
27 hari yang lalu - sudut pandang elena
Saat ini aku sedang berada dikereta milik kakek.
kakek yg tidak pernah kuketahui sebelum nya.
Ia sangat baik padaku aku penasaran kenapa selama ini kami tidak pernah menemui kakek, pasti ada alasan dibalik itu.
Daripada itu, sekarang aku harus sekolah? Padahal kakak sedang berada dirumah sakit.
Itu semua karena beberapa hari yang lalu kakak bertarung melawan monster untuk menyelamatkanku, meski begitu ... kakak sangat menakutkan saat itu.
Seperti bukan kakak yang kukenal selama ini, masih banyak hal tentang kakak yang tidak kuketahui.
Padahal selama ini kami selalu bersama.
Disaat aku berpikir begitu, kereta berhenti berjalan dan aku yakin jika kami sudah sampai ditempat tujuan.
Pintu terbuka- tidak, ada sebastian yang membukanya, sebastian adalah kepala pelayan di keluarga lohengram.
Bisa dibilang sebastian adalah kakek kedua, meskipun ia bukan benar-benar kakek ku.
"Sudah sampai, nona elena"
Ucap sebastian sambil mengulurkan tangan nya.
Daripada itu, aku masih belum terbiasa dengan panggilan itu.
Aku menggapai tangan sebastian dan aku dituntun untuk turun dari kereta ini.
Disaat aku menyadari, banyak orang yang menatap ku, lebih tepatnya mereka adalah murid disini, mereka mempunyai seragam yang sama dengan seragam yang kukenakan saat ini.
Dan seragam ini mempunyai sebuah jubah, dimana itu diharuskan untuk dipakai.
Bahkan jubah ini mempunyai penutup kepala.
"Tolong ikuti saya, nona elena"
Aku langsung mengikuti sebastian tanpa protes.
Tetapi ada perbedaan disini, dimana bangsawan memakai seragam yang bewarna putih dengan desain biru.
Lalu yang bukan bangsawan harus memakai seragam yang bewarna hitam dengan desain kemerahan.
Dan aku sedang memakai pakaian yang hitam saat ini, seharusnya tidak biasa ada murid dengan pakaian hitam disini.
Meskipun warna seragam sudah dibedakan tetapi itu sebenar nya tidak terlalu berpengaruh karena ada jubah hitam ini yang menutupinya.
Yang membuat mereka menatap ku adalah karena kereta ini, kereta dari keluarga lohengram, keluarga ternama tetapi ada seorang dengan pakaian hitam keluar dari kereta itu.
Mereka terus menatapku, sekarang aku jadi membenci tatapan ... tetapi kakak bilang kalau punya banyak teman itu bagus.
Jadi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapat banyak teman!!
Meski begitu, aku mulai masuk sekolah nya besok, hari ini hanya berkeliling sekolah dan penempatan tempat tidur diasrama.
Kami terus berjalan dan sudah tidak ada tatapan lagi disini, aku bahkan melihat beberapa murid yang memakai seragam hitam.
Kami sampai didepan ruangan, dimana ruangan ini terasa berbeda dengan ruangan lainnya.
Sebastian mengetuk pintu.
"Masuklah~"
Terdengar suara pria yang santai, memberikan sebuah balasan dari ketukan sebastian
Dengan perkataan itu, sebastian membuka pintu dan kami berdua masuk kedalam ruangan itu.
dan seorang yang berada dirungan ini adalah pria dengan pakaian rapi dengan warna rambut yang kemerahan.
menyambut kami dengan senyuman.
__ADS_1
"Senang bertemu dengan anda, tuan percival"
"Pagi, sebas!!~~ sudah lama tidak bertemu, dan elena kan? Aku sudah mendengar situasi kalian, apa boleh kupukul ayahmu?"
"Hohoho~~ sepertinya tuan muda guirde perlu dipukul untuk memberinya pelajaran, dan teman baik seperti anda adalah orang yang tepat untuk melakukan tugas itu"
Balas girang sebastian dengan perkataan orang yang disebut percival ini.
Apa dia tau tentang papa?
"Yah, kau bisa menitipkan elena disini, tetapi ... aku tidak bisa terlalu bisa menggunakan kekuasaanku sebagai kepala sekolah untuk melindungi elena disini"
"Kami sadar akan hal itu, dengan anda yang bersedia membantu sudah membuat kami terbantu, izinkan saya berterima kasih lagi atas bantuan anda"
Ucap sebastian sambil menundukkan kepalanya, dan orang itu hanya membuat senyuman berat ... sepertinya ia tidak terlalu formalitas.
"Elena~"
percival memanggil elena untuk berbicara pribadi dan elena sedikit terkejut akan hal itu.
"Ng?"
"Kau mempunyai garis keturunan dari seorang lohengram, tetapi itu bukan hal yang perlu disenangi ... suatu saat, darah yang ada didalam dirimu itu akan selalu melibatkan mu kedalam urusan para bangsawan, dan sampai saat itu, belajarlah disekolahku ... buktikan jika dirimu layak dan bungkam semua orang yang akan menentangmu dimasa depan yang akan datang"
"Ba-baik!"
Mendengar jawaban ku, pria itu tersenyum dan mengambil sebuah buku.
"Ini adalah protokol dan peraturan yang ada di sekolah Xirius IX, bacalah buku itu dan pahami semua-- ah! Maaf, apa kau bisa membaca?"
"Iya, kakak sudah mengajariku"
"Ng? Kakak?"
"Seperti yang anda tau, anak tertua tuan guirde saat ini sekarang berada dirumah sakit, tetapi jika sudah sadar dan diperbolehkan untuk pulang, pasti nona sheilla juga akan masuk ke sekolah anda"
"Heee ... tetapi dia masih 11 tahunkan? Darimana dia belajar membaca?"
"Tidak tau, mama dan papa juga tidak mengajari kakak membaca, sepertinya ia belajar sendiri"
"Hooo, kalau itu hebat sekali-- yah, sudahlah ... elena~"
Pria itu berhenti berbicara.
"Ng?"
Dan pria itu memperlihatkan senyuman yang lebar.
"Selamat datang di akademi xirius~"
.
.
.
Setengah jam sudah terlawat sejak pembicaraan dengan tuan perci-- maksudku pak kepala sekolah!!
Aku harus membiasakan dengan panggilan itu.
Saat ini aku dan sebastian sedang dalam perjalanan menuju ke asrama wanita, asrama pria dan wanita dipisahkan disini.
Tentu saja, dan entah kenapa aku jadi teringat alio dan tobi.
Apa kabar mereka, sudah tidak bertemu dengan mereka sejak aku meninggalkan desa musim gugur.
Apa aku bisa kembali lagi ke desa musim salju?
Pasti- pasti bisa!!
Tapi--- itu tidak akan bisa dilakukan dalam waktu dekat.
__ADS_1
Tenang saja!! Disaat seperti ini aku harus berpikiran positif!!
"Sudah sampai"
"Ah-"
Tanpa kusadari kami sudah sampai di depan asrama wanita, besar~~ meski tidak sebesar kediakan milik kakek.
"Nona elena, mulai dari sini anda harus bergerak sendiri"
"Sendiri? Bagaimana dengan sebas?"
"Hohoho, pak tua ini masih memiliki perkejaan di kediaman kakek anda, tidak apa-apa, jalani saja kehidupan sekolah sebaik mungkin, jika anda tidak tahan akan sesuatu menangislah, jangan ditahan, jika anda memiliki argumen sendiri maka ungkapkanlah, jangan dipendam tetapi ada suatu kondisi dimana anda harus tetap memendam argumen anda, jadi tolong pahami setiap kondisi yang terjadi disekitar anda"
".... apa aku bisa melakukan itu?"
" .... saya tidak tau, tetapi kita tidak akan pernah tau sebelum mencobanya kan?" Mendengar perkataan ini membuat ku tertegum "paling tidak kakak anda akan sadar kembali dan akan memasuki sekolah ini, jadi bagaimana jika kita membuat ini seperti permainan mandiri?"
"Permainan mandiri?"
"Benar ... selama ini anda selalu bergantung kepada kakak anda, tetapi suatu kondisi membuat anda harus berpisah untuk sementara dengan kakak anda, jadi dalam waktu yang singkat ini, buatlah untuk membuat diri anda menjadi mandiri yang tidak perlu dikhawatirkan oleh kakak anda"
Mendengar usulan sebastian hanya membuatku terdiam, apa aku bisa melakukan hal itu?
Jika tanpa kakak ....
"Anda sudah 9 tahun, hmm? Apa suda 10 tahun?
"Bulan depan saya 10 tahun"
"Hohoho, begitu ya ... bukankah itu adalah umur yang cukup untuk mencoba mandiri tanpa bantuan kakak anda?"
"Tanpa kakak ....baik! Akan kucoba!!"
"Hohoho, itu lah seorang lohengram, pergilah dan berjuanglah, lalu terima hasil nya tanpa protes.
.
.
.
SUDUT PANDANG NARATOR
Mereka berpisah, elena memasuki asrama itu dan sebastian hanya melihat dari kejauhan sampai ia tidak bisa melihat sosok elena lagi.
Ia mulai berjalan kembali.
(Terkadang bersama dengan orang yang kompeten itu hanya akan membuat pertumbuhan kita tidak akan berjalan dimana kita akan terus dimanjakan, ini adalah kesempatan yang sempurnah bagi nona elena, berpisah untuk sementara dengan kakak nya yang kompeten akan membuat dirinya lebih mandiri .... hohoho, seberapa kompeten nona sheilla ini? Kalau itu aku tidak sabar melihatnya)
Pikir sebastian sambil berjalan pulang untuk memasuki kereta pribadi milik keluarga lohengram.
Semua orang menginginkan kebaikan, dan sebastian salah satu dari mereka.
Bagi dia yang sudah melayani keluarga lohengram dari umur 15 tahun, dan kini sudah 57 tahun, ini sudah seperti tugas pribadi milik nya untuk menuntun generasi muda lohengram menuju kejalan yang lebih baik.
Dia juga seorang pelayan dan juga bisa menjadi seorang kakek tertua di keluarga lohengram.
Ini juga seperti kesengan tersendiri baginya, dan juga untuk kepuasan dirinya sendiri.
Disisi lain saat ini elena sedang berjalan sambil melihat setiap pintu, ia melakukan itu untuk mencari kamar yang sesuai dengan nomor yang diberikan oleh percival.
Nomor yang diberikan adalah 308.
"Ah- disini"
Dan elena menemukan ruangan yang sesuai dengan nomor nya, dan setiap asrama manapun selalu membuat setiap murid untuk berbagi ruangan dengan murid lainnya.
2 orang untuk satu ruangan.
Singkat kata, mulai sekarang elena harus tidur sekamar dengan seorang yang tidak ia kenal sebelum nya.
__ADS_1
Tetapi masih ada kemungkinan untuk membuat orang itu menjadi teman.