
1 tahun sejak kehidupan kedua
"Sheilla~ dimana kau?"
Terdengar suara quilea sedang memanggil ku, tetapi aku tidak akan muncul sekarang, maaf maman, panggil aku lagi ketika waktu makan siang.
Sekarang aku sudah bisa merangkak, dan aku juga bisa berjalan, tetapi sangat merepotkan untuk mencoba berjalan dengan tubuh ini, jadi kuputuskan untuk merangkak.
Aku menemukan hal yang menarik, jadi kuputuskan untuk pergi kesini, tetapi itu hanya bertahan sampai 7 menit sampai quilea menemukan ku, jadi dengan 7 menit itu, akan kugunakan untuk memilah benda ini.
Benar, ini adalah sebuah belati, tidak mempunyai sarung, tetapi belati ini hanya tersimpan didalam kotak, banyak barang yang ada didalam kotak ini, beberapa buku dan sarung untuk menyimpan anak panah.
Tetapi aku hanya tertarik dengan belati ini, seperti mengingatkan ku akan dunia lama, belati ini mempunyai ukiran yang unik.
Dilihat dari kondisinya, seperti nya sudah tidak digunakan dalam 2/3 tahun, jika sudah selama itu maka tidak masalah jika kuambil kan?
"Sheilla!~"
Ah ... gawat, quilea sudah mendekat, aku harus keluar dari sini.
Hup! ...
Disaat aku mencapai pintu, sudah ada quilea yang membuka nya, dia melihat aku yang sedang merangkak keluar dan akhirnya dia mengangkat ku lalu membenamkan diriku dikedua dada nya.
"Dasar anak ini, tidak boleh mengalihkan pandangan sebentar saja langsung akan menghilang"
Maaf merepotkan mu, maman, tetapi sangat nyaman berada disini, tidak, maksud ku sangat nyaman berada didada quilea.
Bukan berarti aku mesum kau tau?
Segera quilea langsung berjalan ke sebuah ruangan, itu adalah ruangan tidur, karna faktor cuaca, jadi aku ikut tidur bersama mereka.
Setiap malam disaat aku mulai tertidur, aku selalu terbangun tengah malam, dan itu disebabkan oleh suara desahan quilea, sialan.
aku harap mereka tidak melakukan hal itu selagi aku masih tidur diruangan ini.
Tetapi daripada terdengar desahan, itu terdengar seperti teriakan. guirde, tolong lakukan dengan lembut.
Jadi tidak akan aneh jika quilea sedang hamil saat ini.
Karena aku dibawa kedalam ruangan dan dimasukkan ketempat tidur ku, maka hanya ada satu kesimpulan.
Begitu yah, saat nya tidur siang ya?
Karena sudah waktu nya, jadi aku akan tidur sekarang.
"Tidur yang nyenyak, sheilla"
Berkata seperti itu, quilea mencium dahiku dan langsung meninggalkan ruangan.
dasar quilea, kau membuat ku malu~~
.
.
.
Panas ... apaan ini? Perasaan tidak nyaman ini? Begitu menyesakkan.
Tubuh ku lemas, pandangan ku tidak jelas. Ah, sial ... ini sangat tidak nyaman.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan nya?"
"Tidak, masih belum membaik"
"Begitu, ya"
Quilea? Guirde? ... apa itu kalian? aku tidak tau apa yang terjadi tetapi sangat menyakitkan disini.
"Aku akan pergi untuk mencari obat untuk sheilla dibeberapa desa"
Obat? Untukku?
"Umm .. hati-hati dijalan"
Setelah mengucapkan itu kepada guirde, quilea langsung pergi ke arahku dan mengelus-elus kepalaku. Dan aku hanya melihat wajah nya yang begitu sedih.
Quilea melihat aku dan dia berkata dengan tenang "tidurlah~" Dan aku langsung tertidur ketika mendengar ucapan itu.
.
.
.
Malam itu, guirde pergi menaiki kuda keberbagai desa untuk memebeli obat, lalu tepaksa untuk menetap di salah satu desa terdekat dikarenakan badai salju yang semakin kuat.
Pagi nya, guirde pulang dengan obat, tetapi obat itu sangat dingin dan perlu dipanaskan untuk kuminum.
Setelah meminum obat itu dengan rutin, 2 hari kemudian ... kesembuhan total!!
Ya ampun, sudah sejak lama aku tidak terkena demam, tubuh anak kecil tidak bisa diremehkan.
Guirde memelukku, maaf jika kau memelukku mungkin aku akan terkema trauma.
Dan quilea memukul guirde karena memelukku dengan kuat.
Lalu tujuh hari kemudian, sudah waktu nya hari ulang tahun ku.
Kami tidak merayakan nya didalam rumah, melainkan di alun-alun desa dengan semua warga datang.
Sepertinya didesa ini, ulang tahun dirayakan oleh satu desa saat berumur 1 tahun, yang mengartikan peningkatan bayi menjadi anak-anak, lalu diumur 10 tahun untuk mengartikan peningkatan anak-anak menjadi remaja.
Itu adalah perayaan yang dilakukan sejak 10 tahun yang lalu, jadi itu masih sangat baru dan hanya beberapa anak yang sempat melakukan perayaan.
Perayaan itu diciptakan untuk merayakan kelahiran yang terjadi didesa, dan berharap agar anak yang dirayakan dapat memajukan desa musim salju.
Untuk ulang tahun yang lainnya dirayakan dirumah bersama keluarga tanpa perayaan besar-besaran.
Dan karena aku masih berumur 1 tahun, jadinya tidak banyak yang bisa kulakukan selama perayaan ini.
Tetapi sebagai gantinya, aku sudah diperbolehkan untuk memakan daging, ulang tahun yang terbaik.
.
.
.
besok nya dipagi hari, quilea memuntahkan makanan, gawat, dia sakit .... tidak, aku bercanda, quilea tidak sakit, tetapi sudah dipastikan jika quilea sedang hamil 3 bulan.
Disini guirde sangat senang sampai berkeliling desa untuk menyebarkan berita itu, ya ampun, heboh sendiri, apa dia dibesarkan oleh ayam? Apa dia juga begitu disaat quilea mengandungku?
__ADS_1
Kesampingkan hal itu, aku menatap perut quilea, kh ... hasrat ini membuat ku ingin menyentuh perut nya.
Menatap perut quilea membuat ku berpikir "begitu ya, didalam situ ada adikku ya~"
"Apa sheilla mau menyentuh nya?"
"......"
Ya ampun, quilea, jika kau memaksa maka aku tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran nya, aku langsung merangkak dengan lihai ke arah quilea, disini quilea sedang duduk dilantai ruang tamu.
Rumah ini tidak terlalu besar, jadi tidak ada kursi disini, itu mengingatkan ku, disamping quilea ada bibi flora, bibi flora mempunyai badan yang besar .... ups, jangan beritahu bibi flora jika aku mengatakan itu.
Akan terjadi bencana.
Kesampingkan hal itu, aku sudah sampai ke hadapan quilea, tidak membutuhkan waktu yang lama, langsung aku menyentuh perut nya ... hmm? Tidak seperti yang kubayangkan.
Kupikir aku akan ikut merasakan si bayi bergerak didalam sana, tetapi sepertinya 3 bulan masih terlalu cepat untuk itu.
Baiklah ... aku bertanya-tanya berapa adik yang akan kumiliki, mengingat guirde yang seperti hewan buas saat diranjang.
Quilea, sepertinya kau sangat kerepotan.
7 bulan kemudian
Quilea sudah melahirkan anak kedua nya, sekali lagi anak nya berkelamin wanita, meskipun awal nya guirde berharap jika anak keduanya itu berkelamin lelaki, tetapi dia tetap senang meskipun anak keduanya berkelamin wanita.
Yah, wanita atau pria, karena dia sudah menjadi adik ku, jadi akan kubuat dia menjadi orang yang berguna dimasa depan.
Itu tanggung jawab ku sebagai kakak nya, fyuuh ... kenapa aku bersikap keren saat ini?
Adik ku diberi nama elena, mempunyai rambut putih seperti quilea. Berbicara soal rambut, semua warga desa musim salju, semuanya mempunyai rambut yang bewarna putih.
Hmm? Guirde? Ah... dia orang luar, makanya hanya dia yang memiliki rambut bewarna hitam didesa musim salju sebelum aku lahir.
Guirde awal nya hanyalah pedagang keliling, tetapi saat berkunjung untuk berdagang didesa musim salju, dia bertemu dengan quilea dan itu adalah cinta dalam sekali pandangan.
Setelah itu, dia menjual semua yang dimilikinya untuk membeli satu cincin untuk melamar quilea, sungguh bodoh.
Seperti kata pepatah, cinta bisa membutakan seseorang.
Tetapi beruntung nya, quilea menerima lamaran guirde dan pada akhirnya mereka langsung menikah, itu adalah kisah 3 tahun lalu, 1 setengah tahun sebelun aku lahir.
Pria bodoh yang beruntung. Tetapi sangat disayangkan dikarenakan aku terlahir kembali sebagai wanita, dan karena itu posisi sudah membalik, tetapi untuk memikirkan aku jatuh cinta kepada seorang pria, itu membuatku mau muntah.
Jadi karena itu kuputuskan untuk melakukan hubungan sesama jenis dimasa depan.
"Ini papa loh, elena~~"
Disini guirde sedang menunjukkan wajah aneh nya kepada elena dan elena langsung menangis, aku tau .. menyeramkan bukan?
Aku langsung mengingat bagaimana dia melakukan hal yang sama disaat aku masih bayi. Itu mimpi buruk.
Langsung saja quilea datang untuk menenangkan elena dan menggendongnya untuk berkeliling rumah.
".... sheilla mau main sama papa?"
"Nggak!"
Aku sudah hampir 2 tahun disini, jadi menurutku biasa-biasa saja jika aku mulai berbicara dan tentunya aku terpaksa untuk memanggil orang ini dengan sebutan "papa"
Kh ... aku harus segera terbiasa dengan rasa malu ini.
__ADS_1