
Dia memuntahkan darah ketika tongkat itu menusuk perut nya selama beberapa detik.
"Sial"
Juliy memotong tongkat itu tepat diujung perut nya, lalu dia berjalan perlahan untuk mengeluarkan tongkat itu dari perut nya.
Setelah itu dia terjatuh lemah ketanah, dengan kesadaran nya yang hampir menghilang.
Disisi lain Ouja berjalan ke arah mereka dengan perlahan.
"Seperti nya itu gagal menusuk organ vital mu, tapi sudahlah, kau bisa menganggap itu sebagai keberuntungan, tetapi tidak ada lain kali"
Ouja mengkat tangan nya ke atas dimana tingkat itu memutar balik dan terbang ke atas, memecahkan diri nya menjadi banyak dimana mereka tersebar di atas langit yang gelap.
Lalu ouja mengarahkan tangan nya kebawah dengan tubuh yang menunduk, dan gumpalan hitam yang kecil itu jatuh kebawah dengan cepat seperti hujan.
Sheilla menciptakan suatu tameng yang tidak akan hancur dengan mudah, katakan lah jika itu adalah refrensi dari tameng milik balmung.
Lalu melemparkan nya ke arah Larisa, dan Larisa bergegas ke arah Juliy untuk melindungi nya.
Disisi lain Sheilla menangkis beberapa dari mereka dengan pedang, lalu melompat kedepan dan terus berlari ke arah Ouja.
Menghindari gumpalan hitam itu dengan sebaik mungkin, ketika jarak nya sedikit mencapai Ouja, dia menciptakan pedang dan langsung menyerang balik Ouja.
Ouja menarik suatu gumpalan dan menciptakan tongkat hitam disini dan menangkis serangan Sheilla, dan menekan kan hal itu kedepan dengan kuat.
Membuat Sheilla termundur dan mencoba untuk menyerang kembali.
Serangan itu ditangkis kembali oleh Ouja, dan Sheilla memutar tubuh nya untuk menyerang Ouja dari samping.
Merespon hal itu, Ouja langsung menahan tangan milik Sheilla dengan kuat, lalu dengan tongkat nya itu, dia mulai menyerang Sheilla dengan itu.
Merespon itu dengan panik, dan Sheilla menciptakan suatu tameng di samping kaki nya, lalu menginjak pemegang tameng itu dengan kaki nya sampai tameng itu secara sepenuh nya menancap ketanah.
Dan dia menahan serangan Ouja dengan hal itu.
"Kemampuan yang merepotkan"
Memusatkan seluruh konsentrasi nya, dan Sheilla menciptakan suatu pedang jauh dari jangkauan nya.
Pedang itu berada di atas langit, lalu pedang itu bergerak dengan cepat dan menyerang Ouja.
Karena nya, Ouja melepaskan genggaman nya dari tangan Sheilla dan mundur kebelakang untuk menghindar.
Pedang itu menusuk ke tanah, dan Sheilla mulai berlari kedepan untuk memperlebar jarak dari Ouja, setelah itu dia memutar tubuh nya kebelakang dengan menghadap ke arah Ouja.
Disisi lain, Larisa melempar tameng itu kesamping dan menghadap ke Juliy dimana Juliy secara mandiri menyembuhkan luka tusukan itu dengan sihir penyembuh.
"Oi, kau tidak apa apa kan?"
"Haha, jangan meremehkan ku hanya karena ini, aku disini masih belum serius kau tau"
Mendengar hal itu membuat Larisa tertegun lalu tersenyum mengejek.
"Kalau begitu cobalah perlihatkan bagaimana kau serius dengan kroco didepan?"
"Tanpa kau beritahu juga ... aku"
Menghentikan sihir penyembuh, mengangkat tangan nya ke atas dengan satu lingkaran sihir ditelapak tangan nya.
Dan lingkaran sihir itu, terhubung ke langit dan menciptakan lingkaran sihir yang lainnya, dengan jumlah yang banyak.
Melihat hal itu membuat semua nya terdiam, Ouja, maupun Sheilla, dan Shopia.
__ADS_1
Melihat lingkaran sihir dalam jumlah yang banyak itu, disisi lain, diluar barier, semua menatap limgkaran sihir yang memenuhi langit itu dengan terdiam.
"Oi oi, katakan, itu bukan milik musuh kan?"
"Siapa yang tau"
(Analisis selesai, memulai penguraian)
Tamara berdiri, mengarahkan kedua tangan nya ke barier itu, dan merobek nya dengan mudah sampai barier itu menghilang sepenuh nya.
Membuat semua nya terkejut, dan dengan tergesa gesa, Nezuon berbalik.
"Semua nya bersiap!! Kita akan masuk kedalam, utama kan untuk menyelamatkan korban, lalu ... serahkan yang di arena kepada ku, Salazar dan Theo"
Mendengar hal itu, membuat semua nya mengangguk dan berteriak dengan tegas "baik"
Disisi lain, Juliy mulai berdiri dengan kesusahan, tetapi ketika dia akan terjatuh, Larisa menahan nya dan tetap membantu nya berdiri.
Setelah mengangguk ke Larisa sebagai ungkapan terima kasih, dia mulai menatap Ouja dengan tatapan tajam, merespon hal itu Ouja merasakan kesal dihati nya.
"Mati"
Gumam kecil Juliy dan mengarahkan tangan nya kedepan, sampai seluruh lingkaran sihir itu aktif dan menyerang Ouja dengan sambaran petir.
Ouja melompat kebelakang dan membiarkan petir itu menghancurkan tanah, Lalu menarik seluruh gumpalan hitam itu menjadi bola kecil, dan dia mengarahkam bora itu keseluruh sihir yang ada.
Dan mengarahkan beberapa bola yang lainnya untuk menghancurkan lingkaran sihir di atas.
Tetapi beberapa dari mereka meleset untuk mengenai sihir Juliy, dan sihir juliy terus menyerang Ouja dengan gila.
Menghancurkan arena ini tanpa ampun, dan Sheilla mundur perlahan untuk tidak terkena dari dampak sihir Juliy.
Disisi lain, Ouja teris menghindar, dan menangkis beberapa dari mereka yang datang dengan tongkat hitam, setelah melompat dan mendarat ketanah.
Ouja menciptakan layar sihir diatas nya, setelah itu dia mengkatifkan layar sihir itu sampai mengeluarkan semburan api yang membara di atas langit.
Ouja menghela nafas nya dan menghadap ke Juliy, dimana mereka seperti saling berhadapan disini.
Sampai akhirnya Ouja menggumpalkan tongkat hitam nya itu menjadi sesuatu seperti panah, lalu menembakkan nya ke arah Juliy.
Juliy hanya menatap dengan ragu, dan ketika gumpalan hitam itu mendekati nya, dia tersenyum lega disini.
"Kau terlambat ... kapten"
Dengan mendadak, Nezuon datang, menggunakan pedang nya dan menangkis gumpalan hitam itu kesamping.
Gumpalan hitam itu melesat dan menghancurkan sekitar dengan ledakan yang besar, melihat hal itu membuat Ouja menyipitkan mata nya dengan mendecahkan lidah nya.
Berdiri sosok Nezuon dihadapan Juliy dan Larisa yang menopang tubuh nya.
"Kalian telah bekerja keras, dan sisa nya, serahkan kepada ku"
Lalu Salazar dan Theo datang dengan melompat dari bangunan lainnya dan mendarat ketanah.
Disini Salazar memperhatikan Sekitar, mendapati Sheilla yang masih baik baik saja, lalu menatap ke arah Juliy dan Larisa, mendapati luka yang cukup parah ditubuh mereka, tetapi mereka masih baik baik saja.
Jadi itu cukup membuat nya tenang, tetapi amarah nya mulai sedikit muncul.
"Dimana Chelsea, Williard dan Da vinci?"
Salazar bertanya, dimana Juliy dan larisa menelan ludah mereka dengan intimidasi singkat dari Salazar.
"Chelsea berada ditempat yang aman, dia mendapatkan luka yang cukup parah, jika aku terlabat maka .... itu tidak akan berakhir dengan baik, lalu ... ada satu orang yang tidak bisa kuselamatkan"
__ADS_1
"Jika tentang Williard dan Da vinci, maka mereka baik baik saja, saat ini mereka beristirahat disuatu tempat, meski untuk Da vinci mungkin itu cukup parah"
"Begitu ya .... berani nya--- BERANINYA KAU MELAKUKAN ITU KEPADA ANGGOTA KU"
Salazar menatap tajam ke arah Ouja dimana Ouja merasakan intimidasi itu dan membuat nya sedikit merinding, dan dengan kewaspadaan nya, dia mulai berada diposisi bertahan.
"Salazar ... serahkan dia kepada ku, kau fokuskan dirimu untuk menyembuh kan yang terluka"
"Kapten ... jangan berikan kematian yang mudah kepada keparat itu"
Nezuon mendengus mengejek ketika menanggapi perkataan Salazar.
"Jika tentang hal itu maka kau bisa tenang, sampai saat ini ... sudah sejak lama sampai aku melupakan nya, sejak terakhir kali aku merasa semarah ini"
Nezuon memasukkan kembali pedang nya kedalam sarung, dan mulai berjalan perlahan ke arah Ouja.
Disini Salazar mengambil alih dari Larisa, dan mengangkat Juliy dengan posisi yang memalukan.
"Umm? Pak Salazar, aku bisa berjalan sendiri"
"Huh?"
Salazar merespon hal itu dengan kesal, dan Juliy tersentak panik akan hal itu.
"Ba-baik, bukan apa apa"
Dan Larisa sedikit tertawa karena hal itu dan menghela nafas lega.
Disisi lain, Nezuon berjalan perlahan, dimana hanya ada intimidasi yang luar biasa keluar dari nya, meski Sheilla juga merasakan kengerian karena hal itu.
"Ouja van iouun, kudengar kau menjadi pemimpin di suatu party yang bernama Drunhilde"
"Wah wah, sungguh kehormatan bisa dikenal oleh seorang yang disebut sebut sebagai pemain terkuat ... di Antegram"
"Tidak tidak, itu hanya kebetulan kuingat, selain itu, Ouja, kau sudah kelewatan, membuat ku marah adalah kesalahan disini"
Ouja merespon hal itu dengan ekspresi kesal diwajah nya.
"Tidak ada satu hal yang kupedulikan tentang hal itu"
Mendengar hal itu, hanya membuat Nezuon sedikit terkekeh, lalu mengarahkan tangan nya ke gagang pedang nya itu.
"Sebenar nya apa yang kau lihat?"
Secara mendadak, posisi Nezuon berubah menjadi kebelakang Ouja, secara tiba tiba, bahkan kata "cepat" tidak akan cukup untuk menggambarkan hal itu.
Membuat Ouja melebarkan mata nya, lalu mencoba untuk berbalik, tetapi Nezuon lebih dahulu menendang wajah Ouja sampai itu membuat nya terhempas jauh dan menabrak dinding.
Disini Nezuon berdiri sambil menggenggam tangan kiri milik Ouja, disisi lain, Ouja mulai bangun dan sedikit panik ketika menyadari ketika tangan kiri nya sudah tidak ada.
"Sialan!!"
Mengerahkan seluruh gumpalan hitam itu ke atas langit, melihat hal itu membuat Nezuon sedikit bersiap untuk berhadapan dengan mereka.
Dan secara tiba tiba, Seluruh gumpalan hitam itu terbang menuju ke arah Nezuon dengan cepat.
Tetapi satu persatu, Nezuon berhasil menangkis seluruh gumpalan hitam yang datang ke arah nya, tidak peduli seberapa cepat gumpalan hitam itu, Nezuon selalu berhasil menangkis mereka semua.
Tanpa luka, dengan kecepatan nya yang melebihi detik.
Sampai akhirnya tidak ada gumpalan hitam lagi yang tersisa, membuat Ouja terkejut akan hal itu, begitu juga dengan Sheilla yang menonton di jauh sana.
(Tingkatan nya ... jauh berbeda, itu bukan setara dengan Chelsea, atau pun musuh yang dihadapi, yang pasti, Kapten berada di tingkatan yang melampaui semua nya, apa manusia biasa ... bisa sampai ketingkatan itu?)
__ADS_1
"Dasar ... kupikir kekuatan seperti apa yang akan kau dapatkan setelah mengorbankan seluruh penduduk kota, tetapi tidak kusangkah itu hanya segini"
Ucap Nezuon dengan kesal, sampai ketingkatan dimana dia merasa jijik dengan hal itu.