Paladin Antegram

Paladin Antegram
memulai kelas pertama


__ADS_3

Waktu berlalu dan aku sudah sampai didepan asrama wanita.


Disini kupikir jika di asrama ini ada pemandian campuran yang membuatmu bisa mandi bersama dengan murid lainnya didalam.


Aku hanya memikirkan hal yang mesum saat mengingat tentang pemandian itu, mungkin aku akan mencoba untuk mandi disitu nanti.


Tapi karena aku harus tidur dengan teman sekarang mulai sekarang, jadi aku tidak akan bisa melakukan kegiatan rutinitas diasrama ini.


Itu berita buruk untukku.


Aku memasuki asrama itu dan mencari ruangan dimana ku akan tinggal sekarang.


Ruangan 089.


Aku penasaran ruangan mana elena tinggal.


Tidak membutuhkan waktu yang lama aku langsung menemukan ruangan yang akan kutempati.


"Hg ... ruangan 089"


Aku membuka pintu itu dengan kunci dan setelah terbuka aku langsung mendorongnya kedepan.


Disaat aku sedang melihat kedalam ruangan, ada seorang gadis yang sedang tertidur disalah satu tempat tidur.


Tertidur dengan pulas tanpa menyadari ada seorang yang masuk keruangan.


jika aku adalah kakak cabul pasti sudah kuserang gadis ini~


Lebih dari itu, diia tidur dengan tetap memakai seragam, seragam bewarna hitam.


Kuingat jika ada beberapa siswa yang memakai seragam bewarna hitam tadi.


Apa itu untuk membedakan status antara para murid?


Tapi bukankah ini masih dalam jam kelas? Kenapa gadis ini tiduran dikamar?


Apa dia demam? Aku bergerak ke arah nya dan menyentuh dahi gadis itu.


"Hnn ... sedikit panas, tetapi sepertinya bukan demam"


Yah ... sudahlah, daripada itu aku ingin makan sesuatu disini.


Apa kantin sudah dibuka sekarang?


.


.


.


"Ng"


Gadis itu bangun dari tidur nya, sekarang sudah sore, dia tidur cukup lama.


Gadis itu memperhatikan sekitar dengan wajah bangun tidur nya.


"Oh, kau sudah bangun?"


Disini aku baru saja selesai dari mandi dan tidak menggenakan pakaian apapun ... yah, untung saja ada tempat mandi untuk setiap ruangan~


Aku terlalu malas untuk pergi ke pemandian umum wanita.


Tetapi bukan berarti aku tidak mau ... setidaknya akan kulakukan besok?


"Umm ... ah!! Si-siapa?!"


Gadis itu mulai sadar kembali dan terkejut karena melihatku, mungkin dia panik karena ada orang asing yang masuk kekamar nya.


Dan setelah menyadari jika ku tidak menggenakan pakaian apapun, wajahnya memerah dan terus melihat kebagian bawah ku.


"Tunggu, kau melihat kemana?"


"Ma-maafkan aku!!"


Yah, kupikir tidak masalah jika ia melihatnya, toh kami juga sesama wanita sekarang.


Tetapi sebagai gantinya akan kulihat tubuh telanjang nya nanti.


Kukuku ... ini yang dinamakan mata dibalas mata!!


"Yah, tidak masalah"


Aku kembali memakai pakaian yang sudah kusiapkan, kemeja putih dengan rok hitam.


Pakaian kesukaan ku.

__ADS_1


7 menit berlalu dan aku telah selesai memakai pakaian, sayang sekali ... event mesum nya hanya sampai disini.


Kesampingkan hal itu.


"Namaku sheilla, sheilla von lohengram, mulai hari ini kita akan menjadi teman sekamar, mohon bantuannya~"


" ... namaku shellee, hanya shellee, aku juga, mohon bantuannya"


Hmmm ... apa dia ini pemalu?


Atau takut kepadaku?


"Daripada itu, kamu ... apa kau demam?"


"Ti-tidak ... "


"Hmm ... lalu kenapa kau bolos kelas?"


Yah ... karena dia itu pemalu jadi aku terus tersenyum daritadi ... akan bermasalah jika ia takut kepadaku dan berakhir tidak menjawab pertanyaanku.


"Ti-tidak ... hanya sedang malas saja"


Gadis yang bernama shelle ini, memalingkan pandangannya disaat berkata seperti itu.


Hmm ... perbedaan status.


Aku sekarang mengerti betapa besar nya pengaruh itu.


"Aku tau ... kau dijahili dikelas kan?"


Mendengar tebakan ku gadis itu sedikit tersentak dan terlihat raut wajah sedih darinya.


"Ti-tidak ... anda salah paham"


"Tidak perlu bersikap formal, bukankah kita teman sekamar?"


"Mohon maaf sebelum nya, tetapi saya masih menyadari tempat saya, saya tidak bisa bersikap formal kepada anda"


".... begitu, yah, sudahlah ... lupakan"


Aku mengerti keadaannya sekarang.


Seragam putih hanya ditunjukkan ke bangsawan.


Dan seragam hitam hanya ditunjukkan ke rakyat jelata yang tidak mempunyai status apapun.


Gadis ini mungkin mendapatkan perlakuan yang tidak bermoral selama ia berada disekolah.


Emosinya pecah dan ia mengurung diri didalam ruangan ini.


Disebuah tempat dimana ia tidak akan di bisa disentuh oleh orang lain.


.


.


.


Waktu berlalu dan sekarang sudah besok hari, singkatnya ini adalah hari pertama aku masuk ke kelas.


Yah, aku akan berusaha sebaik mungkin agar tidak tertidur.


Karena kelas pertama yang kuhadiri adalah aritmatika, bukan berarti aku tidak pandai.


Melainkan aku sangat ahli dibidang ini.


Dan seperti biasa ... gadis itu masih terbaring ditempat tidur nya.


Kh ... membuat ku jengkel.


"Ba-ng-un-lah, dasar pemalas!!!'


Aku menarik selimut yang ia gunakan untuk menutup dirinya.


Dan yang terlihat setelah selimutnya ditarik adalah raut wajah terkejut darinya.


"Eh?"


Aku membiarkan selimutnya jatuh kelantai dan setelah itu ia kembali duduk karena kaget.


"Ap-apa yang anda lakukan, nona sheilla?"


"Yah, kau tidak tau? Sekarang adalah hari sekolah, tidak akan kubiarkan kau bolos lagi hari ini, apa? Kau tidak suka?"


Gadis itu memalingkan pandangannya dariku, yah ... dengan provokasiku barusan, tentu saja ia merasa takut.

__ADS_1


Aku tidak enak kepadanya, tetapi aku terpaksa untuk melakukan hal ini.


"Baiklah, saya mengerti"


Gadis itu menerima nya meskipun ia tidak menyukainya, apa ia tidak bisa menolak?


Kami bersiap-siap dan meninggalkan asrama bersama.


Disaat berjalan menuju kekelas pun aku selalu menarik perhatian.


Banyak murid yang melirik ke arahku dan mereka bahkan melirik ke arah shellee.


Dan dengan tatapan itu membuat shellee menundukkan kepalanya dengan raut wajah sedih.


Dimana dia bisa saja menangis saat ini.


Aku mengantar shellee kekelas nya dimana ia mempunyai kelas sejarah saat ini.


Kelas kami berbeda, tentu saja, karena aku berada dikelas 4 dan ia sepertinya masih berada dikelas 1.


"Kalau begitu, sampai disini saja ... " aku berkata seperti itu ketika berada tepat didepan kelas nya dan aku sekali lagi melirik ke arah shellee "...., oh, kuberikan ini~"


Aku mengeluarkan sesuatu dari saku ku dan menempatkan nya dikedua tangan shellee.


"Apa ini?"


"Yah, 'jimat pelindung' ? terlebih seperti itulah, itu akan berguna nanti, percayalah padaku~"


Dan aku langsung berlari meninggalkan shellee.


Tanpa mengatakan apapun, shellee masuk kedalam kelas nya.


Mungkin aku terkesan ikut campur saat ini, tetapi ini adalah perlakuan khusus karena ia adalah teman sekamar ku.


Aku tidak akan repot-repot melakukan hal ini jika ia tidak memiliki hubungan denganku.


Toh, aku juga tidak mendapat keuntungan apapun dari membantu para murid seragam hitam yang ditindas oleh murid seragam putih.


Dan ... aku tidak melihat dimana elena berada.


Apa elena beneran bersekolah disini?


Aku sadar jika banyak murid yang bersekolah disini jadi akan sulit untuk menemukannya.


Tetapi bukankah itu aneh, dengan ketenaran dihari pertama sudah pasti banyak rumor tentangku yang beredar.


Dan tidak mungkin rumor itu tidak sampai ditelinga elena.


"Ng"


"..."


Aku bertemu kembali dengan pria itu, pria yang berada diruangan kepala sekolah kemarin.


Hmm ... kalau tidak salah namanya adalah leonardo da vinci.


Yah, kesampingkan namanya, aku sedang terfokus ke pakaian yang ia pakai, memang dia sedang memakai seragam ... tetapi ia tidak memakai jubah hitam yang seharus nya sudah sepaket dengan seragam ini.


"Umm ... pakaian mu kenapa? ah-tidak usah bersikap formal"


"Huh? Ah ... baiklah, tentang pakaian ku ... aku ahli sihir, tapi aku tidak terlalu suka jika pergerakan ku dibatasi oleh jubah, lihat ... kau harus merafalkan perintah untuk membuat rangkaian sihir kan? Itu akan terbatasi dengan adanya jubah itu, jubah itu menutupi dari bahu sampai pinggang, apa kau tidak berpikir itu menganggu pergerakanmu?"


"Heee, tidak pernah kupikirkan ... itu masuk akal, kenapa tidak mengubah desain nya saja?"


Yah, kupikir dia sudah mendapatkan izin atau memang tidak ada peraturan yang melarang hal tersebut. Huh, ah ... kupikir ada peraturan yang melarang murid untuk tidak memakai jubah.


Bagaimana aku bisa melupakan hal itu?


Dan disini da vinci sedikit tertegum setelah mendengar saranku barusan.


" .... aku tidak terpikirkan sampai disitu, ng, itu layak dicoba"


"Kau harus mencari cara untuk mengelabuhi guru untuk kelas hari ini"


"Haha ... "


Da vinci tertawa mengejek, tetapi aku bisa melihat jelas jika ia sedikit takut akan hal itu.


Kami berdua masuk kedalam dan bersiap untuk mengikuti pelajaran.


Saat masuk kami melihat kursi yang seperti tangga itu dan memutuskan untuk memilih kursi yang bersebelahan.


Yah, meskipun banyak murid yang terlihat seperti 16 dan 17 tahun.


Mereka sepertinya sedang putus asa karena masih dikelas 4 tetapi dengan umur yang begitu, atau mungkin juga tidak.

__ADS_1


Pada akhirnya kau hanya perlu menyelesaikan seluruh kelas untuk bisa naik ketingkat berikut nya, dan itu sudah jelas jika mereka tidak terlalu suka belajar.


__ADS_2