Paladin Antegram

Paladin Antegram
kemunculan sang ratu


__ADS_3

Disana, Juliy menatap bingung ke arah Rumia yang sedang terikat dengan rantai.


"Umm, bagaimana aku mengatakan ini? Posisi mu cukup mesum disana"


"Woi"


"....."


Dengan pucat, Juliy perlahan menonaktifkan sihir rantai dan tanah yanf mengekang tangan dan kaki Rumia.


"Hmm? Rumia?"


Lalu, orang kedua mulai keluar, dimana Rumia juga mengenali pria itu.


"Salazar, tidak kusangkah kau juga"


Seharus nya dia menyadari itu lebih cepat, perisai yang menyerang Alman sebelum nya, adalah sihir khusus milik Salazar.


Membuat nya menjadi tameng dalam party tanpa nama.


"Dengar Rumia, biarlah yang sudah terjadi berlalu, tidak ada gunanya meratapi masa lalu"


Disana, Juliy berjalan sambil memberikan ceramah yang tidak perlu, lalu dia bersembunyi dibalik Salazar.


"... apa yang kalian lakukan disini?"


"Tidak ada alasan tertentu, kami hanya menunggu untuk dijemput"


"Be-begitu? Lalu apa maksud dari penyerangan sebelum nya?"


"Yah, kau tau .. itu ada alasan tersendiri"


Sebelum nya Juliy dan Salazar selalu menghadapi kelompok yang lebih memilih untuk menyerang sesama manusia.


Mereka adalah orang barbar yang gila dimana setiap bertemu itu akan menjadi pertarungan, jadi ... kali ini Juliy dan Salazar duluan yang menyerang sebelum situasi bertambah buruk.


Meski mereka hampir tidak menduga jika itu adalah kelompok Rumia, setidak nya disini cukup gelap sampai mereka tidak bisa melihat dengan jelas.


"Yah, lupakan, kami hanya ingin lewat sini, apa kalian ingin ikut?"


"Tidak ... tunggu, tidak ada jalan kau tau disana"


"Huh? Maksud mu?"


"Seperti yang kukatakan, tidak ada jalan disana, lebih tepat nya, itu jalan buntu"


Jalan buntu ... begitu ... jalan buntu.


Disaat Rumia sedang berpikir, Alman memperhatikan wilayah sekitar, dengan waspada.


(Ini seperti ruangan, yang sangat besar)


Goa ini memiliki ukuran yang sangat besar dimana kau bahkan bisa membuat 3 desa disini, bagaimanapun ... ini sangat besar.


Kenapa ... dibuat begitu?


"!! Kalian, diamlah"


Alman menyadari sesuatu, sesuatu ... yang sangat besar ... mendengar hal itu membuat Juliy, Rumia dan Salazar menjadi heran.


Tetapi sampai saat ini Rumia sudah bersama Alman, jadi dia bisa tau, Alman merasakan sesuatu yang tidak mereka sadari.


Sesuatu.


(Sesuatu ... akan datang!!)


"Waspada!! Ditanah!!"


Mengikuti itu, semua terfokus ketanah, tanah bergetar seperti gempa yang kuat, lalu sampai ketika tanah itu retak dan hancur.


Mengeluarkan sesuatu seperti ekor, tetapi itu terlalu banyak untuk sebuah ekor setidak nya masih lebih banyak lagi yang keluar.

__ADS_1


Menghancurkan tanah dan dinding lalu menghancurkan atap atap.


Mereka hanya bisa menatap diam, dimana ekor raksasa itu mulai keluar dari tanah.


"Mahai para pejuang"


Suara muncul, itu suara wanita, tetapi mereka tidak benar benar mendengar suara itu melalui telinga atau lebih tepat nya, suara itu sendiri yang masuk kedalam pikiran mereka.


Seperti telepati, membaca pikiran dan sejenis nya.


Disana, di atas monster raksasa dengan 5 tentakel raksasa itu, terdapat seorang wanita dengan trisula yang ia genggam.


Semua nya tidak perlu berpikir lagi untuk menebak siapa itu ... saat ini, mereka memikirkan hal yang sama.


(Itu ratu nya)


Kekuatan yang besar dan mengintimidasi, mereka memahami jika mahluk disana atau lebih tepat nya ratu itu sendiri adalah puncak dari antegram itu sendiri.


"Saya/kami mengucapkan kerja bagus untuk sudah sampai sejauh ini, nama saya adalah arcel, majulah, para pejuang, setidak nya buat akhir hidup kalian menjadi lebih heroik"


"Oi oi, seriusan?"


Dengan enggan, Juliy mendecahkan lidah nya, itu adalah situasu yang buruk, pada saat ini mereka masih belum berkumpul dengan seluruh anggota party tanpa nama.


Tetapi dipaksa untuk melakukan pertarungan dengan ratu? Apa keberuntungan mereka sudah habis?


Alman melirik ke arah pintu keluar, masih terbuka, tetapi masalah nya adalah apakah mereka bisa kabur atau tidak.


Seseorang yang bisa bertarung disini setidak nya hanya empat termasuk Juliy dan Salazar, memikirkan anggota yang lain.


Mereka hanya akan menghambat, tetapi mereka bisa dijadikan umpan agar bisa kabur.


Alman hampir tergoda dengan pikiran itu, dan dia menghela nafas lelah disana.


"Apa kita bisa menang?" Salazar bertanya sambil bersiap untuk bertempur.


"Setidak nya, kita hanya bisa mencoba"


(Seperti yang diharapkan dari anggota nya Nezuon)


"Ayo!!"


Sambil meneriakkan itu, Rumia menendang tanah dan dengan cepat berlari ke arah Arcel, disaat yang bersamaan, Alman datang dengan sihir tanah yang sama, membuat jalan untuk Rumia.


Menyadari itu, membuat Arcel menggerakkan salah satu dari tentakel raksasa itu ke arah Rumia.


Apakah itu bisa dipotong? Tidak, hanya dengan pedang kecil Rumia mustahil untuk memotong tentakel itu dengan sekali tebas.


Dan disana, Salazar datang dengan perisai ungu dikedua tangan nya, membuat diri nya menjadi tameng san menahan tentakel yang mendekat dengan tenaga nya.


Rumia berterima kasih didalam hati nya, melompat dan mendarat di tentakel itu dimana dia nenggunakan itu sebagai pijakan.


(Musuh yang besar cenderung lebih lamban dan mudah untuk diserang)


Rumia merafalkan sihir dimana muncul lingkaran sihir di pedang satu tangan nya menyadari Rumia mendekat.


Arcel merafalkan sebuah sihir, dimana lingkaran sihir dengan rumus yang lebih rumit tercipta, memunculkan sebuah tombak petir.


Membuat Rumia membelalakkan mata nya, dia mustahil untuk menghindar jika sedekat itu, tetapi itu hanya jika dia bertarung sendirian.


Disaar Arcel menembakkan tombak petir raksasa itu, sebuah lingkaran sihir muncul dan menahan tombak petir itu, membuat Rumia tersentak kaget dengan apa yang dilihat nya.


Ketika dia menyadari nya, orang yang melakukan itu adalah Juliy, dengan keringat diwajah nya dimana dia mengeluarkan sihir yang banyak hanya untuk itu.


Lingkaran sihir itu melebar dan membungkus tombak petir hingga akhirnya itu melesat kesegala arah menghindar Rumia.


Bahkan, Arcel hampir tidak kaget ketika sihir besar nya berhasil dihalang oleh seseorang.


(Kena kau!!)


Disana, Rumia dengan cepat menebaskan pedang nya, ke arah leher Arcel.

__ADS_1


Itu hanya satu detik lagi, sampai ketika pedang itu menyentuh leher Arcel dan membelah nya menjadi dua.


Itu ... hanya 1 detik ... tetapi, 4 detik terlewati setelah itu, dan Rumia berada di kondisi dimana dia tidak bisa bergerak.


(Huh? Apa yang terjadi?)


Rumia hanya bisa kebingungan disana, dia tidak bisa menggerakkan tubuh nya, dan lagi, dia sedang berada diudara saat ini.


Bagaimana dia bisa tidak terjatuh?


Dibawah sana, Alman hanya menyipitkan mata nya ketika melihat hal itu, Salazar hanya bisa membelalakkan mata nya dan Juliy menatap diam.


"Manusia itu, begitu rapuh, lemah, menjijikan, bodoh, dan ... menyedihkan"


Tanpa rumia sadari, Arcel telah memulai percakapan yang tidak dia mengerti, tidak, dia tidak ingin mengerti.


"Rumia starlight, pernahkah kau memikirkan sesuatu tentang bagaimana kau akan mati?"


"...."


Arcel mulai berjalan, menyingkirkan diri dari arah pandang Rumia.


"Mati itu bagus, hidup itu juga bagus, ketika kau memikirkan kedua itu dengan sangat dalam maka kau akan mulai memikirkan yang lain, kenapa kau bisa hidup? Kenapa kau memiliki pikiran? Kenapa aku adalah aku? Kenapa aku bukan orang lain? Kenapa orang lain bukanlah aku?"


Sebuah pedang keemasan terbentuk, dan Arcel mengarahkan itu tepat ke jantung Rumia.


"Satu pedang untuk satu jantung"


Dan disaat dia mulai ingin menusukkan, Rumia merasa kematian sesungguh nya, dia akan mati, saat ini, ketika Arcel menusuk jantung nya.


Tetapi rekan nya tidak akan membiarkan hal itu, ketika Juliy menembakkan sebuah rantai dan itu mengenai pedang arcel.


Lalu disisii lain, Alman datang ketika perhatian Arcel terfokus ke Juliy, dengan cepat dia memeluk Rumia dan langsung melompat untuk kabur.


Ketika menjauh darinya, Rumia mendapatkan kembali atas tubuh nya, dan mereka bersama sama mendarat di tanah.


Arcel menghela nafas.


"Begitulah mahluk hidup, merasa tamak akan kehidupan, tetapi itu tidak buruk, melainkan itu adalah hak istimewah yang didapatkan mahluk hidup"


Hanya dengan perintah pikiran, kelima tentakel lainnya mulai bergerak untuk menyerang, tidak ada cara untuk menahan tentakel itu selain Salazar.


Dan pertarung dengan tipe kecepatan seperti Rumia tidaklah cocok untuk menghadapi itu.


Jadi dia hanya bisa menghindar, seberapa cepat Tentakel itu mengejar dan menghancurkan tanah, mereka terus menghindar dengan kompak.


Dan mereka melewatkan satu hal, dimana satu satu nya yang melawan Arcel ini, bukan hanya mereka.


Disana, satu tentakel menuju ke seluruh pasukan, dimana kebanyakan dari mereka adalah Anggota party Rouge.


"Tidak ... menghindar"


Gumam kecil Rumia melihat hal itu, tetapi suara nya tidak sanpai ke arah mereka.


Mereka dengan pikiran sendiri dan kerja sama, memutuskan untuk membuat barier dengn berlapis lapis.


Agar bisa menahan Tentakel itu, tetapi, Tentakel itu dengan mudah menghancurkan satu persatu lapisaj barier seperti kaca.


Dan sampai akhirnya, tentakel menginjak injak seluruh manusia ditanah sana.


"Itu adalah takdir dari yang lemah, tidak ada yang bisa kita lakukan soal itu"


Arcel bergumam dengan acuh tak acuh meski itu adalah perbuatan nya, dia sama sekali tidak merasa salah, melainkan kebenaran.


Disana, udara menjadi merah karena darah, teriakan kematian terdengar sampai kesini, dan suara itu ... menghantui Rumia.


Meski dia kesana, itu sudah terlambat, sudah sangat jauh dan telambat.


Dia berada dipuncak amarah nya.


"Siaaaalaaaaann!!! Kubunuh kau!!!"

__ADS_1


"Majulah, manusia"


__ADS_2