadaran yang memberitahuku untuk tidak mengejar shopia, semua orang membutuhkan waktu untuk sendiri, dan shopia membutuhkan waktu itu sekarang.


Waktu berlalu dan hari sudah mulai sore, seperti yang kau lihat masih belum ada yang mengunjungiku, entah kenapa aku merasa sakit, bukan luka ku.


"U-umm, dokter, apa keluarga saya masih belum akan datang?"


Aku putus asa dan mencoba untuk bertanya ke dokter yang datang untuk memeriksa keadaan ku.


"Hm ... lukanya sudah mulai menutup-- dan tentang keluargamu, mereka dilarang untuk mengunjungi mu"


"Hah?!"


Aku tersentak, kenapa dilarang ... yah, sejujurnya aku sedikit takut untuk bertemu quilea dengan kondisiku seperti ini tapi sekarang bukan waktunya untuk mempermasalahkan itu!!


Ini masalah penting.


"Yah, tenanglah ... kau sudah dianggap berbahaya oleh kerajaan paron, meskipun kau anak dari tuan maxwell, bukan berarti tuan maxwell bisa menentang kerajaan"


Ayah?


Maxwell ayahku? Tidak, aku sekarat tetapi bukan berarti aku menjadi lebih pikun, pria yang membuatku adalah guirde, bukan dia--


Ohh ... jadi begitu, yah, apa boleh buat, akan kuikuti sandiwara aneh ini--


"Yah, kenapa aku dianggap berbahaya?"


"Seorang gadis membunuh seekor minotaur seorang diri, itu adalah kenyataan yang tidak bisa dibantah, kau pikirkan, apakah individu seperti itu diizinkan untuk berkeliaran dengan bebas?"


" ... aku melihat"


"Karena itulah, 2 minggu dari sekarang kau diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit, dan setelah itu kau akan dibawa ketempat militer untuk diinterograsi"


Aku mengerti, kerajaan ingin memastikan apa aku adalah ancaman atau bukan, dan jika bukan mereka ingin memanfaatkan diriku untuk berjasa pada negara.


Aku harus dimasukkan kedalam militer, singkat kata, aku akan dimenjadi anjing militer.


Yah, bukan berarti aku bukan seorang tentara sebelum aku menjadi pahlawan, tetapi aku tidak ingin menjalani hidup dengan kekangan lagi.


Aku memutuskan untuk hidup dengan bebas tanpan kekangan apapun!!


Aku mengucapkan "aku mengerti" dan dokter itu langsung pergi meninggalkan ruangan.


Yah ... jalan nya hidup memang tidak bisa diprediksi.


.


.


.


Malam tiba dan aku makan malam sendirian, entah kenapa ini terasa sangat hening, sebelum nya ada nenek vigrid yang terus mengajakku untuk berbicara.


Merkipun aku ingin lepas dari itu tetapi ia tidak membiarkannya, sangat mengerikan.


Yah, entah kenapa makanan yang kumakan rasanya terasa hambar, tidak mempunyai rasa apapun, uh ... itu membuatku hampir muntah.


Besok aku akan bilang ini kepara dokter disini, "makanannya tidak mempunyai rasa" akan kubilang seperti itu.

__ADS_1


Itu bukan protes, tetapi aku hanya memberi saran sebagai pasien disini kau tau?


Hm ... akan kulakukan besok!!


Hari esok telah tiba dan sekarang sudah pagi, aku sudah bisa untuk duduk ditempat tidur ini, yah ... meskipun sedikit terasa sakit tetapi aku bisa melewatinya.


Dan aku menerima fakta yang mengejutkan, aku dimasukkan kerumah sakit ini adalah 1 bulan yang lalu, atau lebih tepat nya 37 hari yang lalu.


Apa lukaku memang separah itu, selain itu aku merasa seperti pernah berbicara dengan seseorang ... tapi aku tidak ingat siapa itu, ataupun percakapan yang kita lakukan, meski begitu aku ingat suara dan nada bicara nya yang angkuh.


Sangat disayangkan karena orang itu adalah lelaki, huuuu--


"Permisi~"


"Oh?"


Orang-orang, atau kau bisa menyebutnya sebagai para dokter langsung masuk ke ruanganku, dan mereka seperti sedang membawa orang lain, orang itu memakai kursi roda.


Orang itu adalah wanita, memiliki rambut perak yang berkilauan, sekejap aku berpikir jika ia adalah orang dari desa musim salju, tapi bukan, itu tentu saja ... putih tidak bisa disamakan dsngan perak.


Wanita itu terlihat seperti lebih tua 6 tahun dariku.


Mereka memindahkan wanita ini keruangan ini, aku senang karena pada akhirnya aku tidak sendirian diruangan ini.


Disaat melihat aku menatap nya, wanita itu memberikan sebuah senyuman padaku, dan aku mencoba untuk memalingkan pandangan ke atas kebawah selama kegugupanku.


Gawat, senyuman itu benar-benar senyuman iblis pemikat, senyuman yang bisa membuat orang yang melihatnya menjadi jatuh hati kepadanya.


Dan aku sedang gugup sekarang, apa aku jatuh hati kepadanya ... tidak, aku wanita sekarang, aku tidak boleh---- eh ... apa yang kubicarakan?


Apa yang terjadi dengan rencana untuk melakukan hubungan sesama jenis dimasa depan? Akh benar-benar melupakan itu.


Bisa-bisanya aku melupakan hal itu--


Disaat aku sedang terpuruk, wanita itu hanya menatap heran, mereka mengangkat wanita itu kekasur, tidak, kata "mereka" terlalu berlebihan untuk mendrekripsikannya.


Aku tidak tau dia takut ketinggian atau sedang dimabuk cinta sekarang, tetapi seperti itulah yang sedang terjadi disini.


Pria itu membawa wanita itu ketempat tidur disebelah ku, lebih tepatnya sebuah tempat tidur yang dulunya ditiduri oleh nenek vigrid.


Aku merasakan hati ku tersentak disaat wanita itu memakai tempat yang dulunya tempat nenek vigrid, aku tau itu.


Aku hanya tidak bisa menerimanya ...


Setelah dibiarkan duduk ditempat tidur itu, wanita itu mulai mencium pria beruntung itu. Dan mereka membicarakan seperti "kalau begitu aku kembali dulu" ucap pria itu dan wanita itu menjawab nya "baik, hati hati dijalan, suamiku" dengan senyuman iblis nya.


Dan pria itu hanya tersenyum dengan wajah yang sedikit memerah sampai akhirnga ia pergi dari ruangan ini bersama dengan para dokter yang lain.


Tidak, para dokter masih tinggal untuk memeriksa kembali keadaan wanita itu hingga akhirnya mereka pergi dan ruangan ini hanya ditempati oleh kami berdua.


"....."


Aku terlalu gugup untuk memulai pembicaraan, wanita ini sangat anggun, bahkan keanggunannya seperti memancar dari tubuhnya.


"Umm ... apa ada perlu denganku?"


Tanya wanita itu dengan tersenyum masam.


"Hmm?"


"Tidak, dari tadi kamu menatapku~"


"Ah-- ... ma-maafkan aku"


Kh, tanpa kusadari aku menatapnya tanpa henti, apa yang kau lakukan, diriku?


"Fufufu ... sepertinya luka mu sangat parah, apa kamu sudah lama berada disini?"


"Eh, ah ... tidak, aku baru sadar dari pingsanku 2 hari yang lalu, tetapi aku sudah disini dari 1 bulan yang lalu, jadi bisa dibilang sangat lama"

__ADS_1


"Heee ... sekarang adalah tanggal 07 bulan oktober, jadi sepertinya kau sudah berada disini dadi akhir bulan agustus"


"Sepertinya begitu ... ?"


Aku menatap dengan bingung, aku belum mengetahui nama wanita ini.


"Ah!, mohon maafkan saya, nama saya adalah iinette yaulen, senang bertemu denganmu"


"Namaku adalah sheilla, aku juga begitu, senang bertemu denganmu"


Dan begitulah aku mendapat teman baru, disaat aku berpikir seperti itu seorang gadis membuka pintu dan langsung masuk keruangan ini.


Dia adalah shopia, aku tidak bertemu dengan dirinnya sejak ia pergi ketoilet kemarin.


"Hei, shei- aku datang"


Ucap shopia dengan senyuman masam nya, dia masih sedih tetapi memaksakan diri untuk datang kesini.


"Hei, shopia, kupikir kau berteman dengan toilet kemarin"


"haha, kau mengeluarkan lelucon disaat seperti ini?"


Tawa shopia dengan seperti dipaksakan keluar tetapi sebenarnya sedikit tertawa, dan setelah ia selesai tertawa, shopia langsung menyadari jika ada seorang yang sedang berbaring di tempat tidur sebelahku.


Terlihat tatapan kosong diwajah shopia hingga akhirnya ia menutupi itu dengan senyumannya.


"Selamat pagi, senang bertemu dengan mu, namaku adalah shopia adreline"


Senyuman itu terlihat alami, mungkin dia sedih karena sampai beberapa saat lalu itu adalah tempat tidur nenek nya dan mereka langsung membuat orang lain menggantikannya.


Tetapi bukan berarti shopia akan langsung membenci iinette hanya karena hal itu, apalagi mereka baru saja bertemu, shopia adalah anak yang baik, jadi aku menjamin hal itu.


"Nama saya adalah iinette yaulen, saya juga senang bertemu denganmu"


Disaat selesai berkenalan dengan iinette, shopia langsung pergi ke arahku, dia membawa sebuah keranjang kemari.


Aku tau, itu pasti apel, meski kita baru bertemu tetapi dia sudah sebaik ini, itu membuat ku terharu~~


Dengan antusias shopia duduk disebuah kursi yang berlawanan dengan tempat tidur iinette dan shopia menatapku dengan tajam.


"Wa-wanita yang menawan!"


"Kan?"


Shopia hanya mengatakan itu dengan gugup, begitu ya, pemikat iblis nya juga tepengaruh ke shopia juga ya.


Awalnya kukira pemikat iblis itu hanya terpengaruh kepada lelaki, sungguh mengerikan.


Yah, bagaimanapun aku senang karena shopia tidak terlalu bersedih dan aku menyadari, ada sedikit lebam ditangan kanan nya.


Saat ini shopia sedang mengupas apel yang dia bawa, jadi karena itulah aku menyadari lebam itu.


"Itu ... kenapa?"


Pada akhirnya aku bertanya ke shopia tentang lebam yang ditangannya itu, aku menunjuk ke arah nya.


Lalu shopia seperti tergesa-gesa menutupinya, dan dia hanya tertawa.


"Haha ... aku terjatuh kemarin"


"Begitu ..."


Karena shopia berkata seperti itu maka aku hanya bisa diam, aku percaya kepadanya.


Tetapi entah kenapa aku merasakan suatu kebohongan di perkataan nya dan senyuman yang dipaksakan itu.


Kami baru saja berteman beberapa hari yang lalu, jadi karena itulah aku menahan diri untuk bertanya lebih.


Selesai mengupas, shopia menawarkan apelnya ke iinette, dan kami memakan apel ini bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2