Paladin Antegram

Paladin Antegram
pendatang baru


__ADS_3

Setidak nya Da vinci masih belum memiliki perasaan lebih terhadap Sheilla, sampai sebelum nya dia hanya menganggap sheilla sebagai sahabat.


Tetapi ketika dada sheilla mulai tumbuh, dia menyadari ... jika sheilla sangatlah cantik.


Da vinci menunduk sambil menutup kedua matanya.


"Aku ternyata sangat mesum--"


Suara gerakan rumput terdengar dan Da vinci sedikit terkejut akan hal itu.


Da vinci menatap kedepan dimana suara itu berasal dan yang terlihat adalah sebuah kelinci dengan bulu putih nya.


"Hanya kelinci, hmm"


Da vinci melihat telapak tangan kanan nya, lalu dia mengarahkan tangan nya ke kelinci yang berada jauh didepan.


Da vinci memusatkan kefokusan nya ke satu titik, dimana sebuah lingkaran sihir tercipta dibawah kelinci itu dan kelinci itu mencoba untuk berlari kesana kemari, tetapi dia terhadang oleh barier kecil di lingkaran sihir itu.


"Berhasil...?"


Gumam da vinci dimana dia sedikit terkejut akan hal itu.


Da vinci berdiri dari duduk nya dan mulai berjalan ke arah kelinci yang berusaha untuk kabur itu dengan menabrakan dirinya ke barier yang tidak mungkin bisa dia bobol.


"Ajaran dari ketua charlotte sangat luar biasa, tidak kusangkah lingkaran sihir akan tercipta tanpa sebuan rafalan diluar ataupun didalam"


Gumam da vinci dengan kagum lalu mengeluarkan tongkat sihir nya yang panjang itu.


"Ah! Permisi ... bisakah kamu tidak membunuh anak ini?"


Ucap seseorang dengan panik, itu suara seorang gadis dimana suara itu terdengar didalam hutan.


Da vinci berhenti dan mulai mengarahkan tongkat sihir nya ke pemilik suara itu dengan waspada.


Lalu seorang gadis memperlihatkan dirinya dengan jelas disaat dia keluar dari hutan itu.


Memakai sebuah penutup kepala dimana itu terhubung dengan jubah yang dipakai nya.


Gadis itu membuka penutup kepala yang sedang digunakannya, dan keluar sebuah telinga runcing yang panjang.


Memiliki kulit kecoklatan dimana berbanding balik dengan rambut nya yang bewarna putih cerah.


Gadis ini terlihat seperti berumur 16 tahun.


Dimana semua orang akan mengetahui hal itu.


"E-elf?!"


Gumam da vinci dengan panik dan memundurkan kaki nya kebelakang.


(Kalau tidak salah wilayah elf terletak jauh ditimur dan mustahil untuk memasukinya karena ada barier yang sangat kuat)


"U-umm ... tenang saja"


Ucap gadis itu dengan tersenyum masam dan da vinci langsung berhenti memikirkan segala pertanyaan dikepalanya.


"ini bukanlah diwilayah elf"


Ucap gadis itu sambil melihat seekor kelinci yang terperangkap disebuah barier milik da vinci.


"Bukan wilayah elf?" (lagipula bahasa manusia?)


Da vinci bertanya sambil mengerutkan alis nya.


"Kamu pendatang baru kan? Jadi tidak aneh jika kamu tidak tau"


gadis itu berjongkok dimana dia menyentuh barier yang dibuat oleh da vinci, barier itu hanya memberi respon seperti genangan air dan tidak bisa ditembus.


"Disini adalah tempat dimana tidak ada jalan kembali nya, sebuah tempat yang memiliki dimensi yang berbeda dari dunia yang kita tempati, disini adalah ... dunia antegram".


Mendengar hal itu membuat da vinci tertegun lalu dia mengerutkan alis nya dengan ekspresi bingung terlihat diwajah nya.


"Antegram? Apaan itu?"


"Yah ... sangat panjang untuk dijelaskan, tetapi itu sangat jelas jika kita berada di dimensi yang berbeda dari dimensi kita yang seharus nya, dan kita tidak bisa kembali"


Gadis itu menjelaskan dengan senyum masam sambil mengeluarkan kelinci itu dari barier tanpa gerakan khusus, tetapi da vinci tidak terlalu terfokus ke hal itu.


Da vinci tanpak terkejut dengan perkataan yang dikatakan gadis itu.


"Tu-tunggu sebentar, apa ini seperti dunia lain?"


Setidak nya hanya itu yang bisa dipikirkan oleh da vinci.


yaitu teori multiverse yang memungkinkan adanya dunia yang berbeda.


"Tidak, ini bukanlah dunia lain, ini hanya ....


"MENJAUHLAH DARI NONA ALICE!!!"

__ADS_1


Suara yang sangat nyaring terdengar jelas dan orang itu keluar dari hutan dengan kecepatan yang sangat cepat.


"Huh?"


Da vinci bingung dengan apa yang terjadi, tetapi suatu insting kepada dirinya untuk bergerak dari posisi itu.


Tetapi dia tidak mempunyai waktu untuk itu.


(Aku akan mati)


Dan suatu ingatan terlintas dikepala da vinci, ingatan dari latihan bersama charlotte ketika dirinya dan sheilla baru saja memasuki dewan sihir.


-Bruk-


Da vinci terjatuh disebuah lantai yang dipenuhi oleh keringat.


"Reflek mu sangat bagus kenapa hanya pertahanan mu yang lemah?"


Ucap charlotte dengan ekspresi bingung, dan da vinci mencoba untuk duduk dilantai itu dengan lesuh.


"Oh!~ aku tau, itu pasti karena otot mu belum terbentuk, baiklah, mulai besok latihan mu adalah peningkatan otot"


Ucap charlotte sambil tersenyum malas.


"Kenapa aku harus membentuk otot? Aku ahli sihir kau tau?"


Ucap da vinci dengan nada masam sambil duduk bersilah.


Mendengar hal itu membuat charlotte menyipitkan mata nya dan dalam 0,3 detik kemudian tangan nya menggenggam bilah pedang nya.


Dan dalam 0,5 detik kemudian dia menarik pedang itu keluar dari sarung nya dan dalam 0,7 detik kemudian dia menebas pedang itu keleher da vinci dan berhenti sebelum itu mengenainya.


Disaat pedang nya berhenti, sebuah angin kuat tercipta membuat itu tidak seperti angin sepoi-sepoi.


Da vinci memasang wajah pucat dengan menelan ludah nya.


"Karena kau penyihir kau sudah mati saat ini, tapi jika kau ahli sihir dan ahli pedang maka masih ada kemungkinan kau untuk hidup sekarang, kau mempunyai reflek yang luar biasa dan jika kau melatih hal itu mungkin kau bisa menahan serangan ku meski cuman sesaat, jangan manja, jika kau tidak menggenggam sebuah pedang, maka ... gunakan saja tongkat mu itu untuk menahan serangan musuh"


Da vinci tertegun dan seluruh ingatan itu berakhir dimana sekarang da vinci merespon arah serangan dari lawan yang mengarah tepat ke tubuh nya.


Da vinci mempunyai 3 detik sebelum serangan itu sampai ke tubuh nya dan membelah dirinya menjadi dua bagian.


(Prostatis)


Da vinci mengarahkan tangan kiri nya untuk menahan serangan itu dan sebuah lingkaran sihir tercipta sebelum serangan itu mengenai nya.


-krink-


Membuat da vinci goyah dimana dia memutar balik badan nya mengikuti tangan kiri nya yang terhempas itu.


(Tahan rasa sakit nya, intial)


Sebuah lingkaran sihir tercipta di ujung tongkat sihir yang digenggam, dimana lingkaran sihir itu langsung menghilang ketika memenuhi tongkat sihir


Memainkan kakinya untuk tetap stabil kali ini da vinci memukulkan tongkat nya ke arah musuh itu.


Tepat ke wajah nya dan musuh itu langsing terpental kesamping.


Da vinci mengenbuskan nafas beberapa kali dengan lelah.


(Betapa bersyukur nya aku telah membentuk otot ini)


Gadis elf itu memberikan respon panik dengan wajah pucat dimana dia langsung berlari ke arah musuh yang menyerang da vinci.


"Relugus! Relugus bertahanlah!"


Teriak gadis elf itu sambil menampar wajah pria itu beberapa kali.


(Pria yang malang)


Terlihat jika pria itu memiliki kulit coklat dengan beberapa janggut yang lumayan lebat disekitar mulut nya, memiliki rambut kriting yang terikat rapi.


Padaakhirnya pria itu tersadar setelah menerima beberapa tamparan dan langsung melompat kebelakang.


"Mundurlah nona alice!"


"Relugus, tenanglah, dia bukan musuh! Dia adalah pemain baru"


Ucap gadis yang disebut alice itu dengan nada yang tinggi sambil menarik lengan pria itu yang dipanggil relugus itu.


"Eh?! Serius?!"


(Aku tidak bisa melihat arah pembicaraan disini)


Pikir da vinci dengan wajah masam.


Relugus memasukkan pedang nya kembali lalu melakukan sebuah gerakan yang tidak biasa.


Dia bersujud!!

__ADS_1


"Aku minta maaf!!"


"Huh?!"


Relugus meminta maaf selagi bersujud dengan menempelkan wajah nya ketanah.


Da vinci terkejut dan mundur sedikit kebelakang.


-BOOMMM!!!!-


Suara ledakan terdengar dan tanah sedikit berguncang, dimana mereka bertiga terkejut akan hal itu.


"Tch, mereka sudah sampai"


Gumam relugus, dan ia mulai berdiri dan berjalan ke arah alice.


Menggendong alice layaknya seorang putri, setidak nya itulah yang akan dipikirkan elena ketika melihat adegan ini.


"Aku minta maaf, tapi ... sebaiknya kau pergi dari sini"


Ucap relugus lalu ia mulai berbalik dan bersiap untuk berlari.


"Tu--


"Tunggu, relugus"


"Huh?"


Sebelum da vinci selesai berbicara, alice mulai menghentikan relugus sebelum ia mulai berlari.


Relugus merespon terkejut akan hal itu.


"Ayo masukkan dia ke party kita"


Ucap alice dengan menatap ke arah da vinci, dan relugus merespon kaget akan hal itu.


"... haaah~ baiklah, sesuai permintaan anda"


Relugus mengehela nafas sambil menurunkan kembali alice ketanah, dimana alice tetap membiarkan kelinci yang ia gendong tetap berada ditubuh relugus.


"Hei ... ini adalah saran, mati atau hidup, mana yang akan kau pilih?"


Alice berdiri tepat dihadapan da vinci dengan memberi pilihan yang tidak biasa.


Mendengar hal itu, da vinci sedikit mengerutkan dahi nya, membuat senyuman masam, lalu da vinci membuka mulut nya.


"Apa yang akan terjadi jika aku memilih pilihan mati?"


Da vinci menelan ludah nya dan alice menatap tajam ke arah da vinci.


"Itu mudah saja, kami akan meninggalkan mu disini dan kau pasti akan mati oleh ledakan yang sebelum nya, dan jika kau memilih untuk hidup, maka kau harus masuk ke party kami"


Alice menjawab dengan nada yang dingin dimana da vinci meragukan hal itu.


(Bagaimana ini? Banyak keuntungan jika aku pergi bersama nya, tetapi ...)


Da vinci menghela nafas nya sambil menatap kebawah hingga akhirnya dia kembali menatap ke arah alice.


"Maaf, tapi aku datang kesini bersama dengan teman ku, jadi jika aku mengikuti kalian, otomatis aku akan pergi meninggalkan teman ku, sangat disayangkan, tapi aku harus menolak nya"


Jawab da vinci dengan tersenyum pasrah.


Mendengar hal itu membuat alice tertegun hingga akhirnya dia membalikkan ekspresi nya.


"Baiklah, sangat disayangkan tetapi ini adalah perpisahan ... tetapi kau adalah pendatang yang menjanjikan, jika kau bertahan hidup dari gelombang ini, maka untuk kedua kalinya aku akan mengundang mu masuk kedalam party kami, tentu saja teman mu juga"


Ucap Alice dengan tersenyum ramah dimana dia menglurukan tangan nya ke arah da vinci, menanggapi hal itu da vinci tersenyum ramah sambil mengulurkan tangan nya juga.


Mereka bersalaman dengan saling menghormati.


"Sampai nanti"


Ucap alice dan da vinci tersenyum masam akan hal itu.


Mereka berhenti bersalaman hingga akhirnya alice kembali digendong oleh relugus.


"Bertahan hiduplah, bocah"


Ucap relugus dimana dia langsung diposisi untuk berlari, menekankan kakinya ketanah hingga akhirnya dia mendorong kakinya dan mulai berlari dengan sangat cepat tetapi stabil.


Setelah sosok relugus menghilang dari pandangan da vinci, perasaan lega terasa dihati da vinci dimana dia langsung menghela nafas lega saat itu.


(Pertemuan yang sangat singkat, sangat disayangkan karena aku tidak bisa menerima informasi apapun tentang dunia yang disebut antegram ini, tetapi ....)


Da vinci membalikkan tubuh nya dengan sedikit gaya.


"Pikirkan itu nanti ketika bersama shei"


gumam kecil da vinci.

__ADS_1


(ah ... aku lupa untuk bertanya kenapa dia bisa menggunakan bahasa manusia)


__ADS_2