
Didalam arena, ditempat dimana ini bukanlah suatu tempat yang bagus untuk menonton pertandingan, atau kau bisa menyebut ini adalah ruangan senjata dan juga salah satu dari dua jalan untuk masuk ke arena.
Disini duduk seorang pria yang mengirim Shopia masuk kedalam arena sebelum nya, mengelap sebuah belati nya itu dengan kain putih yang bersih.
[Talkes areash]
Lalu beberapa orang masuk kedalam ruangan dengan beberapa senjata dimana Areash merespon dengan mengerutkan alis nya.
"Tuan Areash, kemi mohon maaf atas ketidak sopanan kami, tetapi kami harus menghentikan segera pertarungan gladiator"
".... apa itu perintah dari kapten?"
Areash memalingkan pandangan nya ke belati nya itu dimana salah satu pria yang masuk kedalam ruangan itu merespon dengan panik.
Wajah nya berkeringat dan mulut nya tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, itu karena aura intimidasi yang dikeluarkan oleh Areash.
Merespon hal itu, salah satu pria mengerutkan alis nya dan maju kedepan untuk menggantikan posisi pria yang sedang ketakutan itu, untuk sekarang mari sebut mereka dengan pria A dan pria B.
"Tidak, ini bukanlah perintah kapten, tetapi pertarungan gladiator telah kacau, kami harus menghentikan itu segera"
Ucap pria B dengan tegas tanpa takut dengan aura intimidasi dari Areash, merespon hal itu, Areash menatap pria B dengan tatapan tajam.
"Kamu ... siapa nama mu?"
"Eh? Ah, nama saya adalah---
"Tidak, maaf, kau tidak perlu memberitahu nya, itu kesalahan ku"
Areash berdiri dan menghadap ke pria B, dimana pria B menatap Areash dengan tanpa rasa takut.
"Bukankah kau terlalu sombong?"
"Huh?"
Setelah merespon dengan bingung, Areash langsung menendang pinggang pria itu dimana pria Bitu hampir terjatuh, lalu Areash menusukkan belatih ke leher pria B itu.
Membuat pria B itu terkejut dan memuntahkan darah dimana setelah itu, dia langsung tewas seketika, darah nya meloncat keluar dan mengenai wajah Areash dimana bahkan Areash tidak bergeming dengan itu.
Areash langsung berdiri meninggalkan belatih nya dileher pria B itu, dimana seluruh prajurit yang masuk itu menatap dengan wajah yang pucat.
Areash mengelap tangan nya itu dengan kain putih yang bersih, tetapi langsung berubah menjadi merah setelah bersentuhan dengan darah.
"Jika itu bukan perintah kapten maka tidak ada yang perlu dilakukan, ketahui hal itu, ketahuilah posisi kalian, jangan lupa, kalian tidak berada diposisi yang memerintahkan seseorang, dasar sampah"
Areash menatap seluruh prajurit itu dengan tatapan tajam dimana seluruh prajurit itu merespon panik dan langsung menunduk kan tubuh mereka, berteriak "maafkan ketidak sopanan kami" setelah itu mereka langsung meninggalkan posisi.
Disisi lain didalam arena, Sheilla mendapat pernyataan dari Shopia, lalu Sheilla tersenyum dan menghadap kembali ke arah Izaghi.
"Musuh nya mempunyai regenerasi yang tidak normal, dengar, rencana nya adalah begini bisik bisik bisik"
Ucap Sheilla dengan mengarahkan mulut nya ke telinga Shopia, bagaimana pun akan bermasalah jika Izaghi mendengar rencana ini, setelah mendengar dengan seksama, Shopia mengangguk dan memasang ekspresi khawatir.
"Kau mengerti?"
"Aku mengerti tapi ... kenapa kau menginginkan pedang musuh?"
Shopia bertanya dimana Sheilla merespon kaget dan memasam senyuman masam diwajah nya, dia ingin menjawab tetapi dia berada disuasana hati dimana dia tidak ingin terlalu banyak orang yang mengetahui rahasia dari kekuatan nya, dia merasakan trauma yang dalam dari hal itu.
"Yah ... untuk suatu alasan aku memerlukan senjata asli untuk bisa mengeluarkan kekuatan ku"
Shopia merespon dan mengeluarkan suara "heee" lalu dia melirik ke kedua belatih yang berada digenggaman Sheilla, untuk suatu alasan Izaghi belum bergerak satu sama lain dan Sheilla terus memperhatikan hal itu untuk tidak lengah lagi.
__ADS_1
"Inti nya kau memerlukan sebuah pedang kan?"
Ucap Shopia dimana dia menarik pedang nya itu dari sarung dan menyerahkan pedang nya itu ke Sheilla.
Merespon hal itu, Sheilla tersenyum masam, dia berniat untuk menolak hal itu, dia bisa mengalahkan Izaghi dengan adanya satu pedang tetapi itu mempunyai efek samping yang merepotkan.
Jadi sebelum itu, dia harus memberitahu Shopia resiko jika pedang nya diberikan ke Sheilla, meski itu hanya pinjaman sementara.
"Yah ... sebenar nya bisik bisik bisik"
"Eh ... serius?"
Shopia membuat ekspresi masam, mengarahkan pandangan nya ke pedang nya itu, melirik kembali ke arah Sheilla lalu kembali menatap pedang nya.
Setelah menetapkan hati nya, Shopia dengan enggan memberikan pedang nya itu ke Sheilla, merespon hal itu, Sheilla hanya tersenyum masam.
"Ekspresi mu mengungkap perasaan mu, yah ... mungkin pedang itu sangat beharga bagi mu, jadi tidak akan kugunakan"
Shopia tersentak kaget, memalingkan pandangan nya ke samping dengan ekspresi masam.
(Tidak bisa kubilang ... jika pedang ini hanya pinjaman dari gudang, kuh ... aku malu pada diriku)
Pikir Shopia sambil memoles pedang nya, sebelum nya dia disuruh untuk memilih senjata di ruang persiapan, dan pedang ini sudah menarik perhatian nya.
Kau bisa menyebutnya itu sebagai [cinta pada pandangan pertama] meski Shopia lebih tertarik ke harga yang ia ingat tentang pedang itu, kesempatan sekali seumur hidup.
Jadi dia memilih pedang itu dan dia berada disituasi dimana dia tidak bisa memberi tau Sheilla jika itu hanyalah pedang pinjaman, dan karena itu bersifat pinjaman jadi dia tidak bisa menghancurkan pedang ini.
Mengingat harga dari pedang ini seharus nya, dia tidak yakin bisa membayar hutang yang ia dapatkan dari menghancurkan pedang.
"Shopia menghindar!"
Menatap kebelakang dan mengetahui jika Sheilla lah yang mendorong nya, saat ini Sheilla sedang menghindar dari sisi yang berbeda.
Sebuah pedang menghalangi mereka dan menghancurkan tanah dengan tebasan nya, mendapati seorang Izaghi yang berdekatan dengan mereka.
Izaghi merespon Shopia yang berlari ke arah kanan nya, mengangkat pedang dan langsung menebas kan nya ke arah Shopia.
Merespon panik, Shopia mengarahkan pedang nya kedepan untuk menahan serangan dari Izaghi, ity adalah saat saat yang panik dimana dia tidak sempat untuk memberikan sihir penguat pada pedang nya.
Serangan Izaghi mengenai pedang Shopia dimana Shopia sudah menahan sebaik mungkin, tetapi dia tetap tidak bisa mengalahkan kekuatan dari Izaghi.
Pedang Izaghi menghempaskan pedang Shopia dan tidak akan langsung menebas leher Shopia, itu adalah kemenangan nya, tetapi disaat dia berpikir seperti itu, disisi lain.
Sheilla melemparkan sebuah belatih ke arah lengan Izaghi, mengenai lengan nya dan dimana belatih itu sudah dihubungkan dengan rantai besi yang ia ciptakan.
Sheilla dengan cepat memalingkan pandangan nya sebelum belatih itu benar benar mengenai lengan Izaghi, menatap tajam tanah dan menginjak nya dengan keras.
Lalu disaat belatih itu menusuk lengan Izaghi, secara bersamaan juga Shella menginjak tanah dengan keras, dimana rantai besi yang terhubung dengan belatih itu, masih terhubung kelengan kanan Sheilla dan itu juga terhubung ke kaki kiri Sheilla.
Disaat Sheilla menendang tanah, sebuah rantai besi yang terhubung dikaki nya itu diciptakan lebih panjang lagi dimana itu masuk ketanah dan menciptakan penahan nya sendiri.
Itu terjadi disaat sebelum pedang Izaghi menebas leher Shopia, rantai besi itu langsung menghentikan lengan Izaghi secara paksa dimana itu tersentak oleh rantai besi itu.
Shopia mundur beberapa langkah karena keterkejutan nya dimana dia terjatuh dan terduduk lesuh ditanah.
(Kupikir aku akan mati)
"Shopia! Mundurlah dari tempat!"
"Huh?"
__ADS_1
Sheilla berteriak, Shopia merespon dengan bingung, disisi lain, Izaghi melempar rendah pedang nya itu ke tangan kiri dan langsung menebas Shopia.
Merespon panik, Shopia menjatuhkan kepala nya ketanah dengan menggunakan tangan untuk menahan tubuh, mengangkat kedua kaki nya dan langsung mendorong tanah dengan tangan untuk menghindar dari serangan Izaghi.
Serangan itu mengenai lantai dan menghancurkannya, Izaghi menghembuskan nafas lalu dia mengangkan pedang nya itu dan mencoba untuk menebas rantai yang menahan tangan kanan nya.
Menghancurkan rantai itu dengan sekali tebasan dimana Sheilla merespon dengam ekspresi masam sambil berpikir (yah ... itu sudah pasti)
Disisi lain Shopia berlari untuk mengambil kembali pedang nya itu, begitu juga dengan Sheilla yang berlari ke arah Shopia dengan sedikit agak menjauh dari Izaghi.
Berlari sambil terus memperhatikan Izaghi dengan waspada, setelah itu dia sampai ditempat Shopia dimana Shopia juga sudah mengambil pedang milik nya.
"Ini tidak bagus"
Shopia berguman dan Sheilla merespon bingung dengan bersuara "huh?" Setelah itu Shopia menatap lama pedang nya dan mengarahkan pedang nya itu ke Sheilla.
"Jika seperti ini terus tidak baik ... gunakan lah pedang ku"
"Huh? Tapi"
"Jika terus begini maka kita hanya akan kalah, bukan?" (Hutang yang besar bukan masalah besar untuk menambah umur)
Sheilla menatap dengan bingung, menatap ke arah Shopia dengan senyuman nya yang kacau itu, kenyataan Shopia memang tidak ingin memberikan pedang nya.
Tetapi tidak ada pilihan lain saat ini, dengan begitu Sheilla menghembuskan nafas nya dan menatap Shopia dengan pandangan yang serius.
"Kau benar benar yakin kan?"
Shopia tersenyum kecut dan mengangguk sekali dimana merespon hal itu, Sheilla mengambil pedang yang diserahkan oleh Shopia.
Mengarahkan pedang nya ke atas dimana cahaya sinar matahari memantul karena itu, Sheilla hanya bisa menatap pedang itu dengan tatapan kagum.
(Ini pedang yang bagus)
Setelah itu dengan arahan dari Sheilla, Shopia turun dari arena, dan saat ini Sheilla menarik nafas yang dalam dan menghembuskan nya.
Langsung saja dia memasang kuda-kuda dalam bertarung dengan gerakan yang indah diawal nya, disisi lain, Izaghi hanya merespon dengan waspada.
(Dia menggunakan pedang asli ... apa kekuatan nya sudah habis?)
Dan disisi bangku penonton, Chelsea dan Juliy menatap dengan ekspresi bingung, dimana Chelsea menatap Da vinci untuk menanyakan hal itu.
"Apa Sheilla sudah kehabisan kekuatan?"
"Tidak ... malahan, meski aku hanya pernah melihat nya sekali, tetapi Sheilla yang menggunakan pedang yang asli itu .... "
Itu adalah ketika mereka masuk ke dewas sihir, dimana Da vinci secara tidak sengaja melihat Sheilla yang sedang berlatih menggunakan pedang asli.
"Baiklah ... mari akhiri pertarungan ini, mahluk abadi"
Sheilla menatap tajam, aura yang dia keluarkan sangat berbeda, dia pedang nya bersinar kebiruan, dan dia mengerahkan seluruh kekuatan nya ke kaki nya, menendang tanah dan langsung berlari dengan cepat.
Izaghi yang tidak bisa merespon apa apa, tiba-tiba mendapati seoramg Sheilla dihadapan nya, menebas lengan kiri nya dengan mudah.
Bahkan tebasan itu juga membelah kaki, perut kanan dimana itu sampai membelah tangan hanya dengan sekali tebasan.
Melebarkan mata nya, disaat yang tidak jelas itu, dia hanya memahami satu hal, yaiti Sheilla yanh berlari dengan cepat dan langsung membelah tubuh bagian kanan nya.
Hanya itu, setelah itu, Sheilla menangkap lengan kanan Izaghi yang melayang diudara, lalu dia mengambil pedang milik Izaghi dimana Izaghi langsunh terjatuh ketanah.
"---- Sheilla yang menggunakan pedang asli itu ... sangatlah kuat"
__ADS_1