
Diposisi yang berbeda, di posisi Juliy dan Salazar.
Setelah dipisahkan dari yang lainnya, mereka berakhir sendiri seperti ini ... bahkan tidak ada orang lain dikelompok nya.
Jadi mereka memutuskan untuk membuat api unggun disini, memanaskan air hangat untuk diminum.
"Yah, betapa beruntung nya pak Salazar membawa beberapa makanan"
"Benar ... tetapi kita harus menghemat nya, kita tidak tau seberapa lama ini akan berlansung"
Mendengar hal itu membuat nya menghela nafas lelah, lalu Juliy membaringkan tubuh nya ditanah sambil menghela nafas lelah.
"Jika aku tau ini akan terjadi, maka aku akan menyiapkan beberapa rute pelarian ... yah, meski itu hanya bertahan beberapa menit pemakaian"
Belati hitam khusus yang dimiliki oleh Juliy, itu memungkinkan pengguna untuk membuat suatu tebasan di suatu objek selama beberapa menit.
Meski pengguna harus mengalurkan sedikit sihir untuk setiap tebasan.
Itu bisa dikatakan sebagai alat sihir, tidak banyak orang bisa mendapatkan hal itu.
"Aku harap semua nya baik baik saja"
***
Disini Sheilla dan Tamara berpikir keras, langkah apa yang harus mereka pilih, tentang rencana pergi dan meninggalkan mereka tidak ditolak, tetapi juga tidak diterima.
"Hmm ... jadi ... apa yang harus kita lakukan?"
"Andai kita bersama dengan kapten dan yang lainnya"
Mereka duduk ditanah sambil mengeluh, lalu beberapa orang berjalan ke arah mereka, mereka menanggapi itu dengan bingung.
"Kami sedang membentuk tim, dam kami akan senang jika kalian bergabung dengan kami"
Ucap pria itu, pria dengan senyuman nya yang membuat siapapun tau jika itu sangat menjijikan, itu tidak merujuk ke wajah nya ... tetapi bagaimana dia menggunakan senyuman itu.
"Pertanyaan ... siapa pemimpin nya dan apa yang kita tuju?"
Tamara berdiri dan menanyakan itu dimana tiga pria didepan merespon dengan canggung, lalu seorang dengan senyuman itu (untuk saat ini panggil dia dengan sebutan nyengir nyengir) dia maju dengan sikap seperti pemimpina.
"Pemimpin nya adalah saya, dan kita akan langsung mencari musuh-
"Tidak terima kasih"
Tamara menolak dengan tegas dimana si nyengir nyengir sedikit kaget akan hal itu, dan dia juga tidak mengerti tentang hal itu.
"Iya?"
"Kau tidak mengerti? Aku mengatakan jika aku menolak untuk bergabung dengan kelompok kalian"
Ucap Tamara dengan senyuman ramah mengejek, lalu bergumam kecil ke arah Sheilla "kita pergi, Sheilla"
Dan Sheila mengikuti nya dengan canggung, melewati ketiga pria itu tanpa perkataan perpisahan dan selebih nya.
Itu membuat Nyengir nyengir sedikit kesal, menggertakkan gigi nya dengan amarah, dimana harga diri nya diinjak disini.
"Sebentar ... siapa yang mengizinkan kalian untuk pergi"
Ucap nyengir nyengir dimana kedua pria yang menjadi mengawal nya, menarik pedang mereka dan mengarahkan ke arah Tamara dan Sheilla.
__ADS_1
Membuat mereka berhenti berjalan dan menatap kebelakang, dimana pedang mereka tepat berada dileher Tamara dan Sheilla.
Sedikit sentuhan maka itu akan membuat nya tergores dan mengeluarkan darah.
"Sifat asli mu keliatan kau tau"
"Haha, maaf ... tetapi kami sedang putus asa disini"
Ucap nyengir nyengir dengan sombong dan Tamara menanggapi dengan senyuman mengejek.
"Bagaimana ini?"
Sheilla berbisik ke arah Tamara dimana Tamara mencoba untuk memikirkan nya.
"Hmm ... kita bunuh mereka dan kabur?"
"Kita membuat mereka kaget dan kabur"
Menolak tawaran Tamara, Sheilla memberikan tawaran baru sambil mengacungkan jempol nya, membuat pria nyengir itu mengerutkan alis nya.
"Apa yang kalian bicarakan!!?"
Berjalan maju tetapi dia terhentikan oleh sesuatu, bersinar terang bewarna biru, dan ketika dia menyadari nya, terdapat pedang dileher nya.
Sedikit sentuhan dan itu akan membuat nya terbelah. Itu tidak sampai ke tingkatan goresan lagi.
Dan tidak hanya dia, kedua pria yang lainnya juga terkejut ketika menyadari ada pedang kebiruan dileher mereka, berjalan mundur dengan takut dan menjatuhkan pedang mereka ketanah.
"Kami tidak memiliki waktu untuk ikut bermain dengan permainan bunuh diri kalian"
Ucap Tamara dengan tersenyum mengejek dan Sheilla menghilangkan ketiga pedang itu, lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka.
"Tidak pernah aku direndahkan seperti ini dalam hidup ku"
Gumam dirinya dengan kesal, tetapi itu bohong ... nyatanya dia sudah berapa kali dihina oleh seseorang dan dia mengatakan hal yang sama berulang kali.
"Kau yakin untuk tidak mengikuti mereka?"
"Yah ... rencana mereka tidak berdasar dan itu hanya memiliki satu tujuan yang bersifat bunuh diri, tidak ada untung nya bergabung dengan kelompok udang itu"
"Lalu ... tujuan kita sekarang?"
"Aku lapar ... bagaimana jika kita mencari sesuatu yang bisa dimakan?"
"... aku sependapat"
***
Lalu diposisi Theo dan Da vinci.
Saat ini mereka sedang beristirahat, mereka masih belum bergerak dari titik awal, mereka memutuskan untuk beristirahat.
Dimana sebelum nya Theo sudah meyakinkan kebanyakan orang untuk mengikuti nya, tidak ada yang memberikan keberatan, jadi itu sangat mudah bagi dirinya untuk mendapatkan tim.
Disini Mereka duduk sambil memakan sesuatu yang telah mereka bawa, seperti roti yang keras, untuk berjaga jaga mereka telah membawa nya meski itu hanya sedikit.
"Kuharap sebelum nya aku memakan makan malan dengan baik"
"Benar ... ah, bumi kembali bergetar"
__ADS_1
Ucap Da vinci ketika merasakan bumi disekitar mereka bergerak gerak.
"Yah, itu pasti seseorang malang yang bertemu dengan raja di awal acara atau orang bodoh yang saling bersaing satu sama lain"
Ucap Theo dengan acuh tidak acuh, seperti perkataan Theo, disuatu tempat yang berbeda pasti sedang terjadi pertempuran.
Orang malang yang ketemu raja, orang bodoh yang saling bersaing, dan orang yang mencoba untuk menghancurkan dinding disekitar mereka.
Labirin ini dibuat tanpa memberi kesempatan kepada pejuang untuk mengingat tata letak nya.
Jadi mereka hanya bisa mengandalkan insting seperti ini. Seperti Juliy yang memiliki ingatan yang kuat, jadi dia bisa saja menyelesaikan labirin ini dengan cepat jika saja dia melihat tata letak dari labirin ini sebelum nya.
"Tujuan kita sekarang apa?"
"Hmm ... makanan, jika itu Cynthia atau kapten, maka mereka berdua akan menuju ke sumber makanan terlebih dahulu, kita akan mengincar hal itu, makanan saat ini sangat penting"
"Aku mengerti"
Da vinci mengangguk untuk setuju, melihat hal itu membuat Theo terdiam, melihat Da vinci yang menjadi murung.
Berpikir tentang topik yang bagus, lalu dia maju kedepan dan menepuk pundak Da vinci dengan kuat.
"Hei hei, aku tidak sempat untuk menanyakan ini sebelum nya, tetapi sudah seberapa jauh hubungan mu dengan nya?"
Theo bertanya dengan ekspresi mengejek dan Da vinci tersentak kaget dengan wajah memerah.
"Hu huh? Apa maksud senpai?"
"Percuma jika kau mencoba untuk mengalihkan perhatian, sejak kembali dari misi kecil itu kau dan Sheilla tampak lebih dekat dari biasa nya ... kau tau ... seperti menempelkan pundak kalian satu sama lain"
"I itu ... kesampingkan tentang itu, bagaimana dengan senpai dan tamara senpai?"
"Huh? Aku? Hmm benar juga ... kami itu teman masa kecil, dia putri dari suatu bangsawan dan aku hanyalah rakyat yang tinggal diwilayah keluarga nya ... entah kenapa kami menjadi begitu dekat dan tanpa kami sadari kami jatuh cinta dan menghabiskan malam pertama kami dengan nakal"
Theo menceritakan dengan sangat cepat, singkat dan padat seperti dia sudah menyiapkan jawaban itu dijauh hari.
"Tunggu tunggu ... di umur berapa kalian melakukan hal itu?"
Da vinci bertanya dengan wajah masam, dan Theo tersenyum dengan sombong.
"14!"
"Kah!! Aku tidak memiliki komentar yang tepat untuk itu"
Da vinci membalas dengan ekspresi heran nya.
"Nah, sekarang giliran mu"
Da vinci tersentak kaget, lalu dengan tepaksa dia akan menceritakan hal itu.
"Yah ... kami saling mengungkap perasaan kami, dan aku berjanji untuk melamarnya setelah ini berakhir"
Da vinci menceritakan dengan tersipu, dia sangat menyukai adegan dimana Sheilla sangat agresif saat tidur bersama di desa itu.
"Begitu ya ... kalau begitu kau harus kembali hidup hidup"
Ucap Theo dengan senyuman lembut.
Datang ... sesuatu yang perasaan buruk ... tentang bagaimana ketika semua ini akan berakhir dengan sangat buruk.
__ADS_1