Paladin Antegram

Paladin Antegram
dimulai dengan heboh


__ADS_3

"Na .... ga?!"


Sheilla merespon dengan terkejut dimana keadaan telah kacau saat ini, penonton berlari dengan ketakutan dipikiran mereka dan beberapa dari mereka terdorong sampai akhirnya terjatuh kelantai.


Itu cukup untuk mematahkan tulang mereka jika tidak melatih tubuh, Sheilla hanya mendecahkan lidah nya saat ini.


Di posisi Jacob, melebarkan mata nya dengan apa yang terjadi, sampai akhirnya dia menyipitkan kembali mata nya.


(Ouja sialan ... kali ini apa yang dia lakukan?)


"Kita pergi dari sini"


Ucap Jacob dengam kesal, berdiri dari kursi dan pergi menjauh dari tempat nya dimana Duric bersaudara mengikuti Jacob.


Dibawah tanah, Ouja hanya berdiri diam sambil melihat lubang besar yang membiarkan matahari masuk kedalam ruangan ini.


"Sebentar lagi ... semua nya akan berakhir"


Bergumam dengan nada yang lega dimana dia kembali berjalan melewati gerbang itu dan kedua bawahan nya mengikuti nya pergi.


Naga di atas, membuka mulut nya dimana dia langsung menghembuskan api yang yang besar dan sangat panas keatas langit kota.


Melihat hal itu, Williard mengerutkan alis nya.


(Sial! Apa apaan situasi ini?! Seharus nya aku tetap dimarkas saja)


Api yang dikeluarkan naga itu mengenai gerbang yang mengitari kota avalon, menghancurkannya dengan mudah atau kata melelehkan lebih tepat untuk itu.


Naga itu menutup mulut nya dengan kasar sambil menghentikan semburan api yang keluar dari mulut nya.


Didalam arena, Sheilla dan Shopia masih tetap berada di tengah tengah arena, dimana Da vinci, Chelsea dan Juliy berlari ke arah mereka.


"Shei ... kau tidak apa apa?!"


Chelsea berteriak dengan panik, dimana setelah mereka sampai, Shopia dengan canggung melepaskan Sheilla dan membiarkan dia berdiri sendiri.


Lalu Da vinci memegangi kedua bahu Sheilla dengan panik.


"Kau tidak apa apa?! Apa ada luka?! Ah! Ada luka gores, itu gawat, kita memerlukan pengobatan!"


"Itu tidak perlu dan kau menyebalkan, menyingkirlah"


-drompkkk--


Suara ledakan yang melengking terdengar dimana mereka spontan menatap ke arah suara ledakan itu terdengar.


Tidak, mereka salah, daripada ledakan, itu adalah suara teriakan amarah dari si naga dimana mereka menatap dengan mengerutkan alis mereka.


Terlebih mereka melihat para penonton yang saling mendorong agar bisa pergi dari tempat, dan beberapa dari mereka dijatuhi oleh puing batu dari arena yang hancur.


Si naga turun ke tanah dengan menggunakan arena sebagai pijakannya, dan arena tidak cukup kuat untuk menahan berat si naga dimana atap atap arena menjadi retak dan hancur.


Lalu itu jatuh dan mengenai para penonton yang berlarian.


Naga itu merespon ke arah penonton, membuka mulut nya, menyadari hal itu membuat Da vinci spontan berteriak "awas!!" Tetapi terlambat, naga itu mengeluarkan api yang sangat panas dan membakar seluruh penonton hidup hidup.


Membuat Da vinci terkejut, jantung nya berdebar kencang, mengingat insiden prostitusi, kematian massal dihadapan.


Menyadari hal itu, Sheilla menepuk pundak Da vinci dimana dia langsung tersadar kembali dan sedikit terkejut akan hal itu.


"Bersiaplah"


"Shei...."


"Tempat ini sudah tidak aman, lebih baik kita segera keluar dari tempat---


Naga itu mengarahkan mulut ke arah mereka dimana Chelsea menghentikan perkataan nya, mereka merespon dengan panik.


Jika terkena itu, mereka akan terbakar hidup hidup dan menjadi debu pada akhir nya, mereka tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.


Sampai dimana secara tidak sadar Sheilla menciptakan sebuah perisai ditangan kiri nya, menyadari hal itu, dia sedikit melebarkan mata nya, mengambil perisai itu lalu melemparkannya kedepan.


"Senior Juliy, gunakan itu!"

__ADS_1


Disaat itu, Juliy merespon dan mengarahkan pandangan nya kesamping, mendapati sebuah perisai yang sedang bergerak disamping nya.


Mempercayakan semua nya pada pilihan Sheilla, dia menggapai perisai itu, mengenggam nya dengan erat lalu memukulkan nya ke tanah.


Pada akhirnya api itu datang dan membakar segala nya, tapi mereka berhasil bertahan disaat Juliy sekuat tenaga menahan api itu dengan perisai milik Sheilla.


Api yang melewati mereka terus bergerak dan menghancurkan arena dengan sekali serangan, mungkin beberapa orang yang berada didalam arena terkena oleh api itu.


Tetapi itu adalah hal yang tidak terhindarkan, setelah beberapa detik, naga itu memutuskan untuk menutup mulut nya dan menghentikan semburan api.


Lantai meleleh bahkan besi bisa saja meleleh hanya dengan berdekatan dengan api itu, ditengah arena, beberapa orang masih hidup dan itu adalah mereka.


Merespon jika serangan telah berhenti, Juliy melepaskan genggaman nya pada perisai itu dimana tangan nya dipenuhi oleh luka bakar.


"Juliy!"


Chelsea dengan panik menahan Juliy yang hampir terjatuh karena kehilangan keseimbangan, bahkan mereka merasakan kepanasan saat ini meskipun mereka tidak menyentuh api itu secara langsung.


"Aku tidak masalah, selain itu, pilihan yang bodoh untuk terus berada disini"


Chelsea membantu Juliy untuk terus berdiri dengan menahan tangan Juliy ke bahu nya.


Lalu naga itu mulai turun ke arena dimana mereka merespon dengan panik.


"Kita pergi dari sini!"


Ucap Chelsea dengan tegas dimana dia jalan terlebih dahulu ke arah terowongan yang merupakan jalan keluar dari arena ini.


Disaat seperti ini, Da vinci menatap ke arah naga itu dimana dia menyipitkan mata nya dan melihat ke arah teman teman nya.


(Percuma ... jika tetap seperti ini kita akan tersusul, setidak nya ... )


Da vinci menyadari sesuatu dan tersenyum masam, menghentikan langkah nya dimana menyadari hal itu, Sheilla menatap ke belakang.


"Da vinci?"


Da vinci menarik nafas yang dalam lalu menghembuskannya.


"Da vinci, kau .... akan kubunuh kau jika kau mati"


"......"


Ucap Sheilla dengan tegas dan Da vinci hanya menatap kecewa ke arah nya dimana Sheilla menatap kembali dengan "??" Diwajah nya.


(Aku harap dia mengatakan sesuatu yang lain seperti [jangan pergi] dan [kumohon jangan mati] yah, dia adalah Sheilla, aku yang bodoh karena terlalu berharap)


"Da vinci ... jangan memaksakan diri"


Ucap Juliy dengan bermaksud untuk menasehati Da vinci, mendengar hal itu, membuat Da vinci terdiam dan tak lama kemudian dia tersenyum.


"Ya ... aku akan melarikan diri ketika mencapai batas dimana aku tidak akan menang"


"Bagus ... berkumpulah bersama Williard ketika kau bertemu dengan nya"


"Dah, hati hati Da vinci"


Mereka akhirnya pergi dimana Sheilla sedikit mengintip kebelakang untuk melihat Da vinci, menyadari hal itu, Da vinci mengacungkan jempol nya ke arah Sheilla.


Sheilla mengangguk senyum untuk mempercayai Da vinci disini, setelah itu, Da vinci memutar tubuh nya dan mulai menatap naga yang dihadapan nya.


(Apa yang harus kulakukan sekarang? Meskipun aku mengatakan akan mengalihkan perhatian burung besar ini, jadi apa yang bisa kulakukan? Selain itu, bukankah adegan tadi terlihat seperti perpisahan, aku mendapatkan bendera kematian? Sial ... kenapa disaat seperti ini aku malah mengingat bualan dari peramal itu)


"Akhirnya terhubung"


"!!!"


Suatu suara terdengar dimana Da vinci merespon dengan panik, menatap sekeliling nya untuk.mencari pemilik suara itu, tetapi ... tidak ada seorang pun disekitar nya.


Sampai akhirnya latar berubah, dia sedang berdiri di atas langit saat ini, menatap ke bawah lalu dia langsung panik.


"Wah!! Apa apaan ini?! Aku berdiri di langit?! Huh ... berdiri?"


Berada di atas langit, dimana dibawah nya hanya terdapat lautan yang sangat luas, rasa penasaran menghampiri pikiran nya dimana dia menghentak kaki nya ke lantai atau itu masih diatas langit meski ada suatu batas seperti kaca atau merespon seperti air yang menahan kaki Da vinci disini.

__ADS_1


Sampai akhirnya dia sadar jika ada seseorang berdiri tepat jauh disamping nya.


Dia adalah dewa B, menatap samping ke arah Da vinci dengan tenang.


(Siapa?)


Pikir Da vinci dengan ekspresi masam, dan setelah itu dewa B kembali menatap kedepan nya.


Dewa B membuka mulut nya, tetapi terjadi sesuatu yang aneh, pandangan nya menjadi kabur, dengan rasa pusing dikepala nya, dia memegangi kepala nya untuk menahan rasa sakit dari pusing itu.


Dipenglihatan terakhir nya, dia menatap ke arah dewa B, dan menyadari perkataan nya, yaitu ....


"Hanya satu hal" ucap Dewa B dengan tenang sampai akhirnya dia tersenyum mengejek "jangan mati"


Pandangan menjadi hitam dan dia kembali mendapatkan penglihatan nya.


"Argrkrk"


Bersujud ditanah sambil memegangi kepala nya, wajah nya berkeringat dingin dan perlahan rasa pusing menghilang.


(Apa apaan itu tadi?)


Dia mulai berdiri dan menatap ke atas nya, mendapati tangan naga yang berada tepat dihadapan nya, dalam spesies nya, tangan naga ini menyatu dengan sayap nya dimana hanya telapak tangan nya saja yang tidak menyatu dengan sayap.


Atau bisa diartikan jika di tangan naga terdapat sayap yang berfungsi untuk memopang tubuh naga terbang ke langit.


Dan saat ini, hanya berjarak 3 meter sampai tangan itu akan memukul nya.


Tangan yang memiliki kuku yang panjang dan tajam, jika itu mengenai nya maka itu tidak bisa disebut sebagai pukulan, tetapi tusukan.


Pada akhirnya naga itu berhasil memukul sampai menghancurkan lantai, membuat debu yang banyak dimana suara dari pukulan itu terdengar sampai ketelinga Sheilla, saat berlari, dia menatap kebelakang untuk melihat situasi.


(Da vinci....)


Dan di arena itu, si naga mengangkat kembali, mendapati jika area yang dipukul nya sama sekali tidak memiliki mayat.


Dia memukul Da vinci dan seharus nya terdapat mayat Da vinci di area itu, tetapi tidak ada, dan suatu panggilan, naga itu menyadari sesuatu yang terbang di atas nya.


(Sial ... kepala ku masih pusing)


Sebelum nya, didetik terakhir dia bisa menghindari pukulan si naga dengan menggunakan sihir terbang untuk mendorong tubuh nya kesamping, lalu dia menggunakan nya untuk terbang ke langit.


Naga itu mengangkat kepala nya ke atas dan mendapati Da vinci di atas nya, membuat nya lebih marah dari sebelum karena merasa direndahkan oleh mahluk yang lebih kecil dari dirinya.


Mengepakkan tangan nya dan langsung terbang dengan cepat menuju ke arah Da vinci.


(Ya ampun, dasar burung yang merepotkan)


Dan diposisi Sheilla saat ini, mereka menghentikan langkah kaki mereka dan berhenti ditempat.


Lebih dari itu, mereka sedang bingung saat ini, di situasi yang kacau saat ini, seharus nya semua orang akan lari dari area arena untuk keselamatan diri.


Tetapi masih terdapat satu orang disini, dia adalah Areash, duduk dengan tenang sambil membersihkan, dan Shopia merespon orang itu dengan wajah pucat, mengerutkan dahi nya dan keringat berjatuhan dari wajah nya.


"Janji"


Ucap Areash dengan tenang dimana semua nya merespon hal itu, lebih dari itu, Shopia merespon itu dengan terkejut dimana mata nya membelalak saat ini.


"Kau ingin melanggar janji nya?"


"!!!"


Shopia tersentak kaget, membuka mulut nya dan ingin mengeluarkan beberapa pembelaan, tetapi dia menutup kembali mulut nya itu.


Disamping nya Sheilla melirik ke arah Shopia dengan mengerutkan alis nya.


(Janji ... apa maksud nya itu?)


"Yah ... lupakan"


Ucap Areash dengan acuh tidak acuh, memasukkan belati yang ia genggam kedalam sarung nya yang berada tepat dipinggang, berdiri dari kursi dan kembali melanjutkan perkataan nya.


"Jika kau berencana untuk pergi dari arena, maka akan kuanggap perjanjian nya dibatalkan dan akan segera kubunuh gadis itu"

__ADS_1


__ADS_2