Paladin Antegram

Paladin Antegram
kejadian yang diprediksi


__ADS_3

"Hei, sheilla"


"Ng? Panggil aku shei"


Mendengar tegasan ku membuat leonardo tersenyum rendah hati yang sama seperti kepala sekolah.


"Kalau begitu, shei ... apa kau mengetahui tentang sistem kenaikan tingkat diakademi xirius?"


"Hmm? Apa itu?"


Dan sekali lagi leonardo tersenyum masam.


"Sudah kuduga, semua orang yang ingin naik ketingkat berikutnya harus menjalani ujian itu, jika kau lolos, kau naik ketingkat berikutnya, dan jika kau gagal maka kau harus mengulangi semua kelas yang pernah kau hadiri"


"Hmm, aku mengerti ... dan kau merasa tidak enak karena mendapat perlakuan istimewa dari kepala sekolah?


"Itu juga salah satunya, tetapi apa kau tidak menyadari suasana ini?"


"Hmm?"


Apa maksudnya?


Aku langsung spontan untuk melihat sekitarku.


"Disaat semua orang berusaha mati-matian untuk bisa lolos ujian, dan kita dengan perlakuan khusus langsung bisa naik kekelas 4, kalau itu ... tentu akan menimbulkan kebencian"


"Oi oi, bukankah mereka murid baru dan salah satunya dari keluarga lohengram?" "Benar, sial, mentang-mentang mereka dari keluarga terpandang mereka langsung naik kekelas 4"


Haha, aku mengerti ... aku hanya membuat senyuman masam saat mendengar ketidakpuasan para murid.


".... itu masuk akal, aku mengerti kenapa kepala sekolah meminta kita untuk membuktikan kemampuan, ... jadi, apa rencanamu? Kau membuka topik ini karena sudah merencanakan sesuatu kan?"


Untuk menghilangkan ketidakpuasan dari para murid, kita harus melakukan sesuatu.


Tapi sejujurnya aku tidak terlalu perduli dengan pendapat orang lain.


Karena ini adalah ujian yang diberikan kepala sekolah kepada kami berdua, aku tidak mempunyai pilihan lain untuk mengikuti alur yang dibuat oleh kepala sekolah


"Kupikir begini, kita hanya harus naik ke tingkat 5, dan itu harus dengan waktu yang cepat"


Pemikiran yang sederhana, sampai kau tidak akan percaya jika pemikiran itu keluar dari kepala si jenius.


Yah, bukan berarti aku mengetahui cara untuk menyelesaikan ketidakpuasan ini.


"Itu masuk akal, dan kita harus melakukannya secara mencolok agar bisa menghilangkan ketidakpuasan dari para murid? Dan menurutmu seberapa singkat kita bisa naik kekelas 5?"


Jika bisa cepat maka akan kulakukan, lebih cepat lebih baik.


Toh aku juga tidak terlalu suka terlalu lama bersekolah.


"Menurut perhitunganku, 2 bulan ... kita bisa naik ke kelas 5 dengan waktu 2 bulan"


2 bulan? Aku meragukan jika itu adalah waktu yang singkat.


"Heee~, itu waktu yang lumayan lama atau mungkin tidak bagi mereka yang kesusahan, baiklah, aku mengikuti alur mu"


"Itu jawaban yang kuharapkan"


Dengan begitu percakapan singkat antara aku dengan si jenius telah berakhir.


Karena setelah ini, kami akan berpacu pada waktu.


Dari cara bicaranya terhadap ku sudah jelas jika ia memandangku sebagai lawan, itu mungkin karena kami mendapatkan perlakuan yang sama dari kepala sekolah.


Jika hanya ingin mencoba mencari tau seberapa hebat diriku.


Ya ampun, jadi orang istimewah itu merepotkan.


Tetapi, yah ... mari kulihat seberapa hebat kemampuan si jenius ini.


SETELAH KELAS


.


.


.

__ADS_1


"Eh ... pergi ujian?"


"Yap ... adikmu, sedang melakukan ujian untuk naik ke tingkat 3, kemungkinan ujiannya akan berakhir dalam 3 hari"


Seriusan oi?


Sial, aku jadi merasa tidak enak dengan sebastian kemarin.


Padahal aku hanya ingin bertemu dengan adikku.


Kenapa dunia begitu kejam ... haaa~~~ apa aku harus membolos sampai elena kembali?


Aku sama sekali tidak niat untuk pergi kekelas.


Aku ingin membolos!!


Maunya sih begitu, tetapi aku sudah memaksa shellee untuk tidak membolos hari ini, jadi aku tidak bisa melakukan hal itu.


Berbicara tentang shellee, apa dia baik-baik saja? Aku khawatir jika ia kembali di tindas oleh para bangsawan lainnya.


Untuk berjaga-jaga lebih baik aku pergi kekelas nya.


SUDUT PANDANG DA VINCI


Aku baru saja menyelesaikan kelas ku dan saat ini aku berpikir apakah aku baru saja mengambil jalan pulang yang salah.


"Hanya karena kau menjadi teman sekamar nya nona sheilla, jangan pikir derajat mu sudah tinggi, sialan!!"


"Ma-maafkan aku"


Ugeeeh~~ ... diskriminasi status antara bangsawan, kupikir sekolah ini adalah yang terbaik, ternyata aku hanya melebih-lebihkan.


tetapi mungkin aku akan tinggal sedikit lebih lama lagi disekolah ini.


Didepan sana ada 3 murid wanita yang sedang menindas 1 murid wanita.


Coba ku ingat, sheilla?


Hanya ada satu murid yang bernama sheilla di akademi ini dan aku baru saja mengenal nya.


Apa aku salah menilai dirinya?


"...."


Disaat aku mencoba untuk memahami pertunjukkan yang ada dihadapan ku, ada seorang yang berbicara kepadaku.


Meski kami baru saja mengenal satu sama lain tetapi aku mengingat suaranya.


"Shei?"


"...."


Dengan wajah yang serius menatap ke arah pertunjukkan didepan, dan sheilla langsung bergerak ke arah gadis-gadis itu.


Apa ia ingin membuat nya menjadi 4 lawan 1?


"Apa yang kalian lakukan?"


Tanya sheilla dengan raut wajah yang tidak terlihat tersenyum maupun marah.


Sepertinya ia tidak berhubungan dengan ketiga gadis itu, pada akhirnya ini hanya kesalahpahaman ku.


"Nona sheilla, bukan apa-apa, kami hanya memberi pelajaran bagi seorang yang tidak menyadari tempat nya disini"


Seorang gadis dengan bangga mengatakan itu.


Coba lihat dia, wajah nya lumayan tetapi sifat nya dibawah standar. Hmm ... kenapa aku membicarakan masalah wajah disini?


Kembali ke awal.


Aku mengenal gadis itu, tapi bukan berarti kami saling mengenal.


Aku hanya mengetahui nya secara sepihak, gadis yang terlihat seperti pemimpin nya itu bernama flora adlien, terlahir dari keluarga yang berpengaruh tetapi tidak setingkat lohengram.


Dan dua gadis yang berperan menjadi pengikut nya disini .... hmm, maaf, aku melupakan mereka.


Yah, sudahlah. bukan berarti sheilla bisa menentang keputusan gadis itu yang bernama flora itu.

__ADS_1


Dan bukan berarti flora bisa menentang keputusan sheilla, mereka berdua, tidak, sheilla harus mencari alasan yang tepat untuk membalas flora.


Agar tidak menimbulkan ketidakpuasan dikalangan bangsawan.


Yah, sejak awal begitulah bangsawan.


Mereka sudah rusak dari lahir.


Dan disaat aku berpikir, sheilla mulai angkat bicara.


"Seharus nya kau yang menyadari tempat mu"


Ucap sheilla dengan nada kecil yang semua orang bahkan aku tidak mendengarnya.


"Hah?"


"Aku bilang kau yang harus menyadari tempat mu, anak bangsawan"


Ucap sheilla dengan jelas dengan nada dingin.


"Hah? Apa maksud mu?! Aku sudah membela mu, kau tau?!"


Dan flora tersentak panik karena perbuatannya tidak diakui, dia menolak untuk menyadari jika dirinya salah disini.


"Haaaah, karena inilah bangsawan" ucap sheilla dengan nada yang kecil dan ia langsung menghadap ke arah gadis yang ditindas itu, sheilla membungkuk untuk menyamakan posisi nya dengan gadis yang duduk dilantai itu sambil mengucapkan "permisi sebentar"


Sheilla menggeledah pakaian gadis itu seperti sedang mencari sesuatu.


"A-apa yang anda lakukan?!"


Dan gadis itu menberikan protes dengan wajah yang memerah.


"Ah, ini dia~"


Sheilla dengan girang mengambil sesuatu dari pakaian gadis itu dan gadis itu masih bingung dengan apa yang terjadi.


Aku juga bingung dengan tindakan sheilla barusan.


Sesaat kupikir akan melihat adegan mesum yang dibawa oleh sheilla dan gadis itu.


Karena sebelum nya kupikir sheilla akan melepas pakaian nya, ternyata bukan.


Bodoh nya aku--


Dan sheilla mengangkat benda yang diambil nya dan memperlihatkannya dengan jelas kehadapan flora.


"Apa kau mengerti dengan lencana ini?'


"Huh? .... !!!!?"


Dibuat kebingungan dan setelah itu terlihat raut wajah terkejut dari flora.


Dan jika dilihat lebih jelas ternyata benda yang dipegang sheilla adalah lencana khusus milik lohengram.


Tapi kenapa lencana itu ada dipakaian nya gadis itu? Terlihat jelas jika sheilla mengambil lencana itu dipakaian gadis itu.


Rasanya aku seperti sedang menonton sebuah drama disini, gawat, ini sangat mendebarkan!!


"Menindas orang dari lohengram, apa kau mengerti hal itu?"


Sheilla meneruskan dan menurunkan tangan nya yang mengangkat lencana itu ke arah flora.


Dia pasti kelelahan karena terus mengangkat nya seperti itu.


"Ti-tidak, aku tidak tau hal itu!!"


Flora panik dan mundur beberapa langkah dan kedua anjing nya saling menatap dan menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada flora.


Mereka tidak ingin mengakui jika mereka terlibat dalam hal ini.


"Haaah, aku akan membicarakan hal ini dengan kakek ku, dan aku akan menerima keputusan yang dia berikan akan hal ini" sheilla menunduk kembali ke arah gadis itu dan mengenggam tangan nya, dan sheilla tersenyum lebar "ayo pulang~"


Sheilla membantu gadis itu berdiri dan menuntun gadis itu pergi.


Dan flora hanya berdiri sambil memasang ekspresi marah.


Yah ... bagaimanapun aku tidak dibutuhkan dalam kasus tadi.

__ADS_1


"Semuanya berakhir bahagia?"


Lalu aku pergi dari tempat ini dan menuju ke asrama pria.


__ADS_2