Paladin Antegram

Paladin Antegram
diambang kematian


__ADS_3

(Apa ini kematian?)


Berpikir seperti itu dan pasrah akan segalanya.


(Apa elena sudah berhasil kabur dengan baik? Apa tobi dan bocah ingusan itu juga sudah selamat, benar, mungkin lain kali akan kuberitahu mereka untuk tidak ketakutan ketika berhadapan dengan monster, apalagi ada elena yg seharusnya mereka lindungi, lain kali akan kuberi tahu mereka .... benar, lain kali)


"Kakak? kakak?! KAKAK?!!"


Itu adalah elena, suara yang semakin keras itu sejak awal memang keras tetapi hanya pendengaran sheilla yang telah membaik.


"E-elena?! Da-dasar bodoh! Apa ya-ng kau laku-kan disini?!"


"Alio dan tobi sudah kembali kedesa untuk memanggil para orang dewasa, sebentar lagi mereka akan tiba jadi bertahanlah!!"


Sheilla hanya menatap dan tidak mampu untuk mengeluarkan satupun suar lagi.


Dan tetapi itu tidak berlangsung lama ketika sheilla menyadari jika ada minotaur yang siap memukul ke arah mereka, dan langsung saja sheilla menarik elena dan berhasil mengindari serangan itu.


Sheilla masih mungkin untuk tetap bertahan dari serangan itu, tetapi mustahil untuk elena.


Pukulan minotaur itu mengenai tanah dan membuat daerahnya berdebu, lebih tepatnya ditutupi oleh kabut salju.


Disisi lain, elena berada dibawah sheilla yang berhasil menghindar dari serangan fatal itu dengan berguling menyamping.


Dan dengan rasa sakit yang luar biasa, sheilla memaksakan dirinya untuk berdiri tetapi itu membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan.


"Orang dewasa sebentar lagi akan datangkan? Maka berapa lama itu? Mungkin kita akan mati duluan sebelum mereka sampai dan aku tidak yakin mereka bisa mengalahkan monster ini!!!"


Emosi sheilla tidak stabil dan meledak ledak, tidak aneh meskipun mempunyai akal pikiran dari seorang kareth, hatinya masihlah tetap seorang gadis kecil.


Didalam dirinya sedang memikirkan salah siapa ini?


Siapa yang telah membuatnya harus berjuang mati-matian seperti ini?


Tetapi ia berhenti untuk berpikir menyalahkan seseorang.


(Ada yang tidak beres dengan pikiranku)


"Elen! Mundurlah!"


Ucap sheilla dengan tegas tanpa menghadap kearah elen.


Dan sebuah pedang tercipta ditangan kanan sheilla, tetapi itu bukan pedang biasa, sebelum nya sheilla mengalaisis pedang milik minotaurus ini, terbuat dari material yang tidak biasa yang bawarnah hitam pekat.


Bahkan ukuran ini yang tidak biasa, dan sheilla hampir kesusahan untuk mengangkat pedang itu, tetapi bukan masalah, sheilla sudah mengurangi berat dari meterial itu dengan tetap mempertahankan kekuatan dari material itu.


Kini pandangan sheilla semuanya bergerak lambat sebagaimana slow motion. Begitu juga dengan sheilla yang masih bergerak lambat dan pikirannya juga melambat, tetapi ia merasakan bisa berpikir 10x lebih cepat dari sebelum nya.


Dimana minotaur juga bergerak dengan lambat salju menyentuh ketanah lebih lambat dari biasanya.

__ADS_1


Dan disaat semuanya melambat seperti itu.


Pandangan sheilla berubah menjadi penuh hitam tetapi tetap menampilkan objek yang ada disekelilingnya dengan jelas.


Tanpa berpikir, sheilla sudah mengetahui apa yang harus dilakukannya.


Waktu bagi sheilla telah berjalan normal dan sheilla berlari kearah minotaur itu sambil tetap memegang pedang itu dengan kedua tangan.


Disaat jarak antara mereka telah hampir dekat, sheilla menebaskan pedang besar nya itu ke arah minotaur, dan dengan reflek nya, minotaur menangkis serangan itu dengan tangan kanan nya.


Setelah pedang besar nya ditahan oleh minotaur, sheilla langsung melepaskan pedang nya itu dan tetap menbuat nya tetap nyata.


Disaat melepaskan dari genggaman pedang itu, sheilla langsung bergaerak ke arah kiri untuk menyerang dari satu sisi.


Disaat semuanya berjalan lambat, kini pandangan sheilla mulai kembali menghitam dan melambat dimana dia mendapat insting yang membuat nya harus melakukan sesuatu.


Sheilla menciptakan sebuah bilah ditangan kanan nya, dan menyadari hal itu, minotaur mencoba untuk meninju sheilla dengan tangan kiri.


Karena semua berjalan dengan lambat, jadi sheilla bisa melihat dengan jelas kemana arah serangan itu, dan dengan perlahan sheilla menghindari serangan itu.


Dan langsung saja waktu kembali normal dan sheilla langsung menusukkan belati itu ketangan krii yang mencoba untuk meninju sheilla.


Disaat itu selesai, waktu kembali melambat dan sheilla langsung menciptakan sebuah bila lagi ditangan kanan nya, kali ini dia tidak merasakan sakit apapun, tidak, lebih tepat nya semenjak beberapa detik yang lalu, perasa rasa sakit ditubuh sheilla tidal bekerja.


Tetapi itu tidak ada dipikiran sheilla selama pertarungan.


Jika hanya bermodalkan serangan sheilla, seharusnya masih jauh dari membelah tangan itu, tetapi sheilla sudah menusuk tangan kiri itu dengan dua bilah dan hanya perlu menebas sekali untuk membelah nya.


Kini si minotaur tidak mempunyai apapun untuk digunakan menyerang dari samping, dan disaat sheilla menaiki tubuh minotaur dengan lincah, sheilla hampir dipukul oleh minotaur itu dengan tangan kanan nya yang masih tersisa.


Tetapi segera sheilla langsung menangkisnya dengan tameng bulat ditangan nya itu meski dampak dari pukulan itu masih tersisa.


Dan sekarang sheilla sudah tepat berada di atas leher minotaur itu, alasan nya sederhana.


Sheilla mencoba untuk menusuk leher minotaur itu dengan bilah nya.


Seperti yang sheilla semangatkan tadi, sheilla sama sekali tidal khawatir dengan kehilangan senjata, karena sheilla bisa membuat nya kapanpun dia mau.


Bilah tercipta dan sheilla mengangkat bilah itu hingga akhirnya sheilla menusuk ke arah belakang leher minotaur itu.


"GWARARGGRGGGG!!!!"


teriak kesakitan dari minotaur itu yang berlari kesana kemari untuk melepaskan rasa sakit itu dari kepalanya, tetapi itu percuma, karena sheilla sudah menempel dibelakang nya.


Tetapi sekarang si minotaur sedang berlari dengan membabi buta sampai menghantam beberapa pohon.


"Cih, monster yang merepotkan"


Karena goyangan dari minotaur itu tidak bisa membuat sheilla fokus untuk menusuk leher minotaur itu, hingga akhirnya sheilla menciptakan sebuah rantai kecil yang kuat, dan sheilla mengikatinya keleher minotaur itu hingga minotaur itu tidak bisa bernafas.

__ADS_1


Dan sekarang minotaur itu berhenti berlari-lari karena lehernya dikekang oleh rantai yang dibuat oleh sheilla.


Ini adalah pertarungan ketahanan. Meski terlihat sheilla yang lebih unggul, tetapi keduanya berada didalam pertaruhan yang mengancam nyawa mereka.


Sheilla sudah berada diujung kekuatannya sampai melewati batas kemampuan, bahkan tidak aneh jika sheilla sudah pingsan dari tadi.


Jika sheilla pingsan duluan, maka pertarungan berakhir dimenangkan oleh minotaur.


Disisi lain, jika minotaur duluan yang kehabisan tenaga untuk melawan, maka sheilla yang akan menjadi pemenang.


"Matilah!!!!---"


1 menit berlalu sejak sheilla mengekang leher minotaur dengan rantai, maupun sheilla dan minotaur itu berteriak karena mendekati kematian, mereka berdua tidak ingin mati, karena itulah mereka berteriak.


Di pertarungan hidup dan mati ini, disisi lain elena hanya bisa melihat melihat kagum dengan apa yang dilakukan oleh kakak nya, dia tidak pernah tau jika kakaknya sekuat itu yang padahal selama ini selalu terkena demam dan berbaring lemah ditempat tidur.


Tetapi rasa kagum itu hanyalah untuk menutupi perasaannya, yaitu 'ketakutan' disaat ini elena merasakan sebuah ketakutan yang luar biasa terhadap kakak nya.


Tetapi, meski begitu, rasa sayang elena terhadap kakak nya, lebih unggul dari rasa takut itu.


"Kakak!!!! Menanglah!!!"


Teriak elena untuk menyemangati sheilla dan sampai akhirnya itu membuat minotaur itu sudah tidak bisa menahan kekangan itu dan ia mengeluarkan busa putih dimulut nya.


Menyadari hal itu, sheilla langsung melepaskan genggamannya dari rantai itu, melompat kebelakang dan menciptakan sebuah pedang, bukan pedang besar ... pedang yang membuatnya merasa nonstalgia.


Itu adalah pedang yang pernah dipakai oleh pahlawan terkuat, yaitu kareth.


Dengan ketajaman yang luar biasa, sheilla menebas leher minotaur itu dan membuat leher nya dan leher itu melayang diudara.


Setelah itu seluruh senjata yang diciptakan sheilla perlahan menghilang dan sheilla tidak mempunyai kesadaran apapun lagi, dia sudah diambang batas nya dan berakhir pingsan.


Sheilla langsung jatuh ketanah bersamaan dengan jatuh nya minotaur itu. Dan secara bersamaan matahari mulai terbit menyinari daerah sekitar.


"Kakak!!?"


Dengan panik, elena berlari bergegas ke arah kakak nya dengan mengabaikan mayat minotaur disamping nya.


Sheilla seharusnya sudah pingsan tetapi ia masih mendengar suara yang ada disekitar meski tidak jelas.


Dan hal terakhir yang didengarnya hanyalah teriakan elena yang memanggil dirinya.


.


.


.


Meskipun ... tidak aneh jika sheilla sudah mati disaat pertarungan itu seleasai.

__ADS_1


__ADS_2