Paladin Antegram

Paladin Antegram
menjelajahi desa


__ADS_3

"Hmm? Sheilla ... kau mau pergi keluar?"


Quilea menatap ku dengan heran disaat aku sedang bersiap memakai sepatu di depan pintu.


"... hm, aku berpikir untuk mulai berteman dengan semua anak-anak lainnya"


Quilea langsung merubah raut wajah nya, sepertinya dia terkejut ... yah itu sama sekali tidak aneh, mengingat aku selalu mengurung diri didalam rumah.


Beberapa kali quilea memujukku untuk bermain dengan anak-anak, tetapi aku selalu menolak dengan alasan yang sama "aku tidak tertarik"


Lalu guirde dan quilea sepertinya sudah menyerah untuk membujukku keluar bermain, kupikir-pikir lagi aku sudah merepotkan mereka. Maaf untuk itu.


Jadi aku melakukan ini untuk penebusan nya, yah ... setidak nya memang diriku yang memutuskan untuk memulai kehidupan baru ini.


"Apa kau baik-baik saja, kau tidak memaksakan diri?"


Quilea bertanya dengan khawatir, yah ... tentu saja, anak nya yang selama ini menolak untuk bermain tetapi tiba-tiba berkata ingin bermain, tapi ya, quilea, disaat seperti ini kau seharus nya merasa senang.


"Hm ... aku pergi dulu, aku akan pulang sebelum makan siang"


"Hati-hati~~"


Aku bergegas keluar dan menutup pintu.


Sedangkan quilea masih menatap pintu kemudian dia sadar akan sesuatu dan bergegas pergi kedapur, aku mengingat dia sedang memegang sendok sup disaat mengobrol dengan ku tadi.


Baiklah, kemana aku harus pergi bermain? Elena sepertinya sedang bermain dengan beberapa teman nya, jadi lebih baik untuk tidak mendekati nya.


"-bersenandung-"


"Oh? .... bukankah itu sheilla"


"Selamat pagi, bibi flora"


Bibi flora denga kaget menyapa ku, apa seaneh itu melihat diriku berjalan-jalan keluar?


"Pagi-pagi begini mau kemana?"


"Hanya jalan-jalan"

__ADS_1


"Begitu ya, kalau begitu hati-jati dijalan"


"Hm ... aku pergi dulu"


Mengakhiri pembicaraan dengan cepat dan aku mulai pergi, seperti yang kukatakan tadi, tidak ada tempat yang bisa kutuju saat ini.


Dan akan sangat aneh jika aku langsung pergi ketempat semua orang bermain dan berkata "biarkan aku bermain juga" tidak, aku tidak ingin dikucilkan.


"Huuf ... apa yang harus kulakukan sekarang?"


Selama berjalan-jalan aku banyak bertemu dengan orang-orang, lalu kami sama-sama memberikan salam.


Pada akhirnya semua penduduk desa ini sangat ramah, desa yang bagus.


.


.


.


Akhirnya aku hanya berjalan-jalan dan tidak pernah menemukan tempat tujuan, sekarang aku berada di atas bukit, tentu saja tidak ada binatang iblis karena mereka tidak bisa masuk kedesa.


"....."


Seingat ku ini adalah pertama kalinya aku melihat pemandangan seluruh desa musim salju dari atas sini, yah ... beberapa kata untuk mendeskripsi kan apa yang kulihat adalah "indahnya~"


Ups ... aku hampir terlena dengan pemandangan ini, sekarang bukan waktunya untuk itu ... tujuan utama ku adalah mencari teman, tetapi sudah dipastikan itu sangat mushatil untuk dilanjutkan hari ini.


Jadi akan kulanjutkan kapan-kapan, sekarang daripada membuang-buang waktu, lebih baik aku belajar menggunakan sihir.


Itu lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa, dan aku juga ingin segera bisa melakukan beberapa sihir, huhu ... ini membuatku bersemangat.


Aku tidak membawa buku panduan sihir sekarang, tetapi aku sudah mengingat seluruh isi buku itu, tidak ada kerjaan juga jadi aku membaca nya berulang kali dan tidak sengaja malah mengingat nya.


Untuk menggunakan sihir, diperlukan perafalan yang fasih, tentu saja penggunaan sihir memeras mana yang ada didalam tubuh.


Pada akhirnya kita seperti menyembah dewa saat merafal, tetapi itu sama sekali bukan sembahan, karena kita membutuhkan cara untuk berkomunikasi dengan alam.


Dan perafalan itu diciptakan, bahkan ada orang didunia ini yang menyingkat atau bahkan tidak mengucap sama sekali, dan aku berharap untuk bisa seperti mereka.

__ADS_1


"Wahai ibu air, wahai engkau yang mengendalikan seluruh air, dengarkanlah permohonan ku dan ciptakanlah air dihadapan ku dan perluas lah, evimeria!"


.....


...


..


"Eh? ..., aneh, padahal seingat ku begitulah perafalan nya, apa mungkin aku tidak memiliki bakat dalam sihir?"


Kuh ... berapa banyak kenyataan kejam yang harus kuterima setelah kehidupan kedua ini.


"Huuu~~"


Tetapi apa jadinya jika aku menyerah dipercobaan pertama, sekali lagi!!


.


.


.


Setelah melewati banyak bercobaan, tidak, itu sangat banyak, seriusan.


"Huuu~~ tidak mempunyai bakat sihir~ huuu"


Padahal kupikir kali ini aku akan bisa melakukannya. Dikehidupan sebelum nya aku hanya bergantung kepada kekuatan ilahi.


Kekuatan ilahi adalah kekuatan yang diberikan oleh sang dewa kepada manusia sepertiku, jadinya bahkan walau aku hanya manusia, tetapi bisa menjadi pahlawan terkuat.


Tetapi membutuhkan pedang ku untuk bisa mengeluarkan kekuatan ilahi.


Aku penasaran apa kekuatan ilahi itu masih mengikutiku bahkan setelah aku mati--


Hmm ... kekuatan ilahi hanya bisa digunakan jika mempunyai pedang ku, setelah kuingat-ingat lagi, bukankah kekuatan ilahi itu bisa digunakan dengan benda lainnya, tidak harus pedang ku.


"Itu dia!!"


Berdiri dengan semangat, aku langsung terpikirkan oleh hal yang gila, dengan satu pertaruhan ... yaitu apakah aku masih mempunyai kekuatan ilahi atau tidak, aku berharap masih ada kekuatan ilahi yang tersisa didalam tubuh ku.

__ADS_1


Karena ada kemungkinan akan terjadi badai salju malam ini, jadi akan kuselesaikan secepat mungkin.


__ADS_2