Paladin Antegram

Paladin Antegram
cerita dongeng


__ADS_3

1 tahun kemudian, hari ulang tahun elena, berjaga-jaga aku terus mengawasinya selama 1 tahun ini, tidak ada keanehan, dia bukan seorang renkarnasi.


Tentu saja beberapa waktu sebelum nya juga ada perayaan untuk anak yang beranjak diumur 1 tahun, jumlah anak yang baru berumur 1 - 5 tahun di desa musim salju hanya berjumlah 23, itu dikarenakan desa ini sangat kecil dan penduduk nya tidak sampai 100.


Kejadian nya sekitar 15 tahun yang lalu dimana hampir 60% penduduk desa musim salju pergi meninggalkan desa agar bisa menikmati hidup yang lebih layak.


Kekurangan makanan adalah faktor utama, apalagi mereka dipaksa untuk bertahan dimusim dingin yang tidak berujung.


Tidak aneh jika 30 tahun yang lalu banyk warga yang mati dikarenakan kekurangan makanan, dan itu adalah mimpi buruk bagi warga lama yang masih menetap didesa.


Tetapi kondisi desa sudah menjadi lebih baik sejak kedatangan guirde yang menggunakan pengalaman berdagang nya untuk memperbaiki ekonomi desa.


Karena itu, walau merupakan orang luar, tetapi guirde sangat dihormati oleh warga lainnya.


Dan kami saat ini sedang mendandani elena ...


"Kuh ... anak ini banyak bergerak"


Quilea angkat berbicara disaat sedang kesusahan mendandani elena. Karena ini musim dingin jadi tentu saja pakaian perayaan juga baju musim dingin.


"Hm ... sudah selesai"


Yah ... tidak ada yang istimewa dari baju yang dipakaikan ke elena. Karena itu tetap baju musim dingin yang terbuat dari kulit hewan yang tebal.


"Kita mulai perayaannya?"


Guirde bertanya ke quilea


"Ya ... lebih baik kita lakukan sekarang"


Segera quilea menggendong elena dan menuju ke alun-alun desa, dan aku digendong oleh guirde ...


sebenar nya aku tidak ingin digendong, tetapi tubuh ku sangat lemah dan harus digendong.


Tahan rasa malu ini, kareth.


Pada akhirnya, Perayaan ulang tahun elena berakhir dengan singkat, dan malam sudah datang, akhir-akhir ini aku jarang terbangun karena desahan quilea, apa mungkin mereka sudah tidak berencana untuk menambah momongan?


Ah ... tetapi kemarin aku merasa seperti melihat guirde membawa pulang obat kontrasepsi ... kemarin juga aku terbangun oleh suara tangisan elena yang begitu kuat pada tengah malam.


Yang lebih aneh nya, saat aku melihat quilea dan guirde sedang mencoba meredahkan tangisan elena, mereka berdua tidak memakai pakaian apapun. yah, demi menghormati mereka berdua, jadi aku akan berhenti memikirkan hal yang lainnya.


Jika mereka memutuskan untuk menambah momongan, maka aku dengan bijak menyambut adik baru.


3 tahun kemudian - periode gadis kecil


Aku sudah berumur 5 tahun dan masih belum banyak yang bisa kulakukan, dan seperti yang kuduga, tubuh ku ini sangat lemah, mudah kelelahan. Dan yang paling buruk adalah sering terkena demam.


Aku kasihan kepada guirde karena harus pergi kedesa tetangga untuk membeli obat, itu membutuhkan 8 jam perjalanan dengan kuda tanpa berhenti.


Daripada guirde aku lebih kasihan dengan si kuda. Lain kali mungkin aku yang akan memberinya makan.


Dan kebalikan dari ku, elena tumbuh dengan sehat, tubuh nya tidak lemah dan aku yakin jika tenaga nya lebih kuat dariku, martabat ku sebagai seorang kakak hampir jatuh saat ini.


"Neh~~ mama, tolong bacakan aku buku sebelum tidur"


Elena memohon dengan manja kepada quilea, elena sangat suka sekali dibacakan buku sebelum tidur, dan aku sama sekali tidak mengerti dengan kesenangan dari dibacakan seseorang.


Karena aku adalah tipe orang yang lebih suka membaca dari pada dibacakan. Membaca sendiri itu membuatku lebih bisa mendalami ceritanya.


"Hm ... sheilla juga mau?"


"Hmm?"


"Buku ... mau mama bacakan?"


Heh ... quilea, meski tubuhku adalah anak kecil, tetapi pikiran ku adalah kakek-kakek, tidak mungkin jika aku menerima tawara--


-setelah itu-


"Baiklah, akan mama mulai bacakan bukunya"


"Yaa!!"


"....."


Sial, pada akhirnya aku menerimanya, entah kenapa aku tidak bisa menolak, aku malu pada diriku.

__ADS_1


"Pada zaman dahulu, ada seorang manusia, pada awal nya dia adalah anak kecil tetapi ia terus hidup dan akhirnya menjadi dewasa, lalu menjadi tua ...


mengalami siklus kehidupan seperti itu, membuat orang itu berpikir 'kenapa mahluk hidup mempunyai siklus kehidupan?' Tetapi orang itu meninggal tanpa menemukan jawaban nya, meski begitu itu bukanlah akhir ...


orang itu mulai hidup kembali, tidak, lebih tepat nya waktu terulang kembali kesaat dia masih kecil.


Orang itu terkejut dengan apa yang terjadi dengan nya, lalu ia hanya bisa menjalani waktu bonus nya itu, disaat mengulang waktu, dia masih mengingat dengan teman-teman nya dan kejadian yang terjadi dalam kehidupan nya.


dia menjalani waktu bonus nya itu dan terus menjalani nya, namun suatu saat dia mengubah alur yang seharus nya terjadi dikehidupan nya, meski itu hanya satu kata, tetapi ia menyadari, bahwa ada suatu sosok yang sangat besar melintasi ruang dan waktu, mengepakkan sayap nya dan efek nya terjadi, satu persatu kejadian yang asing baginya mulai berdatangan.


bagi dirinya itu merupakan kesenangan tersendiri dan juga merupakan ketakutan, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi didepan nya.


Waktu berlalu, orang itu sudah terlalu tua untuk hidup, menjalani alur yang berbeda dan berjumpa dengan orang-orang yang berbeda, itu adalah pengalaman yang menyenangkan baginya, dan dia tidak merasa menyesal karena sudah menjalani waktu bonus, berkat itu, dia bisa memperbaiki kehidupan nya.


Hmm?"


Quilea berhenti bercerita setelah menyadari jika elena sudah tertidur.


"Aku juga akan tidur, selamat malam mama"


Mengikuti alur nya dan aku menghentikan waktu baca buku ini, lagipula quilea sudah membacakan buku itu berkali kali, dan aku tidak mengerti kenapa elena menyukai buku itu.


" ... kalau begitu, selamat tidur, sheilla"


Berkata seperti itu, quilea mendekatkan wajah nya dan menciumi dahi ku, karena dia sudah melakukan itu berkali-kali jadi aku tidak terlalu terkejut.


"Hum, selamat tidur, mama"


Quilea mulai meninggalkan ruangan, untuk suatu alasan, aku jadi tidur sekamar dengan elena diruangan ini sejak 1 bulan yg lalu.


Itu mengingatkanku, buku yang dibacakan quilea tadi itu berjudul 'returnet' dan sebenar nya yang dibacakan quilea itu adalah ringkasan yang dibuat nya, versi aslinya sangat panjang, diringkasan quilea hanya memfokuskan untuk membuat itu terdengar seperti dongeng.


Aslinya banyak kejadian yang dialami 'orang itu' di ceritanya, bukan hanya itu, orang itu tidak hanya mengulang waktu 2 kali, tetapi 92.708 kali, dimana dia telah mencoba banyak hal dan berakhir gila.


Pada akhirnya dipengulangan selanjutnya efek gilanya langsung menghilang, dan dia menyadari jika hanya ingatan yang berhasil bertahan didalam setiap pengulangan yang membuatnya bisa mengingat semua kejadian.


Cerita yang menyedihkan, tetapi elena menyukai buku itu dan harus membuat quilea terpaksa meringkas cerita itu agar menjadi terlihat cerita yang bahagia.


Banyak kesimpulan yang sudah dipikirkannya, tetapi kesimpulan untuk pertanyaan pertama adalah, waktu adalah siklus kehidupan itu sendiri, dimana orang itu awal nya bertanya-tanya kenapa mahluk hidup mempunyai siklus kehidupan, itu karena mereka mengikuti arus yang berada pada waktu itu sendiri.


Hanya sedikit perubahan pada waktu, maka masa depan akan berubah, manusia lahir, menjadi bayi yang tidak mempunyai akal, tetapi berkat dorongan, bayi itu tumbuh menjadi anak-anak yang mempunyai akal, terus tumbuh dewasa dan melahirkan kehidupan yang baru, lalu mengulangi.


Siklus dari lahirnya suatu kehidupan hingga akhir dari kehidupan itu sendiri, melihat sesuatu yang tidak terbayangkan.


Meski itu hanya kesimpulan yang hanya dipikirkan oleh nya, meskipun kesimpulan itu belum terbukti benar atau tidak nya, tetapi orang itu sudah cukup puas dengan jawaban yang ada.


.


.


.


"Elen ... dimana kau?"


Disini aku berkeliling rumah untuk mencari elena ... sekarang aku paham apa yang dirasakan oleh quilea, maaf telah merepotkan mu, maman.


Kesampingkan hal itu, sekarang sudah waktu mandi, dan elena sangat membenci mandi, seingatku wanita sangat menyukai kebersihan, apa semua wanita begini disaat masih kecil?


Yah ... quilea dan guirde sedang bepergian saat ini, bibi flora juga sedang sakit, jadi tugas memandikan elena dijatuhkan kepadaku, tenanglah diriku ... kau bukan lah seorang pecinta anak kecil.


Tetaplah dijalan wania dewasa dengan dada besar. Benar, hanya itu yang kusuka. Berbicara tentang dada ... apakah dada ku akan membesar juga, karena milik quilea tidak terlalu besar, kh ... aku tidak tau harus senang atau sedih.


Hmm? ...


"Oh? Siapa pemilik bokong yang manis itu?"


Terkejut mendengar perkataan ku, elena langsung bergegas keluar dari tempat persembunyianya.


Disini aku melihat elena yang sedang bersembunyi, tetapi dia tidak mempunyai cukup ruang untuk memasukkan bokong nya.


"Kh ... padahal hampir sedikit lagi"


"Tidak ada yang hampir, kenapa kau selalu lari disaat waktu mandi?"


"Karena elen membencinya"


"'Karena elen membencinya' terus?"

__ADS_1


"Tuan air membenci elen"


"Tuan air tidak membencimu, berilah alasan yang cukup bagus, tuan air hanya sedikit panas, elen tidak mau mandi dengan air dingin kan?"


"Huu~~.... elen benci kakak"


Ah, begini lagi...


"Begitu yah, jadi elen membenci kakak ya, begitu ya, kakak jadi sedih, huuu~~"


Disini aku menutup mataku sambil berjalan kembali.


Melihat aku yang seperti itu, elena dengan wajah khawatir langsung panik.


"Maaf kakak, elen bohong~~ tentang aku membenci kakak, itu bohong"


"Jadi apa elen menyukai kakak?"


"Hm ..."


"Kalau begitu, apa elen mau mandi demi kakak?"


"Hm... hiks"


"Terima kasih, elen"


gampangan, aku senang karena dia tumbuh menjadi anak yang baik.


-waktu mandi-


Ini sudah 5 tahun dan tentu saja aku sudah terbiasa untuk masuk keruangan mandi, aku tidak tertarik dengan anak kecil, jadi aku tidak terangsang saat melihat tubuh ku.


Aku membersihkan tubuh elena kemudian membersihkan diriku sendiri, setelah itu kami berendam di dalam bak mandi.


Untuk membuat air hangat, jadi kami menggunakan api untuk tetap membuat air menjadi hangat didalam bak ini, yah ... kami tidak ada bedanya dengan daging rebus saat ini.


"Nee .... apa elen mempunyai teman?"


"Tidak"


"Hmm? Kenapa tidak ada?"


"Karena kakak juga tidak ada"


Begitu ya, jadi dia mengkhawatirkan ku ya, tetapi sangat menyakitkan jika kau berkata seperti itu.


"Kesampingkan kakak, apa elen sendiri tidak ingin teman?"


"Tidak perlu ... selama ada kakak, elen baik-baik saja"


Kh .... dari tadi dia tidak ceria, apa karena tadi? Ya ampun. Apa yang harus kulakukan untuk membuat suasana hati nya membaik?


"Elen ... mengikuti kakak juga boleh, tetapi kakak akan sedih jika elen tidak mempunyai teman, jangan pikirkan kakak, dan bertemanlah dengan orang lain, teman itu bagus loh"


"Bagus?"


"Hm ... mereka akan datang membantu jika ada masalah, yah ... tidak semuanya begitu, tetapi pasti akan ada teman yang akan membantu jika elen kesusahan"


"Benarkah?"


Bagus, dia sudah sedikit lebih ceria.


"Benar, mungkin saat ini elen mungkin tidak akan bisa menemukan nya, tetapi suatu saat ... elen akan menemukan seorang teman yang seperti itu"


Kh ... mungkin menggelikan berbicara seperti ini, tetapi elen harus memahaminya, karena tidak ada kepastian dimana aku akan terus berada disini ...


"Begitu ya, kalau begitu elen akan membuat teman yang banyaaak--sekali!"


Dengan semangat elen berdiri dari bak mandi dan melebarkan tangan nya untuk mendeskripsikan seberapa banyak teman yang ingin dia dapatkan.


"Anak baik"


.


.


.

__ADS_1


Mungkin tidak sopan berbicara seperti ini di waktu yang bagus ini, tetapi disaat elena berdiri barusan, aku terfokus kebeberapa bagian intim nya, maafkan aku.


__ADS_2