
Nezuon dan Chelsea sedang bersiap-siap dengan memadamkan api unggun dan menghancurkan gubuk tanah ini.
Seperti yang kuduga, gubuk ini dibuat dengan sihir.
"Pakaian mu itu, kalau tidak salah aku pernah melihat nya"
Ucap Chelsea dengan mengerutkan alis nya.
Dan Nezuon hanya menatap bingung seolah dia tidak menganggap seragam yang kupakai ini aneh.
Yah ... aku juga tidak menganggap seragam dewan sihir ini aneh, kebetulan aku memakai ini untuk bertugas dan terlempar kedalam permainan ini.
"Ah! Aku ingat, ini seragam dewan sihir kan?"
Chelsea menepuk kedua tangan nya dengan ceriah.
"Yah ... setidak nya"
Aku menjawab dengan lesuh.
"Sudah kuduga, begitu ya ... tenyata sheilla anggota dewan sihir ya, pantas saja kau bisa mengikuti pembicaraan tadi dengan lancar"
Haha ... aku tidak yakin tentang itu.
Aku memasang senyuman masam, dan Nezuon mulai berbicara.
"Dewan sihir? Apa itu?"
Nezuon bertanya dengan ekspresi bingung diwajah nya.
"Eh?! Val tidak tau? Itu dewan sihir lho! Itu terkenal lho!"
Chelsea berdiri dengan ekspresi terkejut diwajah nya, berjalan ke arah nezuon dengan menyudutkannya.
"Meski kau bilang begitu ..."
Yah ... sampai saat aku ditawari oleh ketua Charlotte, aku juga masih belum mengetahui tentang dewan sihir, jadi aku tidak akan merasa aneh akan hal itu.
"Apa Val tinggal di desa sebelum datang ke Antegram? Begitu ya, ternyata Val orang kampung"
Ucap chelsea dengan wajah cemberut, apa dia segitu mengidolakan dewan sihir?
Dan Nezuon memasang wajah jengkel dimana dia memalingkan pandangan nya.
"Yah ... maaf saja jika aku orang kampung!!"
Tegas Nezuon dan chelsea denga wajah cemberut memalingkan pandangan nya.
"Eh ... apa-apaan dengan alur ini?"
Melupakan perasaan jengkel nya, Nezuon teringat akan satu hal dan langsung menghadap ke arah ku.
"Pakaian mu itu, sebaiknya segera diganti, karena pakaian itu tidak cocok didalam permainan ini, kau harus memakai pakaian yang cocok untuk berpetualang"
Berpetualang ya ... aku lebih suka bersantai dirumah, hmm?
"Tu-tunggu sebentar ... aku tidak berniat untuk tinggal lebih lama didalam Antegram kau tau? Setelah bertemu kembali dengan kenalanku aku ingin pergi dari sini"
Benar!! Aku ingin kembali.
Mana mungkin aku menghabiskan waktu yang sangat lama di permainan sampah ini!!
Mendengar perkataan ku membuat Nezuon memasang ekspresi serius dan Chelsea memasang wajah yang sedikit sedih.
"Sheilla ... maaf untuk itu tapi, kau tidak bisa meninggalkan antegram selama permainan masih belum berakhir"
Ucap Chelsea dengan nada yang lemah dan terlihat sedih.
Disini aku tersentak kaget mendengar hal itu ...
"Huh? Tu-tunggu sebentar, berakhir nya permainan itu ... kapan?"
Aku bertanya dengan putus asa, dan Nezuon menghela nafas dimana dia langsung membuka mulut nya.
"400 sejak Antegram diciptakan dan Permainan dimulai, sampai selama itu, telah terjadi 206 acara, dan sekitar ratusan juta pemain telah gugur, tetapi, sampai saat ini ... petunjuk untuk menyelesaikan permainan tidak pernah ditemukan"
Ucap Nezuon dengan menatap tajam ke arah ku.
"Tidak bisa diselesai kan?"
Aku tersentak dimana aku menutup mulut ku dengan tangan kanan dan mulai berpikir keras.
Permainan yang tidak bisa diselesai kan ... lalu bagaimana dengan pemain? Seluruh pemain yang pernah datang ke Antegram ... apa semuanya mati?
Tidak ... ada sesuatu yang menganjal dipikiran ku, tentang aturan dalam acara kali ini.
__ADS_1
[Pertempuran antar party]
Dimana jika tidak memiliki party maka tidak akan bisa mengikuti acara, yang berarti ...
"Tidak ada aturan yang mengharuskan pemain untuk mengikuti acara?"
Aku bergumam dan satu-satunya cara yang paling memungkinkan untuk menyelesaikan permainan adalah dengan mengikuti acara.
Yang artinya didunia ini terbagi ke penduduk dan pemain?
Penduduk yang berarti merupakan manusia asli yang terlahir disini ... bukan manusia dari dunia kedua.
Tetapi keturunan dari pemain yang datang dari dunia kedua.
"Sheilla ... aku tau apa yang kau pikirkan, selama tidak mengikuti acara, maka tidak akan ada korban yang mati dalam pertempuran"
Chelsea menghentikan pikiran ku dan membicarakan jika dirinya mengerti, lalu perkataan nya dilanjutkan oleh Nezuon.
"Tetapi kami para pejuang harus melakukannya ... untuk keluar dari permainan sialan ini, kami harus melakukannya"
Begitu ... para pejuang dan penduduk, baju petualang, armor yang dikenakan oleh pejuang, dan pedang yang digunakan oleh pejuang.
Semua itu ciptaan oleh para penduduk, sedikit demi sedikit, mereka menciptakan peradaban mereka sendiri.
Tetapi tidak dengan penduduk asli ... para pejuang, ingin keluar dari permainan sampah ini, karena itulah mereka sampai mengikuti alur permainan.
Lalu, bagiku keputusan itu ...
"Adalah hal yang tepat, bagaimana pun kalian ingin keluar dari permainan ini kan?" Sekarang aku juga mengerti akan hal itu "kalian ingin kembali kerumah"
Itulah keinginan mereka, karena aku juga "ada rumah yang harus kupulangi"
Dengan alasan itu ... sudah membuatku cukup untuk mengakhiri permainan ini.
Tetapi apakah aku bisa? Permainan 400 tahun ini, hanya dengan eksistensi diriku ... apakah aku bisa menyelesaikan permainan 400 tahun ini?
"Oy ... jangan berpikir sombong seperti ingin menyelesaikan permainan ini, seluruh pejuang juga memiliki keinginan yang sama dan sampai sekarang permainan masih belum berakhir, apa kau mengerti kenapa di permainan ini mengharuskan seseorang masuk atau membuat sebuah party? ... bukankah kau seharusnya sudah menyadarinya? Karena permainan ini ada untuk diselesaikan bersama-sama"
Ucap Nezuon dengan wajah penuh keyakinan dan Chelsea juga tersenyum yakin saat ini.
Lalu aku menyadari, jika perkataan Nezuon itu benar, aku terlalu sombong.
Itu karena aku putus asa ketika mendengar jika tidak bisa keluar dari Antegram ini.
"Ya! Aku ingin menyelesaikan permainan ini bersama kalian"
Setidaknya ... aku bisa mempercayai mereka, sebagai rekan.
.
.
.
Saat ini kami sedang berjalan didalam hutan, lebih tepat nya menuju ke tempat para anggota party lainnya berada.
Dengan kata lain, rekan kami.
"Oh~ hei Nezuon, kenapa kau bisa mengetahui jika Antegram diciptakan 400 tahun yang lalu?"
Ini membuat ku penasaran, mendengar pertanyaan ku membuat nya tersenyum dan membuka mulut nya.
"Dengan cara yang sama seperti kau mengetahui hal itu"
"Ah"
Itu masuk akal.
Diwaktu yang sama - SUDUT PANDANG NARATOR
Berada dihutan, dimana sebuah kereta kuda sedang bergerak dengan perlahan.
Dimana dibagian kereta terdapat seseorang yang tertidur pulas, dengan rambut putih cerah nya dan bulu mata yang panjang.
Dia adalah da vinci.
Suatu guncangan membuat kereta sedikit bergoyang keras yang membuat Da vinci terbangun dari tidur nya.
Mengusap kedua matanya dan meregangkan kedua tangan nya ke atas sambil menguap.
Dengan mata yang lelah, Da vinci menatap daerah sekitar, dimana banyak terdapat barang disini.
"Oh~ kau sudah bangun?"
Ucap seseorang yang berada diluar kereta mendongak kedalam untuk melihat kondisi Da vinci.
__ADS_1
Seorang pria dengan rambut keriting nya yang lebat tersenyum cerah ke arah Da vinci.
"... kau siapa?"
Da vinci sebisa mungkin mencoba untuk tenang dan bertanya sambil melihat sekeliling seperti sedang mencari sesuatu dan dia melihat pedang nya yang tersimpan di atas sebuah kotak kayu.
"Tenang saja ... aku bukanlah peserta acara"
Pria itu menjawab sambil kembali lagi keluar, dia sedang mengendalikan kuda agar berjalan ke jalur yang benar.
(Peserta acara? Apaan itu?)
Da vinci mulai berdiri dan menjatuhkan sebuah selimut yang menutupinya, selimut yang kasar tetapi setidaknya itu telah melindungi Da vinci dari kedinginan.
"Jika kau bukanlah seorang musuh, maka aku bisa mempercayai mu"
Da vinci berjalan ke arah pedang nya berada, mengangkat pedang itu, menarik nya daru sarung dan memeriksa keadaan nya.
(Bagus ... tidak ada goresan)
"Haha ... kau pendatang baru yang menarik"
Da vinci tersentak kaget dan melihat pria itu dengan ekspresi masam.
"Umm ... apa-apaan dengan sebutan pendatang baru itu?"
Pria itu sedikit mengarahkan pandangan nya ke Da vinci dan dia tersenyum.
"Yah ... aku akan menarik sedikit kompensasi untuk itu, bagaimanapun aku adalah seorang pedagang, mengertilah akan hal itu"
Ucap pria itu dengan sedikit bernada, dimana Da vinci terdiam dan pada akhirnya tersenyum.
"Baiklah, akan kubayar kau semampuku"
Ucap da vinci dengan melihat sekeliling nya lagi.
"Senang berbisnis dengan mu"
Da vinci tersenyum masam hingga akhirnya dia menyadari sebuah tongkat yang tidak asing baginya.
"I-ini!!?"
Mendengar hal itu membuat pria itu menatap dengan bingung ke arah da vinci yang memeluk tongkat itu dengan kasih sayang.
Itu adalah tongkat sihir milik Da vinci yang sebelum nya ia lempar.
"Huhuhu ... maaf karena telah melemparmu waktu itu~~"
" ... saya menemukannya ketika sedang berkeliling, begitu ya ... jadi tongkat sihir itu milik abang ya?"
(Hmm ... abang?)
Da vinci berhenti mengeliat dan memasang ekspresi masam diwajah nya.
"Jika begitu, mungkin aku harus---
-BUUUUUUMMMMMMM!!!-
Suatu sinar putih cerah lewat dengan tiba-tiba, membuat Da vinci terkejut dengan apa yang terjadi dihadapan nya, disaat sinar itu menyusut dan hingga akhirnya menghilang.
Terlihat jika bagian atas tubuh pria itu sudah menghilang tanpa sisa.
"A-pa yang?!"
Tubuh pria itu terjatuh, menyebabkan kuda nya tidak terkendali dan hingga akhirnya menabrak sebuah pohon.
Sebelum itu, Da vinci melompat keluar dari kereta dan membiarkan kereta itu menabrak pohon itu hingga hancur.
"Apa yang sebenar nya terjadi?"
Dengan bingung dicampur kaget, Da vinci menyadari suatu cahaya disamping nya, tepat dipedalaman hutan itu.
Cahaya kemerahan terlihat, sebuah asap putih keluar yang pada akhirnya asap itu menjadi hitam.
Itu adalah api yang membakar hangus bagian dalam hutan.
-BUUUUUUMMMMM'-
Sekali lagi sebuah sinar putih yang besar tertembak, tetapi itu mengarah ke atas langit yang membuat awan menjadi berlubang.
"Terjadi sebuah pertempuran? sial ... apa disini adalah medan perang!?"
Da vinci bertanya dengan kesal.
Lalu Da vinci membuat pikiran rasional dimana dia menendang tanah lalu berlari menjauh dari medan perang itu.
__ADS_1