Paladin Antegram

Paladin Antegram
kesempatan emas yang gagal


__ADS_3

(Nah ... meski aku mengatakan hal itu, apa aku bisa menyatakan perasaan ku?)


Pikir Da vinci dengan canggung sambil berjalan tanpa arah disekitar rumah, sampai akhirnya, dia berjalan melewati ruang dimana terdapat nenek nenek yang sedang duduk di atas bantal..


Dengan tenang, tanpa emosi apapun, seperti menyerahkan diri nya sepenuh nya kepada kehidupan itu sendiri.


Memperhatikan sekitar, lalu Da vinci masuk keruangan itu dan duduk bersilah dihadapan nenek itu.


"Umm ... saya tidak melihat Sheilla dan yang lainnya, apa anda mengetahui sesuatu?"


Dengan sopan, Da vinci bertanya, tetapi nenek itu tidak merespon, dia hanya terdiam menutup mata nya.


Membuat Da vinci sedikit canggung hingga berniat untuk pergi meninggalkan ruangan dalam beberapa detik kemudian.


Tetapi, nenek itu mengambil gelas dan membawa nya ke mulut, dengan penuh kesopanan, itu terlihat seperti gerakan yang indah.


Setelah meneguk minum itu sedikit, dia mulai membuka mulut nya.


"Memanjatkan doa kepada orang yang telah mati, setiap setahun sekali, jiwa jiwa dari mereka yang telah gugur dalam pertempuran akan diturunkan ke tanah, lalu, sebagai penduduk dari tanah ini, kami memanjatkan doa kepada mereka, menghormati mereka yang berjuang"


Da vinci mendengarkan dengan baik, tetapi tak lama kemudian dia menjadi bingung.


(Eh? ... itu bukan jawaban yang kuinginkan)


"Makam para pahlawan, letak nya di atas bukit, mereka pasti sedang disana sekarang"


Ucap nenek itu sambil meletakkan kembali gelas nya kelantai, mendengar hal itu membuat Da vinci tersentak.


Mulai berdiri dan membungkukkan tubuh nya menghadap ke nenek itu.


"Terima kasih banyak"


Berterima kasih dengan penuh kesopana dan penghormatan yang dalam, dia menegakkan kembali tubuh nya dan berjalan perlahan meninggalkan ruangan.


"Datanglah lagi lain kali, memanjatkan doa untuk nenek seperti ku mungkin bukanlah sesuatu yang buruk"


Ucap nenek itu ketika Da vinci melangkahkan kaki nya keluar ruangan, tersentak menghentikan kaki nya, setelah berdiam beberapa detik.


Lalu memutar tubuh nya kebelakang sambil tersenyum lembut.


"Saya akan datang kembali"


Da vinci langsung bergegas pergi, menuju ke atas bukit, saat ini, nenek itu menatap cangkir gelas nya yang berisikan air.


Dengan perlahan, bergerak ketika angin datang ke arah nya.


"Pejuang muda, kau bukanlah pahlawan atau kesatria, kau hanyalah seorang pejuang, jika kau masih hidup setelah melewati badai ... maka yang ada dihadapan mu setelah itu adalah neraka, lalu ... setelah itu adalah surga"


***


Da vinci berjalan dengan perlahan, dimana terdapat hutan hutan disamping nya ketika dia mencoba untuk memanjat bukit.


Itu bukit yang tidak terlalu tinggi, tetapi akan terasa melelahkan bagi orang terluka seperti Da vinci.


Ketika dia akhirnya mencapai puncak, dia mendapati dua anak lainnya sedang bermain kejar kejaran dengan bahagia, dan lebih jauh lagi, terdapat Sheilla yang memegangi setangkai daun matahari.


Duduk disuatu batu sambil memperhatikan Lily yang sedang memanjatkan doa.


"Ah! Ada kakak yang sakit"


"Yang sakit"


Ucap dua anak itu ketika menyadari kedatangan Da vinci, membuat perhatian Sheilla langsung tertuju kedepan dan mendapati Da vinci yang dikerumuni oleh dua anak itu.

__ADS_1


Da vinci melambaikan tangan nya ke atas dimana Sheilla membalas itu dengan senyuman.


***


Waktu berlalu, dan malam hampir tiba dimana dalam beberapa detik, matahari akan sepenuh nya terbenam.


"Nah, waktu nya pulang"


Ucap Lily dimana dua anak yang lainnya mulai berlari ke jalur untuk pulang, menyadari sesuatu dan Lily memutar tubuh nya kebelakang.


Mendapati Sheilla dan Da vinci yang sedang duduk berdua di atas batu, melihat hal itu membuat nya tersipu lalu dengan cepat pergi meninggalkan tempat.


"Bagaimana keadaan mu?"


"Yah ... sudah lebih baik, ketika pulang nanti aku akan meminta pak Salazar untuk menyembuh kan ini"


Ucap Da vinci sambil menatap bintant bintang dilangit, dan secara mendadak, Sheilla membaringkan kapala nya dibahu Da vinci.


Membuat Da vinci melebarkan mata nya, dan sebisa mungkin mencoba untuk tidak panik meski jantung nya berdegup kencang dan wajah yang sedikit memerah.


"Lihat ... terlihat cahaya dari atas sini"


Ucap Sheilla, membuat Da vinci terdiam dan mulai menatap kedepan nya dimana terdapat desa yang mereka tempati untuk bermalam.


Lampu lampu dari cahaya membuat nya sangat meriah dimana anak anak bermain dengan girang dan orang dewasa yang saling mengobrol untuk memeriahkan tradisi mereka.


"Entah kenapa itu mengingat kan ku dengan kampung halaman ku?"


"Ah, kau pernah tinggal didesa ya?"


Sebelum nya Sheilla pernah mengatakan hal itu dan dia hanya mendengarkan tentang hal itu, meski dia lupa kapan Sheilla pernah mengungkapkan hal itu.


"Nah, kami akan melakukan perayaan sekala rutin untuk anak yang berulang tahun diumur tertentu, meski kami melakukannya saat masih pagi hari"


Ucap Da vinci dengan mata yang berkaca kaca.


"Berjanjilah, ketika semua ini berakhir, aku sendiri yang akan membawa mu kesana"


"Haha, aku akan menantikan nya"


Setelah semua ini berakhir ... semua orang selalu mengatakan hal itu, untuk membuat tujuan tertentu ketika antegram berakhir, dan mereka kembali ke dunia mereka.


Keadaan menjadi menangkan, beberapa alunan musik mulai terdengar dari desa dimana para penduduk mulai saling berdansa satu sama lain sesuai dengan tarian mereka.


Itu menjadi tontonan yang bagus, meski dia sangat ingin berdansa dengan Sheilla, jika dia sedang tidak terluka.


Pada akhirnya Sheilla mengangkat kepala nya dan mulai berdiri, berjalan kedepan, lalu dia memutar tubuh nya ke arah Da vinci, membungkuk dengan tangan kanan ke depan.


"Maukah kau berdansa dengan ku?"


Ucap nya, membuat Da vinci tertegun mendengar hal itu, perasaan senang mengampiri nya, membuat nya hampir kehilangan ketenangan.


"Kau mengetahui kondisi ku saat ini kan?"


"Tidak masalah, aku yakin kau bisa melakukan nya"


"Bukankah posisi kita ini terbalik?"


"Kau mempermasalahkan hal itu sekarang?"


Sheilla kembali bertanya dengan senyuman nakal nya, Da vinci tersenyum sambil menggaruk kepala nya, berdiri dan berjalan ke arah Sheilla.


Menggapai tangan Sheilla sambil mengatakan "dengan senang hati"

__ADS_1


Didalam ketenangan malam dengan iringan musik yang terdengar kecil dari kejauhan, merek mulai berdansa, dengan perlahan mengikuti langkah Da vinci.


"Aku lupa mengatakan jika aku tidak begitu ahli dengan berdansa"


"Fufu ... begitu juga dengan ku"


Dengan tegas dan indah, Sheilla menarik tangan Da vinci untuk membawa nya ke dirinya, setelah itu dia menahan pinggul Da vinci dengan lenbut.


"Kau tau ... kita berada di peran yang salah"


"Sudahlah, tidak ada yang melihat"


"Tetapi itu tetap menbuat harga diriku sebagai lelaki terluka disini"


Dalam kesenangan pribadi, mereka melanjutkan, tertawa lebar sampai akhirnya sesuatu ditembakkan ke udara, meledak dan menciptakan percikan api dengan warna warna yang berbeda.


Membuat mereka yang sedang menari sedikit terkejut dan menghentikan langkah mereka saat ini, menatap sesuatu yang bernama kembang api itu dengan mata yang berkaca kaca.


"Indah"


Gumam kecil Sheilla dimana ketika mendengar hal itu, dia menjadi tersipu dari sebelum nya, menelan ludah, mengubah posisi mereka dimana itu membuat Sheilla tersentak kaget.


Menahan tangan kiri Sheilla ke atas, dan menahan pinggul Sheilla dengan menekankan kedua tubuh mereka menjadi satu.


Membuat Sheilla tertegun dengan wajah yang kebingungan.


"Shei ... aku...."


Ucap Da vinci dengan sedikit canggung, mendorong hati nya agar tetap maju, dan ketika menyadari hal itu.


Wajah Sheilla mulai memerah, karena tindakan Da vinci yang sedikit agresif dari biasa nya.


Mereka membisu dalam diam, menunggu Da vinci mulai melanjutkan perkataan nya, tetapi ...


Sesuatu kilatan turun dari langit, dan menusuk tanah sampai itu membelah nya, membuat mereka tersentak kaget.


Ketika mereka menyadari nya, sepasang armor yang terbuat dari besi yang mengkilat indah, memegangi pedang dihadapan nya.


Musuh ... hanya itu yang terpikirkan oleh Da vinci, menarik Sheilla dan mendorongnya kebelakang.


Ketika waktu yang paling tepat bagi Da vinci untuk menyatakan perasaan nya, tetapi sesosok armor misterius secara mendadak turun dari langit dan mengacaukan semua nya.


Dalam keadaan yang membingungkan, musuh ... atau sekutu?


Tetapi yang pasti itu adalah petanda dari sesuatu yang lebih buruk dari tragedi.


"Siapa kau?"


.


.


.


catatan author :


u-uh, ketika da vinci mendapat waktu emas, sosok armor tidak jelas muncul secara mendadak!


itu adalah kegagalan


mohon maaf karena eps selanjutnya akan dirilis pada tanggal 25 november


serius, itu hanya alasan sepele, bagaimanapun saya menemukan novel yg bagus, jadi saya tidak tahan untuk membaca nya terlebih dahulu

__ADS_1


jadi, dengan berat hati, saya menunda eps selanjut nya


__ADS_2