
Berjalan tanpa arah dikoridor sambil melihat dinding disamping nya yang dipenuhi oleh lukisan yang dipajang didalam bingkai.
(Sial ... seberapa luas mansion ini? Lagipula peta yang diberikan senior sama sekali tidak tepat)
Da vinci menghela nafas lelah dan terus berjalan.
Peta yang didapatkan oleh Theo adalah peta dari penyusup yang Theo kirim ke markas party juugo, wanita pelacur yang sebelum nya ditemui Theo sepertinya memberi informasi yang salah.
Atau secara singkat nya, dia mengkhiatai Theo, dia berpikir wanita itu tidak akan berkhianat tetapi itu melebihi harapan nya.
Da vinci berbelok ke koridor yang tepat dikiri nya dan menemukan seorang wanita dihadapan nya, wanita yang tidak asing, si pelacur yang berkhianat.
"!!?"
Da vinci memasang posisi bertahan ketika melihat wanita itu berdiri dengan anggun, memakai beberapa kain dan terlihat jika dia tidak memakai apapun didalam itu.
"Anda pasti rekan nya tuan Theo kan?"
"???" (Dia mengetahui tentang senior?) "Siapa kau ini?)
Da vinci tetap bertanya, untuk saat ini dia tidak bermasud untuk mempercayai siapapun, sampai ia benar-benar yakin jika wanita ini bukanlah musuh.
Merespon pertanyaan Da vinci, wanita itu menundukkan kepala nya dengan perlahan.
"Mohon maafkan atas ketidak sopanan saya, saya adalah mata-mata yang dikirim oleh tuan Theo untuk menyusup ke markas party juugo"
"Mata-mata?"
"Iya ... seharusnya kita sudah pernah bertemu sebelum nya meski hanya sekali"
"Huh?" (Tunggu, jika dipikir kembali, aku merasa seperti pernah bertemu dengan wanita ini)
Wanita itu terus tersenyum ramah tanpa berencana untuk menghentikan itu, Da vinci menyipitkan mata nya dan memaksakan otak nya untuk mengingat wanita ini.
"Ah! ... apa kau pelayan ditempat makan itu?"
Da vinci mengarahkan telunjuk nya ke wanita itu, dan wanita itu mendengus senang dan menepuk tangan nya dua kali.
"Tepat"
"Tapi bukankah kau pekerja ditempat makanan itu, bagaimana kau bisa masuk ke markas juugo, apa kau rekan kami sebelum nya?"
"Tidak, waktu itu adalah pertama kalinya saya bertemu dengan kalian, lalu disaat matahari mulai tenggelam, tuan Theo menghampiri saya dan menawarkan saya sebuah pekerjaan"
"O-oh, jadi begitu" (pantas saja aku tidak menemukan nya selama itu)
Wanita itu membalikkan sedikit tubuh nya dan mengarahkan tangan nya ke arah ujung koridor.
"Saya tau anda masih banyak hal untuk dipertanyakan, tapi waktu sudah tidak ada, jadi saya akan segera mengantar anda ketempat sandera ditahan"
Menanggapi hal itu, Da vinci terdiam dan tersenyum ramah pada akhirnya.
"Baiklah, itu sangat membantu"
###
Disisi lain, diposisi Alice saat ini, berdiri dihadapan pintu besi yang lumayan besar, tidak ada penjaga yang menjaga ini.
(Tadi terdengar suara ledakan, apa yang terjadi diluar sana?)
Alice memasang ekspresi masam sambil melihat sekeliling nya, ini lebih seperti ruangan bawah tanah dimana ruangan ini terbuat dari bata yang kokoh.
Alice mengetuk pintu besi itu beberapa kali, terdengar beberapa gemahan didalam, tidak ada respon, Alice tersenyum masam dan mulai membalikkan badan nya.
(Sebaiknya aku pergi saja dari sini, ini sedikit membuat ku takut)
"Tolong----
Terdengar suara wanita, suara yang sangat kecil didalam ruangan yang berada dibalik pintu besi itu, Alice merespon dengan merinding karena sesaat dia berpikir apakah itu hantu atau apa.
__ADS_1
(Apa ini bisa kuanggap sebagai salah dengar?)
"Tolong!----
Terdengar lagi suara, kali ini suara anak-anak, wajah Alice menjadi pucat dan menyentuh pintu besi itu.
(Aku harap itu bukan hantu, tuhan, aku mengandalkan mu)
Dengan enggan, Alice menciptakan sebuah lingkaran sihir dan langsung membuat pintu besi itu membeku bahkan dinding yang terhubung ke pintu besi itu juga terikut terbeku.
Selanjutnya, alice mengarahkan tangan nya kesamping dan menciptakan layar sihir, sesaat sebuah batu tercipta dimana itu cukup besar dan Alice langasung menembakkan batu itu ke pintu besi yang membeku itu.
Menghancurkan pintu besi itu dengan sekali pukul sampai akan terasa aneh mengingat itu adalah besi, tetapi itu adalah reaksi fisika, suatu benda akan menjadi sangat rapu ketika mengalami pembekuan.
Dan Alice menggunakan sihir es yang kuat sampai bisa membeku kan sesuatu hanya menyentuh nya.
Akan berbahaya jika Alice menggunakan sihir api diruangan sempit ini jadi dia mengganti cara nya untuk membuka pintu besi ini.
Melangkahi pintu dan masuk kedalam ruangan, untung ada obor kayu yang ditempatkan didinding jadi dia tidak perlu takut akan kegelapan lagi.
Berjalan dengan gugup sampai akhirnya Alice melewati sebuah sel besi, memperhatikan kedalam sel itu, bulu kuduk nya merinding dan melebarkan mata nya.
Yang terdapat didalam ruangan itu adalah kerangkah manusia, bukan hanya satu, tetapi seluruh kerangkah itu bertumpuk menjadi bukit sampai akan sulit untuk menghitung nya.
"Tolong! Siapapun---
Suara wanita dewasa terdengar, dan Alice menanggapi itu dengan kaget, dia memahami jika ini bukan masalah hantu lagi jadi karena itulah, dia menendang tanah dan berlari ke arah suara itu terdengar.
Melewati beberapa penjara, dan pada akhirnya Alice berhenti ketika sampai dimana suara itu terdengar, melebarkan mata nya dimana apa yang dilihat nya adalah anak-anak.
Anak kecil dan wanita dewasa, ini terdiri dari 12 diantara mereka, wajah mereka terlihat lesu dan kering menandakan jika mereka belum makan untuk beberapa hari.
Dengan panik, Alice menciptakan lingkaran sihir yang sama dan membebukan seluruh sel besi yang menghalangi penjara ini, disaat mereka terbeku, mereka mengalami suatu reaksi dimana mereka sedikit membengkok akan hal itu.
Alice berlari kearah merela dan menemukan anak kecil yang terbaring lesu dilantai yang dingin ini, berjongkok untuk bisa menggapai anak kecil itu dimana Alice langsung memegangi dahi anak kecil itu.
Tidak jawaban, Alice mengarahkan tangan nya kesamping dan sebuah layar sihir tercipta dihadapan nya, beberapa lingkaran sihir bergerak dengan sendirinya dan layar sihir itu berpecah menjadi beberapa bagian dan menempel ditangan nya.
Mengarahkan tangan nya ke anak kecil itu dan sebuah cahaya bewarna biru keluar, membuat anak kecil itu mengantuk dan pada akhirnya tertidur, tubuh nya kembali cerah tetapi itu tidak merubah kenyataan jika dia sangat kelaparan saat ini.
"Kalian berasal dari mana? Kenapa kalian bisa berada disini?"
Semua menatap ragu-ragu dimana satu wanita dewasa memberanikan diri dan mulai menghadap ke arah Alice.
"U-umm, se-sebenar nya kami semua berasal dari desa yang bernama tooei, tetapi, 4 hari yang lalu, beberapa orang datang menyerang dan membunuh semua orang didesa, la-lalu, aku dan beberapa anak-anak dibawa kesini"
(Desa tooei?! Itu seharusnya berada didekat distrik prostitusi, dan sampai beberapa hari yang lalu desa itu masih baik-baik saja ... kenapa tidak ada informasi apapun muncul mengenai desa yang diserangan? !!!? Sial! Jadi begitu, mereka menutup seluruh informasi yang ada didistrik prostitusi, aku lupa jika itu juga merupakan wilayah musuh)
Pastinya Pho sudah mengatur agar para bawahan nya untuk mengatur seluruh informasi yang akan datang, membuang informasi yang penting dan membiarkan masuk informasi yang tidak terlalu penting.
Sebagai pemimpin dari distrik seharusnya mereka memiliki kekuasaan untuk itu.
Alice menatap anak-anak dikiri dan dikanan nya, mereka masih anak-anak san mengalami hal ini, membuat Alice menjadi marah tetapi dia tidak bisa melampiaskan amarah itu.
Alice menarik nafas dan menghembuskam nafas nya untuk mengatur emosi nya saat ini, mulai berdiri dengan tangkas dan tersenyum lebar keseluruh anak anak.
"Tenang saja!!~ kakak adalah pemain yang baik hati, jadi kakak akan menyelamatkan kalian semua, berbahagialah"
Berkata dengan semangat, wanita dewasa itu dan anak-anak saling menatap satu sama lain, mereka masih khawatir saat ini.
Lalu seorang gadis kecil memegangi kaki Alice, menyadari hal itu, Alice berjongkok kembali untuk menyamakan pandangan nya ke gadis itu.
"Hmm? Ada apa?"
"Apakah kami bisa kembali kedesa kami lagi?"
Gadis itu bertanya dengan sedih, dan Alice terdiam akan hal itu, menghela nafas nya dan dia tersenyum masam.
"Maaf, itu tidak bisa, tetapi!! Kalian bisa pergi ke desa yang baru lagi~ kalian bisa mendapat teman baru, tidur sepuas nya dan makan sepuas nya, tenang saja, kakak mengenal desa yang hangat seperti itu"
__ADS_1
Alice mengelus kepala gadis kecil itu, tetapi masih banyak keraguan dihati mereka, sehingga wanita dewasa itu, menyadari apa yang harus dilakukan nya.
"Anak anak, ayo kita ikuti kakak ini, tenang saja, kakak juga akan ikut bersama kalian"
Anak-anak menanggapi dan beberapa gadis kecil memeluk kaki wanita dewasa itu dan menangis, wanita dewasa itu tersenyum lembut dan mengelus gadis-gadis kecil itu.
Alice membalas wanita itu dengan senyuman lembu dan mereka saling bertukar senyuman saat ini, anak-anak sudah mulai membaik meski mereka masih kelaparan, tetapi mereka harus keluar dari markas ini dulu.
"Tadi itu sangat membantu, siapa namamu?"
"Ti-tidak, seharusnya itu perkataan ku, terima kasih karena telah membantu kami, u-umm, nama saya adalah noelle, mohon bantuan nya setelah ini"
Wanita dewasa itu menundukkan kepala nya, mungkin menyebutnya dewasa kurang tepat karena dia masih berumur 18 saat ini.
"Namaku adalah Alice stater, aku---
-BOOMMM!!!!--
Suara ledakan yang besar terdengar membuat dibawah tanah ini bergetar, anak-anak ketakutan dimana mereka langsung memeluk kaki Alice dan noelle.
(Apa yang sebenar nya terjadi?)
###
[Sekitar 10 menit yang lalu]
Darah bertetesan, sebuah pisau tertusuk tepat diperut nya, Da vinci menghembuskan nafas karena masih belum memahami siatuasi saat ini.
Wanita itu menusuk tepat ke perut Da vinci, wanita pelacur itu.
Sedangkan Da vinci hanya terdiam, tidak mengerti apa yang terjadi, situasi yang membingungkan, wanita yang mengatakan jika dirinya adalah rekan malah berbalik untuk menikam Da vinci.
"!!!! Garrggggk"
Da vinci berteriak histeris kesakitan, memukul wajah wanita itu dan Da vinci terjatuh dimana dia langsung terduduk dilantai.
(Apa yang terjadi? Kenapa dia menyerang ku? Sakit!!)
Wanita itu menyentuh pipi yang dipukul Da vinci barusan, sebuah langkah kaki terdengar, dimana dia terus berjalan ke arah Da vinci dan wanita itu.
"Kau melakukan nya dengan meriah juga"
Ucap pria itu, menatap pria itu, Da vinci langsung mengenalinya, seorang pria yang dihadapi nya sebelum ini dan berakhir kalah.
Dinding yang harus dilewatinya untuk menjangkau posisi terkuat, dia adalah pemimpin dari party juugo, Pho.
"Tu-tuan Pho, seperti janji nya, saya sudah melaksanakan perintah anda, jadi tolong pertemukan saya kembali dengan adik saya"
Wanita itu berjalan dan bersujud ke hadapan Pho, memperlihatkan raut wajah putus asa dan Pho hanya menatap nya dengan tatapan dingin setelah itu dia tersenyum dan membuka mulut nya.
"Yaa, akan segera kupertemukan kau dengan adik mu"
Ucap nya dengan nada pelan, mendengar hal itu, wanita mengeluarkan air mata dan tersenyum bahagia.
Selanjutnya, dia ditendang oleh Pho, tepat diwajah nya, terdorong menjauh dan Da vinci merespon dengan kaget.
"Tu-tuan, Pho, ini tidak seperti yang kau janjikan!!!"
"Wah, menuduh orang itu tidak baik kau tau? Aku selalu menetapi janjiku, aku seorang pria kau tau? Jadi aku akan mempertemukan mu dengan adik mu, tentu saja"
"Jadi kenapa?!!"
Pho berjalan dan tepat dihadapan wanita itu, menatap nya dengan tatapan dingin atau tatapan yang melihat sesuatu yang tidak berguna.
Wanita itu tersenyum dengan putus asa dengan harapan yang tidak mungkin tercapai, selanjutnya wajah nya diinjak oleh Pho.
Pho menciptakan lingkaran sihir dan menembahkan bola api ke wanita itu, membakar nya dengan hangus dan mundur untuk tidak terkena api itu.
"Adik mu sekarang berada di akhirat atau apalah itu, jangan dendam padaku"
__ADS_1