
17 november 713, kalender antegram - 3 tahun sejak mereka masuk kedalam antegram.
Disuatu ruangan putih, hanya putih sampai itu tidak memiliki ujung yang jelas ketika kau melihat nya.
Dan disini, Sheilla duduk ...di kursi yang disediakan, berada didalam keadaan tidak sadar, dengan mata yang tetap terbuka, dan tetap menbiarkan Sheilla untuk mendengar.
Lalu, kursi kedua, terdapat seorang yang sudah memiliki hubungan yang lebih dari Sheilla, duduk tersenyum lembut.
Dia adalah Kareth vanielasims
"17 tahun ya? Sejak kau terlahir?, itu menagum kan, kau sudah menjadi seorang wanita sekarang"
Ucap Kareth dengan lembut, disatu sisi, Kareth sedikit menganggap Sheilla sebagai anak nya, atau hanya menganggap dia sebagai murid.
Lalu diakhir senyuman itu, Kareth berwajah serius.
"Tetapi, seperti nya sekarang kau akan melanjutkan perjalanan mu tanpa ku, sejak awal kau hanyalah korban, seharus nya kau menjalani kehidupan yang membahagiakan disatu sisi, tetapi karena permainan kecil dari Aether, kau harus menjalani hidup seperti ini, berjuang dipertarungan yang seharus nya tidak pernah ada"
Meski Sheilla tidak memiliki kesadaran tertentu, tetapi dia meneteskan air mata karena suatu hal.
"Ingatan ku yang berada didalam dirimu, adalah awal dari segala tragedi yang menimpa kedua dunia, tetapi, tenang saja ... mulai sekarang aku akan menghilang dengan perlahan bersama dengan ingatan itu, kau akan tetap memiliki ingatan masa kini dan masa lalu, tetapi hanya membuang sisi dari ingatan ku yang bercampur aduk kedalam dirimu"
Kareth tersenyum, lalu berdiri dan berjalan perlahan ke arah Sheilla.
"Aku tidak tau kau sudah menyadari dirimu yang sebenar nya atau tidak, tetapi ... Da vinci kan? Mungkin agak menjijikan bagiku mengingat kau melakukan hal yang romantis dengan nya disaat ingatan ku masih terdapat didalam dirimu, tetapi ... sekarang mungkin tidak masalah?"
Sesuatu berbunyi dan Kareth menyadari hal itu, menolehkan pandangan nya kesamping dan mendapati lonceng emas yang memiliki ukuran yang lebih besar dari dunia itu sendiri.
"Seperti nya sudah waktu nya ... waktu yang menyenangkan telah berakhir, mulai sekarang kau akan berhadapan dengan musuh yang sebenar nya, selamat tinggal, dan ... nikmatilah hidup mu"
Dengan begitu, kesadaran Sheilla perlahan menghilang dan Kareth seperti mengingat sesuatu hal yang belum dia katakan.
"Ah, yang terakhir ... musuh nya adalah ----"
Sebelum dia sempat memberi tau nya, Sheilla mulai kehilangan kesadaran nya sepenuh nya.
Dan didunia yang sebenar nya, Sheilla membuka mata, terbangun dari tidur dengan air mata yang menetes dari mata nya.
Menatap langit langit dengan diam, lalu dia mulai bangun dan duduk di tempat tidur sambil menatap keluar jendela.
"Eh? Aku seperti melupakan sesuatu ... sesuatu yang amat penting"
***
SUDUT PANDANG DA VINCI
Masa lalu yang rapuh dan masa depan yang tidak jelas, aku ... berada ditengah antara mereka.
Terus hidup ... terus hidup, sambil memikirkan apa yang akan terjadi besok.
Apa yang akan kulakukan besok, di pemikiran rapuh yang tidak beralasan, aku ... merasa takut akan suatu hal.
Merasa ... jika dia akan pergi jauh dari ku, tetapi semakin aku memikirkan nya, semakin berubah pikiran ku.
Misal nya, ini hanya permisalan, tentang bagaimana dia akan pergi menjauh, diganti dengan bagaimana aku yang pergi meninggalkan nya.
Itu ... membuat ku merasa gila.
***
"Vinci, Da vinci, bangunlah"
Seseorang memanggil nama nya, dan itu membuat nya sedikit membuka mata nya, hingga akhirnya dia sepenuh nya terbangun.
Mendapati Sheilla yang sedang berlutut dihadapan nya, dengan sedikit gerakan maka wajah mereka akan saling bersentuhan.
"Shei?"
"Ini waktu nya sarapan, aku harap kau segera bangun untuk itu"
Ucap Sheilla dengan senyuman lembut, mendengar hal itu, Da vinci mulai mendorong tempat tidur untuk bangun disini, dan Sheilla sedikit memundurkan wajah nya untuk memberi Da vinci sedikit ruangan.
"Pagi? Kau memimpikan sesuatu?"
__ADS_1
Sheilla bertanya dengan penasaran, dan Da vinci merespon dengan wajah bingung.
"Tidak"
"Begitu ... kalau begitu bangun dan cuci muka, kita tidak mempunyai waktu sekarang"
Sheilla mulai berdiri dan berjalan keluar dari tenda, melihat hal itu membuat Da vinci memalingkan pandangan nya kesamping dan mendapati pedang milik nya yang tergeletak dilantai.
"Ah ... kita sedang melakukan misi"
Setelah itu Da vinci memakai perlengkapan nya dan mulai pergi keluar tenda, berjalan perlahan ke arah Sheilla yang sedang duduk dihadapan api unggun.
Membakar ikan dan merebus sup susu yang baru saja selesai dimasak.
"Maaf ... membuat mu bangun pagi hanya untuk memasak"
"Yah ... itu bukan masalah, selain itu, kau yakin untuk melakukan nya sendirian?"
"Ya ... akan kuperlihatkan hasil dari latihan ku"
Ucap Da vinci dengan wajah bangga nya dimana Sheilla terdiam, lalu mulai tersenyum.
"Aku harap kau melatih diri mu untuk bangun pagi tanpa perlu kubangunkan"
"....."
****
Waktu berlalu dan 4 jam setelah itu.
Tanah bergetar sampai itu menjadi retak, para penduduk merespon hal itu dengan heran, sampai akhirnya sesuatu yang besar keluar dari tanah.
Menbuat penduduk desa acak panik hingga akhirnya melarikan diri meski beberapa dari mereka gagal untuk melarikan diri.
Itu adalah monster dengan bentuk seperti ular, memiliki gigi bertaring dengan lidah nya yang panjang.
Dan ... hingga akhirnya monster itu menyadari jika ada beberapa penduduk yang terjatuh ketanah dan hanya melihat monster itu dengan ketakutan.
Dan ketika penduduk itu menyadari nya, mendapati seseorang sedang berada dilangit.
"Hmm ... seperti nya itu tidak bisa langsung menghabisinya"
Gumam Da vinci sambil melihat Monster ular itu mencoba untuk bangun, dengan kepala nya yang dipenuhi oleh darah.
Berteriak kencang karena amarah, dan Da vinci sedikit terkekeh karena hal itu.
"Nah ... mungkin sudah saat nya"
Da vinci mulai terbang kebawah ke arah monster ular itu, tetapi monster itu merasakan bahaya dari insting nya dan mulai kabur dengan kecepatan yang melebihi Da vinci.
Memasuki hutan hutan dan Da vinci berhenti diudara ketika melihat hal itu.
"Gawat ... aku melepaskan nya"
Dan diposisi Sheilla saat ini, berjalan perlahan keluar dari hutan, dan mendapati beberapa sekelompok orang yang sedang bergila dengan beberapa wine ditangan mereka.
Menyadari Sheilla berjalan ke arah mereka, Mereka sedikit tersenyum dengan melihat perawakan Sheilla, rambut hitam panjang nya dengan kulit nya yang putih.
Lalu seorang yang berlagak seperti pemimpin mereka berjalan ke arah Sheilla dengan begitu bangga.
"Apa kau pemimpin nya?"
"Jika iya?"
"Nah, aku ingin bertanya sesuatu tentang ular raksasa disana, apa kalian mengetahui sesuatu tentang itu"
Pria itu sedikit terdiam hingga akhirnya dia tertawa mengejek.
"Tidak, aku tidak tau apapun tentang itu, benarkan kawan kawan?"
Mendengar hal itu membuat kebanyakan pria yang mabuk disana mengatakan "iya" sambil tertawa mengejek.
Hingga akhirnya pria yang berlagak sebagai pemimpin itu menyentuh bahu Sheilla sambil mengatakan "daripada itu, bagaimana jika kita bermain main sebentar?"
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat Sheilla tersenyum, lalu memegangi tangan pria itu, memutar tubuh nya sekaligus menendang kaki pria itu, dan membanting pria itu ketanah dengan kuat.
Membuat sobat sobat yang mabuk sana terkejut lalu menarik pedang mereka karena kesal akan hal itu, tetapi seketika mereka terkejut ketika puluhan pedang dengan cahaya biru tercipta disekeliling Sheilla.
"Bisakah kalian jujur"
Semua nya mulai pucat sampai akhirnya tanah bergetar dan mereka merespon hal itu, sampai akhirnya Sheilla menyadari ada sesuatu yang menuju ke arah nya.
Menghancurkan pepohonan dan memperlihatkan sosok nya, seekor ular raksasa keluar tanpa memperdulikan apapun yang berada dihadpaan nya.
Mereka hanya bisa melebarkan mata mereka ketika ular raksasa itu menuju ke arah mereka.
Sampai akhirnya, hanya satu detik kemudian, kilatan muncul dan dalam penglihatan lambat, terdapat Da vinci dengan kaki kedepan dan pedang nya yang terus mengoyak kulit ular itu.
Sampai akhirnya hanya dalam sedetik itu, Da vinci terbang secepat mungkin seperti kilat dan ular raksada itu terjatuh ketanah dengan darah yang keluar dari goresan itu.
"Hiiiii!!! Monster ular yang sudah susah payan kita tangkap"
Ucap pria pemabuk acak dengan panik, dan Sheilla merespon hal itu dengan heran, sampai akhirnya dia mengalihkan pandangan nya kesamping untuk melihat ke arah kemana Da vinci pergi.
Mendapati beberapa pohon yang tumbang, dan jauh disana, terdapat Da vinci yang terbaring diatas tumpukan pohon dengan kepala kebawah dan kaki ke atas.
"Sakit ... sepertinya tulang ku patah disini"
Gumam kecil Da vinci hingga akhirnya Sheilla datang ke arah nya dan berjongkok menatap Da vinci.
"Kau tidak apa apa?"
"Aku akan senang jika kau bertanya sambil khawatir"
"Jika kau masih bisa bercanda sepertinya kau tidak memerlukan bantuan lagi"
Ucap Sheilla sambil berdiri dan memutar tubuh nya untuk pergi menjauh, dan Da vinci hanya tersentak panik ketika hal itu terjadi.
"Ah, maaf, maafkan aku, tolong aku, aku tidak bisa berdiri"
Sheilla berbalik dengan senyuman mengejek.
"Nah, kau mengakui hal itu"
Pada akhirnya mereka meminta para warga sekitar untuk membawa para pemabuk itu ke kerajaan terdekat untuk memenjarakan para pemabuk itu atas kejahatan yang mereka lakukan.
17 november 713, kalender antegram - 3 tahun sejak mereka masuk kedalam antegram.
.
.
catatan author :
halo, saya aoide, saya sangat bersemangat tentang part 5 ini
bagaimana pun saya telah menanti nanti saat saya menulis part 5 sejak saya menulis part 1
bagaimanapun ini adalah arc besar, musuh musuh yang dihadapi terlalu kuat
saya mencoba sebaik mungkin dalam mengatur pertarungan yang menegangkan disini
disaat saya masih menulis part 1
saya berencana untuk mengakhiri cerita ini dengan tragis, tetapi saya mengurungkan niat saya
seperti eksistensi shopia di part 4, bagaimana pun saya memasukkan kembali shopia ke dalam cerita di part 4 dengan niat untuk membunuh nya ketika melawan ouja
tetapi semakin saya menulis nya, saya kehilangan kesempatan untuk membuat cerita dimana shopia akan mati
jadi anggap itu gagal dan shopia saya buat bertahan hidup lebih lama
ngomong ngomong karakter favorite saya di paladin antegram dari urutan pertama dan terakhir adalah Theo, Kareth, dan da vinci
saya sangat menyukai theo :)
semoga kalian menikmati kisah dari paladin antegram ini
__ADS_1